Cinta Bertemu Di Pasar Malam (Part 2)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 16 June 2019

Aku terus berusaha mencari adikku, semua wahana sudah aku jelajahi dan aku tanyakan kepada pemilik wahana tapi gak ada yang tahu. Sampai pada akhirnya aku di pintu masuk, aku melihat punggung anak kecil semakin aku melihatnya dan ia brbalik.
“kakak!….”. ucap Allan yang ada di bawah pohon ringin dengan lampu-lampu warna-warni yang menyala cantik. Sedikit lega melihat adikku, kulihat sesuatu yang akan jatuh menimpa adikku.

“Allan awas!….”. kututup mata tak mau melihat apa yang terjadi, ingin menolong tapi kakiku susah untuk digerakan.
“kakak!…”. suara itu, suara Allan, kubuka mata dan aku tersenyum lebar mendapati Allan yang sudah ada di depanku.
“Allan., kamu ke mana aja sih?!”. Ucapku memeluk adikku satu-satunya ini, karena adikku pendek jadi kupeluk dia dengan terduduk di tanah.
“aku bersama kak. Reki kok.., aku gak sendiri!”. Ucapnya gembira dengan tangan memegang mainan mobil.
“Reki.., siapa dia?”. Ucapku, adikku menunjuk ke arah seseorang yang bernama Reki itu, aku amati dia dengan seksama sampai akhirnya dia berbalik dan berjalan menuju adikku dan aku.
“dia juga yang udah nyelamatin aku dari jatuh material itu”. Ucap adikku lagi, aku semakin tidak percaya kalau Hyouka memang sangat baik padaku perhatian juga. Aku teringat perkataan Asuka.
‘…, dan sepertinya Hyouka menyukaimu deh?!’. Ucap Asuka langsung kuserap di dalam pikiranku, kulihat Hyouka menatapku dengan tersenyum kulihat adikku, Allan sangat nyaman bersama Hyouka.

“namanya bukan Reki, Allan?!.., tapi namanya itu Hyouka”. Ucapku mengelus pipi adikku.
“tidak.., kak. Reki sendiri kok yang bilang padaku”. Ucap adikku.
“namaku yang asli itu kan Oreki, untuk Hyouka itu adalah nama dari semua namaku Reina!”. Ucapnya merangkul adikku.

Adikku mengajak Hyouka pulang bersamaku, karena aku dan adikku tidak bawa apapun melainkan jalan kaki jadi kami semua naik mobilnya Hyouka. Allan sibuk main dengan mainan barunya, aku dan Hyouka saling diam.

“Hyouka., makasih ya udah menjaga adikku selama dia hilang dari pengawasanku tadi”. Ucapku menunduk.
“tidak masalah., tapi seharusnya kamu tahu dimana harus menjaga adik dan dimana kamu harus mengangkat telepon!”. Ucapnya seraya tangannya menyetir mobilnya ini.
“iya maaf”. Ucapku menyesal, kalau tadi gak ada Hyouka pasti aku gak bisa lihat adikku lagi.

Tak lama kami sampai di rumahku, kulihat adikku. Dia tertidur dengan tangan memeluk mainanya, aku dan Hyouka tertawa lewat hidung. Aku turun dan membuka pintu mobil yang belakang, Hyouka pun turun dan menuju ke adikku. Hyouka membopong adikku, ia bawa Allan dengan satu tangannya dan tangan lainnya menarik tanganku ke dalam rumahku. Sangat aku tidak tahu perasaan apa yang ada di hatiku ini, perasaan ini begitu dalam. Aku melihat Hyouka begitu baik denganku dan adikku.

Aku ketuk pintu rumahku.
“tuan muda.”. ucap ibuku setelah ibu membukakan pintu.
“malam bibi., ssttsss Allan tidur”. Ucap Hyouka pelan.
“oh ya.., masuk tidurkan dia di kamar atas, ada nama Allan kok di pintu kamarnya?!”. Ucap ibu menyuruh Hyouka manaruh adikku.
“ibu.., ibu kenal Hyouka?…”. ucapku mengitrograsi ibu.
“dia yang telah membantu ibu dari semua urusan, kantor yang biasa ibu kerja itu adalah kantor papanya dia, dan akan diwariskan ke dia, jadi dia ibu panggil tuan muda.., setiap kali juga ibu selalu mendengar tentang kamu darinya sayang…”. ucap Ibu dan pergi ke dapur, aku semakin seperti orang bodoh di depan tv ini.

Aku duduk di sofa, berfikir apa yang terjadi denganku dan Hyouka. Sejak saat itu semuanya tentang Hyouka, Hyouka turun dan duduk di samping sofa yang aku duduki. Kami saling diam tak aa kata yang kami ucapankan sampai pada akhirnya ibu datang membawa minuman untuk Hyouka. Cukup lama, Hyouka mengobrol dengan ibu mengabaikanku, sampai jam 10 dia baru pulang. Aku pergi ke kamar. Menghempaskan tubuh di ranjangku.

Pagi ini aku kesekolah dengan dandan yang dulu pernah aku lakukan, rambut yang terhelai panjang sampai siku tanganku kukenakan bando warna putih dengan poni di samping, hams seragam putih dengan luarnya jas dongker, rok pendek dengan dasi berwarna dongker, memamerkan kesan cantikku dulu. Bukanlah kalau pamer, kebetulan aja aku ingin banget dandan kayak gini.

“Reina kamu gak sakit kan?…”. ucap Kuro sahabatku. Aku menggeleng malas.
“kamu gak pernah lo dandan kayak gini selain di rumah”. Ucap Kuro lagi.
“kenapa sih.., iri ya?!”. Ucapku.
Perdebatan soal kecantikanku ini tidak berlangsung lama, mungkin saat di kelas berlangsung sangat lama. Aku sama sekali tidak melihat Hyouka hari ini, sempat aku tanyakan sama Takumi.

5 bulan pun terlewatkan, UN SMA ku sudah selesai. Tetap saja sampai hari ini aku tidak menemukan keberadaan Hyouka, semua orang tidak mau buka mulut tentang di mana Hyouka berada.

2 tahun kemudian, aku selesai melewati studi pertamaku di Aussie tentang pembukuan. Ku pulang ke tanah kelahiranku dan disambut meriah sama ibu dan ayahku, ibu sengaja memasakkan fried rice untukku.
“itu kardus apa Reina?”. Ucap Ayah menunjuk ke kardus yang sangat besar.
“itu PS 2 pesanan Allan Yah?!…”. ucapku. Ibu dan Ayah mengangguk paham.

“aku pulang”. Suara datang itu dari pintu masuk rumah, ternyata Allan yang pulang dari sekolahnya.
“kok udah pulang?, kan biasanya pulangnya jam 2!”. Ucapku.
“bagaimana bisa aku pulang sampai jam segitu, sedangkan kakaku yang paling cantik udah pulang ke rumah dengan membawa pesananku ini”. Ucap adikku duduk di sebelahku dan memelukku dengan rasa sayangnya padaku. Adikku sekarang sudah SMA kelas 2 dia sekolah di SMA ku dulu.
“iya.., bagaimana kalau nanti malam kita makan bakmi, aku yang traktir!”. Ucapku, membuat semua keluargaku mengangguk mantap.

Malam pun tak lama tiba juga, keluargaku kutraktir dimana bakmi disini kesukaanku dan semua teman-temanku dulu.
“kakak tahu banget bakmi kesukaanku?!”. Ucap adikku yang kebetulan duduk di sebelahku. Aku Cuma menyenggol bahunya.
Aku melihat seorang cewek yang berdiri di belakang orang yang sedang menyiapkan bakmi. Cewek itu rambutnya terhelai panjang.
“Kuro”. Kukejutkan dia dengan menepuk pelan bahunya.
“Reina., apa kabar?… aku rindu banget sama kamu tau!”. Ucapnya seraya memelukku melepaskan rindu yang 2 tahun terpendam lama.
“aku baik kok.”. ucapku.
“besok malam datang ya ke pesta pertunanganku sama Takumi?”. Ucapnya menjulurkan undangan untukku.
“kamu beneran nih sama Takumi”. Aku buka undangannya, aku terkejut.
“kenapa acaranya di pasar malam?!”. Ucapku lagi.
“tidak apa-apa.., ini rencanaku, decornya sudah disiapkan di sana sekarang”. Ucapnya lagi.
“oh ya baiklah., ”
“sampai jumpa besok ya Reina, muach, mari bibi, paman”. Ucapnya kiss pipiku dan menyapa ibu ayah lalu dia pergi. Aku kembali ke tempatku.

“kak. Khime ya kak?…”. ucap Allan dengan mulut penuh mie.
“telan dulu makanannya, baru tanya?!”. Ucapku membuat ibu dan ayah tertawa lirih.

Sampai hari yang direncanakan Kuro pun datang, aku dan Allan berangkat bersama. Aku gak tau kenapa Allan bisa ikut, dan bagaimana juga dia dapat undangan itu. Kami sampai pasar malam, di sini banyak orang bukan orang yang menonton pasar malam melainkan orang yang diundang Kuro untuk datang di pestanya. Aku cinglak-cingluk di sini, jalan kesana jalan kesini. Tapi Allan sudah hilang tak tau kemana.

“Reina.., akhirnya kamu datang juga…”. ucap Kuro yang datang bersama Takumi.
“selamat ya untuk kalian!”. Ucapku menyalami mereka. “kalian mengundang Riho iida?..”. ucapku.
“pastinya.., kita kan suka lagu dia., Takumi juga kok.., iya kan sayang?!”. Ucap Kuro masih dengan tangan bergandengan dengan Takumi. Takumi hanya mengangguk tersenyum.
“ya udah .., kamu nikmati makanannya Reina kita mau ke sana dulu?”. Ucap Takumi dan berjalan pergi bersama Kuro. Dengan senyum mengembang di bibir mereka berdua.

Aku ikut senang melihat mereka bahagia, aku jalan-jalan keluar dari decor pertunangan. Anginnya sangat deras sekali, Astaga!… sampai-sampai syalku terbang diterpa angin, aku berusah mengambilnya, sampai pada akhirnya seseorang meraihnya. Dia tinggi, putih, keren, ganteng, rambutnya agak panjang dan rapi.

“terima kasih ya..”. kuambil syalku dari cowok itu. Dan aku berbalik.
“Reina?!…”. ucap cowok itu, aku tertegun mendengar suara itu. Pernah aku mendengar suara itu tapi di mana. Cowok itu menghampiriku.
“apa kamu gak mengingat aku?..”. ucapnya dengan memegang tanganku.
“aku Hyouka”. Ucapnya lagi, aku terkejut ingin sekali menangis dan memukulinya di sini.
“kamu ke mana saja sih 2 tahun belakang ini?…”. ucapku menangis bahagia.
“aku melakukan studi teknologiku di Singapura, tidak ada seorangpun yang tahu aku ke sana?”. Ucapnya, tanpa sadar dia memelukku dan membisikkan sesuatu di telingaku.
“apa kamu mau jadi pacar aku?, aku mencintaimu, aku menunggumu sampai sekarang…”. ucapnya dalam bisikan itu.
Aku melepaskan pelukannya. “aku tidak mendengar apa yang kamu ucapkan?..”. ucapku.
“AKU MENCINTAIMU REINA?!”. Teriak Hyouka, membuat semua orang yang berada di sekeliling kami sontak melihat kami dengan tersenyum, sedetik kemudian semua sunyi. Dan suara tepukan keras datang dari tangan Kuro dan Takumi, diikuti juga semua orang di sini. Kulihat Allan bertepuk sangat keras dan sangat bahagia, seraya berteriak-teriak kalau kakaknya ini jadian dengan pangeran penyelamatnya dulu.

Aku mengangguk menerima Hyouka, Hyouka memelukku dan mengangkatku. Berputar-putar dengan dibopongnya, kebahagian yang seperti inilah yang aku mau. Bulan-bulan selanjutnya kami selalu bersama dan menjadi pasangan yang selalu mengisi satu sama lain.

The end

Cerpen Karangan: Afbilla Fitriani Dewi
Blog / Facebook: Afbilla Bingaebing
namaku afbilla fitriani dewi, teman-temanku biasa memanggilku Billa. aku sekarang duduk di smkn 2 tegalsari, aku mengambil jurusan multimedia. aku sangat menyukai menulis dan membaca, aku juga sering membuat cerpen dan novel dengan inspirasiku sendiri. cukup ini aja ya perkenalannya.
afdewi
bangorejo, banyuwangi.
salam laros

Cerpen Cinta Bertemu Di Pasar Malam (Part 2) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menunggu Senja

Oleh:
Melangkahku dalam sudut, Bergaungku dalam lembut, Menariku dalam kabut, Dan senja belum lagi datang menyambut Rinai kembali bergemiricik di sore hari. Membuat basah kuyup Rega saat ia harus pulang

Tentang Mencintai dan Dihianati

Oleh:
Suara gemuruh sorak bergembira teman teman sekolahku memenuhi halaman sekolah mendengar pengumuman hasil UN di SMA ku (Salah satu SMA di Pekalongan) 100% lulus. Begitupun aku dan teman teman

Pararelia

Oleh:
Aku masih terduduk di salah satu sudut ruangan. Menatap layar monitor yang menyala dihadapanku saat ini. Entah apa yang aku buka. Hanya sesekali kulihat lalu aku tutup kembali. Pikiranku

Merindu

Oleh:
Namaku adalah Dimas aku adalah anak pindahan dari kampung yang ingin bersekolah SDN di jakarta ini ceritaku. Pada waktu pendaftaran aku telah mendaftar di berbagai sekolah yang dekat dengan

Believe

Oleh:
Aku adalah seorang wanita yang sulit percaya, mengerti, atau sekedar mengaharapkan suatu rasa yang tak pasti. Sesuatu yang tak pasti itu tak penting untukku. Mana mungkin aku menginginkan sesuatu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *