Cinta Hingga Ujung Waktu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 15 April 2016

Mengelak dari cinta yang hadir secara tiba-tiba. Namun apa daya diri ini tak mampu untuk mengelak. Walau sudah banyak cara dilakukan untuk mengelak. Tetap cinta itu tak mau menghilang. Seperti sebuah tinta yang mengering di kertas. Hanya mampu ditutup dengan cairan putih dan tinta tetap tidak hilang dari tubuh kertas itu. Aku jatuh cinta kepadanya. Seorang adek kelas di sekolahku saat ini. Dia ketua osis serta dia juga penulis novel. Seorang yang berusia 16 tahun, 2 tahun lebih muda dariku. Dia hebat. Tapi diriku bukanlah orang hebat. Hanya seorang siswi kelas 12 yang mungkin tak banyak dikenal. Sungguh, rasanya tak pantas mencintai seorang yang tak mungkin bersanding denganku.

Setiap kali aku berpapasan dengan dia jantung ini serasa berdebar tak menentu. Hanya berpapasan tanpa pernah berbicara dengan dia. Mungkin dia tidak mengenalku, atau mungkin sama sekali tidak tahu ada aku di sekolah ini. Getaran cinta ini semakin membuatku tak berdaya. Pikiranku sering melayang kepadanya. Saat belajar pun teringat dia. Hingga hadir dalam mimpi. Ingin rasanya aku menghilangkan rasa ini. Tapi seperti biasa, selalu gagal saat berpapasan dengan dia. Suatu ketika aku di perpustakaan saat jam istirahat. Seperti biasa aku menghampiri bagian buku novel. Di situ ku lihat ada dia sedang membaca sebuah buku yang berada tak jauh dariku. Jantung ini pun seakan berdetak tak terkendali. Dan semakin tak terkendali ketika dia tepat berada di sampingku.

“Mbak pernah baca novel ini tidak?” tanyanya kepadaku. Seakan aku tak percaya, ini yang pertama kali dia berbicara kepadaku. Aku terdiam kaku dengan jantung yang berdetak hebat. “Mbak.. Pernah membaca novel ini?” pertanyaan yang kedua membuatku tersadar dari kekakuan diri.
“Emm.. I.. Iya pernah membaca novel itu.”
“Bagus nggak mbak? Sama inti ceritanya apa?”
“Bagus dek novelnya kalau inti ceritanya membicarakan seorang yang gagal dalam usahanya meraih mimpi dan orang itu bangkit hingga mampu meraih mimpinya yang pernah gagal.”
“O.. Iya. Terima kasih mbak.”

Dia pun pergi hingga tak dapat ku lihat lagi dirinya di bagian buku novel ini. Sungguh hati ini bahagia dapat berbicara dengan seorang Fatih Fahman Nuwair. Waktu terus berjalan, mengantarkan kepada ujung kelas 12. Setelah berbagai ujian dan pengumuman kelulusan terlewati. Kini, toga, topi, dan pakaian kebaya telah menempel di diriku. Dan di sinilah secara resmi aku dan teman-teman di lepas sebagai murid SMA. Walau hati tak menginginkan perpisahan, namun semua itu tetap harus terjadi. Perpisahan yang juga memisahkan jarak aku dan Fatih. Seorang yang hingga kini masih ku cinta. Setelah SMA aku melanjutkan kuliah di sebuah perguruan tinggi impianku. Di jurusan yang juga aku impikan. Sungguh sebuah kebahagiaan yang tak terhitung ketika aku benar-benar menjadi mahasiswi perguruan tinggi impianku ini.

7 tahun kemudian.

Seorang wanita berjalan cepat di sebuah universitas. Brak.. Wanita itu menabrak seseorang hingga buku-buku yang ia bawa terjatuh.
“Maaf mbak.. Saya minta maaf atas kesalahan saya.” kata seorang laki-laki itu sambil membantu mengambil buku.
“Iya tidak apa-apa. Saya juga salah.”

Setelah bertatapan, Afrina menyadari siapa yang Afrina tabrak dia Fatih. Karena Afrina tergesa-gesa Afrina langsung berlalu sambil minta maaf. Seusai kejadian di kampus itu mereka menjadi dekat. Afrina telah menjadi dosen dan Fatih juga telah menjadi dosen baru di universitas yang sama dengan Afrina. Pada akhirnya Fatih melamar Afrina. Dan memutuskan untuk menikah. 5 bulan setelah pertemuan pertama di universitas itu.

The End

Cerpen Karangan: Nur Hanifah Ahmad
Facebook: Nur Hanifah

Cerpen Cinta Hingga Ujung Waktu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan Rintik Rintik (Gerimis) Part 2

Oleh:
“kamu ngikutin aku?” Tanya rita. Suaranya cukup untuk didengar di antara alunan music yang sedang dimainkan. “ngikutin?” balas panjul dengan rasa keheranan. “iya, kamu ngikutin aku ke tempat ini?”

Air Terjun

Oleh:
Banyak hal yang tak bisa kita sangka akan terjadi di masa depan. Hal atau kejadian yang jauh dari angan dan harapan, dan kini aku telah membuktikan betapa sang pencipta

The Power Of Love

Oleh:
“Krriiinnggg” bel berbunyi keras, membuat para siswa berteriak “yes” dalam hatinya. “Ta.. lu gak pulang?” “Bentar lagi.. lu duluan aja” Tania Dwi Maharani, itu namaku. Biasa dipanggil Tania. Aku

Jati Diri Cinta

Oleh:
Afa Point Of View “Gagal,” gumamku berdecak kesal, ketika kulirik sekilas cewek itu masih fokus pada pelajaran fisika yang benar-benar membuatku mengantuk, bukan, bukan aku saja, tetapi kulihat hampir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *