Bukan Hanya Omong Kosong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 April 2016

Malam ini adalah malam minggu, tak ada yang spesial bagiku. Padahal malam minggu ini adalah malam minggu terakhir di tahun 2015 ini. Aku hanya bisa diam termenung di kamar kecilku. Tak ada sms yang masuk di ponselku. Pukul 20:00 aku sudah terlelap dengan mimpi indahku. Aku bermimpi ada seorang laki-laki yang mengajakku ke danau yang cukup jauh dari rumahku. Seketika aku terbangun dari mimpiku karena ada seseorang memanggil namaku di luar sana.

“Ya ampun sudah pagi rupanya, siapa yang bertamu sepagi ini coba?” gumamku. Aku segera berjalan menuju pintu depan. Tiba-tiba aku dikejutkan dengan bunga mawar dan sebuah kado kecil yang dihadapkan ke arahku. Ku perhatikan ke wajahnya astaga! Ternyata itu Roni, laki-laki yang selalu ngejar-ngejar aku.

“Pagi Livi Arista,” ucapnya dengan penuh senyum kebahagiaan yang terpancar dari raut wajahnya.
“Apaan sih.. pagi-pagi gini udah ke sini mau ngapain?” Jawabku kesal.
“Ke danau yuk!” ajaknya.
“Ogah ah. Mau ngapain coba?” balasku.
“Ayolah Vi kali ini aja? Ya,”
Nutup pintu.
“Vi asal kamu tahu aku bakal terus nungguin kamu di sini sampai kamu mau,”
“Terserah!!” Teriakku dari dalam rumah.

Ku coba lihat ke luar jendelaku, ternyata Roni masih saja di situ. Padahal hari mulai mendung dan sebentar lagi pasti turun hujan. Dan ternyata benar hujan turun, ku lihat Roni masih duduk di kursi depan rumah yang terletak di antara pepohonan itu. Serasa tak tega aku melihatnya basah kuyup. Aku mulai dirasa bimbang. “Kasihan sih.. gimana ya kalau nanti Ronui sakit, pasti yang disalahin pertama kali aku,” Pikirku. Akhirnya aku keluar dengan membawakan payung. Segera aku menghampirinya.

“masuk yuk?” ajakku seraya berdiri di depannya. Ia hanya mengangguk seraya mengikuti langkah kakiku.
“Bener nih gak apa-apa aku masuk?” Tanyanya tiba-tiba.
“Iya, udah yuk!”

Setelah beberapa menit kemudian.
“Ini diminum ya tehnnya. Aku minta maaf Ron udah bikin kamu kayak gini,” Ucapku.
“Ini bukan salah kamu kok Vi. Haaa.. zing,” Balasnya.
“Kayaknya kamu bakalan flu deh. Sekali lagi maaf ya? Aku benar-benar ngerasa bersalah banget deh sama kamu!” Ucapkku.
“Gak apa-apa lagi Vi. Vi kamu terima yah bunga dan kadonya walaupun udah kehujanan gini?” Jawabnya.
“Iya,” balasku singkat.

Dari belakang ternyata Mama dan Papa mengintip aku dan Roni. Aku yang menegetahuinya seketika malu dan tidak berkutik. “Mama dan Papa apaan sih?” ucapku dengan perasaan malu.
Papa dan mama menghampiri kita berdua yang tengah duduk di ruang tamu.
“Kamu seharusnya terima Nak Roni Vi. Dia ini sudah rela kehujanan cuma buat kamu loh,” Ucap papa.
“Mama pikir Nak Roni ini cocok kok Vi buat kamu. Mama ngrestuin kok kalau kalian pacaran. Mama yakin kalau Roni ini bisa jaga kamu,” Ucap Mama.
“Mama sama Papa kok jadi begitu sih,” Protesku.

“Vi.. Orangtua kamu kan udah setuju sekarang tinggal kamu Vi. Kamu mau nggak Vi jadi pacar aku?” Ucap Roni menyahut. “Ya udah deh. Kalau bukan karena orangtuaku aku gak bakalan mau terima kamu Ron,”
“Vi kamu terima cinta itu yang jujur dari hati kamu, bukan karena Mama ataupun Papa,” Protes mama sambil tersenyum.
“Iya Mama bawel. Ron sebenarnya aku juga suka sama kamu bukan karena orangtuaku, tapi aku memang suka sama kamu. Aku kagum Ron dengan perjuangan kamu, setelah aku lihat kamu lebih jauh kamu memang tulus Ron suka sama aku. Aku cuma gak mau disakitin lagi,” jelasku.
“Aku ngerti perasaan kamu Vi. Aku janji gak bakal bikin kamu kecewa, aku sayang kamu Vi lebih dari apa pun,”
“Ehm, cie ada yang jadian nih,” Ucap papa dan mama serentak.

Pada akhirnya aku terima Roni sebagai pacar dan juga calon imamku kelak. Setelah 1 minggu kemudian ia mulai gak ada kabar. Aku mencoba menghubunginya tapi gak ada satu pun yang ia respon. Aku nggak nyangka jika ia tega berbuat seperti ini, mana semua janji-janji manisnya. Seketika air mataku membasahi pipi. Pukul 23:00 aku masih larut dalam isak tangisku dalam pikirku selalu memikirkannya. Ku lihat ponselku yang sedari tadi berbunyi. “Happy birthday my dear,” tiba-tiba ada yang membuka pintu kamarku dan ternyata itu adalah Roni, mama, dan papa. Mereka menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku. Kini tangisanku berubah menjadi tangis kebahagiaan.

“Roni,” Ku peluk dia, aku benar-benar terlarut dalam rasa keharuan.
“Kamu jahat,” Ucapku sembari tersenyum yang terlekuk ikhlas.
“Happy birthday my dear, aku janji gak bakal pergi dari kamu,” Ucap Roni.
“Aku kira kamu bakal pergi kayak yang lain,” Jawabku.
“Gak bakal Vi aku ninggalin kamu. Aku juga ingat gimana perjuangan aku buat dapatin kamu masa iya aku lepas kamu gitu aja!” Ucapnya meyakinkanku,
“Makasih sayang ini hal yang terindah dalam hidupku,”
Tak ada seorang laki-laki yang memang benar-benar cinta jika ia melepasmu begitu saja.

Cerpen Karangan: Linda Rahmawati
Facebook: Linda RahmaWati
Kini aku tengah duduk di bangku SMA kelas X.

Cerpen Bukan Hanya Omong Kosong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gaun dan Sebatang Coklat

Oleh:
Gaun megah dengan taburan permata Swarovski, sepatu hak yang amat cantik, serta seorang pria tampan yang akan berdiri di sebelahmu.. Bukankah itu mampu membuat semua gadis yang ada di

Aku Mencintai Hujan

Oleh:
Karena ketika kau mencintai hujan kau tak perlu merasakan basahnya air hujan, cukup nikmati saja hujan dalam senja mungkin cintamu akan lebih bermakna terhadap hujan. Banyak orang menjadikan hujan

Menikam Hati (Part 2)

Oleh:
Obat Hati Memasuki SMA. Aku memang berencana memasuki SMAI AL Maarif. Alhamdulillah aku lulus dari SMP. SMAI memang kecil. Tapi entah kenapa tempat inilah yang kupilih tulus dari lubuk

Cinta di Siang Bolong

Oleh:
Seperti biasanya kalo mau kuliah naek angkot. Hari ini aku lebih awal berangkatnya karena ada kuis. Supaya jangan telat. Aku hrus nunggu di halte depan. Sebelum nyampe ke halte,

Skenario Terindah

Oleh:
Matahari di kota Jogja pagi ini seolah tersenyum menyapa ku dengan begitu manisnya. Semanis hatiku yang saat ini sedang berbunga-bunga, karena kemarin aku baru saja lulus sidang skripsi dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *