Cinta Di Gedung Seberang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Kisah Nyata, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 May 2018

Pada akhir bulan Juli 2016 di LPI Al Azhar, tepatnya pada saat Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dimulai. Ada seorang siswa yang bernama Fachrur, ia duduk di bangku kelas (ANU) SMK Al Azhar. Pagi itu, dia melihat seorang siswi berkacamata yang memarkir motornya di parkiran sekolah LPI Al Azhar dari lantai 3 gedung C SMK Al Azhar. Entah apa yang menarik dari perempuan itu hingga Fachrur merasa kagum dan penasaran padanya, mungkin itu yang dinamakan cinta pandangan pertama “hmm mungkin.

Hari demi hari berlalu, rasa penasaran Fachrur kepada si perempuan tersebut pun semakin bertambah, sehingga dia memberanikan diri bertanya kepada teman-temannya siapakah perempuan misterius yang mampu memikat hatinya, akan tetapi teman-temannya tidak ada yang mengenal perempuan itu.

Hingga pada suatu hari teman dekat Fachrur yang bisa dibilang teman dari kecil juga memiliki rasa kagum kepada perempuan itu, ia bernama Tama, sekaligus teman sekelas Fachrur. Dia termasuk laki-laki yang gentle, karena keberaniannya untuk meminta pin BBM perempuan itu kepada kakak kelas XII SMA Al Azhar. Setelah mendapatkan pin BBMnya, tanpa ragu Tama memulai obrolan lewat BBM dengan perempuan itu. Karena si perempuan tersebut belum mengenal Tama, jadi dia membalas chatting Tama dengan singkat. Awalnya mereka hanya berkenalan dan tahu nama serta kelas, pada akhirnya topik chatting mereka berlanjut ke bercanda gurau. Dan ternyata perempuan itu bernama Tya, ia duduk di bangku kelas (ANU) SMA Al Azhar.

Tama sering memamerkan beberapa isi chat-nya bersama Tya kepada Fachrur yang membuat Fachrur jengkel. Sering pula Tama berbicara kepada Tya bahwa temannya yang bernama Fachrur menyukainya. Awalnya Tya acuh dengan segala pembicaraan itu, akan tetapi lama-kelamaan Tya juga penasaran dengan si Fachrur ini. Tidak lama Fachrur juga mempunyai pin BBM Tya. Fachrur tidak seperti Tama, dia termasuk laki-laki yang pemalu. Meskipun dia sudah memiliki kontak blackberry messenger perempuan yang ia cari-cari, tetapi dia tidak berani mengirim pesan kepadanya.

Pada suatu malam, Tya sibuk dengan handphone-nya di kamar sembari bertanya-tanya siapakah Fachrur itu, “Dia punya kontak bbmku, tapi kok nggak nge-chat ya? Hmm, sebenernya jadi suka apa nggak sih?” gumam Tya dalam hati sambil tertawa kecil. Dengan sikap juteknya Tya, ia memulai obrolan lewat BBM. Sebenarnya Tya bingung mencari topik untuk bahan obrolan, tetapi Tya ingat bahwa pernah ada teman Fachrur yang bicara kepada Tya, “Sebenernya Fachrur ikut ekstrakurikuler band, dia jadi vokalis, tapi dia ngga pernah hadir karena malu nggak ada temennya”. Dari situlah Tya mendapat ide untuk memulai obrolan dengan Fachrur.

Tya: “Jadi ikut band?”
Fachrur: “Belum tau, lihat aja besok ada temennya atau engga.”
Tya: “Kalau jadi, hafalin lagu Cassandra yang cinta terbaik!”
Fachrur: “Oh iya, terimakasih atas infonya.”
Tya: “Ya.”
Singkat memang obrolan mereka. Begitulah Tya, jutek dan suka gengsi. Wajar saja, dia memiliki sikap seperti laki-laki, jadi dia tidak mau terlihat lemah di depan semua orang.

Tidak lama kemudian Fachrur meminta nomor telepon Tya.
“Boleh minta nomor telepon?”
“083830xxxxxx”, jawab Tya. Fachrur merasa heran, karena tanpa pikir panjang Tya langsung memberi nomor teleponnya.
“Wih langsung dikasih”
“Iya, biar kamu nggak iri sama Tama yang juga punya nomor teleponku.”, sahut Tya.
“Wkwk, ya enggalah.”

Tiba-tiba handphone Tya menerima pesan masuk dari nomor tidak dikenal, “Malam”. Tya pikir itu pesan dari Fachrur dan ternyata benar, pesan itu dari Fachrur. Akan tetapi, Tya mengabaikan pesan itu, dia tidak membalas pesan dari Fachrur. Keesokan harinya pun seperti itu, pesan masuk yang sama dengan pengirim yang sama juga. Hingga tiga kali pesan masuk itu dikirim oleh Fachrur tapi tidak ada satu pun balasan dari Tya.

Di Sekolah
Pagi itu, aktifitas siswa-siswi LPI Al Azhar berjalan seperti biasa. Siswa SMK Al Azhar yang berada di lantai 3 gedung C banyak yang duduk-duduk di samping kelas, karena memang sedang tidak ada guru yang mengajar. Tya yang kelasnya terdapat di gedung D atau lebih tepatnya berseberangan dengan gedung C itu berjalan menyusuri lorong kelas, dia berjalan ke samping kelas XI Intensif B. Tya melihat sesosok pria beralis tebal sedang berbicara dengan temannya, Tya terus menatapnya tanpa menghiraukan orang di sekitarnya. Pria itu adalah Fachrur, orang yang kagum dengan Tya dan berhasil membuat Tya kagum pula kepadanya. Tidak lama kemudian Tya kembali ke kelas, karena memang waktu itu Tya keluar kelas disaat jam pelajaraan kosong.

Singkat cerita, hubungan mereka semakin dekat layaknya remaja yang sudah memiliki status hubungan. Panggilan “Sayang” bagi mereka bukan lagi hal tabu. Lalu bagaimana dengan Tama? Ada konflik di antara Tama dan Fachrur, mereka sering saling mengejek sewaktu di kelas. Hingga pada suatu hari teman sekelas mereka yang bernama Adi menghampiri Fachrur, ia bertanya pada Fachrur, “Kamu pilih cewek apa temen?”. Dengan polosnya Fachrur menjawab, “Temen lah.”
“Kalau emang kamu milih temen, nggak usah main cewek!”, ujar Adi.

Keesokan harinya saat libur sekolah, Tya dan Fachrur bertemu di sebuah tempat nongkrong. Banyak hal yang sedang mereka bicarakan, salah satunya adalah kejadian yang menimpa Fachrur saat di kelas, Fachrur bercerita semuanya kepada Tya. Tya yang mendengar cerita itu dari Fachrur langsung menunjukkan kemarahannya,
“Terus kamu diem aja? Iya? Kalau misalnya kamu digituin lagi bilang aja gini ke Adi, “emang kalau Tama yang deket sama Tya, kamu bakal nanya ke Tama gini?” Nggak usah takut dibully, emang apa gunanya temen sih? Suka duka bareng? Duka bareng gimana maksudnya? Ada ban motor temen bocor terus dorong motor bareng, iya? Emang kalau kamu sakit yang bawa ke dokter siapa? Temen kamu? Yang ngerawat kamu siapa? Temen kamu juga? Gila ya, aku nggak habis pikir sama temen-temen kamu itu. Kalau ada apa-apa lagi cerita sama aku!”, ucap Tya dengan cerewetnya. Fachrur yang duduk di samping Tya itu pun hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Berminggu-minggu Tya menjalani hubungan tanpa status bersama Fachrur. Sering kali saat di kelas Tya menulis surat untuk Fachrur.
I DEAR YOU. LOVE YOU MORE. DON’T LET ME GO. STAY WITH YOU. MISS YOU JEK
Begitulah salah satu isi secarik kertas yang diberikan Tya kepada Fachrur. Dia memberikan suratnya langsung kepada Fachrur, entah saat bertemu Fachrur di lapangan sekolah, ataupun saat sepulang sekolah.

Pada malam harinya, Tya dan Fachrur berbicara lewat telepon. Entah memang Fachrur benar-benar tidak mengerti arti dari surat yang diberikan oleh Tya atau Fachrur hanya ingin menggoda Tya.

Fachrur: “Surat yang tadi artinya apa? Aku nggak tau.”
Tya: “Beneran nggak tau? Setau aku kamu bisa Bahasa Inggris deh.”
Fachrur: “Iya nggak tau, emang artinya apa?”
Tya: “Bacain aja kalimatnya satu persatu, nanti aku artiin.”
Fachrur: “I dear you.”
Tya: “Aku sayang kamu.”
Fachrur: “Aku juga sayang kamu.”
Tya: “Ewh.” (sambil tertawa kegirangan)
Fachrur: “Don’t let me go.”
Tya: “Jangan biarkan aku pergi.”
Fachrur: “Iya nanti aku iket pakai tali biar nggak bisa ke mana-mana.”
Tya: “Haha apaan sih?”
Fachrur: “Bener kan? Biar kamu sama aku terus.”
Tya: “Iya deh iya, terserah kamu.”
Fachrur: “Lanjut lagi ya, stay with you.”
Tya: “Pasti tau lah.”
Fachrur: “Miss you jek.”
Tya: “Kangen kamu jek.”
Fachrur: “Kangen kamu juga prim.”
Mereka tertawa bebarengan. Masih banyak lagi yang mereka perbincangkan lewat telepon malam itu.

“Ada satu lagu yang dinyanyikan Fachrur dan tidak pernah dilupakan oleh Tya, bahkan Tya sering menyanyikannya”.

What would I do without your smart mouth
Drawing me in and you kicking me out
Got my head spinning, no kidding
I can’t pin you down
What’s going on in that beautiful mind
I’m on your magical mystery ride
And I’m so dizzy
Don’t know what hit me
But I’ll be all right
My head’s under water
But I’m breathing fine
You’re crazy and I’m out of my mind
‘Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all to me
I’ll give my all to you
You’re my end and my beginning
Even when I lose I’m winning
‘Cause I give you all of me
And you give me all of you, oh

Cerpen Karangan: Primastya Ayu Amalia
Facebook: Primastya Ayu Amalia
Assalamu’alaikum akhi dan ukhti
Saya dari surabaya, tepatnya daerah benowo (dekat gelora bungtomo). Ini cerpen pertama saya yang saya post dan ini kisah nyata dari kehidupan saya
Selamat membaca (:

Cerpen Cinta Di Gedung Seberang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perpisahan Yang Memberikan Kekuatan

Oleh:
Tak pernah disangka semua terjadi begitu saja. Impian yang dulu kita bangun, tiba-tiba musnah tak berbekas. Semakin aku mengingat kisah cinta kita semakin terluka hatiku. Sebenarnya dia tak pernah

Ku Salah Menilaimu

Oleh:
Bel tanda masuk telah berbunyi. Aku dan Aisyah bergegas menuju ke kelas. Hari ini jam pertama adalah pelajaran bahasa indonesia, Pak Budi yang mengajarnya. “Huh, tumben ya Pak Budi

Si Anu

Oleh:
Hari ini seperti biasa, aku bertengger di tempat dudukku sambil membaca novel, aku malas mengoleksi eh maksudku mempunyai banyak teman, cukup mereka yang menjadi temanku. Novel Sherlock Holmes sedang

Jomblo, Kutukan Apa Ujian

Oleh:
Kenalin nama gue Zahwa, umur gue dua puluh tahun. Di usia yang ke 20 ini gue, masih belum pernah pacaran sama sekali alias jomblo. Temen-temen gue sering ngejekin gue

Ketika Aku Harus Memilih

Oleh:
Namanya Anita, ia seorang gadis yang rajin dan pintar. Sekarang, ia duduk di bangku SMA. Dia mempunyai mimpi untuk menjadi seorang dokter. Namun, terkadang ia harus memendam mimpinya itu,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Di Gedung Seberang”

  1. Penikmat_Lintang says:

    Menurut w Fachrur tuh msh terlalu polos, suatu saat dia bakal tau kalo pacar bisa jadi mantan pacar tapi temen gk bakal perna jadi mantan temen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *