Bunga Krisan Itu Untukmu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 30 September 2013

Sayup-sayup rona matahari berganti dengan siluet malam, kembali membuka ingatan pada kata, mata dan hati yang pernah terucap. Siluet malam menghantarkan rona lebih terang dari siang, lebih tenang dari hujan, lebih lembut dari salju sekalipun.

Masih teringat, tepatnya, kapan dan dimana bunga itu pernah terkembang lalu terangkai dalam satu ikatan. Bunganya mekar berwarna merah muda dan sangat cantik sesuai dengan namanya, Krisan atau biasa juga disebut Seruni.

Tepat pada sore ini, 3 tahun lalu, saat pertama kali aku menemukan bunga ini. Dalam sudut toko yang kecil di antara bunga-bunga lain, di antara bunga-bunga cantik yang lain.

Sedikit canggung kala itu karena memang baru pertama kalinya aku masuk ke toko bunga. Aku melihat sekeliling, menelisik satu persatu tiap sudut toko. Mencari-cari bunga yang menurutku “pas” untuknya. Padahal dari awal sebelum datang disini, anganku sudah membayangkan akan memberikan bunga mawar merah. Namun ketika sampai justru batinku bergolak ingin tahu. Aku putuskan untuk melihat-lihat dulu. Banyak bunga yang tampak dalam penglihatanku. Walaupun toko bunga ini kecil tapi hampir semua bunga hias ada disini. Entah, apa saja namanya tapi jelas sekali banyak bunga-bunga cantik disana. Dan pandanganku tepat mengarah ke bunga itu, tanganku spontan meraihnya, menggenggamnya dengan perasaan yang terasa tiba-tiba saja. Aku kaburkan pandangan terhadap bunga mawar merah dalam anganku untuk melihat lebih seksama bunga itu.

Seperti sebuah magnet dengan 2 kutub berbeda antara aku dan bunga itu. Menarik secara tiba-tiba. Entah apa yang membuatnya istimewa, warna dan bentuknya, mekar merah muda, terlihat lebih lembut daripada bunga-bunga yang lain. Aku genggam 4 tangkai bunga lalu meminta untuk dirangkaikan. Saat itu adalah saat pertama kali aku melihat bunga itu. Pun juga pertama pertama kali akan kuberikan kepada seorang wanita.

Menunggu semuanya terangkai, sesaat lebih lama demi singkatnya sebuah pertemuan. Pertemuan yang tak terpikirkan kata apa yang terucapkan nanti, tak terpikir apa yang menjadi obrolan nanti, hanya satu yang terpikirkan, pertemuan dan bunga ini.

Hari semakin mengantarkan malam bertemu dengan waktu yang terus bergerak. Bulan semakin menunjukkan wujudnya. Wujud yang semula tampak samar-samar. Sekarang telah menunjukkan rona terangnya. Banyak waktu yang telah terlewat demi terangkainya bunga dan demi sebuah pertemuan.

Sesaat terdengar suara itu dan semakin jelas saat mendekat. Suara lembut yang ingin dan selalu ingin terdengar dalam setiap langkahku. Perlahan mendekat semakin jelas rona wajahnya berbalut cahaya lampu. Selalu, dirinya bisa berpenampilan anggun berbalut kerudung yang senantiasa menjaganya. Dengan gingsul gigi yang bersembunyi dibalik senyumnya. Menyapa lembut dalam dekapan malam.

Malam semakin larut dan semakin habis waktu untuk hari ini, setiap kata yang terucap, mengalir apa adanya tanpa paksaan. Saat itu, malam terang dan hangat, mengalirkan rasa nyaman kepada setiap insan yang menikmatinya. Entah bulan, bintang atau sebuah senyum itu yang membuatnya hangat, tapi yang jelas malam itu akan selalu diam dalam hati, karena kehangatan dan kenyamanan yang pernah terbawa.

Anugrah itu tetap bernama cinta. Walaupun dirimu sekarang tak lagi ada dalam setiap pandanganku. Aku merindukanmu dan saat-saat itu tapi jika Dia yang berkuasa dalam Arsy-Nya mengatakan lain. Aku akan tetap menerimanya.

Saat malam itu selalu teringat. Malam yang pertama dan terakhir. Malam yang hangat saat bunga itu terangkai dalam ikatan. Saat satu senyum itu pernah terkembang. Saat masih teringat atau telah terlupa olehmu. Saat itu maupun sekarang. Ada satu yang ingin terucap kepadanya, bunga itu, ya, Bunga Krisan itu Untukmu…

Cerpen Karangan: Juliandika Lospha
Facebook: Juliandika Lpr

Cerpen Bunga Krisan Itu Untukmu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Makin Dekat Makin Sayang

Oleh:
Dibalik tirai apartemen Lina baru saja bangun dari tidurnya, ia menyiapkan makanan sarapan untuk berangkat pergi syuting. dari perlengkapan yang diperlukan ada satu yang menonjol, kemanapun pergi keluar selalu

Catatan Harian Si Angsa Hitam

Oleh:
Makassar, Senin, 2015. Pagi menyapa wajah mengantukku yang nongol di jendela. Matahari belum sepenuhnya terbit, ternyata masih pukul 08;30. “What?!! Gua kuliahnya jam 08;15. Tapi, mataharinya kok belum nampak.

Menanti Ketidakpastian

Oleh:
Hembusan angin pagi yang sejuk membuat aku mengingat suatu perasaan yang lama terkubur dalam, dimana perasaanku seakan membawaku terbang bersama semua kenangan indah yang kulalui bersamanya dulu. kenangan yang

Selamat Tinggal Kenangan

Oleh:
Tak pernah sedikitpun aku menyesal mengenalmu Kenal setiap orang punya kisahnya masing-masing.. Punya pelajarannya masing-masing. Dan kisah denganmulah yang terindah, Sekaligus yang terperih. Tapi aku bersyukur. Terima kasih. Waktu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bunga Krisan Itu Untukmu”

  1. Juan says:

    Kepo banget dong ini siapa cowo Ama cewenya terus kenapa endingnya gini si.. kea cuma kata kata gada dialognya. Huhu sedih akutu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *