Bukan Pertemuan Yang Aku Sesali

Judul Cerpen Bukan Pertemuan Yang Aku Sesali
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penantian
Lolos moderasi pada: 25 December 2016

Seorang gadis yang akrab dipanggil una, dengan nama aslinya husnah, sekarang duduk di kelas 3 SMA yang merindukan kebahagian, tetapi karena masa lalunya yang begitu pahit dan rumit ia curahkan seperti ini ketika ada seorang pria yang tulus menerima dan mencintainya yang nama pria itu arifin.

Bukan pertemuan yang aku sesali, aku rasa itu kalimat yang cocok buat menggambarkan diriku. Kata-kata ini jugalah yang dulunya diberikan oleh seorang cowok yang kukenal kepadaku, yang aku rasa ia begitu kecewa akan kelakuan yang kuberikan padanya. Meski aku tau dia begitu tulus padaku, tapi waktu itu situasinya yang tidak tepat karena posisiku sedang dalam penantian. Meski ia telah bersusah payah untuk meyakinkanku dan menunjukkan betapa ia tulus mencintaiku. Karena waktu itu ia mengerti akan posisiku dan oleh karena itu kami hanya menjalin hubungan sebagai teman, bukan teman seperti biasa yang dilakukan orang-orang tapi lebih tepatnya sebagai teman tapi mesra. Teman dalam hal ini yaitu kami seperti orang yang satu sama lain benar-benar saling mengerti dan memahami. Perhatian yang kami tunjukkan tidak ubahnya seperti sepasang kekasih yang sedang memandu kasih.

Oh betapa indahnya masa-masa itu… Masa yang tidak akan terlupakan. Ingin rasanya untuk kembali ke masa itu, dan andai saja aku di posisi yang benar pada saat itu, maksudnya dalam artian aku lagi sendiri dan ia juga sendiri, pasti semua itu tidak akan terjadi seperti sekarang, pasti kami saling bahagia satu sama lain. Tapi apa yang terjadi sekarang, semua keinginan itu hanya sebagai andai-andai saja. Ya lebih tepatnya hanya sebagai harapan kosong yang tidak menghasilkan apa-apa dan tidak ada arti apa-apa.

Oh tuhan…
Ku masih teringat akan masa-masa indah yang pernah kami lalui bersama, bantulah aku untuk bisa menemukannya… Aku merindukan masa-masa indah dengannya, dan ingin hal itu terulang lagi.
Meski awalnya aku tidak tau dengan pasti apakah dia menyukaiku atau tidak, sama sekali aku tak tau itu! Tapi yang pasti, aku masih teringat kejadian tiga tahun yang lalu saat aku bertemu dengannya untuk pertama kali. Pertemuan itu masih tergambar jelas di memoriku. Dan bahkan sangat begitu terasa dalam sanubariku, meski hal itu tidak sedang terjadi.

Dimana kamu sekarang arifin, una begitu merindukanmu… Izinkan una minta maaf langsung sama arifin… Dan mencurahkan isi hati una yang selama ini una pendam dalam hati una. Una hanya bisa berharap, semoga kita segera bertemu kembali arifin.

Cerpen Karangan: Rahmayanti
Facebook: Rahma Yanti (Rahmayantiekonomi)

Cerita Bukan Pertemuan Yang Aku Sesali merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mencintainya Dalam Diam

Oleh:
Nama yang setiap hari aku bisikkan dalam sujudku, nama yang setiap aku menyebutnya membuat hatiku mengerang kesakitan, membuat air mataku berlomba untuk menyatu dengan bumi. Entah keajaiban apa yang

Cinta Tak Terduga

Oleh:
Aku sedang berbicara lewat hp dengan sahabatku, Anggun, “Iya, Gun nanti sore jadi kok ke toko buku. Tenang aku antar kamu kok.” kataku sambil menyeruput minuman dingin yang ku

Khayalan Si Bungul 1 (Sebuah Nama)

Oleh:
Namaku adalah Jimmy Sujana. Aku orang yang paling terkenal di seluruh kota. Aku seorang yang tampan, baik hati, dan kaya. Tepat hari ini, aku berjalan di sebuah taman dimana

Love In The Rain

Oleh:
Seorang gadis berjalan di bawah air hujan. Dan hal yang tidak ia sukai adalah hujan. Karena setiap ia melihat hujan ia selalu teringat dengan almarhum papanya yang meninggal pada

My Happy Wedding

Oleh:
Lagi dan lagi aku terpesona akan kehadirannya. Tak bisa sedetik pun aku tak memperhatikan gerak geriknya. Dia memang tak begitu cantik. Tapi untuk gadis seusianya dia amat manis bagaikan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *