Cinta Monyet

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Penyesalan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 November 2017

Clara, Tri dan ginis memang dekat. Tapi belum bisa dikatakan sahabat. Mereka dekat karena memang denah tempat duduk mereka berdekatan. Jadi kalau ada tugas bisa ngerjain bersama.

Trit…
Hp clara pun berdering. Tanda ada pesan masuk.
0812xxxx: Eggy udah nembak kmu blm?

Ha? Nembak? Boro-boro nembak ngomong aja kagak!! Dasar ni orang bikin jengkel aja.

Me: jangan memberi harapan palsu ya! Siapa sih kmu?
0812xxxx: aku sahabatnya Eggy… dia banyak cerita lho… soal kmu
Me: cerita apa aja?

Eah bikin penasaran aja

0812xxxx: Dia bilang kmu baik, cantik dan pintar
Me: ahahhahahha…

Wah kagak kebayangkan ada nganggap aku seperti itu… mimpi apa aku semalam… Rasakan kayak ketiban uang 100 ribu. Soalnya kalau ketiban durian kan sakit… ahahahhaha

0812xxxx: Nanti Eggy bakalan nembak kmu

Wah yang bener… jadi deg-degan…

1 minggu kemudian
Setelah satu minggu aku nungguin katanya Eggy mau nembak aku, tapi nggak ada tuh. Wah kok aku jadi ngarep gini ya? Ahahahaha… aku tu sebenarnya tidak suka sama dia. Cuma penasaran aja apa benar anak mami kayak dia bisa nembak cewek…

Dan yang benar aja Eggy beneran nembak aku tapi dengan cara yang tidak diduga-duga dia kirim pesan lewan inbox facebook. Dan aku pun mengiyakan. Akhirnya kami pun resmi pacaran. Awalnya sih diam-diam aja tapi lama-lama teman-teman satu kelas jadi tau soal hubungan kami.

Saat pelajaran berlangsung
“Siapa yang pacaran di kelas ini?” Tanya bu Sortani tiba-tiba
Satu kelas kemudian memandang kami berdua. Aku dan Eggy hanya bisa diam tanpa kata.
“Siapa yang pacaran dalam kelas ini ibu kurangi nilainya!! Ini tempat belajar bukan tempat pacaran.”
Kemudian bu Sortani pun melanjutkan menjelaskan pelajaran matematika.

Wah yang benar aja coba apa hubungannya pacaran dengan nilai dikurangi? Toh walaupun kami pacaran, tapi kami nggak pernah pacaran di kelas. Ngomong aja jarang. Dasar tu guru norak. Pikirku.

Eggy pun langsung nulis status di facebook.
‘Apapun yang terjadi tidak akan bisa menghalangi cinta kita’

Wah… gila… statusnya di like sama teman-teman satu kelas. Terus dikomen.
Ginis: cie, nanti nilainya dikurangi
Iis: masa sih…
Nanda: ayo belajar-belajar
Aku pun ikut-ikutan komentar di status itu…
Clara: biarkan banyak orang yang syirik sama kita soalnya mereka pada jomblo. Ahahhahha

Begitu lah yang aku tulis di komentar itu… tapi nggak nyangka teman-teman lain pada mengomentari sehingga jumlah komentarnya aja sampai 99 komentar.

Gara-gara saling komentar, teman teman pada mandang aku lain di kelas. Aku dan Eggy pun tidak seperti dulu waktu baru-baru pacaran yang buat tugas bareng. Mungkin karena sebentar lagi kami akan menghadapi ujian kenaikan kelas dan nggak terasa sudah 6 bulan kami pacaran.

“Eggy… kok sekarang kamu diemin aku gitu… sms enggak… ngomong di kelas juga enggak… kamu udah nggak sayang lagi ya sama aku?” Tanya clara saat di kelas. Kebetulan di kelas cuma ada mereka berdua.
Murid-murid yang lain pada keluar untuk istirahat. Ini adalah hari pertama mereka melaksanakan ujian kenaikan kelas.

“Aku sibuk belajar… kamu tau kan kita lagi ujian.” Jawab Eggy jutek sambil keluar kelas meninggalkan clara. Clara hanya diam saja melihat kepergian Eggy.

Ujian sekolah pun sudah selesai. Tapi sikap Eggy masih sama. Tidak ada komunikasi dengan Clara. Tibalah pembagian rapor. Clara mendapatkan rangking 5 dan Eggy rangking 8. Setelah tiba pembagian rapor waktu yang ditunggu-tunggu oleh semua murid adalah libur semester. Waktu libur sekolah hanya 10 hari. Dan kemudian mereka harus masuk dan menjalani aktivitas seperti biasa di kelas baru.

‘6 bulan pacaran tapi nggak pernah jalan’
Tulis Clara di statuz facebooknya. Clara sengaja nulis statuz itu untuk nyindir Eggy. Berharap Eggy bakalan ngajak dia jalan.

Trit…
Tiba-tiba ada inbox dari Eggy.
Eggy: bsk kita jln ya aku tunggu di sklh jam 9 pagi.
Akhirnya raut muka Clara yang selama ini datar kembali merekah. Senyum di bibir dan kebahagiaan terpancar di wajah Clara. Clara pun segera membalas sms dari Eggy.
Me: Ok

Clara sudah siap dengan penampilannya. Karena ini adalah kali pertamanya dia jalan sama Eggy. Sampai-sampai dia tidak sabaran dan datang jauh lebih awal.

Eggy pun akhirnya datang juga. Yang benar saja ya namanya jalan. Dan jalannya Clara dan Eggy itu bukan menggunakan motor tapi jalan kaki. Ahhahhaha. Patut ditiru nih buat para pembaca.

“Eggy ke sini bilang apa sama mami?” Tanya Clara penasaran.
“Eggy bilang Eggy ada latihan jadi mami antarkan ke sekolah. Nanti mami jemput lagi” jawab Eggy polos
“Emang mami Eggy percaya?”
“Percaya. kalau Clara bilang apa sama mama Clara.”
“Yaelahhhhh… aku bukan anak mami kyak kamu lagi Eggy” Clara tertawa sambil mencolek bahu Eggy.
Eggy memang terlihat beda. Ya mungkin karena sekarang nggak lagi pake baju seragam sekolah kalik ya. Eggy menggunakan kaos berkerah warna hitam dengan gambar tengkorak di lengannya, celana jeans dan membawa tas yang biasanya dibawa setiap hari ke sekolah.

“Clara…” Eggy memandang Clara
“Iya” jawab Clara
“Kita mau ke mana nih…?”
“Ke cafe yang dekat dari sini aja”

Akhirnya Clara dan Eggy pergi ke Cafe yang dekat dengan sekolah dengan berjalan kali. Di perjalanan mereka sambil bercanda-canda menumpahkan rindu yang selama ini dipendam dan yang yang selama ini tak terungkapkan.

Di cafe
“Eggy aku senang sekali akhirnya kita jalan juga… aku kira kita nggak akan pernah jalan bareng.. walaupun jalan kaki sih sebenarnya. Kamu kan kaya kok nggak ada motor sih?” Tanya Clara dengan nada manja.

Jarang-jarangkan bisa berduaan sama Eggy. Jadi harus dimanfaatin. Soalnya selama ini walaupun satu kelas, tapi mereka adalah pasangan yang pemalu. Ngomong aja jarang. Grogi, belum negur.. baru deket udah Cie… cie… di ledekin sama teman-teman.

“Di rumah motornya cuma satu Clara.” Jawab Eggy membujuk
Clara menatap mata Eggy, tapi Eggy malah malu dan wajah Eggy pun memerah.

Sebenarnya Eggy tidak culun-culun amet. Tapi karena mungkin dia anak mami yang pergi dan pulang sekolah diantar dan dijemput jadi nggak ada yang ngira bahwa Eggy bisa pacaran. Ya walaupun pacarannya diam-diam sih. kalau sampe ketahuan pasti maminya marah banget. Bisa-bisa mami Eggy datang ke sekolah dan buat persidangan buat Clara. Bisa gawat!!

“Eggy aku takut kalau kita sampe pisah dan nggak jodoh…” Clara tertunduk. Pandangannya menerawang
“Nanti ketika aku dewasa dan mapan aku janji akan melamarmu Clara” jawab Eggy optimis
“Haaaaa yang benar? Kapan?” Tanya Clara kaget. Clara pun menoleh menatap Eggy.
“15 tahun lagi…”
“Ha… lama banget Eggy… aku maunya 8 tahun lagi Eggy melamar aku”
“Udah nggak sabaran ya?” Ledek Eggy
“Iya aku takut akan kehilanganmu.”
“Aku janji 8 tahun lagi akan melamarmu… setelah aku dewasa dan mapan.. aku akan menepati janjiku ini.”
“Janji?!” Tanya Clara penuh antusias sambil mengulurkan jari manisnya. Eggy pun mengaitkan jari manisnya dengan jari manis Clara tanda bahwa mereka telah berjanji. Semenjak saat itu cinta mereka berdua semakin besar bak laksana langit dan bumi dan seluas samudra.

Semenjak saat ini Clara jadi rajin belajar memasak. Ia ingin kelak ketika menjadi istri dia telah pandai memasak. Ia ingin membahagiakan Eggy.

Tibalah waktunya libur selesai. Semua murid harus masuk ke sekolah dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Dengan kelas baru tentunya. Ternyata Eggy dan Clara satu kelas lagi. Teman-teman yang kemarin satu kelas dengan mereka pun tetap. Hanya tingkatnya yang berbeda. Ditambah lagi 5 orang yang dulu dari kelas yang berbeda masuk ke kelas mereka. Kini kelas semakin ramai dengan ditambah 5 murid lagi. Jadi tidak banyak perubahan. Kelas baru dengan orang-orang yang sama. Clara bersyukur jadi tidak banyak perubahan yang harus dia sesuaikan. Beradaptasi adalah hal yang tidak disenangi oleh Clara. Tapi dalam hidup semua orang pasti harus beradaptasi untuk menyesuaikan diri mereka dengan keaadaan lingkungan sekitar agar bisa diterima oleh masyarakat.

Walaupun sudah menjalin hubungan 6 bulan, Eggy dan Clara terlihat biasa aja di kelas. Ngomong aja jarang, mungkin karena mereka masi SMP dan nggak enak juga sama teman-teman kelas. Padahal temen-temen mereka udah biasa aja sama mereka… udah nggak cie… cie… lagi.

“Eggy kok nggak ada sms aku sih?” Tanya Clara di kelas
“Hp aku disita Clara, aku nggak boleh pakai hp lagi. Disuruh mami belajar buat persiapan UN” jawab Eggy takut. Dia merasa bersalah sama Clara karena merasa menjadi pacar yang gagal.
“Kan kamu punya laptop. Kamu kan bisa inbox facebook aku Eggy. Lakukan apapun. Kamu tau kan aku galau kalau kamu nggak ada kabar.”
“Tapi aku sibuk belajar terus di rumah Clara.”
“Kamu nyebelin!!” Clara pun berlalu meninggalkan Eggy

Sebenarnya kalau dilihat secara fisik Clara adalah anak remaja yang cantik. Tubuhnya tinggi, berkulit putih dan berambut indah. Sedangkan Eggy tidak ganteng, hanya saja Eggy berkulit lebih putih dan lebih tinggi dari Clara. Tapi yang membuat Clara menyayangi Eggy bukanlah dari fisik, melainkan hati. Eggy adalah cowok yang menurut Clara penurut, baik, cukup alim dan sabar. Itu yang membuat hati Clara terbuka lebar.

2 bulan kemudian
Eggy nggak ada kabar sama sekali. Tidak pernah lagi mengirim inbox ke Clara. Clara pun jadi BeTe. Tau nggak sih hal yang paling menyedihkan itu apa? Ketika seseorang tepat di dekatmu tapi kamu tidak bisa ngomong ke dia kalau kamu beneran kangen dan sayang sama dia. itulah hal yang dialami Clara. Dia memang bisa melihat wajah Eggy, mendengar suara Eggy, memperhatikan Eggy, tapi yang nggak bisa dilakukan Clara adalah memeluk Eggy dan berkata ‘Aku kangen sama kmu’.

Akhirnya Clara pun mengambil keputusan, dia memutuskan Eggy di kelas tepat di depan teman-teman. Clara yakin ini akan mengakhiri kegalauannya. Ia berharap akan ada pangeran tak bersayap entah siapa itu yang akan hadir dan mewarnai hari-harinya.

Ternyata semua harapan Clara salah, dia malah makin galau setelah jomblo. Dia sering membuat status galau dan menyesal telah memutuskan Eggy. Dia juga sudah ratusan kali meminta maaf dengan Eggy, Clara janji tidak akan mengulangi kesalahannya Lagi. Tapi Eggy tidak mau memaafkan Clara. Eggy tidak mau kembali bersama Clara. Eggy lebih memilih menyibukkan diri untuk belajar dan belajar.

Sampailah tiba waktu kelulusan. Semua murid kelas 9 lulus. Dan Eggy mendapat juara 1 nilai terbaik di sekolah. Itu membuat Clara bangga sekaligus semakin menyesal.

Eggy melanjutkan sekolah yang berbeda dengan Clara. Eggy masuk sekolah SMA Harapan Utama dan Clara masuk SMA Nusa Bangsa. Tapi Clara masih berharap terhadap Eggy. Dia menyesal Eggy tidak menepati janjinya. Padahal dulu Eggy janji tidak akan meninggalkan Clara dan setelah dewasa akan melamar Clara. Clara pun berdoa pada Tuhan agar Eggy kembali. Tapi Eggy hanya diam tanpa membalas semua inbox Clara. Clara menyesal atas sikap Eggy, kenapa Eggy begitu cepat melupakan Clara.

Hari demi hari Clara lalui tanpa Eggy. Sekarang sudah berbeda. Eggy tidak lagi satu kelas dengan Clara bahkan berbeda sekolah. Clara pun belajar ikhlas akan semua ini. Walaupun berat tapi Clara mencoba tegar. Clara janji nggak akan memutuskan pasangannya lagi. Dia tidak mau penyesalan hadir untuk kedua kalinya dalam hidupnya. Clara belajar tersenyum dan menerima keaadaan bahwa orang yang selama ini ada telah pergi, hati Eggy telah pergi.

Cerpen Karangan: Miera Yohana
Blog: Mierayohana.blogspot.co.id

Cerpen Cinta Monyet merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lolly love or Lolly friend?

Oleh:
Halo sobat, namaku Nadya. Aku punya seorang sahabat namanya Kevin. Kami sudah lama bersahabat, awalnya aku hanya menganggapnya teman biasa. Tapi, lama kelamaan ada perasaan yang berbeda untuknya. Yap,

Gara Gara Cinta

Oleh:
Malam yang sunyi dan indah, terdapat bintang-bintang yang menghiasi langit dan bulan yang menyinari bumi. Nama aku marwan santosa siswa smkn 1 rangakasbitung. Aku tinggal di kota banten daerah

Di Balik Sikap Aneh Si Ale

Oleh:
“Loe tahu nggak kenapa akhir-akhir ini jadi aneh?” tanyaku pada sahabatku Beno yang sedang duduk di samping gue. “Masak sih, kayaknya Ale biasa-biasa aja deh Ci” jawab Beno sambil

Your Secret Admirer

Oleh:
2011 “Kenapa? ada apa dengan tahun 2011 Re?” tanya seseorang dari arah belakang. “Gak apa-apa Vit” senyum Realga pada sahabat terbaiknya. “Seriusan? ekspresi kamu itu gak ngeyakinin” tebak Vitsha

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *