Bukti Cintaku Yang Tulus

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Pengalaman Pribadi, Cerpen Penyesalan
Lolos moderasi pada: 5 August 2014

Malam itu seperti biasa aku bermain dengan BB bold ku sambil tidur-tiduran di atas kasur kecilku yang selalu memberi kenyamanan disaat aku kelelahan, sembari menunggu pacar ku pulang kerja aku iseng-iseng membuka facebook dan melihat-lihat seisi berandaku melihat status-status remaja yang hanya membuat status tidak jelas, hehehe.

Sejenak aku teringat akan mimpiku yang sudah 3 hari berturut-turut datang menghampiri tidur nyenyak ku, yaitu sebuah mimpi dimana aku bermimpi pacar ku memiliki 2 akun facebook. Selintas di benakku untuk segera mencari tahu apa mimpi ku itu nyata atau tidak. Langsung saja aku punya pemikiran untuk segera mengerjai pacarku dengan akun facebook lain, yaitu terpaksa aku harus menelepon teman ku untuk ku pinjam akun facebooknya karena bagi ku jika cowok dipancing dengan cewek cantik dijamin terperangkap. Lalu aku mengembalikan facebookku dan segera mencari buku kontak telp dan segera menelepon temannya.

“Hallo” sapa suara wanita di balik telepon yang kas dengan nada lembutnya.
“Hallo rik” aku pun membalas suara temanku sebut saja namanya arik.
“Iya, ada apa ming” tanya temanku dengan sebutan ming, ya koming atau ming itu adalah nama panggilanku dari kecil.
“Maaf rik, aku ganggu kamu malam-malam begini.” Jawabku “egh..ee gini loh rik, aku bermaksud untuk meminjam fb mu” ujarku dengan nada sedikit tidak enak. Belum selesai aku berbicara temanku sudah tau apa yang aku mau.
“Untuk apa? Untuk mengerjai gung de?” Jawabnya. Ya! Gung de adalah nama pacar ku, aku sudah 1 tahun lebih menjalin hubungan dengan dia dan aku begitu mencintainya.

Dan aku pun menjelaskan semuanya kenapa aku ingin meminjam akun facebooknya, dan akhirnya dia pun mengiyakan dan segera mengirimkan alamat email fbnya dan password fbnya lewat bbmm! Setelah itu aku pun segera membuka akun fb temanku dan segera mencari nama fb pacar ku. Kebetulan teman ku sudah berteman di fb dengan pacar ku namun pacar ku tidak mengetahui bahwa aku berteman dengan arik.

Langsung saja aku segera mengirimi pacarku pesan menggunakan fb teman ku itu dengan maksud mengerjainya.
Begini isi pesan fbnya:
“Hay, kayaknya yang cowok pernah aku lihat”
Tidak ada balasan. Beberapa menit kemudian ada balasan namun menggunakan fb lain dengan nama fb ajus GK.
“Hay, ini aku gung de yang tadi kamu kirimin aku pesan di fb yang satunya” begitu balasan cowokku menggunakan fbnya dia yang satu lagi. Akhirnya kecurigaanku terbukti mimpi-mimpiku pun terbukti disana aku tidak bisa berkata-kata lagi kenapa pacar ku tega berbohong padaku. Dan akhirnya pacar ku pun menelpon dan ku lihat jam dindingku sudah menunjukkan pukul 22.00 dimana itu adalah jam pulang dia kerja. Aku pun menganggakat telfonnya dan berbicara seperti biasa seolah-olah aku tidak sedang mengerjainya, bisa dibilang mengetes kesetiaannya. Namun kesabaran ku tidak bisa ditoleransi dan akhirnya aku bertnya tentang fbnya dia dan kenapa dia tega membohongiku selama berbulan-bulan. Aku pun hanya bisa menangis di balik telfon dan pada akhirnya telfon pun aku matikan karena tidak kuat untuk bicara.

Berkali-kali dia menelfon ku bbmm ku dan sms aku tapi saat itu hatiku benar-benar hancur dan akhirnya aku tidak respon telfon, bbmm, dan smsnya.

1 jam kemudian dia pun berada di depan pintu gerbang rumah ku. Mau tidak mau aku harus segera membukakannya karena walaupun aku marah tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku menyayanginya. Disana pun akhirnya kita menyelesaikannya baik-baik lalu dia meminta maaf kepadaku dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, aku pun berkata:
“Aku sudah memafkan mu sebelum kamu meminta maaf mungkin aku terlalu sayang padamu sampai aku takut untuk kehilanganmu” kataku sambil berlinang air mata.
“Aku juga sangat takut kehilanganmu. Aku mohon jangan tinggalin aku” sahutnya dengan nada penuh penyesalan
“Aku tidak akan meninggalkanmu hanya karena masalah fb aku tau kamu seperti ini mungkin ada alasannya, mungkin karena aku tidak bisa membahagiakan mu” ujarku
“Tidak, kamu tidak pernah untuk tidak membuat aku bahagia, kamu selalu membuat aku bahagia dan merasa nyaman berada di dekatmu. Mungkin hanya saja aku yang bego aku telah menyia-nyiakan kepercayaan yang selama ini kamu kasih ke aku” sahutnya dengan sedikit air mata yang menetes. Aku pun segera mengusap air matanya karena aku tidak bisa melihat orang yang aku sayang menangis. Lebih baik aku yang menangis dari pada orang yang aku sayang menangis. Akhirnya dia pun membalas mengusap air mataku dan kami pun berpelukan, membuat janji agar tidak saling mengecewakan, dan berkat cintaku yang tulus kepadanya membuat hubungan kami berjalan sampai sekarang hingga akan berakhir dengan pernikahan.

Cerpen Karangan: Cahya Vrapangasta
Facebook: Ni Komang Sutini Cahyani

Cerpen Bukti Cintaku Yang Tulus merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sang Sutera Pupus

Oleh:
Seorang gadis mungil sedang duduk di ayunan yang diam, di telinganya tersemat earphone putih. Di kejauhan terlihat seorang lelaki berseragam mendekati taman kecil di tengah lapangan, ia menenteng gitar

Pelangi Abu-Abu

Oleh:
Hujan….. adalah satu satunya hal yang membuat diri saya dapat merasa relaks dan tenang entah kenapa setiap kali awan mendung menyelimuti bumi yang diiringi dengan angin dingin yang berhembus,

Kau, Sajak dan CYMK RGB

Oleh:
Satu, dua kuhitung hari-hari yang akan datang. Sudah sekitar sebulan lebih hal ini terus aku lakukan. Entah, belum ada rasa bosan. Hari demi hari masih terasa menyenangkan. Masih membuatku

Table No 5

Oleh:
Sebuah Caffetaria berdiri tepat di seberang pertigaan biasa aku bekerja, di sinilah mataku berlabuh pada sosok semampai yang tengah duduk termangu berpangku tangan di lengan kursi besinya. Matanya memandang

Izinkan Aku Bahagia

Oleh:
Dia hadir lagi malam ini, di bayang bayang mataku kenangan itu hadir menyusupkan rasa pedih yang perlahan membelai hatiku, telah beribu kali aku mncoba menepisnya, namun kenangan itu seolah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *