Cinta dalam Secangkir Moka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Sedih
Lolos moderasi pada: 30 November 2012

Deras hujan membuatku mual tuk menatap jendela kayu tua,tugas kantor yang membuatku pening menumpuk seperti pohon cemara yang teruntai menjadi suatu keindahan langka.tak selang beberapa lama langit berhenti menangis,ku berfikir ingin membuang beban derita ini dengan berjalan-jalan,ku susuri sepanjang jalan,namun dahagaku mulai merangkak tak terbendung,di sekitar jalan kulihat pejual kopi yang sudah menjadi tradisi,tanpa memilih kududuk di bangku tua dari bambu.ku pesan segelas kopi rasa moka ,sambil menunduk membaca pesan singkat dari teman di seberang sana,tanpa sadar aku mendengar suara halus,tak kusangka perempuan bertutur kata halus menyodoriku secangkir kopi,jantungku berdebar,sekali-kali kutatap matanya,dia hanya tertunduk malu.namun malam kian larut memaksaku pulang.di setiap langkah aku selalu terbayang wajahnya.hari berikutnya kuoesan menu favoritku,ku ciba berbincang dengannya,ku coba mendekatinya.

malam itu begitu gelap namun menurutku tetap terang sambil menerawang mimpi-mimpi,di kantor seperti biasa diriku merasa jenuh,ku tulis kata-kata yang tak kumengerti kukirim keseseorang disana yang kuberi nama cinta,kian lama aku tenggelam dalam cinta secangkir mokka,setiap hari tanpa bosan ku dekati,ku telepon,ku coba memupuk benih cinta ini agar suatu saat aku dapat memetik hasilnya.

suatu waktu saat aku sedang menikmati makan siang di kantor,tiba-tiba hpku berbunyi keras,kuangkat dan kudengar,sura yang membuatku bergegas meninggalkan kantor menuju rumah sakit.kabar yang membuatku sedih,pujaan hatiku mengalami kecelakaan hebat,sesampainya di rumah sakit,ku berlari menuju kamar tempat dia di rawat,kulihat di terbaring lemas,aku bersyukur mungkin tuhan masih memberiku kesempatan,

dengan khawatir aku mendorong semnagat hidupnya merajut rumah tangga bersama.namun dengan begitu lemas dia menyatakan kata cinta yang selam ini ingin kudengar setelah sekian lama,aku berusaha menenangkannya,namun apa daya tuhan berkehendak lain dia pergi untuk selamanya,ku peluk dan ku tangisi kepergiannya itu untuk selamanya,walau tak bisa kuterima.terkadang memang cinta tak selalu berbuah manis sesuai yang kita harapkan.tapi jangan menyerah untuk mendapatkannyya

Cerpen Karangan: Sanyogi
Blog: yosanyo.blogspot.com
sekolah = SMK TI GARUDA NUSANTARA CIMAHI

Cerpen Cinta dalam Secangkir Moka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pelangi Sesudah Hujan

Oleh:
Hujan… Memang tak terlalu deras, tapi sudah cukup untuk membuat seragam ku basah setidaknya aku sendirian, aku menyukai hujan tapi bukan karena aku menyukai basahnya aku hanya menyukai airnya

Suka Sama Suka

Oleh:
Aku Lala usiaku 20 tahun, aku kuliah di Universitas ternama di Bandung. Aku sudah lama ditinggal oleh papaku, semenjak aku usia 10 tahun. Hingga kini aku tumbuh dewasa. Sebagai

Pengagum Mu

Oleh:
Pagi yang cerah, hari ini aku ada kegiatan hiking, rasanya malas sekali untuk pergi tapi dengan tekad dan semangat, akhirnya aku pergi juga sesampainya di tempat pertemuan, niat ini

Saipus

Oleh:
“Saipus… Ayo sini!” teriak Pipit memanggil kucingnya. Saipus pun berlari menghampiri majikannya. Pipit mengelus kepala Saipus. “Anak manis…”. Kata pipit sembari tersenyum melihat saipus seakan manja padanya. Ya, semenjak

06.25 AM Ali

Oleh:
Gadis itu memelukku sangat erat, seakan takut aku pergi. Sebagai balasannya aku kembali memeluknya, membelai helai rambutnya yang terasa lemnbut. Mungkin aku memang membutuhkan saat seperti ini, aku harap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *