Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 30 November 2012

Kuhempaskan tubuhku di pembaringan.Sesekali kutarik nafas dalam diikuti lelehan butir-butir airmata.Hanya dengan begini bisa kutumpahkan beban yang memenuhi rongga dadaku.Sebentuk perasaan yang kusebut cinta,selalu saja menghadang langkahku dan merobek ketegaranku.
Mengapa harap ini begitu menyakitkan?Mengapa senyum berubah pahit?Mengapa pertemuan demi pertemuan yang tercipta merubah begitu hambar?Sebenarnya apa yang telah berubah dari kebersamaan ini?Apa yang terjadi pada perasaan yang dulu sangatlah indah?Mungkinkah semua tak lagi berarti?Ataukah segalanya sudah berakhir?
“Ah…!”
Kupejamkan mataku.Mencoba menghalau perih yang menghujam.Bertahan membuatku semakin terluka.Aku terhempas.Kesalahan itu memaksaku bertahan.Walau kini hanya galau yang tersisa.Aku benci dengan diriku yang tak pernah bisa tegas.Aku selalu melunak.Penyesalan bergulir tak terbendung.Bahkan keyakinan tentang mimpi hari esok kian tak terselamatkan.
Cinta….
Ia mulai membuatku takut dan putus asa.Begitu banyak yang sudah ku beri.Namun tak banyak yang kudapatkan.Sebagian besar hanya kekecewaan dan duka.
Jam sudah menunjuk angka 2.Tapi mataku belum juga terpejam.Kuraih botol obat disamping ranjang.Begitu bernafsu aku memindahkan butiran-butiran kecil di dalamnya hingga sebagian darinya tercecer ke lantai.Aku tak sempat memungutnya.Aku terlanjur terlelap setelah menelannya.

*************
Kupandangi air hujan yang menetes enggan.Lelehannya menempel di kaca.Setitik kecil menyentuh jariku.Dingin,rasa itu terjemahkan.Selebihnya buram.Sama seperti cintamu yang begitu abu-abu.Bagai mengurai benang kusut,lengket pula satu sama lain.
Aku baru saja mendengar suaramu di seberang sana.Sama seperti yang sudah-sudah,sapaan singkat dari udara itu hanya mengecewakanku.Alasan klasik serupa.
“Beib,kamu dah ready?”
“Kenapa?”perasaanku mulai gak enak.
“Sorry ya,Beib!”
“Ada apa?”
“Aku gak bisa jemput.Aku ada konferensi pers!”
“Kok mendadak?”aku menggigit bibir bawahku.Menghalau kecewa yang menyeruak.
“Gak kok,Beib.Sudah ada schedule.Aku aja yang lupa.”
Aku terdiam.
“Beib!”
Aku masih terdiam.
“Aku sudah ditunggu managerku.Nanti ku telfon lagi!”
Kau memutuskan sambungan.
Aku kecewa.Aku lelah terus berdiri dalam sudut gelap dibalik gemerlapnya karir keartisanmu.Aku manusia biasa.Aku tak bisa selamanya mengalah.Bahkan kini bertemu atau sekedar mengobrol denganmu semakin sulit kurasa.Bagai mencari jarum pada tumpukan jerari.Ah…rasanya ku ingin menyerah.

****************

Sekali lagi aku terjatuh dalam luka.Entah untuk yang keberapa kalinya.
Dengan tergesa aku tinggalkan ruangan pesta.Tak sekalipun kupalingkan wajahku,tapi anehnya bayangan buruk itu terus berkelebat di pelupuk mataku.
Ini adalah pesta ulang tahunmu.Tak mungkin aku melewatkannya.Walau aku hanya bisa memandang dari jauh.Terlalu riskan katamu.Mungkin saja ada wartawan yang datang.Dan tebakanmu tak meleset sedikitpun.Berbagai wartawan infotaiment hadir disana.Mereka pasti ingin tahu siapa kekasih Rezky Ramadhan.Artis muda yang kini sedang naik daun.
Mataku berkeliaran ke penjuru ruangan dan tak sengaja menubruk sosokmu yang sedang asyik bercanda mesra di sudut ruangan.Sepotong hatiku terkoyak.Sakit itu kian bertambah.Dia yang berbalutkan gaun merah marun itu adalah gadis dari masa lalumu.Artis yang tak kalah terkenalnya denganmu.Orang yang belakangan ini rajin muncul di infotaiment sebagai kandidat terkuat untuk menjadi pendampingmu.Dan kau tak pernah menyangkalnya.
“Itu cuma setingan manajemen,Beib!Gosip.Demi popularitas,”begitu yang selalu kau katakan padaku.
Dulu aku bisa memahami.Namun kini setelah 2 tahun berlalu,aku perlahan jengah dibuatnya.
“Angi!”sapaan Rudi di ujung pintu membuatmu menyadari kehadiranku.Kau menggeser posisimu.Lalu menatapku lembut.Seolah sedang berkata ,”Tolong mengerti aku!”.
Aku segera berpaling.Kulihat kau berdiri berusaha mengejarku.Namun tak sempat.Langkahmu terhenti di hadang para pencari berita.Dan seperti biasa kau tak bisa berkutik.Seperti yang selalu kau katakan,cinta ini cukup aku,kamu,dan Tuhan yang tahu.Meski tak suka,sayangnya aku harus sepakat denganmu.
Aku berlari ke area parkir.Hatiku patah.Hancur menjadi serpihan diaduk prahara.Pedih nian.Cintaku yang tulus berubah menjadi sebilah pedang yang menghunus tajam menusuk hatiku.Menyisakan gumpalan duka dan luka.

************

Duniaku kelam.Purnama itu sudah lenyap tertutup gerhana.Asaku terberai bersamaan runtuhnya sisa ketegaran.Rangkaian cinta berguguran.Kelopaknya habis terberangus.Airmata menyempurnakan kegalauanku.Berpesta atas pedihku.
Kubanting remote TV ditanganku hingga hancur berserakan di lantai.Aku selalu berfikir semua akan membaik seiring bergulirnya waktu.Tapi aku keliru.waktu tak bisa mengobati.Ia hanya mampu membusukannya.Berita di infotaiment membuatku kalang kabut.Aku memang sering melihat dan mendengarnya.Tapi tidak dengan kata-kata kau menyetujui satu gadispun untuk diamini.
HPku bergetar.
‘Beib’ kata itu muncul di layar.Disertai fotomu saat memelukku dulu.
“Ya!”jawabku enggan.
“Are you ok,Beib?”
Aku tak menjawab.
“Aku yakin kamu pasti sudah melihat berita di TV!”
“Hmm!”
“Beib,itu gak bener.Percaya padaku!”
“Benarkah?Jadi ini skenario manajemenmu lagi?”aku mendengus kesal.
“Itu Cuma settingan,Beib.Aku terikat kontrak dengannya.”
“Apa harus pura-pura pacaran?”
“Gak juga.Biar lebih hot kata manajemen.Iklannya biar tambah laku.”
Aku diam.Selalu kata manajemen,Semua yang ada didirimu dan di hidupmu harus sepakat dengan manajemen.Lalu dimanakah tempatku?Apakah aku juga harus sepakat dengan manajemenmu?
“Beib!”
Aku masih tak menjawab.
“Maaf ya,Beib!Harusnya aku bilang dulu padamu.Ini pasti mengangetkanmu.”
“Bagaimana kalau tak kuijinkan?”
“Aku yakin kau pasti setuju.Ini kan demi masa depan kita.”
“Masa depanmu!”potongku.
“Ayolah,Beib!Jangan ngambek!”
“Aku capek terus begini.”
“Hanya sebentar.3bulan.Setelah ini akan kuumumkan kami putus.”
“Terserah!”
“Beib!”
“Aku ngantuk!”
Klik.
Aku segera menelan pil tidurku.Tanpanya aku yakin malam ini aku tak akan tidur nyenyak.

************
Tiga bulan yang kau janjikan berlalu.Bahkan lewat sepuluh hari.Namun kabar putusmu tak muncul di infotaiment manapun.Kupandang layar HPku.Berharap kau menelfonku.Tapi nihil.Kembali kutenggelamkan diriku pada layar notebook.
Tok…tok…tok….
Sebuah ketukan halus mengangetkanku.Malas kulangkahkan kakiku.Pintu apartemenku sudah pake cameraphone,kenapa masih ada saja orang jadul yang mengetuk pintu.
“Rezky!”teriakku tertahan saat kulihat kau berdiri di balik pintu.
Tanpa berkata kau segera masuk dan menutup pintu.Lalu menghempaskan tubuhmu di sofa.
“Kenapa mengetuk pintu?Bukannya kau tahu kodenya?”
Kau tak menjawab.Masih terbaring dengan mata setengah terpejam.
Aku segera berlalu dan mengambilkan segelas es jeruk kesukaanmu.Kau menegaknya habis dalam sekali teguk.Aku hendak kembali pada notebookku saat kau meraih lenganku dan memintaku duduk di sampingmu.Matamu memerah,seperti tidak tidur beberapa hari.

“Ada apa?”kutatap kau penuh sedikit.Kau tak terlihat kacau.
Kau tak menjawab.Malah memelukku erat.Saking eratnya sampai membuatku sulit bernapas.
Kutarik tubuhku perlahan.
“Maaf!”Kau menunduk.Menyembunyikan wajahmu.
“Maaf?”
Kau mengangguk.
“Maaf untuk apa?”
“Untuk semuanya,Beib!”
“Semuanya apa?Jangan menakutiku!”
Kau tersenyum tipis.Lalu meraih tanganku lembut.
“Apa yang kau takutkan?”
“Banyak.Aku takut banyak hal.”
Kau kembali tersenyum,”Benar.Jika kau punya keberanian pasti kau sudah meninggalkanku sedari dulu!”
“Itu kamu tahu!”
“Aku sadar terlalu banyak luka yang kutorehkan untukmu.”
Aku ganti tersenyum.Kau menarikku.Membiarkanku bersadar di dadamu.
“Aku rindu suasana begini,Beib!”
“Ah…paling besok juga sudah kembali sibuk.”
Kau tak menjawab.”Kalo begitu kita menikah saja!”
Kontan aku mendelik.Terbangun dari dekapanmu.
“Hush,jangan sembarangan ngomong!”
Kau menatap mataku lembut.”Bisakah kau memberiku sedikit waktu?”
Aku mengeryitkan dahi.Tak mengerti.
“Tak peduli apa yang orang katakan di luar sana kau harus percaya padaku!”
Aku masih tak mengerti.
“Tak peduli apapun yang terjadi kau harus percaya aku sangat mencintaimu.Bisakah kau berjanji padaku?”
Aku mengangguk pelan.Walau sungguh aku tak pernah tahu sebenarnya ingin kau tegaskan.

***********
Pagi ini aku sedang asyik berbelanja di swalayan dekat apartemen saat mataku terbelalak melihat sebuah tabloid.
“ARTIS TERNAMA REZKY RAMADHAN-PUTRI ZAHIRA BERTUNANGAN”
Seperti itulah yang tertulis dihalaman depan disertai fotomu dan dia dengan pose yang tak bisa disebut biasa.
Kutinggalkan belanjaanku begitu saja.Aku segera berlari meninggalkan swalayan.Tanpa peduli dengan teriakan pramuniaga yang memanggilku.Aku terus berlari sembari menahan tangisku yang pecah.Aku terhempas.Aku benar-benar terluka.
Ya..Tuhan,jadi ini maksud ucapanmu 3 hari yang lalu.Harusnya aku bertanya padamu.Harusnya aku tak terlalu cepat mengiyakanmu.Harusnya aku berfikir bisa saja terjadi hal buruk.Ah…ada begitu banyak harusnya berkelebatan di otakku.Tapi semua sudah terlambat.Semua sudah berakhir kini.
Aku masih berlari menyeberang jalan.Namun,
Braakk…………
Sebuah mobil melaju dengan kecepatan penuh.Aku tak sempat mengelak.Kudengar suara jeritan,dentuman,decit ban yang bergesekan begitu keras dengan aspal,lalu hamtaman di pembatas jalan.Aku tertabrak sempurna.Terlempar beberapa meter sebelum akhirnya jatuh bersimbah darah di jalanan.Kulihat orang-orang berlarian.Bergerombol.Bergumam,lalu mengangkat tubuhku.
“Cepat sepertinya lukanya serius!”kata salah seorang dari mereka.
“Ya.Kita bawa saja ke rumah sakit!”lanjut seorang lagi.
Lalu aku tak mendengar atau melihat apa pun lagi.Aku kehilangan kesadaran.

**********
Perlahan ku buka mataku.Sekujur tubuhku serasa remuk.Ngilu tak tertahankan.Kepalaku pusing.Ah…ada perban disisi kanan.Sepertinya kaki kananku patah.Sulit sekali digerakkan.Ada gips besar membukusnya.Apa lagi kruk yang menyangga leherku.Aku sulit bernafas dibuatnya.
Ya…Tuhan ternyata aku masih hidup.
Kulihat sosokmu tertunduk di sofa.Kau terlihat lelah.Handphonemu berdering.Kau bangkit dari sofa sembari menjawab panggilan dengan membelakangiku.Rupanya kau belum menyadari aku sudah siuman.

“Aku tak bisa!”
“Ini demi karirmu!”samar-samar terdengar suara di seberang sana.
“Aku tak mungkin meninggalkannya sendiri!”kau berdebat dengan seseorang.
Dengan geram kau menekan tombol reject,lalu melempar ponselmu ke sofa.
Seorang suster masuk ke ruangan.
“Sus,tolong jaga nona ini!Kalau dia siuman tolong hubungi saya,”katamu menyerahkan secarik kartu nama.
Suster muda itu mengangguk mengerti.
Lalu sosokmu menghilang di balik pintu.Langkahmu terdengar tergesa.
“Tolong tutup pintunya!”
Suster itu tersentak kaget.
“Nona sudah siuman!Tuan itu…………,”
Aku menggeleng.
“Kalau begitu saya panggil dokter dulu!”katanya mengerti.
Aku tersenyum mengiyakannya.

*************

Pagi ini aku berkelilig taman rumah sakit.Dokter bilang ini baik untuk kesehatanku.Kemarin sempat kulihat di TV sebuah wawancara dengan Rezky yang sedang menjalani syuting di luar negeri.
“Nona kenal baik ya dengan Rezky Ramadhan?”tanya suster yang berdiri mendorong kursiku memecahkan hening.Dia belum begitu tua.Mungkin lebih muda dariku.Namanya Ana.Hampir sebulan disini membuatku akrab dengannya.
“Kenapa?”
“Dia kan artis terkenal!”matanya berbinar.Seolah berkata suster Ana mengidolakannya.
“Dia ganteng.”
Aku terkekeh mendengarnya.
“Nona beruntung.”
“Beruntung?”aku mengernyitkan dahi.
“Iya.Selama Nona tak sadar dia selalu datang kesini.Bahkan kadang tak pulang semalaman.”
“Benarkah?mataku terbelalak.
Suster itu mengangguk pelan.”Sepertinya Nona adalah seseorang yang sangat spesial untuknya!
Aku hanya tersenyum menanggapinya.Walau dalam hati terus berfikir,benarkah aku special untukmu.

********
Tergopoh suster Ana memasuki kamar inapku.Meraih remote.Lalu dengan tergesa menyalakan TV.
“Ada apa?”aku dibuat bingung olehnya.
“Nona harus melihatnya!”
“Melihat apa?”
“Rezky putus.”
“Putus dengan Zahira?”
Suster Ana mengangguk pasti.Namun matanya tak sedikitpun lepas dari layar TV.
“Ah…itu mah biasa!”
Aku kembali sibuk dengan notebookku.Sampai sebuah kalimat singkat membuyarkan keteguhanku.
“I love you,Beib!”kata-kata itu menghujam tajam.
Kontan kualihkan pandanganku ke layar TV.Memandang wajahmu yang tersenyum tipis dengan tatapan lurus ke depan.Tatapan penuh keyakinan.Hatiku bergetar hebat.Benarkah ini?
“Maaf,membuatmu menunggu terlalu lama!Semoga belum terlambat untukku membalut semua luka dan mengganti waktu yang terbuang percuma,”lanjutmu.
Airmataku menetes.
“Siapa gadis itu?”
“Kalian pacaran?
“Dia artis juga?”
Begitu banyak pertanyaan para wartawan memburumu.Namun kali ini kau hanya tersemnyum simpul.
“Sebentar lagi kalian juga tahu!”katamu pasti sembari bangkit dari kursi.
Betapa terkejutnya aku saat kau keluar ruangan.Meeting Room RS.PUSAT PERTAMINA tertulis dibalik pintu.Dan lebih terkejut lagi saat kudengar begitu banyak langkah tergesa menuju kamarku.Hingga akhirnya ku lihat sosokmu muncul dari balik pintu.Aku hanya melongo.Begitu juga dengan suster Ana.
“Rezky!”bibirku gemetar.Kilatan blitz membuatku semakin gugup.
Kau tersenyum sebelum akhirnya melangkah ke arahku dan meraih jemariku.
“Aku tak tahu harus memulai darimana!Aku juga tak tahu ini saat yang tepat atau bukan!Tapi aku tahu kau adalah yang terpenting bagiku.Aku bisa melepaskan semua untukmu.Sebagaimana kau berkorban untukku.Jadi maukah kamu kembali…..,”kau terhenti sejenak.
“Pacaran?”kataku pelan.
Kau menggeleng lalu terkekeh.”Bukan.Memangnya kita ABG masih mau pacaran!”
Aku mengeryitkan dahi.Tak mengerti.
“Aku ingin kau hidup bersamaku.Menghabiskan sisa umur disisiku.Menjadi cinta terakhirku.Menjadi ibu dari anak-anakku.Menjadi orang pertama yg kulihat saat aku bangun di pagi hari.Dan menjadi yang terakhir kulihat saat kuterlelap.Menjadi wanita yang halal untukku,”katamu lancar.
Aku termanggu.Kau melamarku.Di depan begitu banyak pewarta berita.Mataku berkaca-kaca menahan haru.
“Jadi,maukah kau menikah denganku!”katamu sembari mengeluarkan kotak beludru berwarna merah marun dari saku jasmu.
Ya…Tuhan apakah ini nyata?Semua penantianku berakhir bahagia.Aku mengangguk pelan.Sontak tanpa dikomando sorak sorai dan tepuk tangan membahana memenuhi ruangan.Sekali lagi kilatan blitz menyambarku.
Kau tersenyum lembut lalu memasangkan cincin di jari manisku.
“Terimakasih,Beib!”kau meraihku dalam pelukmu.Air mataku tumpah.
“Apakah ini mimpi?”
Kau tergelak.Melepaskan pelukanmu.”Tentu saja bukan.Mana ada mimpi yang bawa begitu banyak wartawan!”
Aku merengut.Bisa-bisanya menggodaku.
“I love you!”bisiknya di telingaku lalu kembali memelukku tanpa peduli dengan kilatan blitz yang terus mencerca.
“Kau tahu jawabannya,”balasku berbisik.Kau mengangguk merapatkan pelukanmu.
“Besok pasti kita jadi Trending topic!”
“Sok artis!”
“Kau lupa betapa terkenalnya aku?”
Kami tergelak.Bahagia.Ada sebersit ketakutan menghampiriku.Tapi kutepis.Aku percaya bersama akan lebih mudah untuk melewatinya.Ada kau bersamaku.

– End –

Cerpen Karangan: Echae e.s
Facebook: echae n’cute

Cerpen Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Viko!, Come Back Please

Oleh:
Pagi ini pagi yang kutunggu tunggu setelah berlibur selama 2 minggu, akhirnya aku pun kembali ke sekolah. Ingin sekali aku bertemu dengan sahabatku di sekolah Viko. Dia murid pindahan

PSPH (Part 1)

Oleh:
Verin tertawa mendengarku, meskipun mulutnya masih setengah penuh potongan sosis goreng, “Seriusan lu Riz? Beneran nih?” Aku tersenyum lalu membalasnya, “Ya, masa gue bercanda, hahaha, beneran, gue sama si

Ku Temukan Hati Yang Tak Biasa

Oleh:
Aku wanita yang tak begitu peduli dengan cinta. Entah mengapa aku sendiri pun terasa tak punya alasan untuk menjawabnya. Ketidakpedulianku ku buktikan hingga saat ini, aku masih betah sendiri

Love Story (Part 1)

Oleh:
Dita tak pernah melanggar aturan. Selalu tepat waktu. Dita adalah gadis rajin dan serius dalam melakukan apa saja. Bahkan kelewat serius sehingga ia dijuluki “Si culun” di kelasnya. Dan

Hanya Dia Yang Bisa

Oleh:
Namaku Jay, aku seorang mahasiswa di salah satu universitas swasta di makassar. Aku dianugrahi oleh Tuhan wajah yang ganteng. Tinggi 180 cm, tubuh jangkung, kulit putih, hidung mancung, dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *