Bolehkah Aku (tidak) Merindukanmu?

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 7 August 2017

Sama seperti malam-malam kemarin. Aku termenung di malam yang membeku dengan sejuta harapan dan sejuta luka ditemani oleh sinar rembulan yang menambah keindahan langit malam. Begitu banyak kenangan yang telah kita alami bersama hingga sulit Aku melupakanmu. Ah, bukan! Aku tidak mau melupakan dirimu yang dulu menjadi semangat di setiap hari-hariku.

Kau hadir di tengah kehidupanku yang penuh dengan luka, membawa kesejukan yang menyegarkan. Menghapus semua luka hanya dengan senyumanmu. Aku bahagia saat itu. Saat di mana dirimu hadir untuk menyempurnakan hari-hariku.

Matahari sore mulai terbenam perlahan menggantikan langit malam. Udara di sekitar bukit mulai terasa dingin. Kami -Aku dan kamu, memilih berdiam lebih lama di bukit walaupun sunset telah usai.

“Hmm…,” Aku berdeham pelan. Kamu menoleh ke arahku lalu menatap lurus ke depan. Aku mengembuskan napas pelan.
“Kamu tahu mengapa kita dipertemukan?” ujarku memecahkan keheningan. Kamu menoleh dengan alis terangkat. ‘Kenapa’.
“Karena kamu hadir untuk menyempurnakan hari-hariku.” jawabku. Lihat! Wajahmu bersemu merah kala Aku mengatakan itu.

“Bagaimana jika suatu hari nanti Aku tidak lagi menjadi menjadi ‘penyempurna hari-harimu?” Kamu menatapku dengan senyum getir.
Lalu Aku menggenggam tanganmu. “Entahlah,” Aku diam sejenak lalu menarik napas pelan. “Seandainya itu terjadi Aku percaya Tuhan telah merencanakan skenario yang terbaik untuk kita berdua nanti.”

Pertemuan terakhir. Bukit. Sunset. Tujuh tahun lalu. Sungguh itu sulit bagiku. Bayanganmu selalu ada di mana-mana. Tidak! Mungkin saja itu hanya halusinasiku saja. Atau mungkin di hati dan mataku masih tersimpan dirimu. Argghh … Sungguh membuat kepalaku pening.

Banyak sekali perempuan di luar sana yang datang kepadaku, namun tak ada satu pun di antara mereka yang memikat hatiku. Entahlah, kenapa hatiku menolak mereka. Kadang Aku mencoba untuk melakukan hal bodoh, bunuh diri. Itu semua kulakukan supaya hati dan pikiranku tidak lagi memikirkanmu. Tapi, ternyata Tuhan masih sayang kepadaku. Aku masih saja selamat dalam percobaan bunuh diri tersebut.

Akhirnya Aku pasrah terhadap keadaan. Aku menyibukkan diri dengan segala aktivitas kantor yang padat. Tidur selama lima jam, berangkat pagi, pulang malam sudah menjadi keseharianku. Tak mengapa badanku sakit asal Aku tak lagi teringat akan bayangmu.

Namun, aku salah mengira hal itu tak akan terjadi lagi. Seperti saat ini bayangmu selalu hadir di tengah malam yang kian lama membeku. Sinar rembulan membuatku teringat akan canda tawamu. Mengingat dirimu membuat hatiku terluka lebih dalam.

“Bolehkah Aku (tidak) merindukanmu?”

Cerpen Karangan: Ayu Citra Milania
Facebook: ayu citra milania

Cerpen Bolehkah Aku (tidak) Merindukanmu? merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Kita Berbeda

Oleh:
Namaku Vesya. Aku adalah seorang gadis berkacamata yang duduk di bangku kelas X SMA Nusa Bangsa, selain gadis yang berkacamata aku juga seseorang yang pendiam dan tidak terlalu akrab

Suka Cewek Tomboy

Oleh:
Ku duduk di tepian lapangan menatap gadis yang sedang terlihat bermain basket, gadis yang selalu membuat ku terlihat semangat dan bahagia, rambutnya yang pendek seperti lelaki dan agak kecoklatan

Perempuan Kutukan

Oleh:
Suasana alam di pedesaan memang selalu memanjakan mata manusia yang mulai lelah. Berbeda dengan kota-kota besar. Setiap hari selalu disuguhi suara amukan klakson yang terdengar mengerikan saat jalanan mulai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *