Cinta Bersemi di Ruang OSIS

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 December 2017

Tok! Tok! Tok!
“Saya Sayang bangun udah jam 06.30.” suara mama yang membangunkanku. “Apa?”. Aku pun berlari menuju kamar mandi.

Setelah mandi aku langsung turun ke bawah. “Ma saya berangkat dulu ya” pamitku. “Kamu nggak sarapan?” tanya mama. “Enggak ma, saya buru buru”. Aku pun langsung naik mobil untuk menuju sekolah.

Sesamapainya. di sekolah aku langsung berlari menuju kelasku.
“Bruukk!”
Tak sengaja aku bertabrakan dengan ketua OSIS yang super galak.
“Kalo jalan tu pake mata” bentaknya. “Maaf,” ucapku. Dia pun berlalu tanpa membantuku yang sedang terjatuh.
“Aduh satu menit lagi bel,” aku pun berlari menuju kelasku.

“Huh.. akhirnya gak telat.”
“Ya ampun saya lo dari mana aja sih,” tanya Bisa sahabatku. “Nanti gue ceritain pas istirahat aja, Bu Mia udah masuk tuh”.

Teng Teng Teng bel istirahat pun berbunyi.
Aku dan Nisa pergi ke kantin untuk mengisi perut kami yang kelaparan. Tak disengaja aku bertabrakan dengan si ketua galak itu lagi.
“Eh lo tu kalo jalan pake mata apa pake hidung si?”
“Eh dimana mana jalan tu pake kaki bukan pake mata, dasar ketua OSIS galak.”
“Apa lo bilang? Gue galak?” “Udah udahh, nggak usah beratem kaya anak kecil aja” lerai Nisa dan Kak Dimas (temannya Anda si ketua OSIS.

Akhirnya aku dan Nisa pergi ke kelas dan nggak jadi makan.
“Sya, lo kan sekertaris OSIS nih nanti sepulang sekolah disuruh kumpul di ruang OSIS,” kata Maya temen sekelasku. “Yaa, makasih ya May infonya.”

Bel pulang pun berbunyi dengan segera aku pergi ke ruang OSIS.
“Jangan sampe gue telat lagi, bisa bisa gue dihukum nanti sama si ketua galak itu,” keluhku dalam hati.
Sesampainya di ruang OSIS. Aku langsung duduk dan rapat pun dimulai.

“Akhirnya selesai juga,” ucapanku dalam hati.
“Rapat sudah selesai semua boleh pulang kecuali SASYA THALITA SHALSHABILLA,” ucap kak Andra Bima Saputra ketua osis yang galak itu.

Mereka pun pergi dari ruang OSIS, dan tinggal gue sama Kak Andra.
“Lo kan yang nabrak gue dua kali tadi kan? Gue akan hukum lo, gue minta lo bersihin ruang OSIS ini, dan jangan lupa dikunci, gue mau balik dulu,” ucap Kak Andra.
Dengan terpaksa aku membersihkan ruang OSIS ini.

“Huh, akhirnya kelar juga. Capek banget lagi” kesalku dalam hati.
Saat aku mau melangkah keluar gerbang tiba tiba hujan turun dengan deras.
“Aduh udah jam 5 lagi, bisa bisa dimarahin mama lagi gara gara pulang telat. Gara gara ketua galak itu juga” kesalku dalam hati.

Tiba tiba ada mobil yang lewat di depanku dan berhenti.
“Lo mau pulang nggak? Ayo gue anterin,” kata Kak Andra.
“Kak Andra belum pulang?” tanyaku.
“Belum lah gue tadi nungguin lo, gue takut lo kecapean gara gara gue suruh lo bersihin ruang OSIS. ayo buruan masuk, ujannya tambah gede,” ajaknya.
Akhirnya aku pun masuk ke dalam mobilnya. Di dalam mobil tak ada satupun suara.

“Makasih udah anterin gue pulang,” ucapku saat sampai di rumah.
“Sama sama” balasnya sambil tersenyum.
“Ternyata senyumnya manis juga ya,” ucapku dalam hati.
“Ih aku ngomong apa sih”.
Setelah itu aku masuk ke dalam rumah dan segera mandi.

“Tumben sya baru pulang?” tanya kak Shila kakakku
“Iya nih kak, tadi ada rapat OSIS jadi pulang sore deh” balasku.
“Ooo… Eh ngomong ngomong yang nganterin kamu tadi siapa hayo? Pacar kamu ya?” kata Kak Shila sambil tertawa.
“Eng.. enggak kok kak, dia itu Kak Andra ketua OSIS” balasku.
“Oh ya udah, kamu cocok kok sama dia” kata kak Shila ambil tertawa.
“Ih apaan sih”

Esok harinya di sekolah tiba tiba Kak Andra dateng ke kelasku.
“Eh saya gue ada urusan bentar sama lo” katanya.
“Urusan apa?” tanyaku.
“Udah ikut gue aja” jawabnya nyambil narik tanganku menuju ke arah taman.
“Ih kok gue jadi deg degan gini ya diajak sama Kak Andra, apa gue jatuh cinta sama dia?” tanyaku dalam hati.
Sesampinya di taman.
“Sya sory ya yang kemarin gue udah marah marah sama lo dan udah ngehukum lo,”ucapnya.
“Iya nggak papa kok kak,” jawabku.
“Mm.. sebenernya gue mau ngomong sama lo”.
“Ngomong apa?”
“Gue suka sama lo, lo mau jadi pacar gue nggak?” tanyanya.. “hah?”
“Kok kaget sih, sebenernya gue itu suka sama lo semenjak lo jadi pengurus OSIS, gue nggak berani ngomong emang, jadi gue diem diem merhatiin lo, gue cari tau tentang lo, dan soal gue yang galak itu karena gue ingin deket sama lo Sya. Jadi gimana? Lo mau nggak?” tanyanya sekali lagi.
“Iya aku mau kok” jawabku sambil tersenyum.
“Makasih Sya”. Akhirnya aku dan Kak Andra jadian, dan kami selalu bersama.

Cerpen Karangan: Tri Ambarwati

Cerpen Cinta Bersemi di Ruang OSIS merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Timeless Love

Oleh:
Siang itu, aku duduk termenung sambil menikmati cuaca yang agak mendung dan daun-daun kering yang berjatuhan karena ditiup angin yang lembut di bangku panjang tempat biasa aku menunggu angkutan

Sebelum Senja (Part I)

Oleh:
“Sebelum dia akulah nomor satu dihatimu! Sebelum dia akulah yang paling berharga dimatamu! Tapi semuanya pudar setelah dia datang!” -Suara “Suara ini siapa?” Anak itu meraih sebuah foto hitam

Percik Percik Api Di Kamar 13

Oleh:
Kuacak-acak lagi bajuku yang memang sudah berantakan. Mencari sesuatu yang sepertinya kuselipkan di bawah lipatan baju. Namun uangku sudah benar-benar hilang. Kira-kira tiga puluh ribuan yang kuletakkan di sana

Dari yang Benci Jadi Cinta

Oleh:
Muhammad Andi Yasin, biasa dipanggil Andi, awalnya aku mengenalnya karena dia suka dengan Mbakku bernama Mutia Feradesta, biasa dipanggil Mutia atau tia. Pada saat itu, Mbak Mutia sudah mempunyai

Penyesalanku

Oleh:
seiring waktu berganti tak merubah keaadan ku setelah kau tinggal pergi, prasaan cinta dn syang yg dulu hadir untukmu sedikit pun tidak berubah sampai detik ini,,, memang tak ad

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Bersemi di Ruang OSIS”

  1. Rohman says:

    Masih banyak tanda baca yang salah. Penulisan dialog yang belum tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *