Cinta Bertemu Di Pasar Malam (Part 1)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 16 June 2019

Sore yang cerah kusambut dengan meriah, bersama adikku di depan rumah. Namaku Reina Izumani, nama yang mungkin aneh di telinga kalian. Dan adikku bernama Allan Wikase, ia berusia agak jauh dariku mungkin selisih 5 tahunan. Sekarang saja umurku sudah 17, kalau adikku masih 11 tahun.

“kakak?!… bagaimana bisa ya, saat pagi matahari muncul dari timur dan tenggelam di barat?!…”. ucap adikku tiba-tiba saat kami santai di depan memakan snack.
“bagi kakak, sudah kuasa Tuhan Allan?!”. Ucapku disela-sela mengunyah makanan. Allan hanya mengganguk paham.

Kami sengaja menghabiskan hari di sini karena memang kita sering menikmati indahnya sore walau hanya di rumah untuk bersantai dan memakan snack.

Tiba-tiba seseorang berbelok ke rumah kami dengan motor maticnya, kurasa dia sahabatku.
“Reina…”. cewek itu melepaskan helmnya dan melambaikan tangannya kepadaku.
Dia benar sahabatku namanya Kuroyukhime. Dia anak paling hitz dan seksi di sekolahku, sebagian besar di sekolahku memanggilnya sang primadona walau dia harus bersaing dengan kelas sebelah yang bernama Saori Maakashima, saingannya itu tidak kalah cantiknya dengan Kuro. Mereka bersaing untuk mendapatkan hati Takumi Usui, cowok terkeren pertama di sekolah kami dan sekaligus kapten basket dan ketua osis di sekolah kami.

“mau apa kamu ke sini?…”. ucapku dengan berkacak pinggang.
“kayaknya sehari saja kak. Khime gak ketemu kakak, rasanya kak. Khime kangen kakak?!”. Ucap Allan seenak jidatnya.
“apa kamu anak kecil.., jangan ikut-ikut orang dewasa?!”. Ucap Kuro kepada Allan, seraya menjulurkan lidahnya mengejek.
“Allan kamu cepat mandi?!”. Ucapku memerintah adikku.
“baik kak?!”. Ucap Allan dan masuk ke rumah dengan berlari.

“ada apa?…”. ucapku, duduk di tempatku tadi diikuti Kuro.
“bagaimana kalau nanti malam kita ke pasar malam, refresing sebentar?!…”. ucap Kuro memohon untuk mengatakan iya kepadanya.
“sepertinya ada sesuatu, enggak biasanya kamu kayak gini kan?…”. ucapku bertanya-tanya membuat Kuro tersenyum-senyum malu.
“kamu gila ya”
“iih.., Reina?!…”. ucap Kuro mencubit lenganku.
“aduh, aduh sakit tau.., bagaimana gak gila kamu senyum-senyum sendiri lho?!”. Ucapku mengelus-elus lengan yang kena cubit Kuro.

“bagaimana?!…”. ucap Kuro.
“iya”.
“makasih Reina kamu mau ikut”. Kuro akan memeluk…
“eessstt.., tapi kamu harus jemput aku dulu?!”. Ucapku sebelum ia memelukku erat-erat. Seperti biasa sampai aku gak bisa nafas juga dia pernah.

Lama sekali kami berbincang-bincang sampai pada akhirnya Kuro pulang dan giliranku sekarang yang mandi dan bersiap untuk diajak Kuro di pasar malam.

Banyak sekali orang malam ini di sini, di pasar malam pastinya. Aku kehilangan Kuro yang tadinya izin padaku untuk membeli kapas manis. Tapi aku susul dia, dia sudah gak ada aku sempat tanya penjualnya katanya tidak ada cewek yang seumuranku beli kapas manis di kedainya. Astaga!!… Kuro selalu seperti ini kalau ada maunya. Aku terus mencari sampai aku bisa menemukannya tak sengaja aku menabrak seseorang dan aku hampir jatuh tapi secepat kilat seseorang yang menabrakku segera memegang pundakku, untuk mencegahku agar tidak jatuh. Aku mendongak ke atas dan aku dapati Oreki HoutaRou biasa dipanggil Hyouka. Dia juga teman Takumi Usui, wakil osis di sekolah kami. Dia juga cowok terkeren sekaligus terpandai di sekolah kami, banyak perbedaan antara dia dengan Takumi. Aku tak terlalu akrab dengannya, aku selalu cuek padanya karena Asuka menyukainya, Asuka teman sekelasku juga.

“kamu dengan siapa ke sini?… terus kenapa kok kayak bingung mencari seseorang?…”. ucapnya.
“apa urusanya sama kamu?!…”. ucapku cuek. Dia Cuma tesenyum, sebenarnya senyumnya manis.

“kamu lihat Kuro gak?!…”. ucapku sedikit malu.
“oh Kuro sahabat kamu?!”. Ucapnya membuatku mengangguk dan tersenyum lebar.
“iya.., aku lihat, dia di sana obrol-obrol dengan Takumi, ayo aku anterin kesana!…”. ucapnya.
“tidak usah.., terima kasih udah kasih tau, aku bisa cari dia sendiri kok!”. Ucapku dan nyelonong pergi.
Hyouka berdiri dengan tersenyum.
‘kenapa Reina sangat cantik di mataku’. Ucap Hyouka di dalam hatinya. Setelah Reina pergi dari hadapannya.

Tak lama aku melihat punggung Kuro di depannya Takumi. Saat aku akan ke sana, segerombolan cowok tak jelas ada di hadapanku menghalangi jalanku. Mereka tertawa bahagia sebagian orang membawa miras di tangannya. Karena musik yang sangat keras di sini aku tidak jelas mendengar ucapan mereka. Walau sedikit aku mengerti apa yang mereka mau. Aku melangkah mundur beberapa kali untuk menjauh dari mereka, aku sudah dicegat sama Hyouka dari belakang, ia tersenyum padaku dan menganggukkan kepala seraya membelakangiku dan melindungiku. Aku tidak mendengar apapun yang mereka katakan, sampai pada akhirnya segerombolan 4 cowok untuk menyerang Hyouka yang sendiri. Aku tak mau melihat aku menutup mata dengan tanganku juga.

“Reina?!…”. ucap Hyouka.
Aku melihat 4 cowok mabuk itu sudah jatuh semua dan yang pastinya babak belur, aku melihat Hyouka dengan tatapan yang sangat beda sulit untuk aku artikan. Di pelipis kirinya dia berdarah.
“pelipis kamu..”
“tidak apa-apa, aku kan laki, masa’ dengan kayak gini saja sakit!”. Ucapnya santai.
“gak.., ayo kamu harus ke kedai yang ada Kuro itu, nanti aku obati!”. Aku merasakan sangat bersalah. Aku berjalan duluan, diikuti Hyouka di belakangku.

Aku masuk dan langsung pinjam kotak obat di kedai itu. Sedangkan Hyouka duduk diantara Kuro dan Takumi, mereka sangat bingung kenapa pelipis Hyouka berdarah.
“ada apa dengan Hyouka?…”. tanya Takumi.
“kamu gak tanya sama Hyouka saja?!”. Ucapku cuek dan melengos saat Kuro ingin minta jawabannya.
“dia tidak mau menjawab?!”. Ucap Takumi lagi.
“ya udah.., berarti itu menjadi misteri buat kalian?!”. Ucapku.
Aku melihat mereka, mengabaikanku dan Hyouka. Mereka malah berbincang-bincang dengan sebentar-bentar tertawa. Sedangkan diriku harus mengobati pelipis Hyouka yang terluka, ini bukan apa-apa, ini balasanku untuknya karena sudah menyelamatkan aku dari preman tadi. Jadi bagaimanapun juga aku harus tanggungjawab atas pelipisnya. Aku tahu Hyouka melihatku terus, sebenarnya aku sangat gugup berada sangat dekat dengannya seperti ini. Ini terpaksa.

“jangan melihatku seperti itu, malu tahu diliatin Kuro dan Takumi!”. Ucapku menundukkan kepala, seraya tangan tetap membersihkan pelipis Hyouka.
Hyouka melihat Kuro dan Takumi sebentar “tidak …mereka sibuk sendiri kok, gak ada waktu buat mereka untuk melihat kita!”. Ucapnya. Aku selesai mengobati pelipisnya, dan aku kembalikan kotak obat seraya mengajak Kuro untuk pulang.

Sebenarnya saat aku tarik Kuro keluar dan akan pulang. Dia sepanjang perjalanannya hanya ngoceh mulu, aku pura-pura tidak mendengarnya agar tidak jadi berantem nantinya. Terpaksa aku yang harus membonceng Kuro walau dia tadinya yang bawa motor, sempat sulit mengambil kunci motor di tasnya karena Kuro marah.

Tak lama, kami sampai dirumahku aku langsung masuk meninggalkan Kuro yang terbengong abis di atas motornya. Adikku menyambutku dengan seutas senyuman, adikku belum tidur karena ibu belum pulang. Di rumah sederhana ini aku hidup bertiga bersama ibu, adikku, dan diriku. Untuk Ayah di bekerja di Malaysia, walau seperti itu ibu tetap kerja juga.

Waktu berlalu sangat cepat, setelah seminggu kejadian di pasar malam itu. Pagi ini seperti biasa aku dan Kuro duduk di depan kelas memandang lapangan basket.
“hay guys…., arigatogozaimasu ya untukmu Reina!.., karena kamu aku sudah membuka hati untuk Chan Kirito”. Ucap Asuka gembira dan duduk di sebelah Kuro.
“kamu jadian sama Kirito?…”. ucap Kuro penasaran. Asuka mengangguk mengiyakan.
“terus kenapa kamu berterima kasih padaku?…”. ucapku heran.
“karena kamu sudah membuka mataku untuk mencintai orang lain, kalau aku terus berharap sama Hyouka yang tidak pernah mencintaiku nanti aku akan semakin sakit…, dan sepertinya Hyouka menyukaimu deh?!”. Ucap Asuka.
“apa…? tidak lah?!”. Ucapku tertawa pelan.
“iya Reina.., percayalah padaku”. Ucap Asuka serius
“kamu tahu darimana sih?…”. ucapku.
“seminggu yang lalu saat kamu di pasar malam itu, kamu sempat diganggu preman kan, saat itu aku gak sengaja melihat kamu saat aku berbincang sama Hyouka, aku bilang ke Hyouka kalau kamu terancam. Hyouka langsung menghampirimu dan menyerang preman itu kan, 2 hari terlewat saat hujan kemarin itu sangat lebat, kamu tidak bisa pulang sedangkan Kuro sudah pulang duluan sama Takumi, kamu menunggu hujan reda di pagar sekolah, saat itu aku dan Hyouka abis ke ruang osis, Hyouka melihatmu dan langsung menghampirimu dan mangajakmu pulang bersama kan?”. Ucapnya panjang lebar mengingat hari-hari silam.
“itu semua benar.., kamu tidak cemburu?!”. Ucapku.
“sempat aku merasa cemburu dan iri denganmu, tapi saat Kirito datang dan mengisi selalu hati aku yang kosong, jadi semoga kamu jadian ya sama Hyouka, seperti Kuro jadian sama Takumi”. Ucap Asuka.
“kamu jadian sama Takumi?!”. Ucapku.
“kamu gak tahu Reina?!.., padahal kamu sahabatnya kan…”. ucap Asuka.
“aku tidak bilang sama kamu karena Takumi ingin menjodohkan kamu sama Hyouka!”. Ucap Kuro meyakinkanku.
“ya udah tidak apa.., tapi bilang ke Takumi jangan jodoh-jodohin gak lucu tau…”. ucapku mengancam Kuro, sedangkan ia hanya mengangguk mengiyakan ucapanku.
“Asuka liat tu.., ada Kirito, samperin sana dia liat kamu lho!”. Ucap Kuro mendorong-dorong Asuka.

Aku lihat Asuka hanya tersenyum-senyum malu, berdiri dan berjalan menuju Kirito disambutlah dengan tangan Kirito yang menjulur dan tersenyum kepada Asuka.

Tak lama, bel masuk kelas berbunyi 4 jam perjalanan pun berjalan sangat lancar dan gak ada masalah. Malampun berlanjut dengan sempurna, kebetulan adikku ingin banget ke pasar malam bersamaku jadi aku harus menuruti ucapannya.
“adik jangan jauh-jauh ya mainnya karena ini udah malam, dan ini ramai jangan ngerepotin kakak ok?!”. Ucapku, tiba-tiba hpku berdering kuangkat dan membelakangi adikku.
Ternyata yang menelepon Kuro yang menanyakan tentang PR. Ini kebiasaan pintarnya, tak lama aku selesai berbicara padanya.

“adik kamu mau…”. aku terkejut karena adikku sudah tidak ada di belakangku.
“adik.. kamu di mana?…. Allan kamu di mana?”. Aku berlari dan menangis, aku berusaha bertanya kepada para pengunjung di sini. Al hasil mereka tidak melihat adikku walau mereka sudah aku perlihatkan foto Allan.
“Allan kamu di mana?…”. gumamku seraya terduduk di tanah rerumputan aku tidak peduli orang-orang melihatku seperti orang aneh karena aku yang menangis.

Cerpen Karangan: Afbilla Fitriani Dewi
Blog / Facebook: Afbilla Bingaebing
namaku afbilla fitriani dewi, teman-temanku biasa memanggilku Billa. aku sekarang duduk di smkn 2 tegalsari, aku mengambil jurusan multimedia. aku sangat menyukai menulis dan membaca, aku juga sering membuat cerpen dan novel dengan inspirasiku sendiri. cukup ini aja ya perkenalannya.
afdewi
bangorejo, banyuwangi.
salam laros

Cerpen Cinta Bertemu Di Pasar Malam (Part 1) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Now All It’s Over

Oleh:
Awal saya mengenal dia itu dari jejaringan sosial (facebook) dia adalah sepupu teman saya. Awal kenalan sama dia itu selalu dihiasi dengan kebencian dan pertengkaran. Ya, itulah kami. Kami

The Cangar Love Memories

Oleh:
Aku angel, gadis usia 22 tahun, aku bekerja di interior. Bekerja adalah hobiku, selain dapat mengisi dompet, juga menghilangkan kejenuhan, oleh sebab itu bekerja over time tak masalah buatku.

Kita Bertemu Lagi Si Maret

Oleh:
Bruk! Uups aku tak sengaja menabrak seseorang. Seseorang itu berperawakan tinggi, memakai T-shirts abu-abu lengan pendek, Tangannya yang berkalungkan jam tangan dan beberapa gelang kecil yang warna-warni, kulit yang

The Evil That I Love You

Oleh:
Namaku Rin. Umurku tujuh belas tahun. Hobiku bermain game. Kegiatanku sehari-hari hanya seputar pergi ke sekolah, pulang, makan, main game, belajar, tidur.. dan seterusnya. Kehidupanku sama normalnya dengan jutaan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *