Candra Abyad

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 16 August 2016

Awan kelabu dengan hembusan angin sejuk menyapa ritmik setapak langkah. Menyegarkan dengan tetesan embun dan juga warna pekat awan mengundang guyuran hujan hingga menjadikan view luar bandara menjadi lebih menyegarkan.
Felly Anggi Wiraatmaja, gadis yang menempuh karirnya karena selimut rasa benci. Saat ia harus mendengar cinta dari orang lain, ia hanya bisa menjawab bahwa ia memiliki kelainan psikologis. Ia selalu berkata kepada orang itu bahwa setiap ada kata cinta yang keluar dari mulut orang itu terutama laki-laki dengan niatan untuk mencintai, ia selalu bekata kepalanya pusing.

“Felly!!!,” panggil seseorang yang duduk bersebelahaan dengannya saat ia harus menunggu hujan reda.
Felly terkejut akan hal itu, sedikit tanda tanya muncul di benaknya. Kenapa laki-laki itu mengenaliku? Padahal aku menggunakan kacamata hitam untuk menutupi mataku? Mungkinkah aku pernah mengenal dia sebelumnya?
“Ya?,” jawabnya dengan membuka kacamatanya
“Selamat datang di Indonesia.”
Felly menatap lekat-lekat mata laki-laki itu, bulat dengan sudut yang runcing dan bulu mata yang cantik, serta mulut dan hidung yang memiliki bentuk satu garis membuat ia harus mengingat kembali orang yang pernah menjadi cinta dalam kenangannya delapan tahun silam. Sejenak Felly berfikir untuk itu, hingga ia mengingat laki-laki itu karena gantungan kalung yang dikenakan olehnya.
“Arka!!!”
“Ya, ini aku! Apa kabar?”
“Baik.”
“Felly, untuk waktu itu aku mintan maaf karena…” kata-katanya terputus karena Felly sengaja memutusnya.
“Karena kau meninggalkan aku di saat yang sama? Saat untuk kedua kalinya aku membutuhkanmu dan kau pergi? Berikan alasan itu mengapa kau meninggalkan aku?”
“Aku meninggalkanmu karena saat ini! Karir, hanya itu yang bisa aku ucapkan untukmu!”
“Lantas, kenapa kau bilang padaku jikalau saat itu ada cinta lain yang lebih baik dari yang pernah kuberikan?”
“Karena aku ingin kau dan aku menempuh karir dengan tenang tanpa terbebani rindu karena cinta di antara kita!”
“Cccch!!! Kau tahu, aku menempuh semua ini karena rasa benci!”
“Lebih baik begitu dibandingkan tidak sama sekali. Jikalau kau ingin mendengarkan lebih banyak alasan mengapa aku meninggalkanmu, datanglah ke tempat ini jika kau tak ingin menyesal!,” Kata Arka dengan nyodorkan selembar kertas mungil ke tangan Felly dan meninggalkan Felly yang tertegun di tengah keramaian bandara.

Tak lama air mata yang tak mampu Felly tampung telah mengalir deras dengan suara tangis sesaknya selama ini. Walaupun ia telah bahagia dengan karirnya, ia harus menangis karena cintanya. Banyak hal yang dilakukan oleh Felly. Menangis setiap malam, dan juga saat ia kerja, bahkan berbicara bersama orang yang mirip dengan Arka.
Felly takut untuk menemui Arka hari ini. Ketakutan untuk tidak bisa melupakan kenangan cinta itu serta ketakutan untuk sia-sianya usaha keras untuk melupakan Arka. Namun, ketakutan yang ia miliki menjadi sebuah kekuatan untuk melangkahkan kakinya berlari ke tempat itu.
Berdiri, termangu, membeku dan menangis adalah hal yang dilakukan olehnya saat itu. Taman yang teduh dan juga penuh kenangan membuatnya deras akan air mata. Namun ia menghentikan langkahnya saat melihat kursi dan laptop yang ada, ia menghampirinya dan membaca perintah yang ada di atas post-it.

“Buka, dan nyalakan! Lihat dan resapi! Maaf aku tidak bisa berada di sampingmu saat ini, cukup apa yang kamu lihat adalah semua alasan akan perpisahan kita!”

Fellyu pun mengikuti perintah yang ada. Membukanya dan melihat Video itu.

“Cantik, apa kabar? Baik kan? Kau tahu malam saat ulang tahunmu kita telah berpisah. Terimakasih atas gantungan kalung yang kau berikan. Aku mengingatmu, mengingat ukiran cinta dan namamu. Mengingat suara rindu dan manjamu, serta mengingat akan janji dan semua kenangan kita. Kau tahu aku telah mempersiapkan hadiah ulang tahunmu, berturut-turut hingga terkumpul menjadi delapan! Ambillah kotak itu di bawah pohon awal pertemuan kita! Ingin rasanya aku memanggilmu sama seperti dulu lagi. Jadi, izinkan aku memanggilmu “Paaboooo”. Bodoh mu saat menggoreng telur, dan egomu saat kau harus menyiksa dirimu untuk bekerja keras adalah hal yang aku takutkan. Perpisahan ini bukanlah atas dasar apapun, melainkan aku hanya ingin kau sukses. Usahamu tak ternilai bagiku dengan cinta. Jika ada sisa kebahagiaan yang aku miliki, aku akan menyerahkan semua kebahagiaan itu kepadamu. Aku ingin mencintaimu lagi! Tapi, bagaimana bisa aku mencintaimu? Sedangkan aku tak memiliki hak untuk mencintaimu lagi! Jadi, bagaimana juga aku bisa memintamu untuk bersamaku lagi setelah sekian lamanya aku mencampakkanmu, membiarkanmu menangis saat melihat pria yang mirip denganku. Memang aku tidak berada di sisimu. Tapi setidaknya aku selalu berada di belakangmu. Felly LoVe You Baby. Kiss You. Good beye. Aku akan pergi ke Lebanon! Jagalah dirimu baik-baik!”

Felly pun berjalan ke arah yang sudah ditentukan oleh Arka. Dari kejauhan, Arka hanya bisa memandang Felly dengan air mata yang beralir begitu deras. Ia tak mampu mendekat ke arah Felly. Entah mengapa, ia tak tahu.
Saat Felly telah menemukan kotak kadonya satu-persatu, ia membaca seua surat yang ada di dalamnya. Rasa bencinya selama ini telah terjawabkan saat ia terus bertanya akan sebuah alasan dan latar belakang cerita mengenai pepisahannya dengan Arka.

Delapan kotak ada dalam sebuah rute jalanan. Ia mendapatkan semuanya. Dan, memegang apa yang seharusnya ia pegang. Saat ia menemukan kotak terakhir dengan satu cerita terakhir, ia memecahkan semua tangisannya. Tangisan yang semakin menjadi membuatnya sadar akan arti lelaki sejati. Lelaki yang berani meninggaalkan wanita yang dicintainya hanya karena menginginkan wanita itu melambungkan impiannya. Tak peduli sakit dan apapun yang terjadi. Namun, kesetiaan adalah kuncinya.

Yah… salah satu kunci dalam cinta untuk mempertahakan segalanya yang pernah ada. Ibarat rumah. Saat rumah tak dikunci, maka pemiliknya akan kehilangan barang-barang berharga yang. Sama halnya dengan cinta.

Cerpen Karangan: Pratiwi Nur Zamzani
Facebook: Pratiwi Nur Zamzani (Pakai Kerudung Putih)
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani[-at-]yahoo.co.id. Dengan alamat, Jl. Rambutan, Pesanggrahan selatan, Bangil, Pasuruan. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan berbagai buku antologi. Antara lain adalah, Menjembut Ridhomu, Sapa malam teriak rindu, Dream Wings, dll.

Cerpen Candra Abyad merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Pangeran

Oleh:
“oh my God dia handsome banget hari ini…” aku berteriak ketika dia lewat, membuat temanku bingung dan berkata, “what, what? kayak dia kamu bilang ganteng? katarak ya?” putri, temanku

I Will Always Love You

Oleh:
Dede Risan pov 2010 Cinta, seperangkat rasa yang membalut berbagai ekspresi hati yang tengah merajalela, mengalahkan bentuk lain dari kasih sayang. membentuk lekuk senyuman yang terkadang menyulitkan kegilaan tidak

Pacarku Anak Seorang Dokter

Oleh:
Bel sekolah berbunyi pertanda pelajaran bahasa Indonesia selesai. Aku dan temanku Dena diberi tugas untuk mewawancarai seorang dokter bedah umum. Aku pun mengajak temanku untuk merundingkannya di kantin sekolah.

Galau? Ga Nyaman Lagi (Part 1)

Oleh:
Langit itu memandang lemah sunyiku, bulan sembunyi di balik awan hitam seakan enggan menatap aku, Akhirnya aku hanya bisa menyalahkan cinta! ya cinta lah biang dari semua kesedihanku! Seharusnya

Masih Ada

Oleh:
Tik… tik… tik… dentuman detik waktu membawaku berlari begitu cepat. Memaksaku untuk cepat melupakan masa lalu. Ya, masa lalu. Masa lalu yang sulit terdefinisikan. Bahagiakah? Senangkah? Sedihkah? Pilukah? Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *