Bismillah Eonni

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Korea
Lolos moderasi pada: 23 June 2021

Aku seorang yang senang menjelajah dunia. Aku menyukai segala hal berbau keindahan. Aku suka foto sampai suatu hari perjalanan berhenti di Kota Seoul. Kota yang sangat diindamkan oleh adikku sakit kanker.
Dan aku meninggalkan sendiri. “Kalau itu mimpi Kakak pergilah, jangan lupa ke Seoul dan bertemu para Oppa.” Terus berjalan menyusuri jalan aku teringat jika adikku sangat menyukai Super Junior.

Sebuah foto terpampang besar menunjukkan Lee Min Hoo berpose tersenyum. Mengambil gambarnya supaya Ririn bisa melihatnya.
Setelah berjalan cukup jauh tiba-tiba saja seseorang menjatuhkan gelas kopi dan mengenai bajuku. “Mianhae.” (Maafkan aku) terkejut segera aku bersihkan dengan sapu tangan. Namun wanita itu terus membungkukkan badan.

“Ayahku seorang pensiunan, Ibu berbinsis busana muslim, adikku sakit kanker stadium dua.” Mendengar ceritaku Eonni satu ini tercengang.
“Siapa nama adikmu?”
“Namanya Ririn, dia sangat suka sekali dengan Donghae.”
“Ya itu terkenal di sini Super Junior, kebetulan kakakku juga fans cuma bedanya aku suka NCT dan IU.” Bercerita tentang hal tersebut rupanya dia bisa di ajak koneksi kami berjalan tanpa saling menyebutkan nama. Dia menggunakan bahasa Inggris dalam pembicaraan sehingga aku paham maksudnya. Kebetulan ia masih mahasiswa di salah satu sekolah terkenal di Seoul.
“Nomor telpon?”
“Aku pakai nomor Indonesia sosmed saja kau punya Instagram.”
“Tentu.” Kami saling berfollow sampai aku tau namanya Lee Young Mi. Gadis itu selalu tersenyum ramah.

Semakin hari aku dekat dengannya bahkan aku menyukai semua sifatnya yang dewasa. Hingga di mana aku mengatakan sesuatu membuatnya tersinggung. Mata semula baik-baik saja berubah menjadi sedih. “Aku minta maaf aku tidak tahu kalau kau trauma akan cinta?”
“Sudahlah lagi pula kecelakaan itu sudah lama bukan,” Seketika Young Mi mengajak aku makan di salah satu restoran cepat saji menikmati ayam pedas Korea.

Kemudian aku berjalan ke Namsan tower. Bosan juga jadi aku menaiki sepeda. Persis seperti drama Winter Sonata selalu di ceritakan adikku. Lalu Young Mi pergi ke Sungai Han ternyata ada fan-meeting konser para Idol. Idol baru yang sedang debut.
Kami makan di restoran halal dekat sini menikmati semangkuk kimchi. Perlahan aku nyaman dengan Young Mi berbeda sama gadis Indonesia membuatku patah hati.

Di hari berikutnya dipertemuan kami aku dan Young Mi pergi ke noerebang bernyanyi tapi aku paham lagu Korea hanya adikku yang suka melantunkan lagu tersebut. Menggunakan ponsel aku video call. Menyuruh sang adik bernyanyi dia ternyata habis tidur. “Ada apa Kak?” tanya Ririn dengan wajah sangat pucat.
“Nyanyi yuk lagi noerebang nih!”
“Lagu Super Junior aja Kak yang One More Changes.” Membantu Young Mi mengetik lagu Korea tersebut. Dan suara merdu Ririn membahana sejak kecil Ririn memang suka musik, hanya saja karena dia sakit jadi orangtua tidak meleskan musik.
Kasian sekali Ririn menikmati masa muda di rumah sakit. Selesai bernyanyi Young Mi bertepuk tangan, suara adik Raja lebih bagus dari Young Mi jadi merasa minder.

Di tahun musim gugur….
Lelaki itu sama sekali belum pergi dari sini. Perasaanya semakin hari kian besar. Kemudian aku menyatakan perasaanku.

“Tapi kita berbeda, kau muslim aku ini non muslim?” Bentak Young Mi.
“Aku mencintaimu, aku tau salah dan aku bisa di hukum jika melanggar itu semua tapi aku hanya ingin jujur tanpa perlu di balas.” Di hari yang sangat melelahkan aku berpisah dan tak bertemu dengannya setelah mengucapkan hal itu semua.

Daun berserakan tapi aku seakan tidak peduli. Kemudian suatu hari aku sedang berada di bandara. Aku berangkat ke Indonesia hariku di Seoul telah usai.

Young Mi berdiri menatap langit yang sedang biru. Salju turun hari ini. Tiba-tiba Yu Ri kakak dari Young Mi datang mengusap punggung. “Aku bisa tidak mencintai seorang lelaki muslim.”
“Kau tau kita hanya berdua semenjak Eomma dan juga Appa tiada, tapi melihatmu bahagia adalah hal terindah untuk kakak, dan kakak bisa mendukungmu asal itu terbaik.” Betul sekali mereka meninggal akibat penyakit yang diderita. Perlahan kemudian gadis itu berlari ia tahu harus ke mana pergi.

Di sebuah masjid di Itaewon sebenarnya di Busan juga ada masjid Al Fatah hanya saja kemarin sempat mengunjungi Itaewon. Bertemu seorang ustadz kemudian meminta untuk menjadikan seorang muslim. Hati terketuk niat pertama dilakukan Young Mi semata-mata karena ibadah. Waktu berjalan kemari ada seorang muslim Korea mengaji sangat bagus sudah dua tahun dia menjadi muallaf.

Membaca dua kalimat syahadat
Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullah. “Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Dan (aku bersaksi) bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
Akhirnya ia membaca dengan tegas dan lantang. Dan berhasil masuk sebagai muslim. Gadis itu mengeluarkan airmata. Berjodoh tidaknya dengan lelaki Indonesia itu ia sudah pasrah. Karena kini tujuan beribadah. Di dalam muslim banyak ilmu ia dapat. Jika ada ceramah pengajian Young Mi sering hadir.

Percaya tidak percaya ternyata cowok itu ada di sana memegang kamera yang tadi tergantung di leher. Dari jauh bisa melihat di balik pembatas tirai berwarna putih. Keluar dari ruangan kami bertatap muka. Menundukkan kepala. Dia pangling melihatku memakai hijab. “Kamu pakai penutup kepala?”
“Aku memutuskan masuk Islam, dan rasanya tenang berbeda dengan sebelumnya.” Menceritakan itu kami berjalan dan mampir di salah satu restoran menjual menu makanan Indonesia.
Cerita pun mengalir dan kemudian aku berkata padanya. “Kau ingat aku pernah menyatakan cintaku, sekarang aku ingin menjadikan kamu pelengkap separuh hatiku, kita akan pergi mengembara bersama tidak di Seoul tapi di seluruh dunia.” ujar aku berkata serius.
“Aku siap dan kau harus bertemu Eonni aku telpon dulu!” Sejam Eonni datang kemudian memeluk Young Mi erat.

Mereka makan menikmati rendang banyak hal yang dibahas. Sampai aku menyatakan keseriusan aku pada Young Mi. “Bismillah Eonni saya siap jadi pendamping untuk adik anda Young Mi mohon anda menerima lamaran saya.”
“Tentu saja kalau itu membuatku adikku bisa bahagia.”

Setelah lamaran berakhir kudengar kabar jika kanker ganas di tubuh Ririn perlahan berkurang. Dia sudah bisa bersekolah layaknya orang lain. Senyuman terpancar di wajah aku mendengar suara dari Ririn begitu bahagia. Anak itu juga mengucapkan selamat karena aku menemukan jodoh di Seoul.

Pasar Myeongdong
Sebelum berangkat ke tanah air kami mampir sebentar membeli beberapa barang yang bisa dibawa pulang. Aku membeli gantungan kunci bergambar Donghae sedangkan Young Mi mengambil boneka Bts dan NCT. Lucu sekali barang-barang terjangkau murah.

Setelah membayar kami menuju bandara Incheon sebentar lagi aku pulang ke tanah air membawa calon istri. Rencana pernikahan sudah siap tinggal beberapa persen selesai.

Di sana ada senyuman manis dari gadis itu terlihat bahagia bertemu saudaraku. Sepanjang perjalanan aku terus bersholawat takut kalau perjalanan mengalami kendala nyatanya tidak sama sekali. Sampai di Jakarta langsung aku pergi ke rumah. Rumah bercat putih sederhana di sana ada Ibu dia sedang memasak banyak makanan.

Karena tahu orang Korea suka pedas jadi masakannya juga berbumbu pedas. Semua makanan terhidang lezat ada tumis pete, rendang, dan juga sayur, telur balado, tempe goreng. Semua menu menggoda selera Young Mi menyukai masakan Hana. Hana senang melihat semburat kebahagiaan di wajah putranya.

“Kapan nikahnya berharap bisa kasih cucu yang lucu seperti Oppa atau Eonni Korea?”
“Dari mana Ibu belajar bahasa itu?”
“Dari adikmu.” tawa Ibu melebar seiring senyuman dari gadis itu.

Pulang dari sekolah kaget menemukan beberapa merchandise bergambar Donghae. Memeluk erat sang kakak. Cinta itu sederhana tanpa perlu rumit mengungkapkan, jika memang Allah berkendak. Bismillah maka takdir akan mempersatukan mereka. Seperti kisah aku. Semoga dapat menginspirasi semuanya.

Selesai

Cerpen Karangan: Hardianti Kahar
Blog / Facebook: TitinKaharz

Namaku Titin aku seorang penulis wattpad @titinstory akun lama tidak bisa terbuka @titinghey aku seorang fangirl Siwon Super Junior dan aku juga D’Masiv Band fans berat Rian aku suka suaranya. Aku sangat menyukai menulis dan aku suka bernyanyi lagu Korea, aku juga suka mendesain baju meski bukan prefesional. Aku harap kalian suka dengan karyaku ini. Untuk sosmed silakan lihat dikaryaku yang lain.

Salam
Titin
Makassar

Cerpen Bismillah Eonni merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita Berbeda

Oleh:
“Apa yang ada padamu tak kumilikki, dan apa yang ada padaku kau tak memilikinya. Di semua aspek perbedaan, kenyataan, takdir, atau kesempatan atau apapun itu mereka menyatukan (kita)” Di

Hujan dan Kaktus

Oleh:
Dibalik tirai jendela, terlihat dia yang sedang menatap langit. Tidak begitu jelas. Embun-embun yang melapisi kaca membuat aku hampir tidak mengenali wajah itu. Matanya masih bersitatap dengan langit yang

Cinta Es Batu (Part 1)

Oleh:
Aku berlari dan terus berlari menjauhi puluhan wanita yang sedang mengejarku karna ingin menjadikan aku pacar mereka. Berlari dan berlari lagi. Sungguh, aku sangat takut diburu oleh semua wanita-wanita

Dipertemukan Karena Rasa Sakit

Oleh:
Ada banyak arti dari sebuah kata dan banyak maksud dari setiap kata yang terucap dari seseorang. Bagaikan petir di pagi hari, itulah perasaan yang kurasakan saat diri ini tersadar

Iro no Reinboo (Part 1)

Oleh:
Di sebuah dunia yang kosong dan hampa, tepatnya di dunia seorang gadis pengembara. Dia terbaring di puncak menara istananya yang hancur karena tembakan cannon-nya. Ia menatap langit gelap itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *