Cinta Ku Bertemu Di Facebook Dan Berakhir Di Facebook

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Galau
Lolos moderasi pada: 2 February 2016

Ting.. Tung.. Ting.. Tung. Suara bunyi alarm telah terdengar dari kamar. Saatnya aku dan keempat temanku harus bangun untuk salat, masak, dan siap-siap ke kampus. Tapiii..eeeitts tunggu dulu, sebelum aku bangun untuk salat, terlebih dahulu aku tak pernah lupa untuk buka Facebook. Hehe maklumlah, buka facebook itu sudah menjadi kewajibanku yang utama sebelum dan sesudah tidur. Sambil nunggu antrean temen-temen gentian masuk wc dan ngambil air wudhu, aku pun masih asyik facebook-an, sampai pada akhirnya mereka sudah selesai salat dan aku pun dipanggil sama Yuni.

“Andin, tutuplah facebooknya itu, salat dulu.. facebookannya kan entar habis mandi juga bisa.”
“iya iya Yuni..” jawabku sambil senyum senyum.

Seusai salat, kami berlima bagi tugas. Aku, Wanda, dan Yuni bagian masak. Mary dan Liza mendapat bagian antar jemput anak tetangga dan bersih bersih rumah. Tak terasa 20 menit telah berlalu. Akhirnya, pekerjaan kita pun sudah selesai. Dan Sekarang waktunya go to my campus. Sesampai di kampus, aku pun pisah dengan Yuni, Wanda, Mary, dan Liza. Aku duduk di samping Hanifa sedangkan Yuni, Wanda, Mary, dan Liza duduk di belakangku.

“Wiissshhh kayaknya cuaca lagi mendung, suasana lagi gak enak, dan sepertinya kamu lagi seneng banget ya ndin?” Tanya Hanifa padaku sambil nyengir. “Hmm iya dong.. meskipun cuacanya gak cerah dan suasananya gak enak kita itu harus tetep seneng dan fit, jangan lembek kayak orang gak dikasih makan gitu dong han. Fighting kawan.” Jawabku dengan semangat. “ya lah yang lagi seneng gak mau bagi-bagi.” Sambung Mary, Yuni, Liza, Wanda, dan Hani dengan kompak. “Iya, iya deh aku cerita sama kalian.” Jawabku.

Akhirnya aku ceritakan tentang kejadian tadi malam kalau aku punya seorang cowok yang berasal dari desa seberang namun ada satu masalah dalam hubungan kami, yaitu kami belum pernah bertemu. Namun meskipun belum pernah bertemu kami merasakan kenyamanan, kedamaian, perhatian, kasih sayang, saling pengertian, dan tentunya masih banyak lagi. Aku gak tahu semua yang ada tentang dia, yang hanya ku tahu tentang dia adalah dia pernah bilang kalau dia sekarang lagi kerja di sebuah pusat pembelanjaan di Kotanya. Mungkin di kepala kalian sekarang banyak tanda tanya tentang aku.

Kenapa aku seorang Andin yang susah MOVE ON mantan bisa langsung jatuh cinta sama orang yang belum jelas identitasnya, belum pernah bertemu, dan bisa-bisanya menjalin hubungan LDR-an sama dia? Ya pertanyaan itu bagiku sudah biasa dan aku sendiri juga tidak tahu apa jawabannya. Satu lagi yang belum aku kasih tahu ke kalian kalau dia namanya Angga. Jujur aku udah lama banget kenal sama dia, sudah sering curhat, sering teleponan, inboxan lewat facebook, dan masih banyak lagi. Tapi yang bikin aku merasa aneh, kenapa aku suka sama seorang cowok yang belum pernah bertemu sama sekali dan kenapa aku merasa nyaman dan bahagia tiap kali dia nelepon ataupun sms aku? sebenarnya masih banyak yang ingin aku tanyakan dalam hati ini, tapi ya sudahlah.

Setelah beberapa menit cerita, eh gak terasa dosen pertama pun masuk dan menjelaskan materi tentang maqasidul syariah. “Haduh nih dosen.. udah tua, pendengarannya kurang, masih aja galak. Gak tahu umur apa? mana udah lama banget keluarnya.” Tanyaku dalam hati. Aku di dalam kelas pun sudah gelisah banget, pengen cepet pulang dan teleponan sama si dia, hehe.
Tak terasa perkuliahan hari ini pun sudah selesai dan besok waktunya berjuang melawan kertas putih alias ujian akhir semester. Yeee.. gak terasa juga ternyata kuliah sama bapak dosen yang super duper galak itu berakhir juga. Sekarang waktunya capcus pulang bolo-bolo. Hehehe.

Akhirnya aku pun sampai juga di kos dan tiap kali aku buka hp ternyata udah ada satu pesan dari Angga dan pesan itu berisi, “jangan lupa makan, istirahat, dan kewajiban salatnya ya sayang..” hufftt dengan rasa senang dan berbunga-bunga hati ini membacanya. Rasa cape, panas, gelisah, benci sama tuh dosen dan perasaan lain yang sudah bercampur aduk menjadi satu itu pun akhirnya hilang dengan satu sms dari Angga. Keesokkan harinya pun aku cepet-cepet bangun dan gak seperti biasanya selalu membuka facebook dulu.

Teman-teman semuanya pun pada heran kenapa hari ini aku terlihat sumringah dan semangat buat ujian, biasanya sih tiap kali ujian yang ada dalam otakku hanya menyontek, menyontek, dan menyontek. Tapi kali ini aku merasa beda, seneng banget rasanya dan semangat untuk ujiian. Ketika ujian pun aku mampu mengisi semua soal tanpa harus menyontek. Setelah ku pikir-pikir ternyata Angga mampu memberi aku semangat, memberi aku hal-hal positif, dan tentunya merubah ibadahku yang dulunya salatku sering kali ketinggal namun semenjak kehadiran Angga, aku semakin rajin untuk lebih mendalami ibadahku lagi.

Hari ini tepatnya hari jumat. Seperti biasa aku selalu ngingetin dia untuk salat jumat. Namun aku merasakan hal yang berbeda sama dia. Hari ini dia lebih sering membicarakan tentang kematian. Seolah-olah pada hari itulah kehidupannya dia akan berakhir. Tidak hanya itu, dia juga berpesan padaku untuk selalu berbuat baik, mendoakan orang-orang yang telah jahat pada kita, dan dia juga bilang, “kejahatan jangan pernah dibalas dengan kejahatan, ketika kejahatan menghampiri kita balaslah ia dengan kebaikan karena dengan kebaikan itulah kejahatan akan terkalahkan.” Ya kata-kata itulah yang selalu ada dalam ingatanku.

Hari ini aku tidak hanya sms-an sama Angga saja tapi sama sahabatnya juga yang namanya Bela. Bela adalah teman kerja sekaligus sahabatnya Angga dan sekarang menjadi sahabatku juga. Dia bilang kalau hari ini sikapnya Angga beda banget dengan hari sebelumnya, sekaligus dia juga curhat tentang pacarnya sama aku. Setelah beberapa menit aku sms-an sama dia dan Angga. Angga pun sms lagi kalau dia mau pamit dan bilang disuruh bosnya untuk mengambil sebuah lampu di gudang. Namun, udah beberapa jam dia tidak memberi kabar ke aku dan Bela. Sekali pun dia memberi kabar, itu adalah kabar dari Bela yang memberitahu aku kalau sekarang Angga kecelakaan dan keadaannya sangat kritis.

Dalam keadaan pulkam (pulang kampung) aku pun sudah gak tenang dan kepikiran terus degan keadaan Angga. Di dalam perjalanan aku tak sanggup untuk menyetir sendiri, dan akhirnya si Yuni pun yang menyetir motorku. Beberapa kali aku mencoba menghubungi nomor hp Bela untuk mencari tahu bagaimana keadaan Angga, namun nomor Bela tiba-tiba gak aktif. Setelah beberapa menit aku diemin hp aku dan mencoba kembali menelepon Bela dan ternyata nomornya udah aktif. Tak berapa lama menit kemudian aku mendapat kabar dari Andre teman kerjanya Angga.

Dia sms kalau sekarang Angga sudah tenang di alam sana, dia sudah tidak merasakan sakit lagi, dan Andre juga ngomong kalau Angga ada salah sama aku, Andre atas nama Angga minta maaf. “Dia belum sempat minta maaf ke kamu ndien, maaf jika dia selama jadi pacar kamu, dia pernah bikin kamu sakit hati, bikin kamu kecewa dan sekarang dia sudah gak ada dan ninggalin kita semua. Maaf aku ngabarin kamu pakai hpnya Bela, soalnya hp ku ketinggalan di tempat kerja, dan sekarang Bela lagi pingsan.” Setelah aku baca semua berita dari Andre, aku pun semakin nangis di sepanjang jalan.

“sudahlah ndien kamu jangan nangis lagi. Daripada kamu nangis lebih baik kamu doakan Angga moga dia mendapat kebahagiaan di sana dan dia ditempatkan di tempat yang indah yaitu surga. Hapuslah air matamu ndien, gak ada gunanya kamu nangis tanpa kamu doain dia. Lagian malu juga kali ndien di perjalanan kamu nangis kayak gitu, nanti dikira orang-orang aku ngapa-ngapain kamu lagi.” Hibur Yuni sambil memberi ledekan.

Yuni, Wanda, Liza, dan Mary pun ikut mengantarkan aku pulang dan menghiburku. Walaupun mereka mengiburku, tapi tetap saja aku selalu keingat sama Angga terus. Udah agak lama mereka di rumahku, dan ketika mereka mau pulang aku mendapat kabar lagi dari Bela kalau dia masih hidup dan gak jadi meninggal. Aku sama sahabat-sahabatku pun senang banget dengan kabar itu. “Mungkin ini semua sudah takdir Allah dan jawaban atas doa kita semua untuk bisa mengembalikkan Angga lagi sob.” Jawabku kepada Bela.

Setelah 2 bulan kejadian itu, hubunganku sama Angga semakin renggang. Mungkin aku yang terlalu cemburu dengannya dan begitu pun dia. Setiap ada cowok yang nginbox di facebookku, selalu dia marah-marah gak jelas. Begitu pun aku, ketika ada cewek yang nandain foto ke dia, aku juga marah. karena yang bikin aku marah foto yang ditandain itu adalah fotonya Rima dan Rima itu adalah mantannya Angga. Dulu pernah sempat aku pergokin dia, kalau dia lagi comment-an sama Rima, namun aku hanya diam aja. Tapi kali ini aku gak akan diam. Satu minggu masalahku dengan Angga tentang Rima itu mungkin aku anggap udah clear. Dan sekarang adalah hari idul fitri, aku pun sama Angga saling minta maaf lahir dan batin di hari yang suci itu.

“Kamu boleh bersalam-salaman dengan cowok ataupun mantanmu tapi ingat jangan lama-lama dan mesra-mesra,” sms singkat dari Angga. Dan aku pun balasnya dengan senyum-senyum seakan-akan dia itu bener-bener takut kehilangan aku. Aku bahagia banget di hari raya ini, karena di hari raya ini aku mau bertemu dengan Angga. Yeeeee… Lebaran ketiga di hari yang dinanti-nanti ini pun akhirnya datang juga. Aku bertemu dengan Angga, namun aku pergi ke tempat Angga bersama Hanifa.
“eh emang kamu udah tahu apa ndien tempatnya Angga?” Tanya Hanifa. “hehe.. gak tahu han, tapi entar katanya kita mau dijemput sama dia kalau kita udah hampir nyampe.” Jawabku.

Mungkin perjalananku sama Hanifa udah hampir nyampe di tempatnya Angga, namun apa yang terjadi? aku tidak sampai ke tempatnya Angga dikarenakan udah terlalu lama aku di perjalanan dan kakiku sama Hanifa pun udah terasa cape banget. Jadi planningku untuk maen ke tempatnya Angga pun gagal dan kami pun hanya bertemu di jalan aja. Setelah beberapa minggu pertemuanku dengannya, aku belajar ikut kursus komputer di desaku. Ya lumayanlah buat nambah pengetahuan, lagian juga cuman gratis terus dapat uang+seretifikat.

“Hehe lumayan juga kan?” tanyaku pada Yuni, Lizah, Wanda, dan Mary. Namun nasib percintaanku dengan Angga tidak berjalan semulus yang dulu. Waktu itu pernah aku coba untuk manas-manasin dia dengan membalas inboxan orang yang lumayan ganteng+keren juga sih dengan kata-kata yang sedikit mesra. Namun apa yang terjadi? Dia sama sekali tidak peka dan tidak merespon aku sama sekali. Yeah gak apa-apalah. Batinku dalam hati.

Hari kemerdekaan 17 agustus pun telah tiba. Aku dan Hanifa pergi untuk jalan-jalan dan menghilangkan kegalauanku. Aku pergi ke tempat-tempat hiburan, dan rasanya senang banget bisa pergi ke luar untuk menghilangkan kegalauanku ini. Di tempat itu kegalauanku telah hilang dan aku pun pulang ke rumah. Namun sebelum aku pulang aku mampir dulu di tempat Hanifa untuk beristirahat sejenak. Sambil istirahat aku pun buka facebook.

Di facebook itu aku lihat-lihat foto aku yang diedit sama Angga. Namun gak sengaja di bagian tambahkan teman aku lihat ada yang namanya Angga, tapi foto profilnya cewek. Dan aku pun cuman iseng-iseng lihat aja ternyata foto itu fotonya ceweknya Angga yang pertama. Ku lihat di status tentangnya kalau dia berpacaran sejak januari. Dan aku pun langsung nangis, gak nyangka melihat itu semua. Ternyata aku baru sadar aku adalah pacar keduanya. Aku cuman dijadikan pacar gelapnya, Aku selingkuhannya, dan aku perusak hubungan orang. Itulah yang ada dalam pikiranku saat ini. Hanifa yang baru saja ngambilin air minum pun kaget melihat aku tiba-tiba nangis.

“loh.. loh.. Andien kenapa kamu malah nangis? perasaan tadi pas sama aku happy happy aja deh.. emang ada apa?” Tanya Hanifa kebingungan. Aku pun gak sanggup untuk bercerita lagi, namun secara pelan-pelan, Hanifa mulai membujukku dan akhirnya aku mulai menceritakan sedikit demi sedikit tentang masalahku yang tadi. Hanifa merasa heran dengan Angga, kenapa dia tega melakukan semua itu kepadaku.

Setelah Hanifa pergi mengantarkanku pulang dan sampai di rumah, emosiku pun sudah tidak terkontrol lagi, aku mulai mencari kebenarannya dan ternyata semua yang aku lihat tadi bener-bener kenyataan. Aku gak sanggup untuk merasakan ini semua, ternyata aku baru tahu bagaimana rasanya dikhianati, disakiti, dan dijadikan yang kedua ternyata rasanya seperti ini. SAKIT BANGET.. tak berapa lama kemudian, aku sms dengan panjang lebar untuk mencari kepastiannya ke Angga tapi Angga tidak pernah mau membalas smsku. Aku udah coba sms dan telepon dia tapi ternyata gak diangkat juga. Akhirnya aku sms dia untuk minta putus dan dia hanya ngebalas 2 kata yaitu iya dan maaf.

“Aku harus terima semua konsekuensinya karena aku bukan yang pertama bagi dia, aku hanyalah pelampiasannya di saat dia lelah dan cape dengan pacar yang sesungguhnya. Aku sadar semua itu, maaf aku udah pernah jadi boneka hello kittymu.” curhatku pada diary. Setelah menulis diary aku pun pergi ke tempat Mary untuk curhat dan menceritakan semuanya. Dan Mary pun juga gak nyangka dengan Angga. “kamu yang sabar ya ndin. Semua kejadian ini pasti ada hikmahnya, biarin dia yang pergi menyakitimu karena suatu saat akan ada orang yang bener-bener sayang sama kamu dengan tulus dan ingat semua perbuatan pasti ada karmanya.” Hibur Mary.

Setelah aku ceritakan semuanya, kebetulan di desaku ada acara grup band untuk ngerayain 17 agustus. Mary pun mengajakku untuk pergi kesana dan ngehilangin semua masalahku. Tanpa berpikir panjang aku pun mau menerima ajakan Mary. Di sana aku meluapkan semua kesedihanku dengan makan semangkok bakso yang rasanya mungkin hanya pedas. Ya aku memang makan bakso dengan sambal kira-kira 10 sendok penuh itu memang hal yang sangat konyol dan sepulang itu perutku jadi mulas. Tapi dengan aku makan sambal yang banyak itu rasanya aku udah gak keingat lagi sama Angga.

Dua bulan setelah aku putus sama Angga, akhirnya aku jadian lagi sama orang yang dekat dengan desaku. Dia adalah orang yang pernah ikut kursus juga di tempat kursusku itu. Mungkin aku harus bisa menghargai perasaan orang lain, dia yang udah ada di saat hatiku benar-benar sakit dan remuk banget, dia yang udah mampu nenangin aku, dan aku gak mau jadi cewek PHP jadi aku terima dia jadi cowokku. Dengan kehadiran dia aku berharap aku bisa bangkit lagi dari keterpurukanku. Karena dia saat ini adalah pacarku, bukan sahabatku. Meski perasaanku ke Angga masih ada, tapi aku akan coba nge-MOVE ON dari dia dan mencoba ngehargain orang yang saat ini berusaha untuk membahagiakanku.

“Ternyata cintaku yang bertemu di facebook akhirnya berakhir juga karena facebook. Ya mungkin itulah takdir Allah yang sudah disusun sesuai dengan skenarionya. Meskipun cerita cintaku yang bertemu gara-gara facebook gak berakhir dengan happy ending tapi aku bersyukur dengan kehadiran dia. karena berkat dialah ceritaku jadi sempurna dan semuanya berakhir dengan happy ending.” Curhatku bersama diaryku.

Cerpen Karangan: Erna Wati
Blog: http://storyeducation.com

Cerpen Cinta Ku Bertemu Di Facebook Dan Berakhir Di Facebook merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Stay Believe Of You Boy

Oleh:
Tiap detik ku menantimu. Tetesan airmata selalu tercurah di tiap malam ku. Yah mengingat mu, mengingat bahwa aku sudah menyayangimu. Terasa singkat bila aku memutuskan untuk takut kehilanganmu, yah

Restart

Oleh:
Kadang aku ingin pergi dan berlari dari semua masalah ini. Menghentikan sejenak aktivitas, pergi dan menjauh dari kebisingan, menghindari siapa pun lalu pergi dan sembunyi. Ingin rasanya berdiam diri

C3 (Cinta Chandra dan Citra)

Oleh:
Memiliki seorang sahabat itu rasanya memang sangat indah. Terlebih karena sudah bersahabat sangat lama, yaitu dari mereka terlahir. Yang satu merupakan anak yang berkepribadian pemberani sedangkan yang satu laginya

Aneh

Oleh:
Kring… kring… Bel waktu pulang sekolah telah berbunyi. Leon berjalan melewati taman sekolah, dan disana terdapat beberapa orang yang sedang asik ngobrol. Leon bersekolah di SMA 2 Tirtanigya dan

Semua Karena Gray Men Jacket

Oleh:
Gray men jacket, itulah julukan yang ku berikan untuk pria berjaket abu-abu. Aku tidak menetahui namanya, tapi entah mengapa aku sangat merindukan dia. Dia merupakan pria angkuh, cuek dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *