Cinta Di Wonogiri

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 July 2017

Malam ini berandaku ramai, tapi aku merasa sangat sepi. Kulihat ada sebuah inbox yang baru saja masuk dari Elvin Octaviana yang menulis

~ Elvin Octaviana
Hay ka’… cerpennya bagus lhooo aku suka
~ Icke Chabat Eifla
Oh hay, makasih ya. Kamu suka bikin cerpen juga…?
~ Elvin Octaviana
Hehehe nggak kok kak, cuma suka baca aja
~ Icke Chabat Eifla
Ouwhh iyy,
~ Elvin Octaviana
ka’ boleh minta numbx..?
~ Icke Chabat Eifla
Boleh nihh 085258xxxxxx
~ Elvin Octaviana
Thanks ka’

Semenjak itu aku dan Elvin bersahabat, dia adalah gadis SMP yang tinggal di Wonogiri. Sedangkan aku ada di Lumajang, mungkin persahabatan ini hanya akan terjadi lewat handphone saja. Karena aku dan Elvin tidak pernah tahu daerah di luar tempat tinggalnya.

Suatu hari Elvin meminta waktuku untuk mendengarkan curhatnya, aku pun mengiyakan keinginannya. Dia menceritakan tentang seseorang yang dikaguminya, entah siapa namanya aku tak pernah bertanya.
Aku kesel deh kak, 🙁 @El
Kenapa? @Ic
Aku tadi debat sama cowok yang aku suka, dia ternyata suka sama temenku sendiri! @El
Ouwh ya..? kok bisa gitu, emang dia nggak tahu kalau kamu suka dia? @Ic
Nggak kak, kan aku sukanya diam-diam 😀 @El
Nahh, kalau gitu kamu nggak perlu marah sama dia, dianya kan nggak tahu apa-apa? @Ic
Ouwh, gitu ya kak @El
Iyah… @Ic

Bagiku Elvin adalah sosok adik yang baik, dia bisa membuatku tersenyum saat aku sedih. Dia juga yang selalu membantuku memperbaiki cerpen dan puisi yang kubuat.

6 bulan kemudian…
Aku pindah ke Wonogiri karena ayah dan ibu harus bertugas di daerah itu, terpaksa aku juga harus pindah ke sekolah yang baru. Pagi ini aku melalui gerbang seorang diri, aku masih asing dengan koridor dan suasana di SMU ini. “Katanya ini SMU paling oke di sini, tapi mana kok biasa aja” gumamku.

Awal mulai sekolah di sini, aku mengenal siswa keren bernama Romy. Dia memang paling cakep dan paling pintar di kelas ini, tapi aku lebih tertarik pada David. Cowok super cuek ini tidak begitu perduli dengan kedatanganku, sikap seperti itu yang aku cari. “Hey gue Romy, loe Via?”, “Iya, itu udah tahu”, “Minat gabung di OSIS nggak, kebetulan kita lagi butuh calon baru buat jadi patnernya si David” aku terheran dan aku melihat David mengarahkan pandangannya padaku. “Sebenernya gue nggak begitu minat sih jadi OSIS, emamg patnernya David megang bagian apa?”, “Jurnalis, bagian megang mading”, “Wah kalau itu gue mau deh”, “Ya udah, jam istirahat kita ada rapat, loe datang aja ya dan langsung gabung”, “Okey”.

Bel istirahat berbunyi, David tiba-tiba saja berada disampingku “Loe yakin bakal mampu jadi patner gue” ucapnya, “Kenapa nggak?”, “Gue mau loe buktiin kalau loe bisa tahan sama gue, jangan cuma ngomong doang”.

Penerimaan siswa baru pun tiba, aku dan anggota OSIS sibuk mempersiapkan kegiatan Masa Orientasi Siswa. Menjadi patner David memang tidak mudah, pantas saja banyak yang mundur dari posisi itu. Tapi aku tidak mau menyerah begitu saja, aku berusaha untuk memahami fikiran David. “Kalau gue suka tema ini, soalnya bagus dan nggak ribet” usulku, “Heh, taste loe tuh mana sih? Gue ini, lebih keren”. Walau kecewa tapi aku berusaha tersenyum menerima pilihan David yang sepihak.

Masa MOS dari awal sampai akhir aku lewati bersama Romy, “Kamu mau nggak?” tawar Romy memberikan minuman dingin untukku, “Thanks ya”, “Okey.. Hmm loe udah mulai berhasil ya membuat David bisa menghargai orang lain”, “Maksudnya?”, “Loe berhasil jadi patner yang bisa ngajak dia diskusi, padahal sebelumnya dia selalu mengambil keputusan sendiri lhoo”, “Oh ya?”, “Ehmm”. Aku hampir lupa mengatakan kalau Elvin menjadi murid baru di SMU ini, dan malam ini aku akan mengunjungi rumahnya.

Aku mengetuk pintu, “Assalamu’alaikum” ucapku dan tidak lama pintu terbuka, “Wa’alaikumsalam” aku terdiam sejenak memandangi seseorang di depanku, “Loe?” ucapku dan David bersamaan, “Aduuh loe nggak ada kerjaan lain ya selain ngikutin gue?”, “Yee enak aja, kalau gue tahu ini rumah loe nggak bakal deh gue datang ke sini”. Lalu Elvin muncul “Eh kak Via udah datang, masuk yuuk kak”, “Oh iya iya”, Elvin tertawa setelah mendengarkan ceritaku “Hahahahaha.. aduuh kak konyol banget sih” baru malam ini aku tahu Elvin adalah adik kandung David dan malam ini juga aku tahu bahwa seseorang yang dikagumi Elvin selama ini adalah Romy.

Acara tegak tamu dan peresmian penerimaan siswa baru diadakan malam ini, setelah lelah berkegiatan akhirnya ada waktu hiburan. Aku ada di depan tenda panitia seorang diri, “Hey, cape’ ya?” Tanya Romy, “Eh iya nih cape’ banget”, “Hmm.. kamu kalau lagi cape’ gitu makin cantik”, “Hah? Apaan?”, “Iya beneran, dan aku suka sama kamu sejak awal kita kenalan”. Terdengar bunyi botol aqua terinjak dan setelah kutengok ternyata itu Elvin, dia mendengar apa yang dikatakan Romy dan aku mengejarnya untuk memberi penjelasan padanya.

“Loe apain adik gue?” hardik David, “Cuma salah paham”, “Loe apain adik gue!!” bentak David dengan suara keras, “Gue nggak ngapa-ngapain”, “Loe udah bikin adik gue nangis, eh loe itu cewek kampung dasar cewek murahan” sebuah tamparan keras mendarat di pipi David, “Ouwh jadi loe berani ke gue sekarang hah?”, “Iya, gue berani sama loe kenapa? Jangan karena gue cewek kampung loe bisa seenaknya ngatain gue cewek murahan. Ternyata loe itu bukan cuma sombong tapi loe nggak punya hati” ucapku menahan tangis.

Aku menemui Elvin di tendanya, “Vin, kamu nggak apa-apa kan?”, “Pergi dari sini, aku muak lihat wajah kakak”, “Vin, kakak bisa jelasin semuanya, apa yang kamu dengar tidak seperti apa yang kamu fikirkan”, “Apalagi yang mau kakak jelasin, semua itu udah jelas” aku mendekati dan mencoba memeluk Elvin. “Vin, kamu pernah nanya sama kakak tentang Romy, kamu bisa liat dari mata kakak kalau kakak nggak ada perasaan apapun sama dia. Dan masalah ucapannya tadi, kakak juga nggak habis fikir kenapa dia bisa ngomong kayak gitu, kamu harus percaya sama kakak Vin, ada orang lain di hati ini dan itu bukan Romy”, “Lalu?” pembicaraanku dengan Elvin berlangsung lama sampai akhirnya Elvin mau mengerti keadaanku. Dia kembali menjadi Elvin yang ceria seperti sebelumnya.

Aku kembali melewati sekolah seperti biasa, mulai kemarin aku mengundurkan diri menjadi patner David di OSIS, “Kenapa Vi, apa ucapan aku malam kemarin membuat kamu mengundurkan diri dari OSIS?”, “Nggak Rom, ada banyak hal yang belum kamu ketahui tapi yang pasti aku nggak mau jadi patner orang yang sombong dan nggak berperasaan kayak dia” David hanya diam melihat tatapanku. Akhir-akhir ini aku tidak pernah mempedulikan David, aku berusaha mendekatkan Elvin dengan Romy, “Makasih ya kak, berkat bantuan kakak aku bisa deket sama kak Romy” ucap Elvin, “Iya, aku ikut seneng kalau kamu seneng!”.

Siang ini matahari begitu terik, aku melihat David sedang berjalan menuju mobilnya tetapi dari kejauhan terlihat sebuah motor melaju dengan kencang ke arahnya. Melihat hal itu aku langsung berlari ke arah David “David awasss…” aku mendorong tubuhnya dan aku sendiri terjatuh agak jauh darinya. Tanpa mempedulikan David, aku kembali berjalan seperti tidak terjadi apa-apa “Via tunggu” teriak David, dia sudah berjalan di sampingku, “Ada apa?” tanyaku datar, “Gue belum bilang makasih sama loe”, “Emang pantes ya cewek kampung murahan kayak gue dikasih ucapan terima kasih”, “Eeh.. emm.. ee.. gue minta maaf”, “Buat apa?”, “Buat semua ucapan gue ke loe, gue tahu ucapan gue udah bikin loe sakit hati. Gue emosi karena gue cemburu ngeliat loe berduaan terus sama Romy”. Aku tersentak, kakiku seketika berhenti bagai dilem, “Ma.. maksud loe apa?”, “Iya gue, gue cemburu kalau loe deket sama Romy, soalnya gue suka sama loe”, “Hah?”, “Gue suka sama loe, loe mau nggak jadi cewek gue?”, “Nggak ah gue kan cewek kampung, murahan lagi”, “Aku minta maaf, aku harus berbuat apa biar kamu bisa maafin aku”, “Ehmm.. aku bisa maafin kamu, cukup dengan cinta kamu aja” aku tersenyum dan David memelukku.

Elvin dan Romy tiba-tiba muncul dan tersenyum melihat aku dan David, “Nah gitu donk akur, kan enak diliatnya” ucap Romy yang sedang menggenggam erat jemari Elvin, “Iya kak, kak David nggak galau lagi kan?” tambah Elvin, “Apaan sih” seru David gengsi, “Via, kamu mau kan balik lagi jadi patnernya david di OSIS”, “Nggak ah”, “Lhoo kok gitu?” protes David, “Soalnya aku nggak mau kalau cuma jadi patner di OSIS, aku mau selalu ada di samping kamu”.

Cintaku telah kugapai, kebahagiaan ini tak akan tergantikan walau nantinya aku sudah tidak di Wonogiri lagi.

Cerpen Karangan: Ikke Nur Vita Sari
Facebook: Ikke N Vita Sari

Cerpen Cinta Di Wonogiri merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rahasia Dibalik Tatap

Oleh:
Berulang kali aku mencoba untuk menulis sesuatu yang aku harapkan dapat memotivasi seorang yang akan membacanya dengan kisah-kisah menarik yang sebenarnya aku jumpai di keseharianku. Namun, selalu saja gagal

Penyemangat Hidupku

Oleh:
Fakri dan Nurul adalah 2 sejoli yang sudah bersama-sama sejak kecil. Bukan berarti mereka pacaran. Mereka telah mengenal satu sama lain. Dimulai dari kepindahan Fakri di sebuah rumah di

Berpaling Pada Cinta

Oleh:
Seluruh rasa antusiasku lenyap tak bersisa.Aku dililit luka.Segala mimpi-mimpi indah yang tadinya bermain di benakku luruh sudah bersamaan dengan remuknya pilar-pilar cintaku. “Rin…..,” “Yaa!” Aku berusaha tegar.Kurasakan airmata memanas

Tentang Rasa dan Raka

Oleh:
Sedari tadi aku tidak bisa konsen memahami materi aljabar yang dijelaskan Raka. Ya, hari ini, hari Selasa sore, sepulang sekolah aku dan Raka belajar bersama di rumahku yang letaknya

Favorite Girl

Oleh:
Namaku M. Rio Fernando, biasa dipanggil Rio. Aku menyukai seorang gadis, seorang gadis yang ku anggap unik. Dia pekerja keras, sangat percaya diri dan mudah bergaul. Awalnya aku tak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *