Bukan Sebelah Mata (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 29 January 2018

Setibanya Aryn di Bandung, ia disambut di rumah mewah bibinya. Bibinya tinggal bersama suaminya. Ia hanya mempunyai satu orang anak yang sudah bekerja, dia jarang tinggal di rumah ini.

Di Bandung, Aryn bersekolah di SMAN 3 Bandung. Hari-harinya sungguh berbeda saat ia di Bukittinggi. Tiada Shelyn yang menghiburnya, Tiada Miqha dan Akta yang jahat padanya. Semua berbeda di sini. Ia bertekad merubah hidupnya di negeri Paris Van Java ini.

Aryn sangat disayang bibinya, seperti anaknya sendiri. Setiap lebaran ia pulang ke Bukittinggi untuk melihat keluarganya. Ibunya sangat senang jika Aryn pulang ketika lebaran tiba.

Waktu silih berganti, tak terasa 2 tahun telah berlalu, Aryn sudah menamatkan sekolahnya di SMAN 3 Bandung. Lalu, ia melanjutkannya ke ITB (Institut Teknologi Bandung), di sana ia mempunyai banyak teman. Ia semakin menjadi gadis dewasa yang cantik.Hanya dalam waktu 3 tahun, Aryn mampu menyelesaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar S1-nya. Kemudian ia melanjutkan S2 dan S3 selama 4 tahun. Sungguh luar biasa.

Akhirnya, ia pun mendapatkan mandat dari bibinya untuk menjadi direktur di perusahaan bibinya. Bukan tanpa alasan, Aryn adalah seorang intelektual yang bertanggung jawab mampu menjadikan perusahaan bibinya lebih maju lagi. Bibinya yakin bahwa Aryn adalah orang yang tepat.

“Aryn, kamu kan udah besar. Umur kamu udah 25 tahun. Kamu pun udah menyelesaikan kuliah S1 sampai S3. Bibi yakin kamu orang yang bertanggung jawab. Apakah kamu mau menjadi direktur di perusahaan bibi?”
“Beneran, Bi? Aryn mau banget, Bi. Aryn janji, Aryn akan lebih memajukan perusahaan bibi,” Aryn pun bahagia dan memeluk bibinya.
“Oh iya, Ryn, lusa kan lebaran idul fitri, besok kita pulang ke Bukittinggi. Lihat ibumu, ayahmu dan keluarga kita di sana,”
“Baiklah, Bi. Aryn juga sudah kangen sama keluarga di sana,”

Pagi harinya, Aryn, bersama bibi,paman,kakak sepupunya, suami kakak sepupunya dan keponakannya, berangkat dari Bandung ke Padang dengan menggunakan pesawat. Dari Padang ke Bukittinggi, mereka menggunakan mobil.
“Ibu, Aryn sudah kangen sama ibu,” setibanya di rumah, Aryn langsung memeluk ibunya.
“Anak ibu udah besar, makin cantik, sudah sukses. Ibu juga kangen sekali denganmu,” Ibunya mencium pipi Aryn dan memeluknya.”
Semua keluarga di sana bahagia melihat Aryn sudah sukses.

Besoknya, tepat hari kemenangan, hari raya Idul Fitri. Sehabis melaksanakan sholat Ied, sudah menjadi tradisi memang untuk makan bersama-sama mengundang sanak keluarga. Sebelum itu diawali acara bermaaf-maafan dengan sanak family dan tetangga.

“Aryn… ada teman lama kamu tuh nyariin” panggil ayah Aryn dari luar rumah. Karena Ayahnya sedang duduk-duduk di teras rumah bersama paman-pamannya.
“Shelyn.. Ayo masuk. Gimana kabar kamu sehat?,”
“Aku sehat. Ini suami aku, kami baru 3 bulan menikah. Kamu makin cantik saja. Aku dengar kamu sudah menamatkan S3 dan menjadi direktur perusahaan,”
“Selamat atas pernikahannya Shel. Alhamdulillah Shel. Kamu juga makin sukses jadi dokter dan aku dengar, suamimu ini, walikota Bukittinggi ya,”

“Ah bisa aja kamu Ryn. Bukan apa-apa kok,” Shelyn tersipu malu.
“Oh iya, Miqha gimana kabarnya?”
“Kamu masih nanyain Miqha, Ryn? Dia udah nggak di sini,”
“Maksud kamu Shel?”

“Iya, dia udah meninggal dua tahun yang lalu karena kecelakaan. Mobilnya oleng ke sungai dan meledak. Ia pun tewas di tempat,”
“Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Semoga ia tenang di alam sana,”

“Oh iya, seminggu sebelum ia pergi, ia terus menanyakan kamu ke aku. Aku jawab kamu udah tinggal di Bandung. Ia minta tolong sampaikan maafnya kepadamu Ryn,”
“Aku sudah memaafkannya dari dulu, Shel. Sungguh aku ingin bertemu dia, tapi aku akan mendoakan yang terbaik untuknya”
“Iya baguslah begitu Ryn,”.

“Kalo Akta bagaimana sekarang Shel?”
“Akta ya? Gimana ya?” Shelyn seperti menyembunyikan sesuatu dari Aryn.

“Assalamualaikum..” ada panggilan dari luar, Aryn pun melangkah ke arah luar.
“Bentar ya Shel, ada tamu di depan, kamu lanjut makan aja dulu,”
“Waalaikumsalam, Akta..?” Aryn sedikit kaget melihat Akta datang ke rumahnya. Akta semakin tampan, dan berkharisma.

“Aryn ini aku Akta. Sebenarnya aku agak berat hati ke sini. Aku sadar, aku udah banyak salah sama kamu dulu,”
“Aku udah maafin kamu kok. Masuklah dulu, ayo duduk,” Aryn mempersilahkan Akta masuk.
“Kamu mau minum atau makan apa Ta?”
“Eh, nanti aja Ryn, aku pengen ngobrol sama kamu dulu,”

“Oh gitu, mau ngomong apa Ta?”
“Ternyata aku salah waktu itu Ryn. Walaunpun kamu dari keluarga sederhana, kamu udah bikin aku nyaman. Ketika aku pacaran dengan Miqha, dia memang anak orang kaya, tapi dia nggak bisa bikin aku nyaman. Kamu tahu tidak ketika aku dan dia mau melangsungkan pertunangan? Dia pergi dengan selingkuhannya. Dia meninggal bersama selingkuhannya karena kecelakaan Ryn. Aku benar-benar salah menilai kamu waktu itu Ryn. Sekarang kamu sudah sukses, sudah kaya, sudah mapan,”
“Aku sudah tahu tentang Miqha, Akta. Jadi kamu ke sini cuma mau bilang itu?”
“Bukan begitu Ryn. Mama, dan Papa aku sudah meninggal. Papaku terkena serangan jantung, sedangkan mamaku meninggal karena kanker serviks. Kakakku dipenjara karena melakukan pengelapan uang negara. Sekarang aku sendiri. Walaupun aku sudah jadi anggota dewan, tapi aku tak bahagia Ryn. Ternyata kekayaan tak bisa membeli kebahagiaan.”

“Istrimu di mana?”
“Aku belum mempunyai istri Ryn. Aku menunggumu kembali dari Bandung. Aku yakin kamulah yang pantas menjadi cinta sejatiku. Aku tahu benar sifat kamu Ryn. Kamu seperti bidadari surga. Aku memang salah menyia-nyiakan kamu 8 tahun yang lalu,”
“Kenapa tidak mencari yang lain saja?”
“Aku tak bisa, karena aku masih mencintaimu,”

“Aku tak mencintaimu,” sebenarnya Aryn masih sayang dengan Akta, tapi dia takut akan disakiti kembali seperti dulu.
“Apakah kamu sudah mempunyai calon suami?”
“Ya,” jawab Aryn dengan jutek.
“Oh ya sudahlah, nasi sudah jadi bubur. Aku memang telah memandang kamu sebelah mata dulu, telah meninggalkanmu tanpa alasan dan pergi bersama sahabatmu, dan sekarang inilah akibat yang harus kutanggung. Aku pulang dulu ya,” Aryn hanya bergeming.

Lalu, Shelyn menghampiri Akta
“Kenapa kamu ke sini Akta?” tanya Shelyn agak jengkel
“Aku cuma pengen minta maaf sama Aryn,”
“Minta maaf? Dulu kamu ke mana aja? Kamu udah buat Aryn sakit hati,”

“Aku khilaf Shel. Sekarang aku nggak kayak gitu,”
“Ada apa ini hari lebaran ribut-ribut?” Ayahnya Aryn datang untuk menengahi.
“Begini om..” belum selesai bicara, ayahnya Aryn mepersilahkan Akta, Shelyn, dan Aryn duduk. “Ayolah kita bicarakan sama-sama, mari duduk,”.
“Maaf sebelumya om, jika maksud saya ke sini, mengangu kekhidmatan lebaran om. Tujuan saya ke sini baik. Saya adalah mantan pacar Aryn saat SMA. Ketika itu saya meninggalkannya tanpa lasan dan kemudian saya pacaran dengan sahabatnya. Saya telah memandang Aryn sebelah mata karena dari keluarga sederhana,”

“Walaupun kami keluarga sederhana, tapi setidaknya punya kebahagiaan. Dan sekarang ketika anak saya telah sukses dan kaya, kamu datang untuk kembali kepadanya. Kurang ajar kamu ya!,” Ayahnya Aryn mulai marah.
“Ada apa ini?” tanya ibu Aryn.
“Ibu, ayo duduk di sini,” Ayahnya Aryn menyuruh istrinya duduk di sebelahnya.
“Bukan begitu om, saya mau minta maaf sedalam-dalamnya. Saya tidak akan mengulangi kesalahan saya yang lalu om. Saya sekarang hanya sebatang kara om. Om pasti sudah tahu jika mama, dan papa saya telah meninggal. Kakak saya sekarang sedang dibui, karena telah mengelapkan uang negara. Kerabat-kerabat saya menghindar dari keluarga saya om, termasuk saya. Saya tidak punya siapa-siapa lagi,”

Ayah dan ibunya Aryn sepertinya ikut merasakan kesedihan Akta.

“Aryn..” kata Akta
Aryn hanya diam.
“Ryn, maafkan aku dulu ya. Ryn, aku masih mencintaimu. Maukah kamu menikah denganku?” Akta mengeluarkan sebuah cincin di dalam sebuah dari saku bajunya.
“Om tante, saya ke sini juga bermaksud melamar Aryn. Apakah om tante bersedia Aryn menjadi istri saya? Soal pekerjaan om tante pasti sudah tau dan bagaimana keluarga saya. Saya butuh teman seumur hidup seperti Aryn yang bisa mengisi suka dan duka saya, om tante”

“Om terserah Aryn. Yang penting kamu jangan pernah sakitin anak om lagi,”
“Tante juga terserah apa maunya Aryn, yang pentin itu terbaik buat masa depannya”

“Gimana Ryn?” tanya Shelyn.
“Iya, sebenarnya aku sayang juga sama Akta. Soal calon suami, sebenarnya aku belum punya,”
“Benarkah kamu terima Ryn?” tanya Akta dengan senyum bahagia.
Aryn menganguk mengiyakan sambil tersenyum. Kemudian, Akta memasangkan cincin itu di jari manis Aryn. Akta seperti mendapatkan kesempatan kedua yang paling berharga. Ia banyak belajar, jangan pernah meremehkan orang lain, dan belajar supaya tidak menyia-nyiakan cinta yang benar-benar cinta kepadanya.

Kesedihan Aryn kini berubah menjadi kebahagiaan yang berlipat ganda. Ia sangat bersyukur. Akhirnya, Aryn dan Akta bisa kembali bersama dengan kisah baru yang lebih bahagia.

SELESAI

Dari kisah di atas megajarkan kepada kita untuk tidak merendahkan orang lain, dan jangan pernah menyia-nyiakan cinta yang tulus. Karena kesempatan ke dua itu langka. Bila menemukannya itu adalah sebuah keberuntungan. Yakinlah bahwa setiap kesedihan, dan kita sabar menjalaninya, pasti akan ada kebahagiaan sesungguhnya yang menanti dibalik itu.
Sekian yang dapat saya kisahkan. Mohon saran dan kritikannya. Semoga berkesan. Terima kasih.

Cerpen Karangan: Aryn Jasmine
Blog: arnimelati.blogspot.com

Cerpen Bukan Sebelah Mata (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Nafa dan Zulfikar

Oleh:
Sendiri… Sekarang aku hanya ingin menyendiri di tempat berkapuk ini. Tak peduli aku berdiri, aku duduk, atau aku berbaring. Aku hanya ingin membiasakan diri bercengkraman dengan dinginnya dinding dan

Bertepuk Sebelah Tangan (Part 1)

Oleh:
Malam minggu di sebuah caffe… “Begini nasib jadi bujangan. Kemana-mana, asalkan suka. Tiada orang yang melarang. Hati senang walaupun tak punya uang, ooh. Hati senang walaupun tak punya uang,”

Kertas Rahasia Untukmu

Oleh:
Tak seorang pun mau dekat-dekat dengannya karena ia dianggap aneh, si culun yang pendiam devina anida. banyak teman yang menjauhinya, hanya beberapa orang saja yang mau berkomunikasi dengannya, itu

Kamu Cewek Aku Cowok

Oleh:
“Ayo ngopi!” Ajak Siget (bukan personel Base Jam loh!) kepadaku siang ini. “Ke mana?” tanyaku santai sepoi-sepoi sedikit jual mahal. “Ke kafe” ujarnya mantap. “Ogah ah, entar dibom sama

Puisi

Oleh:
Sepucuk surat tiba di meja kerjaku. Kuraih surat itu dan aku mulai membacanya. Indahnya pagi tak seindah dengan wajahmu. Hangatnya sinar mentari pagi tak sehangat senyumanmu. Merdunya kicauan burung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *