Cinta Maya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 9 April 2018

Hujan lebat, dan aku harus cepat-cepat sebelum Maya pulang. Harus cepat.

Sesampainya di restoran tempat Maya dan teman-temannya berkumpul. Dia begitu cantik, dan menawan hati.

“May…”
Sejenak Maya memandangku, dia hanya diam. Kudekati dia. Sambil tersenyum entah mengapa seletih apapun aku selalu gembira saat bertemu dia. Tapi setelah beberapa saat dia memandangku dan dia pergi begitu saja. Maya bertingkah laku aneh akhir-akhir ini.

Keesokan harinya
“Tunggu May!…”
“Ada apa?..” Jawabnya.
Kubalas dengan senyum. Lalu Aku duduk, kuikatkan tali sepatunya yang tadi mau lepas.
Tali sepatu itu mengingatkan dulu waktu masih sama-sama sekolah SMA, kita pernah mengikat tali sepatu kita berdua agar menjadi satu. Dan kita berjalan bergandengan. Kita berjanji, untuk terus bersama-sama selamanya.

Maya menatapku, matanya berkaca-kaca. Tak terasa air matanya jatuh ke pipi. Kurasa Maya juga teringat masa-masa waktu di sekolah dulu.

“Kamu kenapa May?..” Tanyaku.
Maya pun tak kuasa membendung air matanya yang semakin deras. Dia begitu cepat memalingkan wajahnya dan pergi begitu saja.
Batinku terus bertanya, kenapa kamu may? Ada apa?

Hari ulang tahun Maya
Hari ini aku beranikan diri, aku harus berani.
Sebuah cincin dan seikat bunga, aku ingin melamarnya, sebelum semuanya terlambat.

Aku kirimkan satu pesan suara.
“May.. Aku tunggu kamu, di lapangan basket depan sekolah SMA kita dulu?”
Aku harap Maya segera datang.

Sudah cukup lama aku menunggu. Sekitar 1 jam. Udara malam sudah tak mau berkompromi. Hawa dingin serasa menusuk-nusuk tulangku.

Sebuah mobil datang. Itu pasti Maya. Aku harus bersiap-siap, seikat bunga kupegang di tangan kanan, dan sebuah cincin kugenggam di tangan kiriku. Hatiku pun mulai deg-degan tak karuan.

Kulihat Maya keluar dari mobilnya. Dia mulai berjalan, tapi.. Seorang laki-laki ikut keluar dari pintu pengemudi tak lama setelah Maya mulai berjalan.

Hatiku terasa sangat aneh.
“Irwan, ada apa?” Suara Maya yang berdiri tepat di depanku.
“e.. Dia siapa May?” Aku balas bertanya..
“Maaf ya Wan, dia Roby. Tunanganku. Maaf aku gak pernah ngenalin dia sama kamu.”
Ku pegang tangannya. “May, tapi aku mau ngelamar kamu. Aku udah persiapin semuanya untuk kita. Kamu lihat cincin ini kan? Ini untuk kamu.”
“Maaf Wan.. Maaf banget. Aku gak bisa. ini udah jadi keputusanku dan keputusan keluargaku. Dan aku udah pilih dia. Maafin aku wan.”
Maya mengusap air matanya yang hampir jatuh. Wajahnya menunduk, dan segera berbalik arah untuk pergi. Langkah kakinya seolah-olah menginjak-injak hatiku yang terasa perih dan remuk.

Aku berteriak.
“May.. Aku Cinta sama kamu May..”
Tapi Maya terus berjalan seperti tak mendengarkanku.

Satu tahun kemudian
Roby tertangkap polisi, karena kasus nark*ba. Maya pun menyadari kesalahannya. Sambil menangis Maya meminta maaf, karena sudah meninggalkanku. Dan aku pun memaafkannya.

Maya mengikat tali sepatunya dengan tali sepatuku. Dan berjanji, akan selalu setia sampai kapanpun. Hingga akhirnya kini kami Menikah. Dan hidup bahagia.

The End

Cerpen Karangan: NSA
Facebook: Nursantoso93[-at-]gmail.com

Cerpen Cinta Maya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mungkinkah Dia?

Oleh:
Namaku Weinsly lengkapnya Weinsly Widyagirta Sabrina. Aku biasa dipanggil Winny karena nama panggilanku yang terlalu rumit jadinya aku dipanggil Winy. Aku saat ini sekolah di sebuah Sekolah Menengah Atas

Cinta Harta Sang Perawan Tua

Oleh:
Mentari dipagi itu mulai bersinar. Cahaya indahnya menerobos setiap celah rerimbunan daun. Sepertinya, alam sangat mengerti dengan kegirangan hati Merry. Semalam, ia baru saja ditembak oleh seorang cowok yang

Cinta Yang Pertama Diungkapkan

Oleh:
Inilah cerita cinta pertamaku yang berawal saat mulai duduk di kelas 3 SMP pada waktu itu. Aku menemukan muka-muka baru di kelas ini, karena aku pindahan dari sekolah lain.

Mimpi Ady

Oleh:
Dia baru saja terbangun dari tidurnya, pandanganya menuju jam weker di meja dekat tempat tidurnya. Jam menunjukkan tepat pukul 07.00. “Wwwaaaaaa” Dia bergegas menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya.

One More Time To Be Is Last

Oleh:
“Citrrraaaaaa…!!!”, teriakan nyokap gue yang selalu gue denger tiap pagi, siang, malem, bahkan saat gue mandi. Inilah gue, Sabrina Citra Dewi Putri Sailendra, cewek penggemar musik dan… kalian bakalan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *