Buku Diary Pengantar Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 27 September 2015

Namaku Sela. Aku menyukai sahabatku sediri yang bernama Dion. Aku sayang dia sangat sayang tapi dari raut wajahnya Dion tidak menyukaiku, dia hanya menganggapku sebagai sahabat saja. Aku tak pernah bilang kalau aku menyayanginya, aku hanya menulis rasa cintaku padanya melalui sebuah diary kesayanganku yang berwarna merah, warna kesukaanku terdapat pita hitam di pinggir buku dan disertai pembatas berwarna putih.

“Hari ini pagi yang cerah apakah hari ini hari yang istimewa untukku” kataku dalam hati sambil menyisir rambutku.
“Sel…” panggil Dion dengan membawa sepedanya. Sela segera turun dan bergegas menemui Dion untuk berangkat sekolah.
“kok lama sih, pasti ngelamun di kaca lagi?” tanya Dion. Sela hanya mengangguk. Di setiap perjalanan Dion dan Sela bercanda gurau.
Sesampai di sekolah Dion memarkir sepedanya di pojok sendiri. Sela mengajak Dion ke kelasnya. Sesampai di kelas di duduk di samping Dion. Waktu istirahat pun tiba Dion meninggalkan Sela di kelas. Sela mengeluarkan buku diarynya lalu menulisnya.

“Dear diary, 20 maret 2013
Aku senang sekali hari ini aku tadi sama Dion bercanda gurau sampai perutku sakit. Dan di perjalanan tadi aku memeluk pinggang Dion dengan erat tapi Dion tak sama sekali terganggu aku senang sekali ku harap di atau isi hatiku yang sebenarnya.”

Tiba-tiba bel masuk berbunyi Dion duduk di samping Sela dan berbisik kepadanya.
“sel nanti pulang sekolah ke taman yuk?” ajak Dion.
Sela hanya mengangguk dan tersenyum pasti.

Sepulang sekolah mereka pergi ke taman dekat rumah mereka. Mereka membeli 2 gelas teh jasmine dan beberapa snack untuk dimakan. Mereka bercanda gurau dengan mencoba mengerjakan soal matematika yang sangat sulit.
“sel gue beli minum dulu ya minumku sudah hadis nih” kata Dion.
“ya aku tunggu ya” jawabnya sambil mengeluarkan buku diarynya lagi.

“Dear diary 20 maret 2013
Pergi ke taman dekat rumah bersama Dion seneng deh rasanya aku akan mengingat kejadian ini seumur hidupku.”

Kemudian Dion datang dan Sela langsung menaruh buku diarynya di dalam tasnya.
“hai…” mereka saling menyapa dan tebar senyuman.
Hari sudah gelap Dion ingin meninggalkan taman dan segera merapikan barang bawaannya tapi Sela melarang Dion untuk tidak pergi dulu sebelum malam menjelang. Matahari sudah mulai muncul mereka akhirnya menikmati pemandangan langka itu di depan danau tak jauh di tempat mereka duduk tadi.

“ayo kita pulang” ajak Dion tapi Sela menghela napas dan berkata jangan dulu menatap Dion dangan mata yang berkaca-kaca tentu Dion merasa tak tega meninggalkannya sedirian di taman ini.
Jam tujuh lawat sudah mereka menatap langit kemudian ada bintang jatuh di atas langit. Mereka dengan spontan menutup mata dan mengucapkan beberapa permohonan.

Setelah itu mereka bergegas pulang. Sesampai di rumah Sela melambaikan tangannya sebelum membuka pintu rumahnya kepada Dion Dion pun juga ikut melambaikan tangan ke arah Sela dengan senyuman penuh harapan. Mama mereka tidak ada di rumah begitu pun Ayah mereka lagi bisnis di luar negeri semua. Sela sekarang di rumah dengan pembantunya serta Adik kesayangannya Nila sedangkan Dion hanya tinggal bersama Kakaknya yang hobi olahraga bela diri.

Sela menulis lagi di buku diarinya.
“Dear diary 20 maret 2013
Aku senang sekali hari ini semoga aku dan Dion bisa seperti ini terus.”

Keesokan harinya Dion duduk di ayunan yang terbuat dari tali tambang serta kayu sebagai tempat duduknya kemudian Sela menghampirinya dan berkata.
“kenapa?” tanya Sela.
“gak apa-apa. Cuma aku gak bisa tidur kemarin” kata Dion.
“sama dong” jawab Sela.
“iya, jadi kita sehati” kata Dion.
Sela hanya tersenyum sipu.
“Aku besok diajak Mamaku ke singapur 2 hari” kata Sela sambil menundukkan kepalanya.
“hati-hati ya” jawab Dion dengan raut muka sedih.

Keesokan harinya Sela pergi ke singapur salama 2 hari dan Dion tak menggonceng Sela Selama dua hari, tak duduk sebangku dengan Sela dua hari. Dion menatap ayunan itu yang kemarin tempat terakhir Dion dan Sela berbicara tak sengaja Dion melhat sebuah buku diary milik Sela dan menaruhnya di dalam tas waktu istirahat ia membacanya.

Pertama masuk SMP-
Dion teman paling baik-
Aku sayang Dion –
Bergandengan dengannya-
Pergi ketaman dengan Dion-

Hanya namanya yang tertulis di buku itu semua tentang dia. Dion kaget saat membaca setiap lembar buku diary itu. Setelah Sela pulang dari Singapore untuk urusan keluarga. Dion segera menemuinya dan mengembalikkan buku itu kepada Sela.
“sel ini buku lo” tanya Dion.
“terima kasih” jawab Sela.
“Kemarin ada di ayunan dan aku ambil semua tulisan itu tentang aku ya?”
Sela mengangguk dan pipinya mulai memerah seperti kepiting rebus.

“sel aku sayang kamu” Tanya Dion
Terdengar suara tu dari mulut Dion Sela langsung kaget.
“mungkin aku hanya sahabatmu tapi aku juga menyimpan rasa yang sama, dan setelah aku baca buku diary kamu aku ngerasa kalau kamu juga punya rasa yang sama ke aku”
Sela mengangguk dan pipinya memerah seperti kepiting rebus

“kamu mau jadi pacarku?” tanya Dion.
Sela mengangguk. Dion memeluk Sela dengan erat dan tak akan pernah melepasnya.

Tamat

Cerpen Karangan: Bilqis Salsa Billa
Facebook: Bilqis Salsabilla

Cerpen Buku Diary Pengantar Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kita Berbeda

Oleh:
“Apa yang ada padamu tak kumilikki, dan apa yang ada padaku kau tak memilikinya. Di semua aspek perbedaan, kenyataan, takdir, atau kesempatan atau apapun itu mereka menyatukan (kita)” Di

My Love Story

Oleh:
“Mulai sekarang kau adalah milikku dan akan selalu menjadi milikku sampai maut memisahkan kita berdua.” — Namaku Belva Erly Christyna atau singkatnya Belva. Aku sekarang kuliah di UI, dan

Kado Terindah

Oleh:
Sepiring roti isi selai dan segelas susu hangat menemani sarapan pagi Ninda. Seperti biasanya, Ia harus sarapan sendiri lagi karena Ayah dan ibunya ada tugas ke luar kota. Ya,

Bidadariku

Oleh:
Semua berawal dari kejadian itu. Kejadian yang mungkin sulit untuk ku lupakan. Seorang ‘Bidadari’ jatuh tepat dihadapanku dan menyapaku lembut “Selamat pagi!”. Ah..lupakan itu kejadian tempo hari yang membuatku

My Love Sayaka

Oleh:
Aku adalah seorang penulis novel pemula, suatu hari aku sedang menulis sebuah Novel di tepi sungai yang indah. Lalu tiba tiba ada seorang gadis duduk di sampingku, gadis itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *