Cinlok (Cinta Lokasi)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 September 2016

Suasana kelas ini sungguh membosankan. Ditambah lagi si guru killer lagi ngajar kami di kelas. Jadi tambah ngebosenin aja. Tiba-tiba Brak!!! Si guru killer itu menggebrak mejaku!. “Ocha!! Kamu dari tadi ngelamun aja! Dari pada kamu nggak konsen sama pelajaran mendingan kamu ke luar sekarang!” Bandage si guru killer itu padaku. Ini bukan kali pertama si guru killer itu ngehukum aku. Belum sempat aku menjawab pertanyaan itu, si guru killer sudah keburu nyuruh aku ke luar kelas dan bersihin toilet. Ditambah lagi semua siswa yang ada di kelas ngelihatin aku. Terpaksa deh aku nurutin perintah si guru killer itu. “Ba.. baik bu” jawabku dengan terbata-bata karena saking takutnya. Hari ini adalah hari paling buruk yang pernah aku alami. Udah bosen di kelas, dimarahin sama si guru killer lagi! “Duh duh.. Mimpi apa sih aku semalem!” Batinku dalam hati sambil berjalan membawa alat kebersihan menuju toilet. Tapi, karena itulah aku bisa ketemu sama si Dia.

Kring… kring.. Bel tanda ganti pelajaran telah berbunyi. Tapi, kerjaanku bersihin toilet belum kelar juga. “Tuhan kapan selesainya?” Jeritku dalam hati. “Aduhh capek banget nih!, beli minum dulu ah!” kataku dalam hati. Saat ke luar dari dalam toilet, aku tak sengaja menabrak cowok yang belum pernah aku kenali. “Eh, maaf nggak sengaja” kataku padanya “gimana sih? Makanya kalo jalan itu lihat-lihat sekeliling, jangan sambil ngelamun! dasar aneh!!” Jawabnya padaku “kamu juga sih, ini kan masih pelajaran! Terus ngapain kamu jalan ke arah sini?” Jawabku sewot “terserah aku dong mau kemana, emangnya ada hubungannya sama kamu? Enggak kan? Yaudahlah males urusan sama orang kayak kamu. Bye!” Balasnya padaku sambil berjalan menjauh dariku “ya udah pergi aja sana! Yang jauh, terus nggak usah balik lagi!” Jawabku sambil teriak-teriak sampai kedengaran si guru killer itu. Sontak aku langsung kabur ke kantin. Dengan napas terangah-engah akhirnya aku sampai di kantin dan langsung membeli minuman lalu meneguknya hingga habis tak bersisa. “Duh.. Leganya” kataku kekanak-kanakan sambil berjalan menuju kelas.

Teng… teng… teng bel tanda istirahat berbunyi. Aku dan sonya langsung bergegas ke luar kelas setelah mengucapkan salam pada si guru killer yang barusan ngajar kita. “Cha, kamu mau pesan makanan apa?” Tanya sonya padaku “hmmm, aku mau siomay, sama es capucino” jawabku padanya “oke” sahut sonya padaku. Saat aku menunggu datangnya pesanan, aku melihatnya. Dia yang tadi aku tabrak pas di toilet tadi. Dia pun juga memandang ke arahku sambil memberikan seulas senyum yang aneh bagiku. Senyumnya seperti sedang meledek ku. “Kamu ngelihatin siapa cha? Kok sampe segitunya?” Tiba-tiba Sonya datang dengan makanan yang aku pesan tadi. “Aku nggak ngelihatin siapa-siapa kok!” Jawabku. Lalu aku kembali memandang ke tempat dimana dia berdiri tadi. Namun dia sudah tidak ada disana. “Ooh ya sudah buruan dimakan, jangan ngelamun terus. Nanti kesambet loh” candanya padaku “okee my bestie” jawabku pada sonya.

Malam harinya aku nggak bisa tidur gara-gara mikirin si cowok ketus tadi “Hmm.. Ngomong-ngomong cowok yang tadi aku tabrak siapa ya namanya?” Tanyaku pada diriku sendiri “seharusnya tadi aku tanya namanya!” Batinku dalam hati. Tiba-tiba ponselku berdering ada sms dari nomor yang nggak aku kenal.

To: cewek sewot depan toilet
“Eh, cewe sewot, besok pas istirahat, kamu dateng ke aula. Kamu harus pertanggung jawabin apa yang udah kamu lakuin ke aku pas tadi siang di depan toilet! Kamu udah buat tanganku cidera!”

Sontak aku kaget. Darimana dia dapet nomorku?

To: cowok ketus suka marah-marah
“Oke, aku besok bakalan dateng ke aula! Soalnya, aku bukan tipe orang yang suka gengsi buat minta maaf! Btw, kamu dapet nomorku dari mana?”

Setelah 3 jam menunggu, pesanku belum juga di balas olehnya, terpaksa karena hari udah malam aku bergegas untuk tidur.

Matahari kembali memancarkan sinarnya. Aku mulai terbangun dari mimpi indahku dan bersiap-siap menuju sekolah.
Teng… teng… teng bel tanda istirahat berbunyi. Saat ini juga aku akan bertemu dengannya dan meminta maaf padanya, sebenarnya aku enggan melakukan ini. Tapi sudah terbukti aku yang salah, bahkan telah membuat tangannya cidera. Entah mengapa aku merasa jantungku berdegup kencang saat akan bertemu dengannya. Aku tak ingin jatuh cinta padanya. Aku malah ingin membencinya. Sesampainya di aula, aku masuk ke dalam dan disana tak ada orang sama sekali “jadi aku hanya di permainkan?” Tanyaku dalam hati. Aku memutuskan untuk tetap menunggunya.

Tak lama kemudian dia datang. Semakin dia mendekat, semakin kencang pula degupan jantung ini. “Oh tuhan sepertinya aku mulai suka padanya” jeritku dalam hati. Tak disangka cewek biasa dan nggak terlalu pintar ini bisa bertemu sama cowok asing yang ganteng banget kayak pangeran. “Eh maaf kamu udah lama ya?” Tanyanya padaku kini nada suaranya begitu lembut. Jauh berbeda dari nada suara yang kemarin. “Eng..enggak kok aku baru aja sampe” jawabku dengan ragu-ragu “okelaah” balasnya “oh iya, aku minta maaf ya? Kemarin udah nabrak kamu sampe tanganmu cidera” kata perminta maafan ku padanya “gak papa kok, oh iya aku mau ngomong sama kamu” jawabnya sedikit gugup “silahkan, kamu mau ngomong apa?” Tanyaku padanya “kita belum kenalan kan? Namaku Oscar Damar Alvi dari kelas 8A. Kamu Ocha Devlyna Alvina kan? Dari kelas 8C?” Tanyanya padaku “iya, kamu tau dari mana? Terus kamu mau ngomong apa?” Tanyaku padanya “ceritanya panjang cha, jadi gini, aku mau ngomong sama kamu kalau aku udah lama suka sama kamu. Dari kelas 7 sejak aku pertama kali lihat kamu pas di pentas seni sekolah, aku langsung jatuh cinta sama kamu, meskipun aku tau, kamu belum kenal sama aku, jadi selama 1 tahun ini aku nyimpen perasaanku buat kamu, terus, kejadian kemarin itu maaf ya aku ketus banget sama kamu, soalnya aku lagi nervous. kali ini aku udah ungkapin semua ke kamu, jadi… Kamu mau nggak jadi pacarku?” “Oscar udah ngungkapin semua ini ke aku? Ini baru pertama kalinya ada cowok yang nembak aku langsung. Aku harus gimana ini? Aku juga suka sama dia, yaudahlan aku terima aja.” Kataku dalam hati
“Loh cha kok malah ngelamun? Jadi gimana, kamu mau nggak?” Suasana kini hening sesaat. Hingga jawabanku memecah keheningan ” ku mau kok jadi pacar kamu” jawabku dengan malu-malu.

Sejak saat itu aku dan oscar jadian dan hubungan kita berlangsung tanpa ada keributan sedikitpun. Aku pun nggak pernah berantem sama dia. Dan pastinya aku sama dia bahagia banget
Jadi… Cinta itu nggak perlu dicari. Justru cinta itu sendirilah yang mencari kita. Cinta akan datang dengan sendirinya tanpa kita perintah. Hargai dia yang mencintaimu dengan setulus hatinya. Karena hanya dia lah yang bisa membuatmu bahagia.

Maaf kalo cerpennya jelek ^_^
Makasih buat yang udah baca 😀

Cerpen Karangan: Reggina Charisma Nada
Facebook: Reggina Charisma
Nama: Reggina Charisma Nada
Sekolah: SMPN 01 Srengat
TTL: Blitar,15 Mei 2002
Hobby: main gitar, nyanyi
IG: regginaac_nd

Cerpen Cinlok (Cinta Lokasi) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Entah

Oleh:
Sesaat, aku keluar dari kelasku yang suntuk dan bengap serta lembap. Disambut oleh pucat kelum senyumnya, depan kelasku yang gersang. Dua setengah detik, mataku berpapasan dengan punyanya. Aku tertegun

Timeless Love

Oleh:
Siang itu, aku duduk termenung sambil menikmati cuaca yang agak mendung dan daun-daun kering yang berjatuhan karena ditiup angin yang lembut di bangku panjang tempat biasa aku menunggu angkutan

Cintaku Bukan Untuknya

Oleh:
Saat ini aku adalah murid kelas 12 SMK di sebuah desa. Aku seorang yang biasa-biasa saja dengan seribu kekurangan yang aku punya. Aku sangat bahagia dan bersyukur dengan kehidupanku

Restart

Oleh:
Kadang aku ingin pergi dan berlari dari semua masalah ini. Menghentikan sejenak aktivitas, pergi dan menjauh dari kebisingan, menghindari siapa pun lalu pergi dan sembunyi. Ingin rasanya berdiam diri

Wacht Op Mij, Holland

Oleh:
Terakhir kalinya Edo merasakan kehangatan itu sudah lama sekali, ia pun mungkin sudah lupa dengan wajah ayahnya yang terakhir kali ia lihat saat ia kelas 3 SD sebelum Ayah,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *