Baca Juga Cerpen Lain’nya:

Goresan Luka Malam

Hari menjelang sore dan mentari pun mulai meninggalkan duniaku, seperti hari-hari biasa aku kerjakan meskipun tidak berat dan susah, yaitu menyapu halaman dan rumah. Usai menyapu segala isi rumah, aku bergegas untuk membersihkan...

Rintihan Senja

Hujan yang turun membasahi bumi tak mampu menyirami hati ku, sejenak aku berfikir tentang rasa sakit dimana kekasihku pergi dan tak pernah melihat kembali pada kekasih yang dulu dia puji dan sayangi. Aku menyusuri jalan ke...

Kuihat Lirihan Suara

Diandra. Di tengah lesung pipit manismu yang teraba, mendamaikan setiap senyap yang merambati dinding-dinding hati. Di sisi maya aku bisa melihat, meski hanya mimpi yang takkan pernah menjadi nyata. Berteman dan bernyanyi...

Kemarin, Sekarang dan Ke Depan

Aku mengenalmu lebih dari separuh usiaku, seperti Sei mengenal Ai. Hanya saja, aku bukanlah Sei yang masih ingat alur perkenalannya bersama Ai di bawah salju. Dulu kamu kecil, tidak lebih tinggi dariku. Dulu kamu kecil, kamu...

Pandangan Sedingin Es

Bruuk…! Aku terjatuh dari tempat tidur karena mimpi buruk dan akhirnya membangunkanku deh. “Haah… untung hanya mimpi!”. Sambil menghela nafas. Kulihat jam dinding menunjukan pukul 06.00, “Astaga, aku kesiangan!”....

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga…?”

"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?

Leave a Reply