Cinta Itu Sederhana

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 14 January 2013

“Cinta yang indah adalah jika kita mencintai seseorang dengan ikhlas tanpa balasan dan tanpa satu alasan apapun”

Pagi yang cerah menyelimuti alam ini, ak terbangun dari tidur yang lelap.

“hah segarnya…
hari ini adalah hari minggu, berarti hari ini aku akan bertemu dengan Rio untuk pertama kali” ujarku dengan senyum yang mengembang.

Rio adalah seorang pria yang aku kenal lewat situs para penulis, iya sebut saja cerpenmu.com. Kami mulai dekat saat kami saling mengomentari tulisan kami masing-masing pada situs tersebut. Kami memiliki pemikiran yang sama dan hobi yang sama, sejak saat itu kami chatting hanya untuk sekedar bertukar ilmu atau curhat masalah masing-masing.

“tok tok tok,, Zahra apa kamu sudah bangun sayang?” terdengar suara Ibu mengetuk pintu dan memanggilku.
“Iya Bu aku sudah bangun” sahutku.
Hari ini aku harus cepat berberes-beres rumah,pikirku.

Aku bergegas beranjak dan mulai berberes rumah, mencuci baju adalah hal pertama yang aku lakukan, aku mencuci piring dan menyapu lantai.

“Shining Star! like a little diamond, makes me love Naegen kkoomgyeolgateun dalkomhan misoro nal barabomyeo soksagyeojweo
Hangsang hamkke halgeora till the end of time”

Handphone di meja kamarku berdering mendendang lagu Super Junior Shining Star, dengan cepat akau mengambil dan mengangkatnya.

“Hallo Assalamualaikum” terdengar suara lembut seseorang.
“Walaikumsalam” jawabku.
“Bagaimana perasaanmu hari ini? apa kamu sudah yakin ingin bertemu denganku?”
“Hari ini sangat cerah, Insyallah aku yakin, apa Rio ingin berubah pikiran?” tanyaku dengan senyum manis.
“Tentu saja tidak, aku harap nanti tak kan ada penyesalan”.
“Kenapa?” jawabku dengan tanya yang penasaran.
“Karena kau akan bertemu dengan orang paling baik dan tampan di dunia ini” jawab Rio dengan bercanda yang membuatku jadi tertawa kecil.
“Salam untuk Ibu dan adik mu” pintaku.
“Iya,sampai bertemu nanti,,Wassalamualikum”
“Walaikumsalam”.

Rasa penasaran semakin dekat dengan hati dan pikiranku. Bagaimana dia, apa Rio akan sebaik seperti dia di dunia maya, kata-kata yang memotivasi, puisi-puisi yang cantik, dan tulisan-tulisan yang begitu menyentuh degan kehidupan.

“Arrghh” teriakku yang semakin kacau dalam lamunan.

“Zahra cepat mandi dan sarapan” teriakan Ibu membuyarkan lamunanku.
“Iya Bu aku sebentar lagi selesai”.

Segera aku menyelesaikan pekerjaan rumah dan bergegas mandi. Jam dinding menunjukkan pukul 09.00 WIB, aku menata hati ku untuk bertemu dengan Rio. Ku masukkan buku-buka yang ku gunakan untuk menulis cerita dan puisi-puisi, tak lupa aku selipkan pena di antara halaman buku,aku ingin menulis sesuatu tentangnya ketika aku bertemu.

“tin tin, Mba Zahra!! mba Zahra!!
“Iya bang Agus” sahutku untuk menjawab panggilan.
“Apa mba Zahra jadi pergi hari ini?”
“Iya bang tunngu sebentar ya”

Bang Agus adalah tukang ojek langgananku, kemanapun aku pergi bang Agus inilah yang siap mengantarkanku.

Dag dig dug dag dig dug…
Jantungku berdebar makin kencang, makin dekat dengannya,, dalam pikiranku selalu berputar pertanyaan bagaimana seorang Rio???
Aku tak sabar untuk berbagi cerita, membaca novel-novel yang elah dibuatnya, membuat puisi bersama dan menghabiskan waktu mengobrol bersama.

“Mba Zahra, mba kita sudah sampai” suara bang Agus membuyarkan lamunanku.
“Oh iya bang, terima kasih ya”

Aku melangkahkan kaki ku dengan rasa yang sedikit ragu, ku tekan bel rumahnya. Rumah yang begitu cantik dan asri, begitu banyak bunga di halaman depan.

“krek” terdengar suara pintu terbuka, seorang wanita paruh baya yang sangat ramah berada dibalik pintu.

“Assalamualaikum tante” sapa ku pasa ibu Rio.
“Walaikumsalam, Zahra ya? tanyanya dengan senyum yang mengembang di bibir.
“Silahkan masuk Zahra, Rio sudah menunngu kamu”

Aku merasa bingung kenapa Rio tak terlihat sama sekali di ruang depan atau di ruang keluarga.

“Zahra, Rio ada di kamar,,ayo silahkan”

dengan sedikit rasa heran aku menikuti ibu ke kamar Rio, “brakk” tanpa sadar aku menjatuhkan buka yang ku pegang. Pria tampan dengan wajah ramah dan senyum yang manis ku lihat terbaring di tempat tidur dengan segala peralatan kedokteran. Aku terkejut, kaki ku berat untuk melangkah, terasa kaku.

“Zahra masuklah” suara lembut yang sering ku dengar dari seorang Rio.
Aku mengembangkan senyum di bibirku, berharap dia tak kan kecewa bertemu deganku.

Rio: “Maafkan aku tak menceritakan ini semua kepadamu, aku hanya ingin kita menjadi sahabat tanpa ada rasa kasihan darimu”.
Aku: ‘Tidak apa-apa,aku senang bertemu denganmu, kau seperti apa yang selama ini aku bayangkan”.
Rio: “Maaf telah memintamu datang, aku hanya takut tidak akan pernah bertemu dengan mu setelah ini”.

Air mata tak terasa jatuh di kedua pipi ku, tapi dengan cepat aku menghapusnya. Aku ingin meninggalkan kebahagiaan bertemu dengannya. Kami membicarakan banyak hal, cerita, novel, puisi, kota impian, dan semua mimpi-mimpi.

“Rio, aku menulis sesuatu untukmu” ucapku dengan harapan dia akan menyukainya.

Kuberikan tulisanku kepadanya, berharap dia akan menyukainya, dia membaca dalam diam, aku melihat ekspresi wajahnya, selembar puisi untuk Rio.

CINTA

Banyak kata yang tercipta
Banyak kata yang terucap
Banyak rasa tercipta
Sejuta kasih dan harapan

Bahagia kini mulai datang
Suka cita terlukis manis di wajah
Senyum merona pesonakan mata memandang
Apakah ini yang disebut Cinta?

Setumpuk rasa di dalam hati
Sulit terungkap oleh kalimat nyata
Dunia apakah ini?
Apa ini dunia Cinta?

Bilakah ini benar Cinta!
Maka akan kusambut dengan bunga senyuman
Bilakah ini memang benar Cinta!
Berarti aku telah mencintaimu

“Puisi yang indah” suara lirih terdengar dari bibirnya.

“Terima kasih telah memberiku banyak hal” ucapku dengan pelan.

“Tidak, aku yang berterima kasih kau telah memberiku banyak semangat,
terima kasih juga kau telah mencintaiku, walau mungkin karena kamu kasihan”.

“Cinta ku ikhlas dan tak ada alasan mengapa aku mencintaimu, bahkan bukan juga karena kasihan, ini semua karena Cinta itu sederhana”.

Sudah seminngu setelah bertemu dengan Rio, yang tak kusangka bahwa itu adalah pertemuan kami yang pertama dan terakhir. Dia meninggal dengan senyum di wajahnya, tak ada penyesalan dalam hidupku telah bertemu dengannya. Dia adalah cerita terindah dalam hidupku, bagiku dan baginya, pertemuan kami adalah puisi, PUISI CINTA YANG HEBAT.

END

Cerpen Karangan: Yuyun Yulianti
Facebook: Yuyun Yulianti

Cerpen Cinta Itu Sederhana merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Karma Buaya Darat

Oleh:
Hiduplah kisah cinta antara Kia dan Lana mereka adalah remaja SMA, Kia yang duduk di bangku kelas 1 SMA dan Lana juga duduk di bangku kelas 1 SMA, mereka

Dia Yang Ku Sayang

Oleh:
Waktu pertama kali aku kenal dia waktu aku baru menjejakan kaki di smp 5.. Waktu itu aku tak tau mengapa aku sebenci itu pada seorang lelaki yang bernama avan

Tears Of The Phoenix (Part 3)

Oleh:
Buummmm.. Gunung itu meledak memancarkan kepulan asap hitam yang tebal menjulang tinggi ke angkasa. Prilly ikut terlempar ke atas langit lalu terjatuh di antara awan-awan putih di sekitar sana.

Loving You

Oleh:
Malam belumlah genap saat kulangkahkan kakiku bergegas meninggalkan pesta.Sungguh aku tak kan sanggup bila terus berada disitu. Sosok itu.Aku belum bisa bertemu dengannya.Luka itu masih terasa nyeri.Bahkan aku hampir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *