Cinta Itu Absurd

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 2 August 2017

Sepulang dari pemakaman Reza Ramadan, Ibnu langsung pulang ke kos-kosannya, di pemakaman dia melihat Nisa Nurgus tak kuasa membendung air matanya, padahal yang meninggal bukanlah orangtuanya, bukan juga keluarganya, yang meninggal hanyalah orang yang baru dicintai Nisa selama 4 bulan, apa sebegitu sakitnya kehilangan seorang kekasih?.

Suasana begitu dingin ketika Ibnu membuka jendelanya dipagi hari, hembusan angin pagi benar-benar menyejukan, Ibnu kembali berfikir, apakah kehilangan orang yang dicintai akan benar-benar menyakitkan, dia berfikir wajar mungkin jika Nisa sampai menangis, karena kekasihnya telah meninggal dunia, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana rasanya ketika patah hati karena suatu hubungan itu berakhir.

Di bawah pohon di dekat Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) seorang gadis sedang memandang langit dengan mata berkaca-kaca, perlahan air matanya mengalir melewati pipinya yang putih, ada apa? tanya Ibnu dalam hati, tapi itu bukan urusannya, walaupun dia tahu bahwa yang sedang menangis itu teman satu fakultasnya, Kanaya

Pukul setengah tiga, Ibnu memutuskan untuk pulang ke kos-kosannya, ketika berjalan, dia sedikit penasaran, kenapa wanita tersebut menangis dengan meratapi langit yang seakan mengatakan hidup ini tak adil.
Ibnu semakin tidak mengerti dengan dunia ini, ketika dia melihat media sosial, di sana banyak sekali orang-orang yang update status yang bisa dikatakan privasi bagi mereka. Ada yang merana katanya dia jomblo, memang apa salahnya dengan sendiri, itu jauh lebih mengasyikan. Apa semua remaja telah kehilangan otak mereka hingga dibutakan oleh istilah yang dinamakan cinta.

Di sebuah kedai yang ada free wifi, Ibnu terlihat sedang asik memainkan smartphone yang dia miliki, tiba-tiba, seorang wanita dengan rambut dikuncir kuda menghampiri mejanya yang hanya ada dua buah kursi saja
“Nu boleh duduk?”
“Silakan, ada apa Kanaya?”
Lama mereka berdua berdiam diri tampa ada satu patah kata pun yang mereka keluarkan, Ibnu juga terus sibuk dengan HP miliknya walaupun dia hanya menggeser-geserkan layarnya saja, begitu juga Kanaya yang hanya melihat chat terdahulu di Hpnya

“Nu gue diputusin sama pacar gue, gue …”
“Siapa peduli” ujar Ibnu memotong pembicaraan
“Nu, menurut lo gue kurang apa?” tanya Kanaya sambil menundukan wajahnya
“Entahlah, tapi lo wanita yang gak terlalu baik”
Jawaban itu membuat Kanaya kaget, ketika mendongakan kepalanya ke atas Ibnu telah bangkit dari kursinya dan hendak pergi ke luar kedai, Kanaya masih bertanya-tanya kenapa dirinya disebut bukan wanita yang baik, apakah dirinya sehina itu. Kanaya merenung sejenak, bukannya dia selalu bersikap baik kepada siapa saja, dan dirinya juga bukanlah wanita murahan seperti cabe-cabean.

Kanaya kemudian menyakan itu pada teman-temannya, tapi semuanya mengatakan bahwa Kanaya adalah orang yang baik, satu-satunya kekurangan Kanaya menurut mantannya yaitu karena dia terlalu pencemburu, tapi dia masih bingung kenapa Ibnu menyebutnya wanita yang tidak terlalu baik
Cukup lama Kanaya merenung sampai ninja hatori mendaki gunung lewati lembah, dia sudah bertanya pada rumput yang bergoyang dan ternyata jawabannya ada di ujung langit, dia harus pergi ke sana dengan seorang anak yang tangkas dan pemberani.
Sampai pada suatu saat, Kanaya melihat Ibnu yang sedang duduk di kafetaria kampus UPI, kali ini dia membawa sebuah laptop dan terlihat fokus pada layar laptop miliknya. Kanaya kemudian mendekati Ibnu, tanpa disuruh dia langsung duduk di hadapan Ibnu.

“Ada apa lagi Kanaya?, kalau mau curhat tentang putus cinta jangan ke gue”
“Bukan itu nu”
“Terus?”
“Gue masih penasaran kenapa lo nyebut gue wanita yang gak terlalu baik”
“Oh maaf kalau itu nyinggung lo, gue juga gak ngerti kenapa gue ngomong kaya gitu soalnya gue waktu itu lagi pusing mikirin tugas, sekali lagi gue minta maaf”
“Oh gitu”
“Kanaya, patah hati itu rasanya gimana?”
“Kenapa nanya gitu?”
“Penasaran aja, soalnya belum pernah, apa itu sakit banget?”
“Gimana ya, susah juga sih dijelasinnya, ibarat gini, temen lo makan mie ayam, katanya enak, tapi lo gak tau kalau mie ayam itu enak, karena belum coba, ngerti?”
“sederhananya?”
“Lo gak akan bisa ngerasain sebelum lo nyoba”
“Jadi?”
“Yaaa, lo harus nyoba dulu”
“Oke gue coba”
“Kenapa lo pengen banget sakit hati”
“Gue cuma pingin buktiin apa bener sakit hati itu sakit, sampe banyak orang bego ngelakuin hal gila, sampai disini aja ya, gue ada kuliah”

Jika diperhatikan, memang orang yang patah hati akan mendadak menjadi orang yang bijak, fenomena itu juga tak luput dari pandangan Ibnu, dan selalu mengundang pertanyaan besar. Bicara soal patah hati, kita juga tidak akan lepas dari yang namanya cinta. Cinta dan Patah Hati itu seperti telah menjadi partner dan akan selalu ada dalam suatu hubungan.
Secara ilmiah, cinta sama seperti perasaan lapar dan haus. Hanya cinta terasa lebih kuat dan permanen. Ketika jatuh cinta maka otak akan melepas beberapa zat seperti Pheromone, Dopamine Norepinephrine, Serotonin, Oxytocin, dan Vasopressin. Semua zat ini memberikan rasa bahagia yang entah seperti apa.

Rasa cinta yang begitu mendalam dapat melahirkan kebencian yang mendalam juga. Itulah pendapat Ibnu, dia mempunyai pendapat seperti itu setelah menonton film Naruto, dan langsung menyimpulkan, patah hati akan membuat sesuatu yang sangat dahsyat, dalam cerita tersebut, gara-gara patah hati Uchiha Obito, mata dan hatinya menjadi gelap, dia tidak bisa melihat dunia dari sisi positifnya, dan berencana membuat sebuah dunia ilusi tanpa konflik.
Oke, kenapa jadi ngomongin Naruto, kita lanjutin lagi ceritanya, hah kebiasaan.

Langkah demi langkah dijalani Ibnu menyusuri trotoar, tiba-tiba dari arah belakang Kanaya mencoba mengagetkan Ibnu, tapi gak kaget
“Mau apa lagi lo?”
“Ibnu udah makan?”
“Bukan urusan lo, emang lo ibu gue”
“Bukan gitu, gue kan belum makan, mau gak lo nemenin gue makan”
Deg, waktu itu jantung Ibnu berasa mau copot, untuk pertama kalinya dia diajak makan oleh seorang wanita, cantik lagi.

Akhirnya Ibnu dan Kanaya pergi ke sebuah kafe yang sederhana, di sebuah meja yang berbentuk persegi dengan ukuran yang belum sempat dihitung, Kanaya dan Ibnu duduk saling bertatapan muka, namun Ibnu selalu memalingkan mukanya dan memang sudah jadi kebiasaannya ketika ngobrol dengan seorang wanita
“Nu, mau pesen apa?”
“Gue udah kenyang” ujar Ibnu yang begitu gugup, setelah itu Kanaya memanggil pelayan kafe tersebut dan memesan sebuah makanan dan minuman
“Oh gitu, eh iya, masih penasaran sama patah hati?”
“Enggak, semenjak gue nonton Naruto, gue jadi faham arti sakit hati, ternyata sakit hati itu bener-bener sakit, Uchiha Obito aja gara-gara sakit hati, bisa ngebuat perang dunia shinobi ke empat”
“Oh gitu, kalau gak salah lo kuliah di jurusan pendidikan ya?”
“I iya, pendidikan fisika”
“Emang dari kecil cita-cita jadi guru?”
“Enggak, sebenernya cita-cita gue itu pengen jadi awan, bebas tanpa beban, gue mau istri gue gak cantik-cantik amat, punya anak dua, dan hidup sejahtera tanpa ada halangan, tapi gue yakin cita-cita gue gak bakalan kesampaian”
“tunggu, pingin punya istri yang gak cantik-cantik amat, kenapa?”
“karena wanita yang cantik itu ibarat sebuah gula, dan laki-laki itu adalah semut, gula selalu dikerumuni semut-semut, dan gue yakin gue gak bakal menang punya saingan yang segitu banyaknya dan jauh lebih keren daripada gue, tapi gue juga gak ngarepin istri gue mukanya dibawah KKM”

Handphone Ibnu kemudian berdering, lalu dia meminta izin untuk mengangkan telepon tersebut. Ternyata telepon itu dari temannya yang memberitahu bahwa ada kuliah tambahan, Ibnu segera pergi setelah meminta maaf kepada Kanaya karena tidak bisa menemaninya makan.
Lorong-lorong fakultas FPMIPA entah kenapa menjadi sepi, padahal waktu baru menunjukan pukul 4 sore, tapi itu membuat hikmah tersendiri bagi Ibnu yang sedang menggunkan wifi gratisan, sedang asik-asiknya mengunduh film, tiba-tiba seorang wanita dengan kerudung hitam, baju putih dan celana bahan berwarna hitam melewati Ibnu
Ternyata yang melewati Ibnu adalah Kanaya, Ibnu merasa seperti tidak mengenalinya ketika dia berkerudung, karena Kanaya memang tidak pernah memakai kerudung, alhamdulillah dalam hati Ibnu, mungkin Kanaya telah mendapat hidayah. Perubahan keimanan seorang manusia itu seperti Roller Coaster, kadang naik kadang turun, dan ini bukan sekali dua kali Ibnu melihat perubahan yang drastis, tapi tiga kali.
Banyak celetukan seperti “kepala aja dikerudung, tapi hati enggak” ya itu kan lebih baik daripada lo gak dikerudung tapi kelakuan lo bejad, memang harus diakui, bahwa gak semua cewek yang dikerudung itu baik, tapi seenggaknya dia udah berusaha nutupin aurat dia. Kenapa malah jadi ceramah?.

Gunung Tangkuban Perahu, merupakan tempat wisata yang paling cocok bagi orang-orang Bandung yang ingin menyejukan fikiran dan badan, tapi kadang-kadang menimbulkan stres, karena biaya masuk sama biaya parkir di Tangkuban Perahu, mahalan biaya parkir.
Pukul satu siang, Ibnu (Pendidikan Fisika – UPI), Apriandi (Teknik Elektronika – Polban), Reza (Teknik Elektro – Tel-U), Adam (Manajemen – Unjani), dan Ilma (Teknik Informatika – ITB) berkumpul di lapangan gasibu untuk merencanakan liburan ke Gunung Takngkuban Perahu, sebenarnya masih ada satu lagi yang belum kumpul karena masih di perjalanan, maklum jarak Jatinangor dan lapangan gasibu cukup jauh, belum lagi ditambah macet, dia adalah Nurfitriani (Fisika – Unpad).
Setelah Nurfit datang mereka semua mulai pembicaraan, memang selain acara liburan ini juga menjadi acara reuni

“Fit, Nisa mana?” tanya Reza
“Masih depresi, dia masih belum ngelupain pacar pertamanya yang meninggal”
“Kita ke tangkuban perahu naik apa?” tanya Adam mengalihkan pembicaraan
“Naik sepeda aja dam, parkirnya cuma 10.000, naik mobil parkirnya 30.000, biaya masuknya aja 25.000, parkirnya mahal”
“Aduh Reza ganteng, daripada naik sepeda mendingan gue gak ikut za”
“Yaudah-yaudah, gue bakal bawa mobil, yang ikut kan 6 orang termasuk gue, parkir kita patungan aja, 5000 per orang, gimana?, jadi buat biaya masuk plus parkir kita bawa 30.000” Usul Adam.
Semua anak-anak menyetuji usul Adam, mereka kemudian kembali ke kos-kosannya masing-masing, kecuali Fitri yang numpang di kosan Ilma, rencananya mereka bakal berangkat besok pagi.

Keesokan harinya mereka telah kumpul di kos-kosan Ibnu semuanya, mereka semua membawa jaket, karena udara di sana sangat dingin, satu-satunya yang tidak membawa jaket adalah Fitri, dia bilang dia sudah biasa dan gak perlu pake jaket, ketika sampai di tangkuban perahu
“Dingin, dingin, dingin, aduuuuh lebih dingin daripada di Cikijing” ujar Fitri sambil badannya menggigil
Ibnu kemudian berjalan-jalan seorang diri di lokasi wisata Gunung Tangkuban Perahu untuk menenangkan fikirannya, namun tiba-tiba saja ada yang menegurnya
“Ibnu lagi ngapain di sini?”
“Eh Kanaya, gue lagi mancing di kawah siapa tau dapet ikan hiu”
“Ditanya bener juga”
“Ya gue lagi liburan lah, tumben pake kerudung, kenapa?”
“Gue mau jadi lebih baik, ee tipe cewek idaman lo itu kayak gimana?”
“Kenapa tiba-tiba nanya gitu?”
“Eng enggak, kalau gue termasuk cewek idaman lo?”
“Gu gue rasa enggak, lo terlalu cantik buat gue”
“Ah bisa aja, ya udah gue mau ke sana dulu, gue mau ngangkat jemuran”
“Oh iya silakan” ketika Kanaya sudah menjauh “eh tunggu dulu, kayaknya ada yang aneh, gue gak ngeliat tiang jemuran, tapi bodo amat lah, emang gue pikirin”

Ketika sampai di kamar kosan…
“Bego, gue bego” ujar Ibnu sambil jedotin kepalanya ke tembok
“Sukur kalau nyadar” teriak seseorang dari luar kamar Ibnu
“Woy jangan nyaut, aduh kenapa gue bilang gitu ya sama Kanaya”

Di halaman perpustakaan UPI, Ibnu melihat Kanya seorang diri sedang berjalan menuju ke fakultas FPMIPA, Ibnu kemudian menegurnya
“Nay tunggu”
“Eh Ibnu, ada apa?”
“Eng apa yah?, aduh gimana yah?”
“Hah kebiasaan”
“Gue mau ngomong ini, itu, aduh gimana yah, aduh”
“Nu”
“I iya”
“Gue suka sama lo”
“Innalilahi, subhanallah, eh alhamdulillah, gue lagi ngimpi kayaknya”
“Haduh”
“Maksudnya, gue juga suka sama lo”

Itulah yang dinamakan cinta, tak jarang orang yang biasa-biasa saja bisa mendapatkan pasangan yang cantik, tapi kita juga tidak boleh buruk sangka, ada orang biasa-biasa aja punya pasangan cantik, dikomen peletnya yang harga berapa?, sekali lagi kita jangan buruk sangka, karena Cinta Itu Absurd

Cerpen Karangan: Ibnu Fadlillah
Blog: pensil-pendek.blogspot.com

Cerpen Cinta Itu Absurd merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Takkan Kali Kedua

Oleh:
“Bila waktu ini bisa diputar, aku akan memutarnya ke belakang dan tak akan aku membuat kesalahan sebodoh itu” Rasa penyesalanku belum juga menghilang masih terlintas dan mengambang-ambang di pikiranku,

Stop For It

Oleh:
“Ayo!,” bisik Bram. “Gue takut, dodol!,” kata Riska dengan berbisik.. “Lu sama ceweknya kan..,” ucap Billy dengan berbisik. “Kalian ngapain berdiri gerombolan di situ?,” tanya Felly saat ia menyadari

Indahnya Takdir Tuhan

Oleh:
“tokk tokk tokk” Suara orang mengetuk pintu dari luar. Sabtu pagi tepatnya pikul 07.45 tampak seorang pemuda sedang menyambangi rumah Vema yang sepi. “ehh mas Jodi, silahkan masuk mas..

Sejurus Dua Mata Beradu

Oleh:
Kutatap lekat wajahmu, saat kau tampakkan lesung pipi memesona. Hingga ragaku menyebut nama Allah, imanku hampir patah. Matamu… Matamu… itu sungguh menawan. Bulan mata itu membangunkanku dari tidur panjang.

Kau, Aku dan Gerimis

Oleh:
Langkahnya tertatih menuju pojok rumah. Lemah. Mekar bunga di pagi hari tak henti mengayun seolah mau menyapa Charles yang baru terbangun. Tidur semalam rupanya tak nyaman. Perasaan cemas terus

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Itu Absurd”

  1. Theresma says:

    Cerpennya bagus banget

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *