Cinta Reaktif

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 15 January 2018

10:00. Bel istirahat telah berbunyi, tapi masih terngiang di pikiranku kata Pak Zainal itu “Sentuhlah Ia tepat di hatinya, Maka kau akan mendapatkannya”. Aneh pikirku jika pelajaran Kimia yang Ia bawakan harus berkaitan dengan kata dia tadi. Kucoba putar otak berkali kali. Namun tak ada yang cocok menurutku.

Kemudian masuk ke pelajaran selanjutnya. Biologi. Semua berlalu begitu saja. Karena Aku masih fokus akan kata guru Kimia tadi. Hingga bel pulang berbunyi tetap saja aku masih berpikir. Hingga bel rumah kubunyikan tanda Aku sudah pulang.]

Kurebahkan diriku di kasur, tangan lincah mencari HP, hingga aku teringat aku ada janji dengan kakak kelasku, dia nge PING berkali-kali hanya kujawab “OTW kak”.

Cafe yang tidak terlalu besar di sudut jalan ini sudah jadi rumah ke dua bagi kami.

“Arron, kamu serius gak sih sama hubungan kita”
“Ya serius lah kak”

“Terus, kenapa lama banget nyampenya?”
“Aku lagi sibuk kak”
“Ya jangan mentingin diri kamu sendiri dong, Aku ini pacar kamu”

Dia berlalu begitu saja dengan isak tangis sambil menggandeng tasnya. Saat saat seperti inilah Aku merasa seperti korban meme yang mengganggap cewek selalu bener.
“APESSS!!!, Kenapa bisa gue lupa coba?” pikirku dalam hati

Sesampai di rumah, kuangkat HP, ketik pesan dan kukirim, namun saat kucek kontak dengan search nama: Sarah Adzkia,
“Kok gak ada ya, apa aku di dc? Ahhh ITS DAMN DAY”

Disaat seperti ini juga, Aku merasa dunia mengacuhkanku, Tak lama HP berdering tanda ada BM yang masuk, yang nama kontaknya: Silky Adzkia
“Apa lagi ini, kakaknya dah sukses buat aku stress, apalagi ini adiknya”

“Kak, kak Sarah minta putus”
“Alasannya apa dek?” ketikku dengan lincah
“Hatinya sakit kak, katanya kakak bukan yang dulu lagi”

“Tapi kakak gak mau, Kakak mau pertahanin hubungan ini” sambil berdoa dalam hati
“Dia masih nangis kak, nanti malam silky kabarin lagi” dengan nafas panjang, aku merasa lega.

Dalam hatiku, mungkin kejadian ini ada hubungannya dengan apa yang disampaikan Pak Zainal, “Sentuhlah Ia tepat di hatinya, maka kau akan mendapatkannya”. Terpikirku ide yang mungkin akan membuat kak Sarah jatuh cinta lagi sama Aku.

HP berdering, chat dari Silky membangunkan mata sayupku
“Kak Sarah ngasih kesempatan, ini yang terakhir katanya”
“Bilang makasih dek, titip salam kakak, Jangan lupa suruh dia invite kakak lagi”
“Akhirnya aku bisa tidur nyenyak, Hahaha hari yang melelahkan” gumamku dalam hati

Matahari terbit, tanda hari yang penuh misteri akan segera dimulai. Ide gila ini terus ada di otakku seakan ingin segera diaksanakan. Langsung aku menuju swalayan dekat rumah dan membeli coklat satu serta dua lusin kertas origami.

Hari itu pun tiba, Kusengaja datang lebih awal ke sekolah hari ini dan langsung naik ke balkon dengan menjinjing tas plastik. Saatnya tiba..

“Sarah Adzkia, Ini permitaan maaf Aku” Teriakanku dari atas balkon padahal banyak murid yang ada di lapangan basket terheran mendengar teriakanku
“Ini terima lemparan 24 pesawat lipat origaminya!! Sama kayak tanggal jadian kita”

Setelah itu aku berlari menuju tempat Ia menangkap pesawat origami. Dengan sisa satu coklat di tangan sambil berlutut dan memegang tangannya.
“Ingat kan kak, Aku nembak kakak pake coklat yang aku letak di loker, dan ini 24 Mei 2015 kak, kita udah 1 year Annive”.
“Makasih banget dek, Kakak akan selalu jaga hubungan kita” sambil tersenyum indah di depanku.

Namun ini semua tidak bertahan lama
“Sarah, Arron ikut ibu ke kantor BP sekarang!!!

Di ruangan yang paling ditakuti siswa ini, kami berdua terdiam menanggapi meja hijau pengadilan.

“Sarah Adzkia, Arron Muhammad, Masih betah sekolah di sini?”
“Masih buk” jawab kami bersamaan.
“Kalo gitu, Ikuti aturan di sekolah ini!!!”
“Ibu gak mau tau, Minggu orangtua kalian harus datang ke sekolah, Ini surat pemanggilannya”

Sudah terbayang di pikiranku, Raut wajah ibu, yang pasti kecewa karena aku,

30 Mei 2015, Ibuku datang dengan raut wajah tidak bersahabat, sedangkan ayah Sarah lebih parah lagi, Tanpa kami tau sebelumnya, Ayah Sarah dan Ibuku adalah pasangan serasi waktu mudanya mereka hingga kakek menjodohkan Ibu dengan ayah yang sudah meninggal.
Begitu juga ayah Sarah, setelah tau Ibuku dijodohkan, Ia patah hati yang amat sangat. Mereka berkelahi di sana tanpa ada kesepakatan.

“Arron kamu harus pindah sekolah, Ibu akan carikan sekolah yang cocok denganmu.”
“Tapi Bu, Ini kan sepele, kenapa harus pindah sekolah?”
“Ibu gak mau tau, Jangan berhubungan dengan dia lagi!!”

Hari pertama di sekolah baru terasa sangat melelahkan. Tapi justru semua ini memberikanku ide agar membuat buku tentang perjalanan cinta yang indah, namun hancur di tengah jalan.

Keyboard laptop kuhentak, hingga jadi satu novel cinta dramatis. “Cinta Reaktif”. Hanya satu penerbit yang ingin publikasi novel ini. Tak masalah menurutku, ini langkah tepat untuk mengambil lagi hati Sarah yang kutau hanya akan menerima calon menantu yang mapan.

Penampilanku pun berubah, dari anak dekil yang berjuang mati matian demi cinta hingga sekarang menjadi Pria berdasi yang siap melamar sang pujaan hati.

“Kalian Oom restui, segeralah menyusun persiapan pernikahan”
Aku sangat gembira, namun terbesit ingatan Ibuku meninggal, mungkin ini cara dia agar Aku bahagia.

“Terima kasih ibu, hanya di nisan ini aku dapat sampaikan kesuksesan anakmu, Anak lajangmu ini akan menikah, restui kami ibu”

Dan semua berakhir indah tepat di pukul 10:00 saat kuucap ijab Kabul dan disaat aku memahami “Sentuhlah Ia tepat di hatinya, maka kau akan mendapatkannya”

Cerpen Karangan: Muharfach
just ordinary student. second august two thousand. i would like to give all of you my creation so.. just read..
for more information plese contact me.
fb: Arif fachri Ig: @ariffachri28_

Cerpen Cinta Reaktif merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Maaf Atas Perasaan Itu

Oleh:
Satu tahun telah berlalu rasa itu masih ada untuknya, namun kenapa saat aku masih berusaha untuk melupakannya, dia justru hadir lagi dan selalu menghampiriku, kini aku sedang berkuliah di

Cinta Dalam Sebait Puisi

Oleh:
“Tawamu dan senyummu selalu kuingat di dalam hati, entah apa yang kurasakan saat ini, gelisah termenung tak menentu..” begitulah salah satu penggalan puisi yang pernah aku buat saat remaja..

Mawar Africa

Oleh:
Tidak akan pernah sesederhana bunga mawar di ujung jendela. Bagiku hal lain yang kucintai selain menulis adalah kamu. Dan bagaimana bisa, jikalau kamu satu-satunya alasan untuk aku tetap menulis,

Lirik Lagu (Part 2)

Oleh:
– Intan Aku tidak menghitung berapa minggu kami bertahan dengan hubungan jarak jauh ini, mungkin hanya belasan. Yang jelas sejak kita terpisah, semuanya menjadi berbeda. Sulit sekali mendapatkan kesempatan

Antara Tangis dan Tawa

Oleh:
“Lunaaaa, lunaa!” ku dengar teriakan Lina memanggil saudara kembarnya yaitu aku, sontak aku yang sedang asyik baca majalah pun kaget dan langsung menemui Lina yang amat cerewet “Apaan sih

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *