Buat Yang Spesial

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 23 May 2016

“Kenangan, banyak orang berbicara tentang kenangan, entah apa sebenarnya makna dari sebuah kenangan, sebagian orang sangat menyukainya, sebagian lagi tidak sedikit yang membencinya. Setiap orang pasti memiliki kenangan tersendiri dalam hidupnya. Bagiku, kenangan adalah guru yang mengajarkan aku banyak hal tentang kehidupan hingga saat ini.”

Kubang duo, adalah sebuah desa yang letaknya cukup jauh dari pusat kota, berada di Kabupaten solok, Sumatera barat. Udaranya dingin, berada di ketinggian, tidak jauh dari kaki gunung Talang, danau Singkarak tampak indah dari sana, pemandangan alam sangat indah di sana, itulah yang membuat kakiku untuk tidak beranjak dari sana, penduduknya tidak terlalu ramai, namun dari desa itulah ceritaku dimulai.

Juni 2013, itu adalah pertama kalinya bagiku untuk bisa menikmati semua keindahan dan rahmat Allah di desa Kubang duo, menikmati segarnya udara pagi tanpa polusi udara. Bagiku, keindahan alam ini adalah hal yang paling luar biasa, bagaimana tidak, saat mataku dihadapkan pada sebuah pemandangan, aku tidak hentinya memuja Allah, hatiku sangat senang dan tenteram jika melihat suatu pemandangan. Beban terasa sangat ringan jika semua itu aku dapatkan. Bagiku, hidup adalah sebuah perjalanan, perjalanan yang tidak seorang pun tahu jauh atau tidaknya jalan yang harus ditempuh, setiap orang memiliki jalan dan cerita berbeda dalam hidup, tapi yang pasti, tujuan hidup adalah mati. Setiap insan akan mati, berpindah negeri menuju Al-hayawan -kehidupan yang sempurna, di sanalah manusia akan hidup abadi.

Aku mulai tergila-gila dengan alam kubang duo, setiap pulang sekolah, aku akan duduk memandangi keindahan itu dari ketinggian hingga senja sore menyuruhku pulang. Namun, bukan itu yang menjadi kenanganku, yang paling membuatku tergila-gila adalah, kembang desa Kubang duo, apakah itu benar atau tidak, tapi yang pasti dia adalah kembang terindah bagiku. Kembang itu sangat indah, impianku adalah bisa memilikinya, membina keluarga kecil sederhana bersamanya. Aku selalu berharap bisa mencapai cita-cita bersamanya, hingga nanti hembusan napasku yang terakhir, berada tepat dalam pelukannya.

Suatu waktu, ketika aku bertemu dengannya, dia sedang berjalan sendirian di depan rumahku, aku terus memandanginya, entah kenapa aku sangat mengagumi sosok gadis yang berkulit putih itu. Suatu ketika aku mendapat nomor Handphone-nya, setiap pesan yang aku kirim tidak satu pun yang dibalasnya, hingga suatu ketika balasan yang aku tunggu-tunggu tiba.

“Saya benar Nilam, kamu siapa?”
“Saya Anil, jadi kamu memang benar gadis itu, salam kenal.”
“Iya, memangnya kenapa?”
“Tidak, hanya saja aku sangat terpesona melihatmu.”
Begitulah, awal perkenalanku dengan Nilam, waktu itu bulan puasa, dan kami sering bertemu di jalan saat hendak pergi ke masjid.

Ketampanan rupa dan kekayaan harta tidak aku miliki untuk bisa memilikinya, kecuali rasa cinta dan kekagumanku padanya. Entah dia mau atau tidak, aku tidak peduli, aku hanya seorang insan yang diberkahi rasa cinta dan kasih sayang, aku hanya memberikan itu, dan mendapatkan itu darinya. Setiap hari aku berusaha menghiburnya dengan leluconku, tidak lupa aku selalu memberikan perhatian kepadanya. Aku selalu percaya, segala sesuatu yang didasari niat yang kuat dan perjuangan keras pasti akan ada hikmahnya, “Siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapat.” Itu adalah kepercayaanku.

Hari demi hari berlalu, akhirnya aku bisa memiliki gadis yang sangat indah itu. Sampai kami bersama-sama membangun mimpi, berbagi kasih sayang dengannya. Suatu waktu aku bermimpi menaiki sepeda bersamanya, romantis memang. Tapi entah kenapa sangat banyak ular mendekati kami, jujur saja, aku sangat takut dengan ular, tiba-tiba aku bisa begitu beraninya menyingkirkan setiap ular yang mendekati kami. Entah apa makna sebuah mimpi itu. Kubang duo, memanglah bukan tempat seperti surga, tetapi ia adalah desa yang memberiku banyak pelajaran tentang hidup, mempertemukan aku dengan cinta. Di sana aku belajar sabar dalam hidup, karena cobaan tidak hentinya bergantian menghampiri, membuat aku kuat, tegar dan lebih bersyukur.

Pertemuan demi pertemuanku dengan Nilam sangat berarti, “Kamu harus kuat, kamu bisa, bersabarlah untuk semua, semua tidak akan sia-sia, aku selalu ada untukmu hingga akhir nanti.” Kata Nilam. Kata itulah yang hingga kini selalu memanjakan telingaku, aku sangat senang apabila nasihat demi nasihat itu ke luar dari mulutnya untukku. Beberapa bulan kemudian, aku sebagai seorang laki-laki berdarah Minangkabau tentu memiliki langkah dan jalan sendiri, aku memutuskan untuk merantau, meninggalkan banyak janji kepada Nilam. Seiring berjalannya waktu, aku memahami pertemuanku dengan Nilam adalah cara Allah untuk menguatkanku, membangunkan jiwa yang hampir mati karena keputusasaan. Aku masih menyimpan pertemuan terakhirku dengan Nilam, yaitu sebelum keberangkatanku ke tanah pasundan, bulan agustus tahun 2015 lalu.

Saat meminta izin kepadanya untuk pergi, dia tampak sedih, seolah-olah tidak membiarkan aku pergi, aku tahu akan banyak pikirannya saat jauh dariku, tetapi aku selalu berjanji kepada diriku sendiri untuk tidak akan mengecewakannya. Dan sekarang aku mengerti, akan arti mimpiku saat pertama dengannya, ular itu adalah ujian dan tantangan bagi kami berdua, itulah yang kami lewati, begitu banyak ujian yang menghampiri, namun kami bukanlah orang yang dengan mudah mengibarkan bendera putih, di saat salah seorang jatuh, maka kami akan memberikan tangan untuk bangkit dan melanjutkan perjalanan. Sebab segala sesuatu yang dijalankan dan diusahakan dengan sungguh-sungguh tidak akan pernah sia-sia, karena hasil selalu bergantung pada proses.

Hingga saat ini, kenangan demi kenangan yang tercipta dari desa Kubang duo, desa seribu cerita, satu cinta dan keindahan ciptaan Allah. Hingga suatu saat nanti jika aku pulang, menapakkan kaki lagi di sana, aku harap senyum manis dan pelukan hangatnya menyambutku di sana, banyak hal yang sama antara kami, sangat banyak, dan semua itu adalah cerita Tuhan yang dituliskan untuk kami. Semua ini tentang kerinduan dan kenangan yang telah menyelimuti hati, gadis yang dulunya bernama “Quelna Putry Nadira,” namanya diganti dengan, “Nilam Febri Saskia” mungkin Tuhan punya cerita tersendiri akan semua itu. Entahlah, berawal dari pertemuan yang tidak disengaja menjadi rangkaian kisah indah yang menjadi sebuah kenangan yang menurutku sangat indah. Entahlah, semoga saja perbedaan yang ada tidak akan merusak hal yang sedemikian indah.

Cerpen Karangan: Anil Safrianza
Facebook: Anil Safrianza
Nilam Febri Saskia, makasih udah ngubah duniaku jadi lebih berwarna. Love you Banun Dnt sayang.

Cerpen Buat Yang Spesial merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


All is Fair in Love and War

Oleh:
“Siapa yang bisa menjawab mengapa hatimu menghela napas berat sebagaimana cintamu pergi? Hanya waktu yang bisa. Siapa yang bisa menjawab mengapa hatimu menangis ketika cintamu musnah? Hanya waktu yang

Cinta Nayang (Part 2)

Oleh:
Hari-hari gue jalani seperti biasa, tapi dengan keberadaan kakak gue disini rasanya lebih lengkap dan entah gue lagi dapet keberuntungan atau gimana mama sama ayah gue juga pulang, katanya

Surat Cinta 45

Oleh:
Malam itu bulan seakan begitu bahagia dengan memancarkan cahayanya, terang benderang. Bahkan aku bisa melihat wajahnya dengan jelas tanpa sorotan lentera teras rumah yang menyala redup. Malam itu kami

The Story Of Soul Eater

Oleh:
Pada suatu jaman hidup sebuah kerajaan dimana sang raja itu sangat rakus, ia berubah jadi rakus dan kejam karena ditinggal mati oleh ratu di dalam peperangan. Raja itu mempunyai

Cinta Di UKS Sekolah

Oleh:
Di rumah. Jam menunjukkan pukul 06.40 pagi, aku segera berlari menuju kamar mandi. Setelah mandi aku segera memakai seragam putih biru yang sudah lama aku idam-idamkan. Hari ini merupakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *