Cinta Ku Bersemi Di Putih Abu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 7 December 2015

Pada suatu hari ada seorang remaja berusia 16 tahun, bernama Ayudia ia duduk di bangku kelas 10 SMA, ketika ia sedang di perjalanan menuju ke sekolah ia mendapatkan teman baru bernama Nely, ternyata Ayu dan Nely kelasnya sama yakni X-7. Ketika mereka sampai di sekolah, mereka menuju kelas X-7. Seiring berjalannya waktu sekarang sudah semester 2, kebetulan ekskul Ayu dan Nely sama yaitu PRAMUKA dan Nely mengenalkan temannya yang ikut ekskul PRAMUKA juga kepada Ayu, yaitu Ira, Asri, Farah, Bunga, Nely, Dwi, Titin, Lilik, Fitri, dan Ayat, mereka pun dipilih untuk mengikuti Lomba PRAMUKA di SMAN 4 PRAYA, mereka merupakan perwakilan dari SMAN 1 PRAYA yakni, siswa yang mengikuti “LOMBA PIONERING” hasil pengumuman pun sudah tiba ternyata mereka kalah tapi tidak apa-apa karena mereka baru pertama kali ikut Lomba Pionering ov Scout.

Hari demi hari pun berjalan dengan lancar yakni, Ujian Kenaikan Kelas pun sudah tiba. Hari ini adalah hari pertama UKK (Ujian Kenaikan Kelas), lumayan susah sih tapi harus tetap bisa mengerjakan soal dan juga harus tetap optimis. Hari terakhir UKK pun sudah tiba, pulang sekolah Ayu, Nely dan teman yang lain jalan–jalan bersama ke Taman “Tonjeng Beru” untuk menghilangkan stres setelah UKK, tapi tentu mereka minti izin orangtua dulu dan juga ganti baju. Hari ini adalah hari yang ditunggu–tunggu yaitu adalah hari pengambilan Raport UKK dan ternyata Ayu naik kelas, dan Ira, Asri, Farah, Bunga, Nely, Dwi, Titin, Lilik, Fitri, Ayat dan K’tiit juga, libur pun tiba.

Besok pagi adalah hari pertama masuk kelas XI, setiba di sekolah Ayu langsung mencari-cari namanya di kertas yang ditempel di kelas-kelas, ia mencari di kelas XI-1, sampai kelas XI-6 tapi tidak ada namanya ternyata ia mendapatkan di kelas XI-7 yaitu kelas terakhir ia sangat terkejut padahal semester 2 ia mendapatkan ranking 10 besar, tapi ya sudahlah dan ia membaca nama-nama anak kelas XI-7 ia terkejut pula kalau ada sebagian temannya yang dulunya satu kelas dengannya dan juga ada nama K’tiit di kertas tersebut yaitu cowok yang ia sukai dari kelas X sampai kelas XI, ia pun senang karena bisa satu kelas dengan K’tiit, walaupun mereka duduknya berjauhan. Dan waktu Ayu mengetahui siapa wali kelasnya di kelas XI, ia terkejut ternyata wali kelasnya adalah wali kelasnya yang dulu, saat ia masih duduk di bangku kelas X yaitu Ibu Marissa.

Hari ini adalah hari Ulang Tahun sahabatnya bernama Nely, Ayu dan teman-temannya sudah merencanakan akan berpura-pura merasa acuh, cuek dan menghindar kalau Nely menghampiri mereka, seolah Nely menjadi musuh di kelas. Sewaktu pulang sekolah, Nely di siram air yang sudah dimasukkan daun-daun dan kertas bekas, Nely pun terkejut dan menangis. Sementara itu ada cowok yang bernama Aris, menghampiri Nely dan menyatakan cinta padanya, “iihh..” lucu banget nyampein kata-katanya, semua orang yang ada di dalam kelas semuanya tertawa, tapi Aris terlambat, karena Nely sudah punya pacar, “uuhh…” kasihan, kayaknya ada yang lagi patah hati nih, ucap semua anak di kelas. “Apa sih sebenarnya cinta itu?” ucap Ayu, dia mencari pengertian dari kata tersebut di Google, di Wikipedia, di Yahoo, tapi tetap saja belum mengerti dari kata tersebut.

Akhirnya Ayu bertanya pada sahabatnya Nely, dan apa jawaban Nely, Nely menjawab “Cewek yang kesepian, kasihan” mendengar jawaban Nely, Ayu justru lebih tidak mengerti, karena Ayu merupakan seorang remaja yang belum pernah mengenal yang namanya cinta. Akhirnya sahabatnya yang bernama Nely dan Dwi memutuskan untuk mencarikan pacar buat Ayu. Hari demi hari pun berlalu, kedua sahabatnya mempromosikannya sampai-sampai ke jaring sosial, mendengar hal itu Ayu pun terkejut dengan apa yang dilakukan oleh kedua sahabatnya itu. Ayu berpikir bahwa, kedua sahabatnya tidak mengetahui kalau ia suka sama K’tiit.

Bel masuk telah berbunyi, saatnya menunaikan kewajiban kita yakni membaca AL-Qur’an selama 15 menit, waktu pun berjalan dengan sendirinya, berapa menit kemudian bel berbunyi yakni bel pulang. Pas pulang sekolah, K’tiit cowok yang Ayu sukai menghampirinya, ia bertanya kepada Ayu tentang tugas kelompok yang diberikan oleh Ibu Marissa, Ayu pun menjadi deg-degan ketika melihat wajahnya K’tiit -sampai-sampai gak bisa berbicara- berapa menit kemudian membahas tugas kelompok tersebut, K’tiit berbicara sesuatu kepada Ayu yakni..

“Dari awal, K’tiit sering memperhatikan kamu Ayu, K’tiit sering melihatmu dari kelakuanmu, dari sifatmu, dari hatimu dan karena itulah aku suka pada dirimu yang natural sejak pertama kali kita bertemu (pada saat memasuki semeseter genap, kelas X).”
“Kenapa Kakak bicara seperti itu pada saya?” Tanya Ayu.
“Mau tahu ya? rahasia!!” Ucap K’tiit. Setelah itu, K’tiit pun lari meninggalkan Ayu.

Pagi itu, Ayu merasakan suatu kebahagiaan yang mungkin belum pernah ia rasakan sama sekali. Pada saat memasuki kelas Ayu pun senyam-senyum sendiri melihat K’tiit, Nely dan Dwi merasa curiga terhadap sikapnya Ayu, yang sekarang menjadi salting -salah tingkah- dan gak seperti biasanya. Menurut Nely dan Dwi, Ayu sudah merasakan yang namanya cinta dan mungkin ada hubungannya sama K’tiit, kedua sahabatnya itu pun bersyukur karena Ayu sudah bisa mengenal yang namanya cinta. Pada saat pulang sekolah, ketika Ayu sedang berjalan dengan kedua sahabatnya menuju parkiran motor, tiba-tiba K’tiit menghampiri mereka.

“Makin hari, makin cantik aja nih, yu” Ucap K’tiit.
“Cieee, kayaknya ada yang mau nembak nih yeee” Nely dan Dwi meledek.
“Oh iya, K’tiit belum jawab pertanyaan saya yang kemarin, apa maksud K’tiit berkata seperti itu?” Tanya Ayu.
K’tiit pun menjawab, “Hmm, Ayu mau kamu jadi pacar K’tiit? K’tiit sudah lama suka sama kamu Ayu dan K’tiit juga suka dengan penampilan Ayu yang natural.”

“Uuhh so sweet, Nely dan Dwi meledek.” Tanpa ada kata basa-basi.
“Ayu pun langsung menerima K’tiit menjadi pacar pertamanya.” Ujar Ayu.
Malamnya, Ayu menulis diary yang bertuliskan tentang, “Sekarang saya sudah tahu apa yang dimaksud dengan cinta, walaupun kita baca buku yang banyak tentang cinta, sesering mungkin, kita tidak akan pernah mengerti kalau kita belum pernah mengalaminya dengan sendiri, akhirnya Ayu bahagia dan berkata, ‘cintaku bersemi di putih abu-abu.”

Cerpen Karangan: Ayuandira Suhastri Armin
Nama: Ayuandira Suhastri Armin
Sekolah: SMAN 1 PRAYA
Alamat: Johar Baru, Penujak. Kec: Praya Barat, Kab: Lombok Tengah, Prov: NTB

Cerpen Cinta Ku Bersemi Di Putih Abu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Buruk Si Pembangkang

Oleh:
Seperti biasa, liburan kali ini aku habiskan dengan menonton film. Genre yang aku suka itu horror atau thriller. Karena kebanyakan film dari kedua genre tersebut memuat cerita yang nggak

Semua Karena Cinta

Oleh:
Bagiku cinta hanyalah sebuah skenario yang diatur. Sebentar pacaran, dan tak lama kemudian putus. Itulah mengapa aku sampai sekarang masih jomblo. Lebih baik aku menulis sebuah buku. Itu lebih

PHP Pertama

Oleh:
“Ayo put, ayo buruan ada anak baru disini!” “Tunggu kenapa nad, anak baru doang sih bukan artis”. Perkenalkan namaku Puri Nur Hidayah, panggil saja aku Puput. Nah, yang aku

Kertas Putih

Oleh:
Semalam sudah aku menantikan kehadiran sesosok pangeran yang aku dambakan di malam spesialku ini, aku berharap dia hadir dalam acara sweet seventeenku, Davit itu nama yang tak pernah asing

Tentang Rasa dan Raka

Oleh:
Sedari tadi aku tidak bisa konsen memahami materi aljabar yang dijelaskan Raka. Ya, hari ini, hari Selasa sore, sepulang sekolah aku dan Raka belajar bersama di rumahku yang letaknya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *