Chance

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 31 May 2016

Aku sadar apa yang aku lakukan kepadamu tidak sebaik apa yang dia lakukan. Tapi hanya itu yang bisa aku lakukan. Jangan bandingkan aku dengan dirinya. Karena kita berbeda. Aku dan dia membahagiakanmu dengan cara masing-masing.

Seperti biasa hari-hari Kinan sebagai seorang pelajar SMA dihabiskan di sekolah. Mulai dari pagi hingga sore Kinan berada di sekolah. Banyak cerita yang sudah dilewatinya. Mulai dari tentang persahabatan sampai tentang cinta. Mulai dari yang happy ending sampai sad ending. Bel pulang sekolah sudah berbunyi, Rendy buru-buru menghampiri meja Kinan.

“Kinan, kamu mau nonton gak?”
“Ya udah, tapi nanti aku bilang Daffa dulu ya,” balas Kinan. Belum Kinan melangkahkan kakinya ke meja Daffa, “Ya udah, lo jalan aja. Tapi hati-hati,”
“Tenang aja kali, gue gak bakal aneh-aneh,” balas Rendy seraya menonjok bahu Daffa pelan.
“Ya udah, kita jalan duluan ya,” pamit Kinan meninggalkan Daffa yang terdiam.

Acara yang bisa dibilang kencan itu berlangsung lancar, tapi tidak ada yang menarik menurut Kinan. Entah mengapa rasanya berbeda jika Kinan pergi dengan Daffa. Kinan lebih banyak menemukan hal yang menurutnya menarik. Tapi Kinan yakin cowok yang disukanya adalah Rendy bukan Daffa. Dia dan Daffa hanya berteman, hanya sebatas sahabat, yang sudah kenal lama.

“Udah pulang?” tanya Daffa yang tiba-tiba masuk ke dapur.
“Udah lah, kalau belum ngapain aku ada di sini,” jawab Kinan sekenanya.
“Seru gak?”
“Biasa aja,”
“Lebih seru jalan bareng gue kan, tapi lo lebih milih jalan bareng Rendy. Aku mah apa atuh, cuma dianggap sahabat,” ucap Daffa dengan tampang yang sedikit menjijikkan.
“Laah, emang cuma sahabat kan, emang maunya apa? bapak sama anak? hah?!” balas Kinan dengan sedikit teriak karena Daffa sudah kembali naik ke kamarnya.

“Kita putus,”
“APA? kamu becanda kan?” Kinan panik. Entah angin apa yang membuat Rendy bisa mengatakan itu malam-malam begini. Padahal sepulang sekolah tadi mereka berdua masih jalan bareng. “Aku serius. Dan aku tahu, kita jalan bareng tapi pikiran kamu gak ada di situ kan, pikiran kamu entah ke mana. Jadi mending kita sampai sini aja. Sorry yaa,” Rendy meninggalkan Kinan yang kebingungan setelah mengusap pelan rambut perempuan yang pernah mengisi hatinya. Kinan hanya diam, meresapi kata-kata yang ke luar dari mulut Rendy tadi. Sudah satu jam lebih Rendy pergi, tapi ia tetap tidak bisa mengartikan apa yang dimaksud oleh Rendy tadi.

“Jangan dipikirin mulu kali, lo dari tadi di sini terus. Gak bagus angin malem, mending lo masuk,” Kinan menuruti kata-kata Daffa, karena ia pun cape berdiam diri terus.
“Mau makan?” tawar Daffa. “Kali ini gue bersedia buat suapin lo, tapi kali ini aja,” Daffa hanya ingin membuat sahabatnya ini merasa lebih bahagia.

Daffa mendengar semua pembicaraan antara Kinan dan Rendy, Daffa pun tak menyangka Rendy akan mengatakan itu. Mereka pacaran hampir 6 bulan dan selama itu hubungan mereka biasa aja. “Gak usah dipikirin mulu, nanti malah sakit. Yang lalu biarlah berlalu, siapa tahu dapet yang lebih baik, kayak gue misalnya. Gue kan jomblo,” Kinan hanya tersenyum sambil meninju pelan bahu Daffa. Kinan tak mengerti maksud Daffa yang sebenarnya. Setelah itu mereka makan dengan keheningan yang menyelimuti.

“Langsung tidur, jangan nangis. Kalau nangis awas aja,” Daffa memperingati, seakan-akan Daffa adalah orang tua Kinan, lucu memang.
“Iya bawel, emang gue kayak cewek-cewek yang ada di sinetron, kalau abis diputusin nangis sendirian di kamar,” Kinan mengelak.
“Mata gak bisa dibohongi Kinan sayang. Matamu menyiratkan kesedihan yang cukup mendalam. Bolehkah aku mengobati luka itu, walaupun diriku sendiri akan terluka karenanya?”

Kinan menganga mendengarnya, tak mengira sahabatnya bisa berbicara seperti, entah dia belajar sastra dengan sastrawan mana.
“Bahasa lo ketinggian tahu gak, gak cocok sama muka lo,”
“Gue serius Kinan, ya sudahlah. Lo tidur aja sana, mimpiin gue yaa, jangan mimpiin Rendy,” ucap Daffa seraya mengacak rambut Kinan pelan lalu pergi meninggalkannya.
“Andaikan mengungkapkan perasaan semudah membalikkan telapak tangan. Dan andaikan hatimu seperti lidah, yang peka terhadap rasa yang ku diberikan. Mungkin saat ini kau tidak merasakan sakit seperti ini,”
“Tidur nyenyak, Kinanthi Aluna. I love you,” Akhirnya Daffa berani mengatakan itu walaupun dengan mata Kinan yang tertutup.

“Gue denger apa yang lo omongin kemaren pas gue udah merem,”
Daffa kaget mendengar itu, “Gak apa-apa kali, biasa aja. Sorry udah bikin lo ngerasain sakit juga, karena gue dengan seenaknya jalan sama Rendy,”
“Bukan salah lo kok, salah gue karena gak bisa jujur di awal,”
Dan mereka menghabiskan sarapan masing-masing dengan senyum yang tak hilang-hilang.

Cinta dan Sakit. Dua kata yang saling berhubungan, jika kita siap untuk mengakui rasa cinta yang ada berarti kita juga harus siap menanggung rasa sakit yang akan diderita di kemudian hari.

Cerpen Karangan: Nurul
Facebook: Nurul Izza Fadhilah

Cerpen Chance merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love You

Oleh:
Aku bangun pagi-pagi karena hari ini ada ulangan. Aku ingin konsen pada ulanganku ini hingga semua pikiranku ke pelajaran. Tapi hal itu sulit, selalu aja pemikiranku ke dia. Laki-laki

Pertemuan Adalah Jebakan

Oleh:
Suatu pagi di teras rumah, aku asyik mengecek beberapa akun sosial media yang ku punya, tentunya ditemani segelas susu hangat buatan tanganku sendiri. Instagram dan Twitter sudah cek, tapi

More Then

Oleh:
Aku tinggal di sebuah kota dermaga pinggir lautan. Sebuah kota bernama Loisiana, saat malam datang kota ini akan tampak seperti sebuah kota terapung di atas lautan luas. Di ujung

Dara

Oleh:
Suatu hari di sebuah bukit kecil yang asri seorang sedang berangan-angan tentang masa depannya, ia membayangkan bahwa seorang pendamping hidupnya kelak adalah orang yang dapat merubahnya menjadi orang yang

My Name Is Angel Part 3

Oleh:
Angel telah berada di depan ruang Kepala Sekolah. Sebelum masuk, Angel mengetuk pintu terlebih dahulu, walaupun pintu tersebut tidak tertutup, tapi tidak sopan rasanya jika tidak mengetuk pintu. Kepala

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *