Ceritamu Juga Ceritaku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 May 2016

Kepulan asap yang ke luar dari mulutku yang diakibatkan dari hisapan rok*k yang ada di genggamanku saat ini. Laptop yang menyala karena aku mainkan mousenya entah apa yang ingin aku lakukan dengan laptop ini, yang jelas aku kehilangan semangat menulisku. Entah berapa puluh naskah novel yang aku kirim ke penerbit dan sebanyak itu pula penolakan yang aku dapat dari penerbit. Banyak alasan penerbit menolak naskahku. Pertama karena genre-nya biasa saja lalu pemilihan katanya kurang tepat dan penempatan tanda bacanya salah.

Terbesit dalam benakku bahwa satu-satunya yang selalu setia menemaniku selain rok*k adalah facebook. Mungkin aku salah satu dari sekian banyak ribu remaja laki-laki yang hiper facebook, sesibuk apa pun aku selalu menyempatkan diri untuk membuka facebook. Di kamar mandi, waktu belajar, bahkan mungkin saat tidur pun selalu kepikiran facebook padahal di facebook aku cuma lihat dan like status dan poto selfi orang-orang alay doang. Bukan tanpa alasan aku memilih facebook sebagai teman curhatku. Mungkin karena tidak ada cewek yang mau aku curhatin.

Banyak sms yang masuk ke ponsel aku tapi jangan su’udzon dulu, yang masuk sms bukan dari cewek tapi dari pemberitahuan perpanjangan paket dari operator. Scrinan hp yang menunjukkan bahwa cerpen yang dia tulis telah terbit di salah satu situs web terpampang di beranda facebook-ku. Tiba-tiba dalam benakku terpikir untuk inbox dia. Nama facebook dia Yola Widi Rahayu nama yang cantik sesuai dengan foto profilnya yang terpampang di facebook. “Hai,” percakapan pertama yang aku tulis di inboxnya. Percakapan pun berlanjut hingga aku mendapat nomor ponselnya.

Hari-hariku sedikit berwarna setelah aku kenal dia, lebih tepatnya aku cuma kenal dia di facebook doang. “Uh miris,” seingat aku pertemuan terakhirku dengannya waktu aku kelas empat SD. Mungkin takdir yang mempertemukan kembali aku dengannya seakan ada yang membuat skenario dan menyutradarainya. Rok*k yang ada di genggaman aku hisap perlahan lalu ku keluarkan secara perlahan hingga membentuk bulat sesuai cetakan alami yang tak lain mulutku sendiri. Tring.. Tring.. Tring suara yang menandakan ada sms masuk ke ponselku dengan refleks aku buka sms itu dan ternyata nama yang ada di percakapan ponselku Yola Widi Rahayu.

“Rist?”
“Iya ada apa Yol?”
“Tahu gak Rist aplikasi yang bagus untuk membuat cred?”
“Ya kalau gak salah CineFX Jashaka.”
“Oh iya makasih ya Rist.”
Aku tak habis pikir sempat juga dia menanyakan hal seperti itu kepadaku padahal dia juga kan jago computer, “Akh mungkin dia pengen aku perhatiin kali ya,” bisikku dalam hati.

Sore hari, kamis 4 februari 2016.
Smsan dengannya merupakan hal terindah yang pernah aku miliki meski aku dan dia sudah delapan tahun tidak pernah ketemu secara langsung meski begitu aku sudah merasa sangat nyaman banget kalau kontekan sama dia, mungkin karena kesamaan hobi yaitu menulis cerita. Tring.. Tring suara yang menandakan ada sms masuk ke ponselku. Seketika itu juga aku langsung mengambil ponselku yang ku ingat ditaruh di meja tamu. Dan ternyata sms yang masuk ke ponselku menunjukkan nama Yola Widi Rahayu.

Seketika itu juga aku langsung balas sms itu beserta menawarkan bantuan untuk membantu dia mengedit vidionya, dengan sangat berterima kasih dia menerima bantuanku, lalu kami pun berdiskusi mencari tempat untuk bertemu dan dari diskusi itu menghasilkan tempat yang cocok untuk bertemu, yang tak lain di rumah si Restu yaitu sepupunya dia. Aku pun mengiyakannya kebetulan rumahku juga dekat sama rumah si Restu. Matahari yang seakan sudah mengikuti alur kepalaku, aku tancap gas kuda besiku, niatku agar cepet sampai ke rumah si Restu karena jarak dari sekolah ke rumah si Restu lumayan cukup jauh.

Aku pun berhenti di rumah si Restu dan mengetuk pintu lalu yang punya rumah pun mengizinkanku untuk masuk seketika itu juga aku masuk dan aku pura-pura tidak tahu kalau aku tamu di dalam. Tapi rencanaku untuk pura-pura tidak tahu gagal mungkin karena Yola sudah menceritakan semua ke si Restu. Kami pun ngobrol-ngobrol sebentar dan dengan sok sibuk aku langsung menyuruh dia untuk mengeluarkan laptopnya, seketika itu juga dia mengeluarkan komputer jinjingnya dari dalam tasnya. Aku pun mengambil flashdisk yang ada di dalam tas yang masih aku gendong, dia pun memberikan kekuasaan penuh terhadap laptopnya kepadaku.

Pertemuan pertama ini seakan membuat aku nyaman dekat dengan dia, bahkan aku tanpa canggung untuk ngajak dia makan mi ayam. Seusai aku ngedit video dia pun pergi naik bus, bola mataku tertuju pada bus warna hijau jurusan tasik-cikatomas pandanganku mulai kabur terhalang oleh asap yang ke luar dari kenalpot. Hatiku seakan tak rela untuk berpisah dengannya rasanya itu berat sekali, waktu empat jam serasa tidak cukup untuk mencurahkan rasa penasaranku, sesudah kian lama kita kontekan dan baru kali ini kita bertemu secara langsung.

Hari-hariku semakin berwarna dan aku sempat merencanakan menembak dia secara langsung, sempat membuat janjian dengannya bertemu di kafe crc dan dia pun mengiyakannya akan datang ke kafe itu tapi janjian itu batal karena dia mau ikut mudik ke perumahan kakaknya. Rencana untuk nembak dia secara langsung pun gagal, betapa menyesalnya aku setelah aku mempersiapkan mental beberapa hari tapi rencana untuk menembak dia secara langsung gagal. Tetapi aku tak patah arang, karena perasaan yang ada di dalam hatiku sangat kuat dan tidak dapat ku bendung lagi setelah beberapa lama memendam perasaan itu.

Aku pun memutuskan untuk menembak dia di inbox facebook bukan tanpa alasan aku memilih di inbox bukan di sms, karena kalau di inbox susah untuk dihapus dan bisa dijadikan kenang-kenangan bila kita berjodoh nanti. Dengan susah payah aku susun kata untuk mewakili hatiku yang sedang di penuhi oleh bunga-bunga yang sedikit lagi mekar. Dia pun menerima cintaku, hatiku bagai bunga-bunga yang bermekaran, 21 februari 2016 hari itu di mana aku dan dia jadian dan tercatat juga hari itu di mana aku melepaskan kutukanku sebagai jomblo akut.

Cerpen Karangan: Aris Nurdiansyah
Facebook: https://www.facebook.com/aris.nurdiansyah.315
Nama: Aris Nurdiansyah
Sekolah: Mansalopa
Kelas: XI Ips 1

Cerpen Ceritamu Juga Ceritaku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rain

Oleh:
Seperti biasa, aku memandangi serpihan tetes hujan yang turun dengan derasnya tik..tik..tik. Ditemani secangkir cokelat panas, suasana sendu dicampur dengan kehangatan yang menyelimutiku. Sesekali, diriku menatap dirinya yang sedang

Triangle Love

Oleh:
“ Bunda Putri lulus……”Teriak Putri sambil mencium kening Bunda,”Selamat ya Nak, gimana nilai kamu?” Tanya Bunda, “Lihat dech bunda nilai Putri bagus- bagus semua kan? Siapa dulu dong Putri…”Ujar

Cinta Atau Keluarga

Oleh:
3 minggu berlalu setelah kakak dari perempuan yang sedang melukis sebuah pemandangan di belakang rumahnya itu sembuh. Laki-laki yang berusia 19 tahun itu telah berada di sampingnya, menemaninya melukis.

Penantian Berharga

Oleh:
Hari ini.. Iya, hari ini tepat satu tahun aku menunggunya, menunggu dia menepati janjinya untuk menemuiku di sini, di taman ini. Awalnya ku kira menunggu dia adalah hal bodoh

Perasaan Sahabatku, Hasan (Part 3)

Oleh:
Sebersit cahaya berwarna kuning ke-merahan terlihat menyembul dari ufuk timur, perlahan menyebar dan mengeluarkan sebuah bola raksasa yang begitu terang dengan sinar kuningnya yang menyilaukan setiap mata ketika melihatnya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *