Cinta Lavender

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Cinta Romantis
Lolos moderasi pada: 1 May 2013

Nampak di sebuah ruangan seorang pemuda sibuk meng otak-atik PC di hadapanya. Ya, di hari minggu hanya hal itu lah yang sering ia lakukan sembari di temani lantunan lagu-lagu cinta membuat suasana ruangan lebih nyaman.
Dreett… dreett… dreett… terasa getaran di saku celana pemuda itu, secara bersamaan sebuah lantunan lagu “new song” salah satu ost film anime naruto shippuden terdengar. Pemuda itu segera mengambil handphone yang berada di saku celananya, Nampak sebuah nama pak jaya “Ada hal penting apa pak bos nelpon di hari minggu ya?” gumamya dalam hati. Dengan sedikit menarik nafas pemuda itu pun segera mengangkat telponnya.
“Hallo, ada apa pak?” sapa pemuda itu dalam telpon
“Hallo… dwi, sorry ganggu” terdengar jawaban dari telepon
“Iya.. pak gak papa ada yang bisa saya bantu, pak? Sahut dwi
“Gini… wik, kamu kan pegang kunci kantor saya mau minta tolong kamu nemenin keponakan saya, mau pake perlengkapan kantor buat ngerjain tugas kuliahnya. kamu bisa wik?” Tanya pak jaya
“Ooo gitu toh pak saya bisa kok tenang saja pak, kapan toh pak?
“Sekarang wik, keponakan saya sudah nuggu di food court tolong kamu cepet sedikit ya wik, makasih.”
“Iya pak sama-sama, pak.” Tuuuuttt… telpon pun terputus

Tanpa berpikir lama ia pun bergegas mengganti pakaiannya, setelah nampak rapi ia pun berangkat tidak lupa membawa tas kecil yang berisi kunci–kunci kantor. Setelah melewati sebuah pasar dan sebuah jembatan ia pun berjalan lurus nampak sebuah gedung bertuliskan lindeteves trade center dari kejahuan. Ya hanya butuh waktu sepuluh menit dengan berjalan kaki menuju gedung berlantai 10 itu. Setelah masuk melewati pintu kaca yang terbuka otomatis pemuda itu pun menuju ruangan lift. Setelah pintu lift terbuka ia pun bergegas masuk dan menekan angka 2, lentak di mana kantornya berada.
Dreett.. dreett.. terasa getaran di saku celana dwi, ia pun bergegs mengambil handpone dari sakunya. Nampak sebuah nomor belum ada namanya “hmm siapa ya” gumamnya dalam hati ia pun menggangkat telpon tersebut.
“Hallo..” sapa dwi dalam telpon
“Hallo mas dwi ya..” balasya sambil bertanya
“Iya maaf siapa ya?”
“Oo maaf mas, saya keponakannya pak jaya yang mau pake peralatan kantor”
“Ooo maaf, mbak sekarang berada di mana?”
“Saya di depan food court, saya pakai baju ungu mas.”

Pintu lift terbuka ia pun melangkah agak lebih cepat tidak ingin membuat wanita yang sedang meneleponnya menunggu lebih lama, ia membuka pintu masuk ke dalam sebuah ruangan. Nampak banyak meja dan bangku tertata rapi berjajar di sampingnya kios-kios penjual makanan. Terlihat dari kejahuan seorang gadis sedang duduk membelakanginya memakai baju ungu yang sedang sibuk, tangan kirinya memegang handphone menempelkan di telinga kirinya tangan kananya sedang sibuk menggaduk-aduk minuman.
Dwi pun melangkah mendekati wanita itu, sekarang ia berada di sebelah kanan gadis itu tanpa di sadari olehnya.
“Hai mbak?” sapa dwi sambil melambaikan tangan kananya di depan muka si gadis sambil tersenyum di hadapanya
“Eehh, mas dwi ya?” balas gadis itu agak tergagap, terlihat rona merah di kedua pipinya.
“Iya mbak” jawab dwi sambil cengenggesan menjawab pertanyaan gadis itu.
Terlihat wanita itu menghentikan aktifitas tangan kirinya menekan sebuah tombol dan meletakan handphone nya di atas meja.
“Lha koq di matiin telponnya?” Tanya dwi
“Hmmm, orang yang di telpon aja udah di depanku, pantesan waktu telpon ama saya gak ada respon cuman hemm, hemm,” jawab gadis itu sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya dengan memasang bibir manyunnya.
“Hmmmm ngambek ya?” Tanya dwi “tapi wajahnya nampak lebih manis kalau sedang ngambek gini heeheee” gumamnya dwi dalam hati, sambil tersenyum tipis.
“Kenapa mas, senyam-senyum sendiri?” sahut gadis itu membuyarkan lamunannya, dwi pun salah tingkah sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan memasang senyum lebarnya.

“Jadi ke kantor gak mbak?” Tanya demi mengalihkan pembicaraan.
“Kryuk… Kryuk… kryuk…” terdengar suara perut dwi, kedua wajah itu pun bertatapan sesaat keheninggan pun tercipta, sebuah senyum pun terukir dari kedua wajah mereka.
HAHAHA… tawa mereka terpecah, tawa yang cukup kencang membuat orang–orang di sekitar mereka pun memperhatikan mereka membuat semburat merah di kedua pipi mereka. Terlihat dwi menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
“Belum makan mas” Tanya gadis itu
“Heehee iya” sambil tersenyum dwi menjawab pertanyaan
“Ya udah, mau makan apa, aku yang traktir?”
“Hmmm Nasi goreng ama teh manis hangat aja lah” sambil melangkah ke tempat duduk, ia pun duduk berhadapan dengan gadis itu. Gadis itu pun memenggil seorang pegawai salah satu kantin dan memesan makanan untuk dwi.

Setelah memesan makanan keheningan meliputi mereka berdua tidak ada yang berani membuka penbicaraan. mereka sibuk dengan handphone mereka masing-masing.
“Ini pesanannya” ucap seorang pegawai kantin menghentikan kesibukan mereka berdua sembari menaruh makanan di hadapan dwi, sepiring nasi goreng lengkap dengan telur dan irisan tomat yang menambah lezat sajian nasi goreng. Dan segelas teh hangat di hiasi asap-asap di atas permukaan airnya.
“Selamat makan” ucap dwi sembari menatap wajah gadis di depannya. gadis itu hanya mengganguk dengan senyum tipis di mulutnya. dwi pun memulai memasukan sesendok demi sesendok nasi goreng di mulutnya. “manis juga ya dia saat makan heeheee” gumam wanita dalam hatinya dengan senyum tipis di mulutnya. Tanpa di sadari wanita itu terus memperhatikan setiap detik di saat dwi makan.
Selesai makan mereka berdua melangkah menuju kantor.
“Ooo ya maaf namanya siapa mbak” Tanya dwi sambil mempersilahkan gadis itu duduk di bangku dengan sebuah komputer menyala di atas meja.
“Nia, nia nuryanti lengkapnya” jawab gadis itu

Keheningan nampak di dalam kantor, nia yang sedang sibuk dengan tugasnya dan dwi sibuk dengan akun facebooknya. Sesekali dwi melirik ke arah nia yang sedang sibuk, dengan senyum tipis di mulutnya “andai kau tahu perasaan dalam hati ku ini mbak, apa ini namanya cinta pada pandangan pertama” lirihnya dalam hati. Terasa bergetar seluruh tubuhnya di saat kata-kata itu muncul di dalam hatinya.
“mas, mas dwi?” suara itu membuyarkan lamunannya, suara dari gadis yang sekarang telah memenuhi seluruh hatinya.
“ii, iya mbak ada apa?” jawabnya terbata-bata
“haa, mas dwi lagi ngelamun ya? Lagi mikirin apa mas?”
“mikirin kamu” jawab dwi tanpa tersadar, “haduh gawat kenapa aku ngomong kayak gitu” gumamnya dalam hati.
Kata-kata itu membuat rona merah di pipi dua insan yang saling berpandang. Senyum tipis terbesit di antara mereka berdua, mereka memalingkan wajah mereka untuk menyembunyikan rasa malu yang telah memenuhi tubuhnya.

Untuk minggu depan di hari yang sama, dwi di minta menamani nia untuk kedua kalinya, di hari-hari selanjutnya dwi berinisiatif mengirim pesan dan sesekali ia juga menelepon nia, nia yang memberi respon yang positif membuat hubungan mereka menjadi lebih, dekat benih benih cinta pun kian tumbuh.

Hari minggu keduapun tiba hari yang di nanti dwi maupun nia tuk saling bertemu untuk menghilangkan rasa kangen yang ada di hati mereka. Nia yang sedang duduk di bangku menanti kedatangan dwi dengan rasa yang aneh di hatinya. Hari ini memang nia merasa aneh tidak seperti hari-hari biasanya yang di lalui dengan biasa saja lain dengan hari ini yang di nilai begitu indah bias bertemu seseorang yang baru di kenal tapi sudah memenuhi seluruh hatinya.
“Hai…” terdengar suara dari kejahuan suara yang tidak asing lagi bagi nia, ia pun mencari sumber suara tersebut dengan sekejap ia pun tersenyum di hatinya. Orang yang telah di tunggunya sedari tadi akhirnya datang menemui dirinya.
“Hai… juga” balas nia sambil melambaikan tanganya dengan senyum tipis di bibirnya
“Ooo maaf ya, udah lama ya nunggunya” Tanya dwi
“Oo.. gak kok saya juga baru nyampe” jawab nia “mas mas nunggu kamu seharian aku juga gak papa yang penting bisa ketemu sama kamu” gumam nia dalam hatinya
“Ya udah ayo langsung aja ke kantor biar cepet selesai tugasnya, aku mau ngajak kamu kesesuatu tampat sehabis kamu nyelesain tugas kamu, kalau kamu mau?” ajak dwi
“kemana mas” Tanya nia membalas perkataan dwi dengan nada binggung
“ada deh…” jawab dwi dengan sedikit mengejek

Waktu hampir menunjukan setengah lima, nampaknya nia sudah memulai membereskan segala peralatan yang telah ia gunakan tadi. Hari yang di rasa menyenangkan bagi nia walau dengan tugas-tugas yang begitu membosankan tapi ia begitu bahagia karena ada dwi yang selalu memberi semangat ketika ia mulai bosan mengerjakan tugasnya.
“Ayooo berangkat” ajak dwi dengan nada senang
“ke mana mas” balas nia
Sambil memegang tangan nia dwi melangkah sedikit berlari, rona merah muncul di kedua pipi nia. Ia tidak menyangka akan di pegang tangannya oleh dwi, tidak lama ia sudah berada di luar gedung.
“sebentar lagi nyampe mbak nia, tenang ajanya jangan takut” sahut dwi agar tidak membuat takut nia, yang sedari tadi hanya diam.
“Akhirnya sampai juga” ucap dwi dengan nada gembira, sembari melepaskan genggaman dari tangan nia.

Nampak sebuah taman bunga terlihat indah dengan dominan warna ungu, warna dari bunga-bunga lavender yang merekah indah. Membuat terpana semua mata yang memandangnya dwi mengajak nia duduk di sebuah di bawah pohon yang besar dengan di iringgi lambaian dari beribu ribu bunga lavender yang bergerak terkena angin menambah indah suasana.
“maaf mas kenapa saya di ajak ke sini” Tanya nia dengan heran
“tahu gak mbak ini bunga, apa?” Tanya dwi, sambil memperlihatkan beberapa tangkai bunga lavender yang telah di genggamnya.
“itu bunga lavender kan, mas…” Jawab nia semakin binggung
“kamu tahu gak arti bunga ini” Tanya dwi
“gak mas” jawab nia
“Bunga lavender menandakan hubungan cinta yang lekat dan mendalam dan warna ungu yang menambah indahnya menandakan cinta pada pandangan pertama, seperti cintaku padamu” terang dwi
“mas aku malah jadi binggung” jawab nia dengan wajah innocentnya
“gini lho mbak” sambung dwi sambil garuk garuk kepalanya yang tidak gatal
“aku sebenernya suka sama kamu sejak aku melihat kamu pertama kali, mau kah kamu jadi pacar aku dan kelak menjadi ibu dari anak anak ku?” tambah dwi
Kesunyian menyelimuti keduanya, rona merah pun semakin memenuhi wajah nia. Ia tidak menyangka dwi akan mengatakan hal tersebut.
“ii..iya aa..aku ma..mau mas” Jawab nia dengan terbata-bata
Senyum, rona merah dan rasa canggung pun menyelimuti keduanya di temani kesejukan angin dan sunset yang menjadi saksi momen romantis menambah indah suasana. Dua insan yang akan memulai hari-hari dengan penuh cinta.

Jakarta, 29 April 2013
Dwi Nuryanto

Cerpen Karangan: Dwi Nuryanto
Facebook: https://www.facebook.com/dwi.nuryanto

Cerpen Cinta Lavender merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Yang Singkat

Oleh:
Cinta mungkin bisa dikatakan ilusi tapi nyata dan berbentuk, yang berawal dari kenyamanan dan kelembutan. Hari pertamaku dipertemukan denganmu, hari pertamaku mengenalmu, mengenalmu dalam diam, mengenalmu dari kejauhan dan

Love in Rain

Oleh:
Tahun 2000 Tik… tik… Bunyi rintikan hujan mulai membasahi permukaan bumi yang panas, terdengar suara cipratan air yang dibuat oleh kedua anak kecil. “Wah! Hujan, hore!!!” Ucap anak kecil

First Love (Memori)

Oleh:
Kusandarkan lenganku pada kusen jendela. Mataku terus menatap hening pada kanvas hitam di hadapanku. Satu pendar cahaya bintang menyeretku kembali pada masa lalu, yang tak pernah aku lupakan. Masa

Canda Dalam Tangis

Oleh:
Perlahan kubuka lembar buku usang, dengan hiasan debu dan sedikit ukiran dari hewan yang sedikit menggerogoti halaman sampul buku itu. Dalam kenangan masa lalu, ingatan serasa terbuka kembali dikala

Nothing Is Impossible

Oleh:
Sebuah roda kehidupan tentu tidak akan pernah bisa untuk ditebak. Ada 3 misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini yaitu, jodoh, rizki, dan maut. Bahkan para peneliti dunia pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *