Cinta dalam Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 June 2019

Hai, gua Rama, gua adalah salah seorang murid yang baru saja memasuki tahun ajaran baru di sekolah.
Gua itu orangnya culun, gak pekaan dan lain lain. Bisa dibilang sih, lebih banyak kurangnya dari pada lebihnya.. Tapi, ada kelebihan yang gua jadikan andalan sampai saat ini, yaitu tampang gua dan keahlian gua dalam memainkan gitar… haha..
Kalau dalam urusan cinta,
Gua itu orangnya perfectionist dalam memilih pasangan.. dan gua juga bakal protektif sama pasangan gua nanti..

Dari pada lama lama, langsung aja…
Jadi kisah gua dimulai saat hari pertama masuk sekolah.
Tanggal 18 Juli 2015 Adalah hari dimana gua masuk sekolah.
Waktu itu gua belum kenal sama orang orang di sana. Dan gak tau kenapa, gua merasa asing ada di sekolah itu..
Gua terdiam dan merenung “kenapa gua bisa ada di sekolah ini”
Tiba tiba suara keras pun terdengar dari speaker sekolah “Semua peserta didik ajaran baru harap untuk berbaris di lapangan untuk melakukan pembagian kelas”
Akhirnya gua bangun dari renungan gua dan gua pun bergegas ke lapangan.

Setelah itu, semua peserta didik ajaran baru, berbaris rapi di lapangan layaknya pasukan yang siap untuk perang.
Satu persatu nama pun disebutkan oleh Pembimbing kami.
Dan akhirnya, nama gua disebut
“Rama kelas 7B” ujar Pembimbing kami.
Karena gua belum kenal dengan orang orang di sana, jadi gua gak tau gua sekelas sama siapa aja.

Setelah pembagian kelas, pembimbing kami menuntun kami ke aula untuk melakukan kegiatan MPLS. Kami semua duduk di bangku yang telah di sediakan oleh panitia.
“Laki-laki di depan dan perempuan di belakang”, ujar Panitia sambil menggunakan Microphone hitam.

Saat kegiatan berlangsung, gua gak sengaja melihat ke bagian perempuan, dan secara spontan mata gua langsung melihat seorang perempuan dengan kacamata yang terpajang di atas kepalanya.
Selama kegiatan MPLS, gua jadi gak konsentrasi karena ngeliatin si perempuan itu terus.
Gak tau kenapa, gua nyaman aja kalau ngeliatin dia.

Setelah kegiatan MPLS selesai, Kami disuruh kembali ke kelas untuk melakukan penghiasan kelas..
Waktu gua ke kelas, ternyata, dia adalah temen sekelas gua. Dan Akhirnya gua kenalan sama dia.
Waktu menghias kelas, gak tau kenapa, gua sama dia langsung nyambung, kayak orang yang udah lama kenal.

Hari hari pun mulai berjalan mengikuti alur yang telah diciptakan
Semakin hari, gua semakin deket sama dia..
Kita makin sering ngobrol bareng, makin sering bercanda bareng, makin sering main bareng, dan lain lain.

Waktu kerasa cepet banget.
Sampe sampe gua gak sadar kalau semester 1 udah mau selesai.

Di semester 2, kita jadi sahabat.
Udah tau sifat, hobi, kekurangan, dan kelebihan masing-masing.
Kita gak takut untuk terbuka satu sama lain…
Terus di semester 2, gua juga malah makin sering ngejailin dia, bikin dia nangis, bikin dia baper, main gitar buat dia dan lain lain. Dan dia juga selalu nyemangatin gua kalau gua lagi ada masalah… pokoknya gua sama dia itu, bisa dibilang saling melengkapi.

Semester 2 pun berakhir. Dan kita naik kelas 8.
Di kelas 8, kita sekelas lagi.
Sebenernya bosen sih dari kelas 7 bareng dia terus, tapi gua seneng seneng aja..
Karena gua bisa makin sering ngejailin dia, bisa makin sering nangisin dia, bisa makin sering bikin dia baper.. haha.
Tapi yang paling penting, gua bisa bareng terus sama dia, gua gak mau ada orang yang ganggu dia, karena gua sayang sama dia.
Tapi semakin lama di kelas 8, gua merasa kalau sayang gua sama dia itu, beda dengan dulu. Disitu gua takut buat bilang perasaan gua sama dia. Karena gua takut, kalau misalnya perasaan gua ini bisa buat persahabatan kita jadi berantakan. Akhirnya gua coba untuk menjauh dari dia.
Tapi…
Gua gak bisa. Gua itu ibaratkan semut yang melihat gula. Gua gak bisa jauh jauh dari dia.

Akhirnya kelas 8 pun berakhir, dengan Cinta di dalam Sahabat.

Tanggal 10 Juni 2017 bertepatan dengan bulan puasa, temen gua mengundang gua dan dia untuk mengikuti acara buka bersama di rumahnya, di sana gua penasaran banget siapa yang ada di hati dia… pokoknya gua tanya tanyain terus lah…
Setelah lama gua bujuk, akhirnya dia buka mulut dengan berkata
“kalau lu mau tau gua suka sama siapa, lu dulu dong yang kasih tau kalau lu suka sama siapa, Janji ya!”, kata dia.
Dengan gugup, gua jawab “I i i yaaa, gua janji”
Badan gua langsung panas dingin dan deg degan waktu itu, tadinya gua yang maksa, sekarang malah dia yang maksa gua supaya gua buka mulut.

Gua mencoba untuk mengalihkan pembicaran, dan cara itu berhasil, tapi gak bertahan lama.
Parahnya waktu pulang kita seangkot, dan dia inget sama janji kita, dia maksa maksa gua terus ..
“Ramaaaaa, lu kan tadi udah janji mau ngasih tau gua… Ayolah kasih tau!!!” kata dia.
“Tapi nanti lu juga kasih tau gua yaaaa… kan tadi kita udah janji..” jawab gua.
“Iyaaa sahabat gua yang paling baik, ganteng, jago main gitar!!!”, jawab dia lagi.
Akhirnya, gua pasrah… dengan badan panas dingin gua memberanikan diri mendekatkan mulut gua ke telinga dia… dan gua membuka semuanya.
“gua sayang sama lu lebih dari sahabat, dan itu udah lama. Tapi gua takut, kalau misalnya gua ngomong tentang perasaan gua yang sebenarnya ke lu, nanti persahabatan lu sama gua jadi berantakan.”
Lalu tiba tiba dia tersenyum sambil menjawab.
“Rama, gua juga sayang sama lu lebih dari seorang sahabat, dan gua gak tau perasaan itu kapan datangnya. Gua mencoba buat jauh dari lu, tapi gua gak bisa, gua gak bisa melewati satu hari pun tanpa komunikasi sama lu. Puluhan kali gua coba move on dari lu, gua tetep gak bisa, lu itu satu satunya orang yang bisa bikin gua nyaman, dan satu satunya orang yang bisa bikin gua lupa sama masalah yang gua hadapin. Gua sayang banget sama lu Ram, gua juga takut, kalau misalnya gua ngomong perasaan gua yang sebenarnya ke lu, persahabatan kita jadi berantakan”

Disitu gua gak bisa berkata kata lagi.
Lidah gua kaku, gua gak bisa mengeluarkan sepatah kata pun setelah mendengar kata-kata indah yang terucap dari mulutnya
Gua merasa, semua burung-burung bernyanyi melihat kebahagiaan gua di hari itu.
Rasanya ingin teriak, tapi gak bisa…
Gua hanya bisa berkata dalam hati…
“ternyata kita saling menunggu tapi kita tidak tau”

Moment itu adalah moment yang sangat bersejarah bagi gua…
Karena semua rasa senang, sedih, marah, mencampur layaknya air laut yang membawa pasir di dalamnya.

Semenjak hari itu, semuanya berubah.
Karena sekarang…
Gua dan lu
menjadi Aku dan Kamu.

THE END

Cerpen Karangan: Sutan Pasha
Blog / Facebook: Sutan Pasha
TTL: Bekasi, 24 Desember 2002
Saya baru baru saja memiliki keinginan sebagai cerpenis, jadi maaf bila ada kesalahan kesalahan dalam penulisan cerita yang saya buat.
Terima kasih atas pengertiannya.

Cerpen Cinta dalam Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takdir Nya Tak Terduga

Oleh:
Selama tiga Tahun terakhir Aku menjaga kesetiaan untuknya. Aku tidak pernah melirik siapapun yang menyatakan perasaan padaku. Aku tidak berani bermain api di belakangnya. Karena itu, aku juga mengharapkan

Harapan Mati

Oleh:
Siang ini sangat membosankan. Guru yang seharusnya mengajar siang ini sedang sakit. Jadi, ia tidak masuk hari ini. Suasana kelas yang ribut disertai cuaca yang panas membuatku serasa di

Iris (Part 1)

Oleh:
Apa yang akan kalian lakukan, jika seorang wanita berusaha mendekati kalian? Menjauh? Ya, itu mungkin pilihan sebagian besar laki-laki. Termasuk aku. Aku pun tak mengerti mengapa begitu pada awalnya.

Batu di Balik Udang

Oleh:
“Felly! Ini berkas yang lo butuhin untuk stock barang dari para klien,” kata Riska dengan menyerahkan map berwarna biru. “Hmmmm.. tumben banget cepet kerjaannya. Biasanya, lo selalu molor kalau

Lara

Oleh:
Aku terdiam. Aku sendiri tak tahu pilihan yang kuambil ini benar atau tidak, tapi kurasa… Yah! Semoga saja aku tidak menyesal nantinya. Tanpa bicara lagi, kubalikkan tubuhku. Dari sudut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *