Bukan Cinta Ala FTV

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 19 March 2021

Kubuka kembali FB ku yang sudah bertahun-tahun kuabaikan, ada banyak pesan masuk di inbox dari beberapa teman, kubaca satu persatu, kebanyakan hanya menanyakan kabar saja. Pesan masuk terakhir seminggu yang lalu, temanku mengajakku untuk datang ke reuni SMP, tertera tanggalnya, hari Sabtu ini. Reuni pertama sejak 10 tahun kelulusan kami.

“Ah… mungkin sebaiknya besok aku datang, aku rindu juga dengan teman-teman SMP ku, terutama… hmm, siapa tahu dia datang…” gumam Bonita

Ku hubungi teman SMP ku yang masih kukenal. Ya, akhirnya aku, Rere dan Ika berangkat bersama menuju tempat reuni kami di sekolah. Mereka berdua sudah berkeluarga, hanya aku yang belum. Kami bertemu dengan teman-teman lama kami yang kami kenal, menanyakan kabar dan berbincang dengan antusias.

Tiba-tiba ada suara berat dari arah belakangku. “Hai Bonita…” sebuah suara. Aku menoleh ke arah suara, agak terkejut melihat sosok yang memanggil, wajahnya tak banyak berubah masih seperti dulu, hanya terlihat dewasa. “Oh… hai, apa kabar?” Aku tersenyum lebar, dia Jason, lelaki yang sangat ingin kutemui saat ini. “Baik…” katanya dengan senyum dan anggukan.

Kami berbincang santai, dari situ ku tahu dia baru saja menikah. Istrinya seorang pegawai bank, mereka bertemu setahun lalu dan pada akhirnya dua minggu lalu, mereka memutuskan untuk menikah. Aku ikut senang mendengarnya, walaupun di hati yang dalam ada rasa kecewa… lebih tepatnya patah hati. Aku dulu sangat menyukainya, malah kupikir dia adalah cinta pertamaku. Aku berkhayal dalam reuni ini aku bisa bertemu dengannya dan status Jason masih single, karena aku juga sama, lalu kami bisa merajut asmara seperti dalam cerita FTV. Uh, ternyata… sudahlah, kukubur dalam saja angan-angan itu.

Minggu demi minggu berlalu seperti biasanya, sehari-hari aku sibuk dengan pekerjaanku sebagai staff administrasi gudang di sebuah perusahaan logistik. Katanya hari ini ada kepala divisi pergudangan, rollingan dari Semarang, katanya lagi namanya Pak Zeno. Bonita mulai berkhayal lagi. “Kayak nama mantan, jangan-jangan Zeno yang kukenal”, gumamnya… hehe..he, Bonita terkekeh sendiri, mungkin ngga sih kayak cerita FTV, seorang mantan jadi atasan dan kami balikan? Judul FTVnya “ATASAN KU MANTAN KU”. “Tapi enggak lah, ngapain juga balikan…”, pikiran-pikiran masa lalunya kembali. “Ah, sudah Bonita, kamu kebanyakan mengkhayal, pasti begini gegara sering nonton FTV” katanya pada diri sendiri.

“Pagi semua…” sebuah suara memecah keheningan. Saat ini masih pagi sekali, baru aku dan seorang temanku yang datang dan kami duduk di tempat kerja kami masing-masing serta seorang cleaning service yang sedang bersih-bersih. “Pagiii…” kami serempak menjawab dan sama-sama menengok ke asal suara. Bonita terbelalak. Dalam hati ia berkata, “Ya Tuhan, ngga salah penglihatanku?… benar-benar dia… Zeno, mantan kakak kelas sekaligus mantan kekasih…, dunia benar-benar sempit!”. Bonita jadi salah tingkah, “aku harus bagaimana ini?” Kata hatinya lagi. Dia dulu sempat benci dan tidak mengacuhkan lelaki itu karena lelaki itu sudah membohonginya, kejadiannya memang sudah lama, sewaktu Bonita masih di SMA. Sejak saat itu tidak ada komunikasi lagi di antara mereka.

Lelaki itu masuk, dia perhatikan satu persatu dari kami yang ada di ruangan itu, ia mengangguk dan tersenyum. Ketika matanya tertuju pada Bonita, Zeno terlihat agak kaget, tapi segera ia netralisir kekagetannya. Ia berlalu ke ruangan sebelah.

Hari ini, setelah semua pegawai divisi kami berkumpul, yaitu staff admin gudang dan staff gudang serta beberapa kru gudang, kami pun melaksanakan meeting pagi sekaligus perkenalan kepala divisi baru kami. Agak kikuk rasanya berhadapan dekat dengan Zeno, tapi kami berdua berusaha profesional.

Sorenya, sepulang kerja, pak ‘kepala’ memanggilku ke ruangannya. Agak ragu kuketuk pintu, kubuka pintu setelah dipersilakan masuk. Lalu duduk, setelah ada aba-aba duduk. Kucoba bersikap biasa, seperti dulu terakhir bertemu. “Ya pak, ada apa ya?” tanyaku. Zeno malah tertawa mendengarnya. “Kenapa pak, ada yang lucu?” tanyaku lagi. “Bonita… sudahlah ngga perlu formal begitu, aku kan temanmu…” katanya. “Santai saja dan cukup panggil saja namaku. Aku panggil kamu ke sini untuk ngobrol saja, ingin tau kabarmu sekarang…” “Baiklah… Kabar apa yang ingin kau ketahui?” “Apa kau sudah menikah?” tanya Zeno serius. “Ga perlu aku jawab… untuk apa kau tanyakan itu?” jawab Bonita “Ayolah… tinggal jawab saja, apa susahnya?” “Oke… aku belum menikah” “Kalau begitu, sekarang jawab pertanyaanku yang dulu belum kau jawab…” kata lelaki yang punya senyum manis itu. Ia melanjutkan. “Kau ingat kan!, kejadian di sekolah kita waktu itu ketika kau bersikap biasa saja dan tak acuh. Aku sudah banyak mempermainkan banyak wanita, tapi setelah perlakuanmu, ngga tahu kenapa aku merasa bersalah padamu. Setelah kau mengetahui bahwa aku sebenarnya sudah punya pacar setelah enam bulan kita jadian, tapi sikapmu malah biasa saja, tidak marah atau cemburu… aku jadi terus memikirkanmu…” Zeno hendak melanjutkan, tapi Bonita menginterupsi. “Tidak usah dilanjutkan… aku tidak mau mendengarnya, jangan katakan kau berusaha merayu…” Zeno tertawa hingga terlihat deretan gigi bagusnya. “Bon… aku ngga berbohong, aku bukan lagi playboy seperti aku yang dulu, percayalah…” “Sudahlah Zen, jangan kau coba permainkan perasaanku lagi… hmm… kalau tak ada lagi… aku pamit saja, aku tak mau pulang telat, jalanan macet!” Bonita bangun dari duduknya, sambil melirik jam tangannya dan berlalu begitu saja. Bonita kembali tidak mengacuhkan Zeno. Zeno hanya tersenyum geleng-geleng kepala.

Bonita pulang ke rumah dengan perasaan yang campur aduk. Dulu, Zeno menanyakan kepadanya kenapa ia bersikap biasa saja, apakah ia tidak cemburu, apakah ia tidak mencintainya? Dan jawabannya abu-abu, mungkin itu yang membuat Zeno penasaran. “Ah, Zeno, kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan mudah padamu. Aku tak mau kau bohongi lagi. Playboy tetap saja playboy. Aku tak mau memikirkanmu, pergi sana dari pikiranku… aku mau tidur…”. Ia tutup kepalanya dengan bantal.

Cerpen Karangan: Zusan W

Cerpen Bukan Cinta Ala FTV merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Bukan Evi

Oleh:
Aku benci sama orangtua yang selalu mengatur aku ingin menjadi diri sendiri. Sampai aku trauma sekali memilih untuk tidak bersosialisasi. “Gue pengen banget bisa mati!” ucapku menaruh gantungan tali

Sehabis Hujah Setelah Pelangi Datang

Oleh:
Saat itu, saya tidak tahu perihal seseorang yang telah pergi dan tak pernah kembali. Tapi dia tetap menunggu, menunggu adalah perkara melebarkan kesabaran dan membiarkan ketidakpastian menggelimit mendekat. Namun,

Persembahan Buat Mama (Part 1)

Oleh:
Sejak usia belum genap satu tahun, Ara hidup tanpa kehadiran seorang ayah. Ayahnya pergi meninggalkannya dan ibu yang sangat dicintai serta mencintainya. Melihat teman-temannya yang tumbuh dengan orangtua yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *