Cinderella Dadakan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 August 2017

Syadza Stephanie. Itulah nama gadis berkacamata, rambut dikucir kuda, memakai seragam ala SMA, membawa beberapa lembar kertas yang dijepit pada papan ulangan, juga sebuah bolpoin hitam. Ia tampak sibuk dalam sebuah ruangan, memimpin para murid yang juga tampak sibuk berlalu lalang. Syadza memang diutus mengatur pementasan untuk acara perpisahan anak kelas 3 minggu depan. Ia tampak begitu sibuk.

Tiba-tiba…
“Aduh.. Sorry.. Sorry..” ucap Syadza saat tak sengaja menabrak seorang siswa bernama Lio. Syadza seketika diam saat melihat siapa orang yang ia tabrak. Lio merupakan siswa sebagai pemeran sang pangeran dalam pentas drama Cinderella yang juga akan tampil minggu depan. Dan.. Satu lagi fakta tentang Lio. Lio adalah mantan kekasih Syadza sejak satu bulan yang lalu. Mereka putus, sebab Syadza melihat Lio berpelukan dengan wanita lain. Namun sebenarnya, Syadza masih menyimpan rasa pada Lio.

Jika sebelumnya Lio dipasangkan dengan Syadza, maka pentas drama kali ini Lio dipasangkan dengan siswi bernama Indira. Gadis cantik, populer, menyukai Lio, dan sangat membenci Syadza sebab Syadza pernah menjadi kekasih Lio. Syadza hanya terdiam, melihat Lio, Indira, juga yang lain sedang latihan. Ia menunduk, kemudian memilih pergi untuk mengurus yang lain. Lio pun sempat memperhatikan Syadza disela-sela latihannya.

Seluruh murid-murid berhamburan ke luar kelas, sebab bel pulang telah berbunyi. Tampak Lio akan memanggil Syadza yang telah berjalan di depan lebih dulu. Ia berniat akan mengajak Syadza pulang bareng. Namun saat mulut baru saja akan bergerak, Indira memanggilnya. Ia memaksa untuk pulang bareng Lio, bahkan sampai menarik-narik tangan Lio untuk segera berjalan menuju mobil Lio.

Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba. Tampak Syadza yang berpenampilan begitu rapi tengah sibuk membantu siswa-siswi lainnya. Tiba-tiba, temannya bernama Rini menghampirinya. Ia memberitahukan bahwa sampai saat ini, Indira belum juga datang, padahal acara akan segera dimulai. Mereka juga tak mempersiapkan pemeran pengganti pada jauh-jauh hari. Rini meminta Syadza untuk menggantikan Indira. Sebab, Syadza adalah pemeran Cinderella pada pentas drama sebelumnya. Jadi, setidaknya Syadza lebih berpengalaman daripada yang lain. Rini terus memaksa.

Drama pun terus berjalan, dan Syadza yang menggantikan Indira. Indira baru saja datang, rupanya ia terlambat karena mobilnya mogok. Indira tak suka melihat Syadza yang tengah berdansa dengan Lio dalam pentas drama. Lio berbisik pada Syadza.
“Sya… Kamu salah paham. Wanita yang kamu lihat waktu itu, adalah sepupu aku. Kami udah lama enggak ketemu, makanya kami berpelukan.”. Tiba-tiba…
“Aku harus pergi.” ucap Syadza sebagai Cinderella. Syadza benar-benar sangat total dalam berakting, meski ia tak latihan sama sekali. Good job Syadza.

Penampilan mereka diakhiri dengan ribuan tepukan tangan dari penonton. Penonton benar-benar puas dengan penampilan mereka. Di belakang panggung, Rini tampak memuji Syadza. Namun Syadza hanya beranggapan biasa. Tiba-tiba, Rini pergi meninggalkan Syadza, sebab…
“Sya…” seorang lelaki berdiri di belakang Syadza. Lio. Syadza berbalik badan.
“Aku minta maaf udah bikin kamu salah paham. Aku yakin, kamu pasti mendengar penjelasanku tadi. Selama ini, setiap kali aku mau menjelaskan ke kamu, kamu selalu menghindar dari aku. Aku masih cinta sama kamu, Sya. Aku pengen kita kayak dulu.” jelas Lio.
“Harusnya aku yang minta maaf Li. Aku egois. Harusnya aku mendengar penjelasan dari kamu dulu. Sebenarnya, aku juga masih cinta sama kamu, Li.” jawab Syadza. Akhirnya, Pangeran dan Cinderella dapat kembali bersatu. Eh, Lio dan Syadza maksudnya.

Cerpen Karangan: Ria Puspita Dewi
Facebook: Elfa Puspita

Cerpen Cinderella Dadakan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lukisan Terburuk

Oleh:
Ruang perpus yang dingin ini selain membuatku mengantuk juga mengingatkan kepadaku suatu momen. Tiga tahun lalu saat aku melihat sosok tegap, tampan, berkacamata yang pikirku pasti cowok itu pintar

Percakapan Tiga Setengah Jam

Oleh:
Tiga jam berlalu sejak kami saling duduk berhadapan di antara hamparan kartu, uang, kulit kacang dan gelas-gelas wine kosong. Wajah Greg memerah sambil kedua alisnya bertaut, memandang hampa pada

Cinlok SMP

Oleh:
Nama gue Aska. Gue sekolah di SMA swasta di Jogja. Gue cakep, pinter, cool, dan gue juga jago main futsal. Kata nenek gue sih gitu. Gue mau ngomongin tentang

My Secret Identity

Oleh:
Senin pagi dengan hati yang berdegub kencang, aku (Anita) sudah berada di depan laptop. Menanti sebuah hasil keputusan yang menentukan masa depan dan cita-citaku. Dengan hati-hati aku mengisi kolom

Tentang Kita

Oleh:
Telah banyak yang tertulis di atasku. Kata orang aku surat cinta, aku sulaman kata-kata yang bila di baca membuat banyak pipi merona. Tapi sudahlah, biarkan mereka menyebutku apa, bukankah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *