Cinta Bersemi di Ring Basket

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 12 April 2014

Dia adalah adik kelasku, adik yang sekarang jadi kekasihku. Haha semuanya berawal dari ring basket ini.

Flashback

Aku sungguh mengingatnya. Hari itu hari sabtu tepat aku bertemu dengannya. Cuaca begitu bersahabat. Angin begitu menenangkan. Disana terlihat remaja-remaja perempuan bermain basket begitu bersemangat. Mereka bermain bersama dan sepertinya juga remaja-remaja lelaki yang lebih mudah darinya juga ikut bermain bersama.

Setelah lelah bermain basket memasukkan ke ring. Mereka bermain lemparan-lemparan bola dan dua anak yang akan mengejar bola itu. Mereka berpasangan satu sama lain. Melempar, menangkap, mengejar dan begitulah seterusnya…
Tanpa sadar lewat permainan ini, telah menumbuhkan virus merah jambu yang kini hinggap di hati lelaki itu. Dia jatuh cinta pada pandangan pertama.

Jam berputar begitu cepat, lalu berhenti di satu titik. Saat dia mengungkapkan perasaannya kepadaku. Mungkin waktu tak ingin melewatkannya. Melewatkan dua serpihan hati yang tertutup dan terbuka, antara celah yang ada menghembus angin penuh aroma. Dua hati ini.

“kakak kelasku sayang! Aku mencintaimu… Maukah kakak jadi pacar adek?”

Aku tercekat dibuatnya. Ia mampu membiusku lalu ia hentikan jam berputar. Aku disini. Di ring basket ini. Hanya ada aku dan kamu yang kini menjadi kita.

Saranghae adik kelasku.

Cerpen Karangan: Karpina
Facebook: charpina aza

Cerpen Cinta Bersemi di Ring Basket merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Beauty and Not The Beast (Part 1)

Oleh:
Seorang gadis cantik yang baru pulang dari sekolahnya berjalan keluar gerbang menuju mobil jemputannya. Si sopir yang menyadari keberadaan si gadis pun segera keluar dari mobil “Oh, nona mau

Jarak Pertama

Oleh:
Apa yang kupikir lagi? Semua telah benar-benar jauh dari gapaian. Walau menangis tiada guna, masih saja melakukannya. Seperti orang tolol meradang disini. Mengunci diri berhari hari tanpa sesuap nasi.

Senyum Terakhir di Usiaku

Oleh:
Dalam hidupku aku ingin sekali membahagiakan keluargaku, ibuku, dan dua orang laki laki yang selalu menjadi tombak dari semangatku. Hari itu untuk pertama kalinya aku melihat kedua orangtuaku bersedih,

Lari Dari Vila

Oleh:
Liburan tengah semester telah dimulai. Sma Esok cerah mengadakan rekreasi bersama menginap di sebuah villa di luar kota. Namun dari siswa yang ada hanya 50 orang yang mendaftarkan diri.

Berawal Dari Perjodohan

Oleh:
Di sebuah kamar di rumah sakit ada 3 orang yang sedang berbincang, yaitu Arga, Andien dan Ayah Arga yang sedang sakit. “Arga, Ayah mohon kamu terima perjodohan ini nak”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *