Birunya Cinta (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 February 2018

Les bahasa inggris yang kuikuti baru saja usai, dengan malas kulangkahkan kakiku ke luar ruangan, sekilas aku melirik jam di tanganku sudah pukul tujuh lewat, masih banyak waktu untuk kami yang mau nonton, sekedar menghabiskan malam minggu yang kelabu.

“KELABU!!” Aku mengulang kata kata itu, tak seharusnya kalimat itu mampir di benakku hanya karena hampir dua minggu ini Angga tak datang mengunjungiku.
Ah, Angga sedang apakah kau di sana? Belajarkah, main ke rumah teman atau nonton? Malam minggu begini apakah kau tetap memusatkan perhatian dan waktumu pada tugas tugas kuliahmu? Tidakkah kau meluangkan waktu sedikit saja untuk menghubungiku, sesibuk itukah dirimu?

Gadis cantik itu menghela nafasnya dalam dalam pikirannya melayang mengingat sang kekasih yang sedang mencapai impiannya karena sebentar lagi dia akan meraih gelar sarjananya, jadi kalaupun sekarang Angga jarang menghubungiku itu bukan salahnya

“Ira!!” Lamunan gadis itu seketika buyar ketika suara khas Fena tiba tiba memanggilnya, dia menoleh ke arah suara, senyumnya mengembang begitu melihat sahabatnya mendekat, ternyata Fena tidak sendiri di sisinya ada Rafka, cowok ganteng yang punya gingsul itu memang sudah dekat dengan mereka sejak pertemuannya dua bulan lalu di acara ulang tahun sahabatnya.
“sudah lama menunggu, ra?” Tanyanya
“baru saja!!” Sahutku singkat
“kita jadi nonton kan!!” Bisik Fena, tak ada jawaban dari Ira dia hanya melirik Fena penuh arti, dia merasa tidak enak, sepertinya Fena menaruh hati sama Rafka.

“gimana ya!!” Ira pura pura bingung, melihat ke arah Rafka,
“Rafka aku yang ajak!!” Ucap Fena mengerti melihat sikap Ira yang kurang nyaman”
“tapi ini kan khusus acara cewek!!” Kata Ira lagi
“cewek kalau tidak ada yang mengawal bahaya lho!!” Ucap Rafka angkat bicara sambil tersenyum

Mereka pun berangkat, Ira sengaja memilih bangku belakang mobil dan membiarkan Fena duduk di depan, karena Fena kan masih jomblo berbeda dengannya, hati Fena tiba tiba berkecamuk tidak menentu pantaskah yang dia lakukan sekarang, dia pergi bersama seorang cowok sedangkan Angga di Jakarta sana sedang sibuk dengan skripsinya, Angga sedang memutar otaknya demi gelar sarjana itu semua demi masa depan mereka berdua.
“masa depan?” Ira tersenyum tipis membayangkankan masa depan yang akan mereka lewati nanti, seperti yang telah mereka rencanakan setelah Angga menjadi sarjana dia akan meminang Ira, Ira benar benar sudah tidak sabar menunggu hari bahagianya itu.

“hayooo, ngelamun!!” Ucap Fena mengagetkan Ira,
“kalau lagi senang bagi bagi dong,!!” Ucap Rafka di balik kaca spion Rafka memandang Ira sambil tersenyum,
Ira tak menjawabnya, dia merasa malu.

Ira memandang foto Angga yang terpajang di meja belajarnya, rambut hitamnya yang berponi, tatapan matanya yang tajam, hidungnya yang mancung, bibirnya yang merekah, dia benar benar memiliki pesona yang sangat dahsyat, jantung Ira berdetak dia memejamkan matanya mengingat awal pertama kali berjumpa dengan pangeran yang telah berhasil mencuri hatinya, saat itu Angga masih kelas tiga SMA sedangkan dia masih kelas satu,

Flashback On?
Siang ketika jam olahraga, Ira dan teman temannya istirahat di bawah pohon cemara

“kau lihat cowok yang pake kaos biru itu ngak?” Tanya Aya pada Sasha saat itu
“yang mana? tanya Hani mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjuk Aya
“itu tuh yang mau masukin bola ke gawang!! Jelas Aya semangat

“oo itu yaya, memang kenapa?” Tanya Hani lagi
“ganteng yah!!” Kata Sasha senyum senyum
“itu kan kak Angga, anak kelas tiga ya!!” Ucap Hani
“lho kalau kelas tiga memang kenapa?” Tanya Aya lagi, namun Ira hanya diam saja melihat teman temannya yang antusias melihat pesona kakak kelasnya yang sedang main futsal, terlihat keringat yang bercucuran di lehernya pesonanya semakin bertambah, pantas saja dia jadi idola di sekolahnya.

“Ira, kok lo diam aja sih!!” Bisik Sasha, membuat Ira sedikit kaget,
“ada apa sih?” Tanya Ira
“cowok ganteng tuh!!” Ucap Hani,
“males ah!!” Sahut Ira enggan, segera beranjak mau pergi dari tempat itu namun baru beberapa langkah tiba tiba sebuah bola menghantam kepalanya, akhirnya Ira jatuh tersungkur hingga lututnya berdarah, karena merasa malu akhirnya Ira segera bangkit sesaat seseorang berlari ke arahnya

“sakit?” Tanyanya pelan, Ira menoleh ternyata seorang cowok, namun dia tak membalas tatapan Ira, pandangannya fokus ke lutut Ira yang berdarah

“hapus darahnya pakai sapu tangan ini!!” Ucapnya memberikan sapu tangannya kepada Ira,
“tidak usah!” sahut Ira pelan
“kalau tidak dihapus, nanti darahnya makin banyak!!” Umpatnya setengah membujuk,
“tapi kan..!! ucapanku terhenti karena dia sudah meninggalkanku, berlari ke arah lapangan, Ira hanya tertegun tak percaya dia sama sekali tidak berniat menolongnya yang susah berjalan.

Baru saja Ira beranjak meninggalkan ruangan UKS, cowok tadi menghampirinya, “hai, maaf ya tadi ninggalin kamu, tadi pelatih memanggilku!!” Katanya lembut, sesaat Ira terpana memandangnya
“kakimu masih sakit?” Tanyanya lagi, Ira hanya mengangguk pelan

“oya kita belum kenalan!!” Ujarnya menyodorkan tangannya, Ira menyambutnya,
“namaku Angga, lengkapnya Angga Raynaldi, kau siapa?”
“Ira Yulianti, panggil saja Ira!!” Ucap Ira gagap,
“nama yang manis, semanis orangnya!!” Puji Angga tersenyum menatap Ira, membuat dada Ira berdebar kencang,

Mulai saat itu pelan tapi pasti, mulai tumbuh perasaan lain di hatinya, namun perasaan yang Ira rasakan tidak bertepuk sebelah tangan, karena sejak itu juga Angga sering mencuri curi kesempatan untuk menarik perhatiannya, tiga bulan kemudian Ira akhirnya bisa menarik nafas lega karena Angga cowok idola di sekolahnya, tepat malam minggu kunjungannya yang ke empat kali ke rumah Ira dia mengutarakan perasaanya, Ira menyambutnya dengan bahagia…

Cerpen Karangan: Melinia Widiyani
Facebook: Melinia Widiyani

Cerpen Birunya Cinta (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebenarnya Apa Itu Cinta?

Oleh:
Semua orang pada waktu yang tepat akan mengalaminya baik disengaja atau pun tidak. Tapi apa sebenarnya arti cinta itu? Dalam khayalan hanya tersiak satu kata yakni “Bahagia”. Namun yang

Masa Orientasi Sekolah

Oleh:
Hari itu adalah hari pertama Orientasi Siswa baru untuk masuk SMA. Rini menjadi salah satu panitia yang bertugas mengorientasi para siswa baru. Pagi-pagi dia bangun, untuk bersiap ke sekolah.

Mereka yang Meninggalkan

Oleh:
Sepasang mata itu berkaca-kaca menatapku. Aku sudah menghancurkan satu lagi harapan dari orang-orang yang mengasihiku. Dia tidak menangis. Tatapan itu lebih seperti tatapan kecewa dan lelah. Mungkin ada sedikit

Pelangi

Oleh:
“Rifa bangun, hari ini hari pertama kamu sekolah kan ayo jangan tidur terus ntar telat lagi..” Suara mama membangunkan ku dari tidur ku “Iya mah” Oh iya kenalkan nama

Coklat Comblangan

Oleh:
Satrio adalah seorang siswa terpopuler di sekolahnya, Satrio sangat menyukai coklat, dimana ada Satrio di situ ada coklat yang digenggam dalam tangannya. Tak jarang juga cewe-cewe di sekolahnya mencoba

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Birunya Cinta (Part 1)”

  1. Gadis Amilia Zaliyanti says:

    wow…amazing :*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *