Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 December 2014

Hari ini awal aku masuk ke sekolah SMA, rasa ini bercampur aduk dengan jantung yang terus berdetak kencang. Rasa ini selalu ada di sat aku masuk ke sekolah yang baru. Aku merasa gugup, walaupun di samping ku ada sahabatku yang menasehatiku agar tidak gugup tapi tetap saja aku tak bisa berhenti umtuk gugup.

“teng teng teng” bel berbunyi “harap semua siswa baru untuk berkumpul di aula untuk pembagian kelas” suara dari pengeras suara. Tak lama pengumuman itu semua siswa berbondong-bondong pergi menju ke aula. “aduh…!” aku terjatuh “eh maaf!” suara dari anak yang menabrakku “Dea kamu gak papa?” tanya nikma. Aku yang kesakitan, dalam hati ingin memarahi anak yang menabrakku tapi mulut ku terbungkam rapat, ternyata yang menabraku adalah anak yang sudah aku sukai sejak dulu. Namanya Deo, anaknya pandai tapi orang cuek. “oh… gak papa!” jawabku “beneran gak papa, aku minta maaf ya aku gak sengaja.” jawab Deo dengan lembut “jalan tu hati-hati dong.” nikma berkata dengan kasar “aku gak papa nik.” jawabku “ya udah aku pergi dulu ya, soalnya pengumumannya sudah dimulai tuh.” kata Deo “iya, ayo nik.” ajakku

Pengumman
“untuk kelas X-1, ada rio cantik … untuk kelas X-2 ada Cantik, Dea, Deo, Manda, Nikma, Rio, Vina …” pengumuman dari penitia SMA sampai kelas X-7
Tak ku kira ternyata aku bisa satu kelas lagi dengan sahabatku bahkan anak yang aku sukai. Rasa semakin gembira ketika dia berada di belakang ku saat aku menuju kelas baruku. Aku yang masih belum bisa akrab dengan temanku di SMA ini ternyata Deo cepat akrab dengan teman sebayanya, di belakangku Deo menceritakan kisahnya yang di SMP nya dulu. Aku yang di depannya jadi tau kalau dia tuh takut yang namanya cacing. “dari dulu kita satu kelas melulu ya!” kata Nikma “iya…” jawabku “tapi enak sih, kita bisa saling tukar pikiran.” goda dia “masa segitunya, kita juga bisa bersama terus kan?” jawabku dengan menggerutu “iya iya gitu aja ngambek.” jawab dia dengan tersenyum di depan mukaku

Di kelas
“duduk di depan aja ya… biar bisa lebih kedengeran.” tanya Nikma “biasanya juga di depan nik.” jawabku “iya ya…”. Kita duduk di depan guru, di belakang Deo juga mengikuti duduk di belakangku. “loh, kamu yang aku tabrak tadi kan?” tanya Deo “iya.” jawab Nikma dengan nyolot “kamu kok jawabnya gitu sih!! aku kan udah minta maaf tadi sama…” jawab Deo “Dea.” jawabku dengan cepat “oh Dea, kalau kamu siapa.” tanya Deo ke Nikma “namanya nikma.” jawabku “oh… maaf ya Dea atas kejadian tadi and nimka maafin ya, aku kan udah minta maaf.” rayu Deo “iya…” jawab kita bersama

Dari luar terdengar keributan, ternyata ada grup 3 cewek kece yang datang dengan suara yang keras sehngga membuat ruang kelas jadi gaduh. 3 cewek itu bernama Cantik, Manda, Vina, mereka terkenal dengan kejailannya. “minggir minggir cewek kece mau lewat!” kata Manda selaku ketua geng itu “hey kamu kalau bicara jangan keras-keras dong, kan menggangngu telinga.” saut Deo “hey ganteng, kamu nggak tau ya… kalau kita tu geng anak kece yang terkenal dengan kecantkannya.” jawab manda “oh gitu ya… tapi aku nggak kenal tuh!” jawab Deo dengan sewotnya

3 bulan kemudian
Aku dan Deo semakin dekat, rasa cintaku semakin bartambah. Aku tau apa yang dia suka, aku tau apa yang dia tidak suka, semuannya dech. tapi apa Deo merasakan cintaku ini yang semakin dalam, jika aku yang mengungkapkan dulu aku yang genggsi, tapi jika tidak aku ungkapkan nanti dia bisa ke lain hati. Sakit hati itu kan sakit banget melebihi sutik jarum. suatu esok pagi aku dan sahabatku pergi berangkat tak disangkat Deo menghentikan kami di pinggir jalan. “Dea nanti kamu ada acara nggak?” tanya Deo “enggak kok.” jawabku “aku ingin bicara serius banget sama kamu. nanti kamu datang ke kafe cinta aku tunggu kamu jam 7 malam. jangan lupa ya…” ajak Deo “iya…”

Di cafe
Deo sudah menungguku di cafe, dia duduk paling pojok dekat panggung. Aku yang sudah tau keberadaannya langsung menghampirinya. “hay..” sapaku “hay ga, kamu cantik banget hari ini.” Rayu Deo “masak sih, padahal biasa aja.” “duduk…!” suruh deo “iya..” jawabku “aku mau ngomong sama kamu penting banget. “kata Deo sambil jongkok di depanku. Hatiku langsung dag dig dug ketika Deo jongkok di depan ku. Aku gugup, ku pandang dia semakin aku gugup. begitu pun degan dia keringatnya bercucuran dengan derasnya. “Dea sebenarnya sejak awal kita bertemu rasa ini tak tau mengapa selalu dag dig dug ketika aku berada di dekatmu, mungkin ini yang dinamakan cinta. aku mau tanya satu hal sama kamu mau kah kamu jadi pacarku?” “aku juga suka sama kamu…” “jadi?” tana Deo penasaran. aku yang tak sannggup lagi mengungkapkan kata-kata sehingga aku hanya menganggukkan kepala tanda aku mau.

Cerpen Karangan: Diah Novita
Facebook: Diah Novita Putri

Cerpen Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maaf Atas Perasaan Itu

Oleh:
Satu tahun telah berlalu rasa itu masih ada untuknya, namun kenapa saat aku masih berusaha untuk melupakannya, dia justru hadir lagi dan selalu menghampiriku, kini aku sedang berkuliah di

Pengagum Rahasiaku

Oleh:
Huahh.. Aku menggeliat terbangun. Aku mengerjapkan mata, menyesuaikan dengan kondisiku kamarku yang temaram. “Heii.. Si Neva belum bangun?” aku beranjak turun dari ranjang dan berniat untuk membangunkan Neva. Dia

Memutar Kenangan

Oleh:
Dua orang insan saling beradu pandang, mereka tengah duduk berdua di sebuah kafe kecil di dekat sebuah pantai. Kali ini adalah pertengahan bulan, tepat dimana bulan purnama sedang masyhur

Si Bunga Merah

Oleh:
“Nyonya Hana, Anda sudah siap?” tanya seorang kru pada wanita berambut panjang bergelombang, Kim Hana, yang duduk menyandar di kursi rias. Wanita itu duduk tegak seraya mengangguk, memberitahu ia

Siapa Namanya?

Oleh:
Ia memandangi situasi sekitar, langkahnya pasti dan terlihat anggun. Ia merasa semua orang mulai memandanginya karena kecantikannya, ia terus berjalan dengan pedenya dan saat ini malah semakin menjadi, ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *