Cinta Sejati Sebagai Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 May 2013

Percayakah kamu akan hadirnya cinta sejati? Semua orang pasti mempunyai pendapatnya masing-masing dan alasan yang berbeda pula. Perbedaan juga biasa muncul dalam topik-topik tertentu yang nantinya akan di bahas, untuk menyelesaikan suatu perkara. Bagiku cinta sejati itu mustahil. Yang enggak pernah ada. Pada kenyataannya banyak orang yang akhirnya memilih untuk mengakhiri suatu hubungan dengan pasangannya.

“Aku sayang kamu. Aku kan selalu bersamamu. Dan kaulah cinta sejatiku.” Menurutku, kata-kata itu hanyalah opini yang belum tentu kebenarannya. Siapa saja bisa berpisah dengan sesuatu yang di anggap cinta sejatinya.

Seperti bintang yang temani rembulan. Terhias indah dan penuh warna. Seperti air yang terus mengalir. Terlukis bayangmu di benakku. Bertanya dalam hati maukah kau temaniku. Temani setiap hariku. Temani di kala rindu menggema. Temani di kala senyumku mulai pudar. Temani saat ku membutuhkanmu. Jika senja mulai menampakkan sinarnya. Biarlah bayangmu yang selalu temaniku. Mengisi mimpi indah dalam tidurku.

Aku berlari melewati kolidor sekolah dan duduk di sebelah Mario yang sedang membaca buku kegemarannya, apa lagi kalau bukan kumpulan puisi. Di anak tangga depan pintu keluar. Secara Mario suka banget ngumpulin buku-buku yang isinya kumpulan puisi. Suka ngumpulin sih, tapi sayang dia enggak pernah mau nyoba untuk bikin sendiri.

“Eh tanya dong. Apa itu yang dinamakan cinta sejati. Bertemu lalu berpisah?” tanyaku pada Mario
“Bisa jadi. Bagiku cinta sejati yang dalam konteks benar-benar sejati hanyalah milik Tuhan. Kalau pendapat orang lain, aku enggak tau.
“Bener sih. Kalau itu aku juga setuju. Tapi maksud kamu tentang orang lain?
“Hmmm.. pendapat orang itu kan beda-beda. Penah denger kah tentang psikologi seseorang. Kalau pada dasarnya manusia itu sama. Contoh baik. Yang membedakan antara manusia satu dengan yang lain adalah sifat dan perbuatannya. Hal itu bisa di lihat dari gen orang tersebut. Di mana si anak memiliki beberapa sifat menurun dari orang tuanya. Ketika mereka beranjak dewasa, mereka udah bisa memilih apa pun yang sesuai dengan diri mereka sendiri. Bisa dikatakan sih tergantung dengan pilihan yang kita ambil, juga.”
Seakan tak begitu memahami apa maksud dari Mario, aku tersenyum lebar dengan memperlihatkan gigiku yang putih. “Kelihatannya bahasa kamu ketinggian deh. Aku enggak paham. Coba kamu jelasin lagi, tapi dengan bahasa yang mudah di cerna.”
“(Menatap tajam) Jadi cinta sejati itu pada dasarnya memang ada. Yang namanya cinta sejati itu adalah sebuah pilihan. Dan enggak hanya buat pacar, pasangan yang udah nikah atau pun sejenisnya. Cinta sejati itu bisa juga dengan orang tua, sahabat, saudara, dan banyak hal lainnya. Arti dari bertemu untuk berpisah itu bukan berarti tak akan pernah bersama lagi. Tapi mungkin aja, mereka berpisah itu untuk bertemu lagi. Mau pun itu dalam bentuk hubungan yang lain. Misal yang tadinya pacar jadi teman. Salah satu caranya adalah dengan intropeksi diri. Siapa tau mereka pisah karena kekeh sama ego-nya masing-masing. Entah mereka bakalan bersatu lagi atau gimana, cuma Tuhan yang tahu. Paham?” aku mengangkat kepalaku, melihat langit biru. Sebagai pertanda aku sedang menyerap apa yang di jelaskan Mario. Melihat hal itu, Mario tertawa kecil sambil mengangkat tangan kirinya lalu mendaratkannya di atas kepalaku dan mengoyak poni pendekku.
“Itu berarti kita bisa di bilang cinta sejati dong?” Seperti petir yang menyambar di siang bolong, wajah Mario mendadak memerah dan seperti sedang menahan malu. “Kok bisa?”
“Bisalah. Kita kan udah lama temenan. Masa enggak ada rasa gimana gitu? Secara kita pernah pisah. Gara-garanya kamu harus ngelanjutin sekolah di Amsterdam. Karena enggak betah di sana, akhirnya kamu balik ke Indonesia dan nerusin sekolah kamu di sini. Dan secara enggak sengaja kita satu sekolah bahkan satu kelas. Terus kita juga pernah berantem gara-gara enggak mau ngalah. Akhirnya nyambung lagi. Terus gimana dong?”
“Tapikan cin..ta.. bu..tuh waktu. Enggak bi..sa.. secepat itu.” Kata Mario yang bicaranya terbata-bata.
“Cinta? Maksud kamu?” tanyaku penasaran
“Ya kamu barusan, bukannya tadi kamu nem…”

Karena aku tau apa yang hendak dikatakan oleh Mario, belum selesai ia berbicara, aku memutus perkataannya. “Apaan sih kamu. Jangan sok tau deh. Orang barusan aku cuma iseng. Enggak mungkinlah kita pacaran. Kita akan tetap berada pada status yang sama, sahabat. Dari dulu sampai sekarang. Dan aku merasa lebih nyaman kalau kamu ada di sisiku sebagai seorang sahabat.” Jelasku sambil menepuk pundak kiri Mario dan tersenyum.

Seakan kecewa dengan penjelasanku, Mario memalingkan wajahnya searah dengan wajahku. “Mungkin kamu cinta sejatiku, tapi aku sahabat terbaikmu.” Ku dengar perkataan itu keluar dari mulutmu. Walau lirih tapi aku memahaminya. Dengan wajah yang seperti menahan sesuatu untuk diungkapkan, Mario kembali mengarahkan wajah padaku untuk memberikan senyum manisnya. Walau aku tau itu palsu. Lalu mengangguk menyetujui perkataanku.

Cerpen Karangan: Risma Ayu
Facebook: Risma Ayu

Yang mau kenalan, ngasih saran, kritik, dan sebagainya bisa hubungi aku via:
email : risma.ayu25[-at-]yahoo.com
twitter : @Rismananta
FB : Risma Ayu
Terima kasih udah mau baca ^^

Cerpen Cinta Sejati Sebagai Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Arti Sahabat

Oleh:
Siang ini seperti biasa begitu mendengar bel istirahat berbunyi, semua murid SMAN 1 memasuki kelas masing-masing. Tidak terkecuali Dean dan Siska, kedua sahabat satu muka itu. Mereka dijuluki “satu

Apakah Arti Cinta?

Oleh:
Apa arti cinta yang sesungguhnya? Apa cinta membuat seseorang bahagia? Ataukah cinta hanya memberi luka? Hari itu berubah tidak seperti biasanya. Hari yang biasa diwarnai canda dan tawa cerianya.

Aku Siapa? (Part 1)

Oleh:
Malam yang begitu sunyi sangat menusuk tulang Siliasih. Di bawah hamparan bintang yang berkedip terang mengiringi tiap langkahnya mencari sesosok lelaki yang telah lama tak ditemuinya. Bu Asih begitu

Faith (Part 1)

Oleh:
Ayu berjalan ke ruang guru untuk mengumpulkan tugas matematika kelasnya. Sesampai di depan ruang guru, Ayu bergegas membuka pintunya, berjalan menuju meja Ibu Nurul yang terletak di pojok ruangan

Aku Membencinya

Oleh:
Di suatu sekolah terdapat siswi SMA kelas 1 yang pintar, Tiza namanya. Sifat Tiza sangat berbeda dengan Zein. Zein adalah siswa yang malas, bodoh dan selalu mencontek PR Tiza.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *