Cinta Kartu Kuning

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 7 August 2016

Sore itu menunjukkan pukul 3, akhir pekan yang hanya ada beberapa orang saja di kostan dikarenakan pada pulang kampung sedangkan aku yang sudah mendapat julukan “cewek kost sejati” tidak pulang. Aku pulang paling sebulan sekali kalau lagi males pulang dan banyak tugas bisa-bisa sampai 2 bulan aku gak pulang.

Sore itu cuacanya sangat panas hingga sinar matahari masuk ke dalam kamar kost ku yang kecil hingga membuatku terbangun dari tidurku yang pulas. Aku beranjak dari tempat tidur untuk cuci muka. Setelah aku membuka pintu kamar dengan muka yang masih ngantuk aku mengambil sabun. Terkejut dengan adanya sosok cowok yang ada di depan kamar. Aku langsung balik masuk kamar dikarenakan kaget. “Ky kok balik masuk kamar, kenapa?” Tiba-tiba suara cowok terdengar didepan kamar. “Hm, gak kak masih ngantuk aja”, jawabku cepet. Kenapa dia harus ada di depan kamar sih, aku kan malu baru bangun tidur, kataku dalam hati. “Udah keluar aja, ngapain di dalam kamar mulu”, sambung si cowok. Dengan gugup aku menjawab “i…iya kak.” “kamu baru bangun tidur ya? Masih ngantuk?” sambil membuka pintu aku jawab dengan tersenyum “iya kak baru bangun tidur, masih ngantuk” “ohhh, sini deh aku mau ngasih tau sesuatu ke kamu.” “iya kak, apa itu?” kamu itu manis ya kalau lagi bangun tidur masih dalam keadaan ngantuk gitu. “Iya kak makasih”, jawabku dengan malu-malu. “Ya udah kak, misi ya mau lewat mau ke kamar mandi”. “Silahkan ky”, jawabnya sambil tersenyum dan terus memandangku.

Sampai aku selesai cuci muka dan keluar kamar mandi dia masih saja di depan kamarku. Hingga beberapa menit, aku kira dia sudah pergi dari depan kamarku, aku ngomong sendiri “ih, kenapa dia ada di depan kamar sih, pas aku baru bangun tidur lagi kan malu muka jelekku kelihatan. Tapi tadi kok aku dibilang manis ya hehehe. Ah sudah lah mungkin aku salah deger, toh tadi kan aku masih belum sadar 100 persen” tiba-tiba ada suara yang menjawab dari luar kamar “kamu itu emang manis kali” seketika itu pun aku langsung diam dan ngomong dalam hati “hah ternyata dia masih di depan, waduh mampus deh aku ketahuan kan”.

Malam harinya aku ada rencana untuk bayar sewa kamar kostku. Dengan suasana yang sepi tinggal aku dan dia saja di kostan ini, dan kebetulan juga ini malam minggu. Aku mulai berjalan menuju kamar kak Fahry. Baru aku sampai di tangga yang bawah dia tanya padaku. “Hai ky mau kemana?” Tanpa menjawab aku mengangkat kartu pembayaran warna kuning ditangan bersama dengan uang yang sudah kupersiapkan sambil tersenyum kecil. Sampai di sampingnya aku langsung menyodorkan kartu kuning beserta dengan uangnya. “Bentar ya aku tulis dulu!” “Iya kak” jawabku singkat. “Oh ya, itu ada langsep makan aja manis kok”. Dengan sopan aku menjawab “iya kak makasih”. Belum sampai selesai dia menyambung perkataanya, “semanis kamu” dengan berlaga gak mendengar aku langsung ngomong lagi, “oh iya kak gimana uangnya kurang?” “Oh tidak ini uangnya sisa kok bentar ya aku tulis sama cari kembaliannya”, jawab kak Fahry.

5 menit berlalu dan dia belum keluar kamar. Aku menunggu sambil menggerakkan ibu jari kakiku. Tiba-tiba, “ah ky ini tanggal berapa ya?” Keluar kamar sambil melihat kalender yang ada di depan kamarnya. Tapi aku melihat ada unsur kesengajaan disini. Aku melihat sudah tertulis tanggal, bulan serta tahun di kartu kuning itu tetapi kenapa bertanya lagi. Dengan curiga aku menjawab, “tanggal 6 kak”. “Oh ya tanggal 6 lupa aku”, sambil tersenyum lebar. “Ini kartunya dan ini kembaliannya diitung dulu”. Entah kenapa aku menuruti perkataanya, “iya ini pas udah, misi kak ke atas dulu ya” sambil berdiri. Tanganku ditariknya sambil mengucapkan “disini dulu lah kita ngobrol-ngobrol aja dulu” aku tersenyum dan duduk kembali.

“Kamu tadi itu baru bangun tidur ya? Masih kelihatan banget tau gak mukamu itu ngantuk dan masih belum sadarkan diri”. “Ya kak aku baru bangun tidur masih ngantuk”. Tanpa aku duga kak Fahry pindah di samping aku. Dia memengang tanganku, aku kaget dan langsung melepaskan tangan aku dari genggamannya. Aku terdiam. Dia memegang tanganku lagi. “Ky kamu tuh manis, ceria, polos, aku seneng lihat kamu”. “Makasih kak atas pujiannya dan seneng lihat aku”, kataku dengan senyuman. Dan tanpa aku duga kak Fahry menggenggam tanganku dengan erat dan bibirnya mendarat di pipi kiriku. Kami terdiam lumayan lama dengan pikiran kita masing-masing.

Aku bertanya untuk menghidupkan suasana lagi. “Kak gak keluar, malam mingguan gitu jalan sama pacar?” “Gak, disini aja toh disini ada kamu ngapain aku harus keluar. Aku seneng kamu disini nemeni aku. Aku juga seneng kamu selalu ada di pikiran aku”. “Hah, aku ada di pikiran kak Fahry?” “Ya kamu ada di pikiran aku, selalu terbayang, selalu teringat. Ky, sebenarnya… sebenarnya aku suka sama kamu, aku nyaman dengan kamu”. Aku tersenyum tersipu dan air mataku tergenang di kelopak mata. Dia memelukku sesaat, mencium pipiku, memelukku lagi sambil membisikan kata-kata di telingaku “aku sayang kamu, kamu jangan tinggalin aku ya” dia memelukku lebih erat lagi dari sebelumnya.

Cerpen Karangan: Lucky Rusyita
Facebook: Lucky Rusyita
lucky rusyita mahasiswa semester 4 uksw

Cerpen Cinta Kartu Kuning merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Love or Not?

Oleh:
Langit siang ini begitu menampakkan kegelapannya. Mungkin langit sudah tidak mampu membendung air hujan. Mungkin langit sudah tidak bisa lagi membendung kekesalannya. Dan mungkin juga matahari sudah lelah menyinari

Dua Hati Akan Menyatu Suatu Saat Nanti

Oleh:
Pulang sekolah hari ini aku dan Floren menyempatkan diri untuk melihat pertandingan futsal di lapangan sekolah. Ini bukan pertandingan yang memperebutkan gelar juara secara resmi, hanya pertandingan persahabatan antara

Cinta Setelah Hujan

Oleh:
Hujan deras sepulang sekolah, Dini berteduh di bawah pohon beringin yang besar dan rimbun. Tubuh mungilnya menggigil, perlahan seragam yang ia kenakan mulai basah. “Hachih…” Dini pun mulai bersin-bersin

Kenangan Waktu Lalu

Oleh:
Suasana kelas yang sepi, di sekitar sekolah hanya ada beberapa murid saja yang terlihat. Memang tidak seperti biasanya, hari ini aku berangkat pagi sebab dimarahi guru salah satu mapel

25 Anak Tangga Pada 35 (Part 3)

Oleh:
Sepertinya dia telah pergi aku kembali memasuki rumahku. Baru ini ada orang menculikku dengen izin. Masih gelap dan tetap gelap hingga masa depan itu datang mendekat aku bisa bernafas

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *