Cinta dan Pengorbanan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 17 November 2018

Cinta dan pengorbanan. Hidup harus penuh dengan pengorbanan. Begitu pun dengan cinta. Tanpa pengorbanan hidup tidak akan berarti apa-apa. Tanpa pengorbanan cinta tak mungkin bisa bersatu.

Seorang gadis tengah bercakap-cakap di telepon. Gadis ini bernama Via.
“Oh, oke gue tunggu loe di cafe biasa ya. Bye!” Sambungan telepon pun terputus. Tiba-tiba… BRUUKKK!!!
“Aww…” ringis Via. Ternyata seorang cowok tak sengaja menabraknya.
“Ehh, sorry-sorry gue gak sengaja” Ucap cowok itu.
Woww… ternyata cowok manis, putih, tinggi, dan keren yang telah menabrak Via. Dia pun mengulurkan tangannya bermaksud untuk membantu Via berdiri.
“Sorry ya gue tadi buru-buru jadi gak lihat ada loe di depan” Ujarnya sambil terus meminta maaf pada Via.
“I..i..iya gak apa-apa. Salah gue juga jalan gak lihat-lihat” Jawab Via tergagap akibat nervous.
Suara handphone pun berdering.
“Halo.. iya gue langsung ke sana”
“Eh, gue duluan ya. Sorry ya yang tadi. Bye!”
Tanpa mendengar jawaban dari Via cowok itu langsung berjalan menuju mobilnya yang terparkir di depan cafe itu.

Setelah itu Via pun langsung masuk ke cafe untuk menunggu sahabatnya. Lima belas menit berlalu, Laras, sahabat Via akhirnya datang juga.
“Hai Vi, lama ya sorry tadi gue habis nganterin Mama ke butik dulu.”
“Gak kok santai aja kali, Ras” Jawab Via
“Eh, kenapa tuh baju loe kotor gitu?” tanya Laras sambil menunjuk baju Via.
“Oh ini tadi gue habis tabrakan sama cowok” Jawab Via sambil tersenyum.
“Hah?”
“Eh, Ras tau gak cowok itu manis, tinggi, putih, keren lagi. Baru kali ini gue ketemu cowok kayak dia” Ujar Via sambil membayangkan kejadian tadi.
“Loe norak ya Vi, cowok gitu mah banyak kali. Mau loe kemanain tuh si Aldy?”
“Ishh.. loe kok gitu sih Ras sama sahabat sendiri. Aldy tuh udah bukan siapa-siapanya gue lagi, dia itu mantan gue” Jawab Via dengan muka cemberut. Laras hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan Via.

Satu minggu pun berlalu.
Suatu pagi, pagi hari yang begitu indah buat Via. Pagi yang penuh ceria, matahari bersinar begitu terang. Via mengawali pagi ini dengan penuh semangat baru. Semangat untuk pergi ke kampus.

Tapi sayang, pagi yang awalnya penuh semangat berubah menjadi pagi yang menurut Via sangat menyebalkan. Aldy, ya Aldy kini dia kembali mengusik ketenangan Via. Aldy, masa lalu Via yang sangat mengecewakan, cowok yang udah bikin Via sakit, sakit karena ulahnya. Selingkuh.. dia selingkuh di depan mata Via sendiri. Hal yang bikin Via makin membencinya yaitu dia lupa atas perbuatannya, dia merasa tidak punya salah sedikit pun. Dan kini dia kembali mengejar Via untuk kembali seperti dulu, namun Via juga bersikukuh untuk tidak menerima Aldy lagi. Kadang Via merasa bosan dengan hidupnya. Kenapa harus mencintai Aldy, dan kenapa harus Aldy yang menyakitinya di saat dia benar-benar tulus mencintai Aldy.

“Hai cantik, mau ke mana aku temenin ya?” Tawar Aldy pada Via.
“Gue mau ke perpus, kenapa sih loe selalu ngikutin gue kemana pun gue pergi. Risih tau gak, pergi deh loe sana” Bentak Via pada Aldy.
“Sewot amat sih cantik, entar cantiknya hilang loh” Aldy terus menggoda Via.
Amarah Via pun membuncah.
“Eh, loe bisa gak sih gak harus ngikutin gue kayak gini. Gue tuh udah bukan siapa-siapanya loe lagi, ngerti gak sih loe”
“Oh jadi ini sifat aslinya Via, cewek cantik idola kampus, yang selama ini gue kenal sebagai cewek baik dan ramah. Ternyata itu cuma topeng, nyesel gue kenal sama loe. Oke mulai sekarang gue gak bakal lagi ganggu loe” Ujar Aldy penuh emosi.
“Bagus dong jadi gue gak perlu marah-marah gak jelas lagi sama loe” Via pun berlalu dari hadapan Aldy yang masih berdiri di tempatnya.

Akhirnya Via terbebas dari Aldy, udah dari dulu dia menantikan saat-saat seperti ini. Hari-haripun berlalu dengan cepat, bersamaan dengan itu kini Aldy tidak pernah mengganggu Via bertemu pun tak meliriknya sama sekali. Tapi Via tak ambil pusing dia malah senang karena tak ada lagi yang mengganggunya.

Hari Minggu, hari dimana Via kembali bertemu dengan cowok yang pernah menabraknya tempo hari. Cowok yang ia temui di depan cafe. Cowok yang selama ini dia kagumi diam-diam tanpa tahu siapa dia sebenarnya.
Saat itu Via sedang duduk sendiri di dalam cafe.
“Hai.. boleh gabung gak?” Tanya seseorang, ya dia cowok yang selama ini Via kagumi. Via pun mengangguk setuju.
“Loe kan yang waktu itu…” Ucap Via terpotong.
“Iya gue yang waktu itu nabrak loe” Jawabnya dengan senyum manis.
“Kenalin gue Kevin, loe siapa?” Cowok yang ternyata bernama Kevin itu lebih dulu berkenalan dan mengulurkan tangannya pada Via. Via pun membalasnya.
“Gue Via” Jawab Via singkat.
“Hmm.. nama yang cantik seperti orangnya” Ujarnya tanpa menghilangkan senyumannya. Via pun tersipu malu mendengar kata-kata Kevin.

Canda tawa pun terjadi, seperti sudah saling mengenal satu sama lain sebelumnya, mereka saling bertukar cerita dan saling beranggapan.
Semenjak itu, kini Via dan Kevin jadi lebih akrab dan sering jalan bareng. Bahkan tak sungkan lagi Kevin selalu mengantar jemput Via di kampus.

Suatu ketika Via bercerita pada Laras.
“Vi, loe sering jalan bareng sama cowok itu?” Tanya Laras.
“Kevin maksud loe? Iya gue sering jalan bareng sama dia, seneng deh rasanya” Jawab Via dengan senyum mengembang.
“Awas loe ya suatu saat loe bisa suka sama dia. Cinta datang tiba-tiba” Ujar Laras pada Via.
“Ahh.. gak bakalan lah, Ras. Gue cuma salah satu pengagumnya aja kok gak lebih” Ucap Via menyangkal kata-kata Laras. Padahal jauh di lubuk hatinya Via menyimpan rasa pada Kevin.
“Takdir kan gak ada yang tahu, Vi. Kita lihat aja nanti”
Via hanya mengedikkan bahunya, dalam hatinya Via berharap Kevin memiliki perasaan yang sama seperti halnya dirinya.

Enam bulan telah berlalu. Semenjak itu pun hubungan antara Via dan Kevin menjadi sangat dekat.

Hingga suatu hari tanpa Via sangka, Kevin benar-benar menyatakan cintanya pada Via. Entah apa yang Via rasakan sekarang, tentunya dia senang sekali dan dia langsung menerima cinta Kevin. Karena memang Via juga sanfat mencintainya, melebihi cinta terhadap dirinya sendiri. Kini Via dan Kevin resmi menjadi sepasang kekasih. Hari-hari Via kini penuh dengan keindahan dan kebahagiaan, tak pernah Via sangka sebelumnya kini Kevin bisa menjadi pendamping hidupnya.

Via sangat berharap dengan hubungannya yang sekarang semuanya berjalan lancar. Tak ada lagi sama yang namanya pengkhianatan. Dia yakin Kevin cowok yang baik dan bertanggungjawab gak mungkin kalau dia sampai mnyakiti cewek yang sangat dia cintai.

Tapi sayang sungguh sayang hubungan mereka ternyata tak direstui oleh orangtua Kevin. Mereka tak tahu apa alasannya kenapa orangtua Kevin sampai gak merestui hubungan mereka. Tapi Kevin bertekad untuk memperjuangkan cintanya. Tak ada yang lebih indah dari cinta. Cinta butuh pengorbanan karena itu Kevin bersikeras untuk memperjuangkan kisah cintanya yang indah itu. Tak peduli akan orangtuanya yang tak merestui hubungan mereka, tak peduli apa resikonya nanti. Yang penting buat Kevin yaitu cintanya harus bertahan selamanya takkan kandas di tengah jalan.

Kevin yakin suatu saat nanti pasti orangtuanya merestui hubungan mereka. Karena Kevin tahu, setiap orangtua menginginkan anaknya untuk hidup bahagia.

Tak ada satu orang pun yang tahu kapan keajaiban itu datang. Tuhan yang membuatnya dan Tuhan yang mengetahuinya. Setelah berminggu-minggu Kevin dan Via terlena karena cintanya yang tak direstui itu, kini orangtua Kevin akhirnya merestui hubungan mereka. Mereka sadar kebahagiaan anak itu segala-galanya dan kebahagiaan Kevin yaitu bisa hidup bersama Via selamanya.

Hidup adalah sebuah kenikmatan. Kesetiaan adalah segalanya. Kasih sayang merupakan salah satu bentuk dari cinta. Dan cinta adalah anugerah yang harus kita syukuri.

End

Cerpen Karangan: Novia Lestari
Blog / Facebook: Noviia Lestarii

Cerpen Cinta dan Pengorbanan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintamu Adalah Bahagiaku

Oleh:
Berdiri di sebuah suasana yang begitu sunyi dan tak dapat ku temui siapa pun. Hati ini mengharapkan ketenangan yang abadi. Kamu begitu berarti untukku lupakan. Ketika cuaca mulai mendung

Rindu Untukmu

Oleh:
Setelah sekian bulan menunggu, akhirnya liburan semester pun datang. Semua penghuni kos melati satu per satu mulai sepi. Resya masih sibuk mengemasi barang-barang di kamar kosnya. Urfa yang sudah

Empat Kata Yang Terlambat

Oleh:
Seperti biasa, suara tertawa ibuku terdengar nyaring di telinga. Aku pun mulai tak nyaman disertai konsentrasi yang semakin memudar. Sejenak aku berpikir, “Apa sih serunya sebuah sinetron di televisi?

Selayaknya Kisah Mereka

Oleh:
Satu persatu helaian daun mulai berguguran. Angin seakan begitu bahagia menggoda daun-daun untuk lepas dari belenggu batang agar ikut menari indah sesuai lantunan iramanya. Di negeriku memang tak mengenal

The Pending Gift

Oleh:
Resti Sellaria atau kerap dipanggil sella merupakan sosok perempuan yang cuek dengan gaya yang terkesan berantakan serta urak-urakan dan gaya bicara yang acuh, gadis 24 tahun itu tiba-tiba saja

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *