Cinta ku Remaja ku


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 12 October 2012

Kabut gelap membuat sejuk asri pagi ini kian terasa. Burung- burung bernyanyian bersaut sautan. Oh cerahnya suasana pagi ini. Degan cekatan aku alunkan kakiku langkah demi langkah menuju sekolah. Singgasana ilmu ku yang paling menyenangkan. Dingin menusuk tulang tidak menyurutkan semangat ku yg terlanjur hangat. Meskipun sesekali aku tergigil dengan suhu yang sangat rendah. Tapi melihat burung burung berkicau bersaut- saut ria. Tetesan bening kabut buta terkeling manja menyentuh Bunga merah jambu dan membuatnya merekah mewah.

Masa masa ku yang sekarang mungkin bagaikan anggur yang baru menampakkan buahnya. Setiap hari mengumbar senyum segar tanpa ada beban yang terlihatkan. Selalu terisi dengan kebahagiaan. Kalau ada yang mengatakan masa paling indah itu masa masa sma , mungkin itu adalah ungkapan yang benar. Di bangku smk ini juga aku menikmati masa remaja ku. Masa masa dimana aku mengenal sebuah cinta monyet. Yang membuat tidur malamku serasa tidak nyaman, dan membuat ku gelisah ingin terus memandang nya. Sosok pria manis yang telah mengacaukan lalu lintas akses otakku. Senyumannya bagaikan sensor magnetik yang membuat hati ku meleleh over load. Hal itu lah mungkin yang membuatnya menjadi pangeran yang terlihat paling tampan di kelas tetangga. Yang wajahnya sesekali terlihat di antara sela sela jendela kelas. Ya ini lah yang di rasakan orang yang sedang jatuh cinta, buruk pun akan selalu terlihat sangat indah

Aku telah mengenal pria itu sejak kelas satu, dan sejak itu pula aku mengaguminya. Meskipun dua tahun satu sekolah dengannya dan dua tahun menjadi penggemar setia nya, tapi tidak sekalipun aku berani bertatap muka dengannya. Hal ini bukan karena aku seorang yang phobia, tapi memang aku tidak cukup kuasa menahan pesona nya yang bagiku sungguh sangat istimewa. Sebatas melihatnya tersenyum, dan memperhatikan setiap gerak geriknya sudah cukup membuatku selalu tidak pernah malas ke sekolah. Ya mungkin bisa di bilang sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Tanpa sadar hari demi hari terus berganti. Tapi apa yang aku rasakan kepadanya tidak sedikitpun ada perubahan. Jantungku selalu berdetak tidak karuan setiap bertemu dengan nya. Selalu salah tingkah dan seakan tidak bisa mengendalikan nalarku sendiri. Ternyata resonansi cinta itu amat sangat kuat. Bila bertemu malu, tapi bila tidak ada akan tersiksa karena merindu. Pagi itu aku sengaja melewati kelas nya. Dengan hetakan kaki terbirit birit aku berjalan. Hei !!! sapa nya lirih. Tentu aku kaget, tiga tahun aku memperhatikan nya tanpa satupun pernah ia panggil. “I… ii… iyaa ??” aku menjawabnya dengan terbata bata. Tanpa pikir panjang, dia menarik tanganku dan mengajakku je taman. Oh Tuhan, situasi seperti ini aku pikir hanyalah sebuah mimpi. Tapi ini benar benar menjadi kenyataan.

Suara nya yang manis mengajakku bicara. Kita pun berbincang bincang seolah olah telah mengenal degan dekat. Kita memulai membicarakan sekolah, membicarakan pekerjaan rumah da lain lain. Sesekali aku dibuatnya tertawa dengan ceritanya yag sedikit konyol. Sebelumnya tidak pernah sedikitpn aku membayangkan akan berada di posisi sedekat ini. Duduk di taman berdua, bicara dan bergurau. Hingga akhirnya dia memotong pembicaraan ku sejenak. Di pagi itu dia membicarakan kesan kesan nya selama ini kepadaku. Dia mengatakan bahwa sebenarnya dia juga selalu memperhatikanku. Dibilangnya aku lucu, unik, dan menarik. Tentu seketika aku terkejut. Seseorang yang menarik seperti itu mengatakan kalau aku menarik. Dan yang terakir dia mengatakan bahwa dia menyukaiku. Mungkin seperti ini rasanya ketiban durian runtuh ya ?? aku seperti orang yang sangat beruntung.

Kejadian itu telah membuat hati ku sperti polkadot. Berwarna warni sangat cerah. Dan aku bisa menarik kesimpulan dari pengalamanku itu. Bahwa apapun yang kita inginkan bila kita pantang menyerah cepat atau lambat Tuhan akan memberikannya kepada kita. Tapi selain itu, kita sebagai seorang yang masih dalam proses menuntut ilmu, tidk boleh melupakan kewajiban kita yaitu belajar dan sekolah. Jadikanlah semua itu sebagai penyemangat hidup.

Cerpen Karangan: dina dwi
Facebook: https://www.facebook.com/diennanoess

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply