Cinta Si Kembang Desa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Ramadhan
Lolos moderasi pada: 12 July 2018

Di suatu desa ada gadis yang bernama Revi. Dia wanita yang cantik seluruh desa menjulukinya kembang desa. Nama Revi hangat sampai desa tetangga. Banyak orang kagum pada Revi. Selain cantik Revi juga tidak sombong, murah hati nan memiliki otak yang encer tidak heran jika orang-orang ingin seperti Revi. Para wanita seumuran Revi banyak yang sirik. Bagaimana tidak laki-laki di daerah Revi maupun di daerah lain berbondong-bondong memperebutkan Revi. Dari semua laki-laki yang memperebutkan Revi, Revi memilih satu pria yang bernama Putra. Semua orang heran mengapa Revi mencintai Putra. Dari sumber yang beredar di masyarakat. Putra tergolong anak yang nakal. Namun, dibalik kenakalannya Putra memiliki wajah yang tampan. Revi dan Putra dicap sebagai pasangan yang cocok. Dari pihak Putra sih baik-baik aja, tapi dari pihak Revi berbeda. Keluarga Revi tidak setuju dengan hubungan mereka karena kenakalan Putra.

Putra berusaha menunjukan hal yang berbeda saat berada di dekat kawasan rumah Revi. Revi dan Putra pertama kali jadian saat bulan Ramadhan. Setiap terawih mereka sering bertemu, ngabuburit pun selalu bersama. Awalnya Putra memang menunjukan sifat baiknya. Tidak berselang dua tahun Putra mulai kembali nakal. Tahun lalu Putra tamat berpuasa. Tapi tahun ini Putra banyak puasa yang batal bahkan hampir satu bulan batal.

Saat Putra melakukan kenakalannya, Revi tidak tahu apa-apa. Sampai suatu hari teman dekat Revi yang bernama Intan menemui Revi dan berkata “Rev, ikut aku” “Ayo! Tapi kita mau ke mana?” jawab Revi bingung “Pokoknya kamu jangan lewatkan kesempatan ini mereka pasti belum pergi dari tempat itu”. Saat Intan mengatakan hal tersebut Revi semakin bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi. Sepanjang jalan Revi hanya melahak-melohok kebingungan. Mereka pun sampai di tempat tujuan “Pelan-pelan Rev nanti ketahuan!” ucap Intan, Revi hanya menganggukan kepala. Ternyata yang dilihat Revi adalah banyak pria yang sedang menikmati kelapa muda ada satu orang yang tidak asing bagi Revi. Mata Revi melihat lebih jeli lagi, takutnya dia salah orang. Dan yang dilihat Revi itu memang benar salah satu dari laki-laki itu adalah Putra. Revi tidak menyangka hal ini akan terjadi. Revi langsung meninggalkan tempat itu Intan mengikuti Revi dari belakang. Revi duduk dipinggir sungai “Apa kamu tidak terkejut? Di sana ada Putra pacar kamu sendiri apa kamu tidak malu punya pacar kaya gitu!” sentak Intan “Intan, sebenarnya aku tidak sanggup melihatnya. Berjanjilah padaku kamu tidak akan mengatakan apapun pada orang lain.” ucap Revi sambil merenung “Baiklah jika itu maumu” “Dan satu lagi kamu pantau terus mereka ya, takutnya mereka ngelakuin hal yang negatif.” “Insa Allah aku akan lakukan sebisaku Rev” “Makasih Intan, aku tidak rugi mempercayai kamu. Kalo gitu aku pulang dulu ya mau ngebantuin ibu nyiapin santapan untuk buka puasa” “Oke”.

Sepanjang jalan Revi terus memikirkan kelakuan Putra. Revi tidak percaya Putra kembali nakal. Adzan magrib sudah berkumandang. Saat berbuka puasa raga Revi memang ada di rumah, tapi fikiran Revi masih tertuju pada Putra. Revi takut jika Putra melakukan hal negatif. Terlebih lagi sekarang mereka sudah kelas 12. Mereka harus menentukan nasib. Apakah akan sukses atau jadi seorang pecundang.

Setelah mengetahui kejadian itu besok setelah shalat terawih Revi ingin bertemu dengan Putra, dia akan menginterogasi Putra. Revi tahu tingkat kejujuran seseorang terjadi pada malam hari. Adzan Magrib sudah berkumandang. Setelah berbuka puasa Revi shalat Magrib dan menunggu Intan didepan rumahnya. Di perjalanan Revi melihat Putra. Putra pun menghampirinya “Hay Rev! Kamu ke mana aja? Aku nyari kamu tapi gak ketemu.” ucap Putra “Kalo kamu nyarinya bener pasti ketemu” jawab dingin Revi “Wess. Kamu jutek banget sih sama aku. Aku minta maaf karena gak ada kabar.” “Nanti setelah shalat terawih temui aku di tempat biasa, jangan ngaret!” “Baiklah, aku akan pastikan sampai ke tempat itu lebih dulu agar kamu tidak menunggu sayang” “Idihh, sayang sayang mata lo peang. Hahaa” Intan mengejek Putra “Ssshhh.. Udah Intan ayo kita ke Masjid kamu juga Putra” “Emm aku ada urusan sebentar Rev, tapi nanti aku akan ke Masjid kok” “Baiklah”. Revi dan Intan pun sampai di Masjid. Revi mempunyai firasat Putra tidak akan pergi ke Masjid. Tapi dugaan Revi salah, saat Pak Ustad berceramah Putra melambaikan tangannya pada Revi.

Salat terawih sudah beres. Revi langsung pergi ke tempat tujuannya. Setelah Revi sampai Putra sudah ada lebih dulu darinya. “Aku bilang juga apakan, aku akan sampai di sini duluan” “Kamu tadi shalat terawih berapa rakaat?” “Cuman 11 rakaat” “Beruntung hari ini kamu 11 rakaat, tapi hari-hari kemarin kamu gak terlihat terawih. Kenapa?” “Kemarin itu aku ngantuk berat jadi aku tidur.” “Terus belakangan ini juga aku sering nunggu kamu disini tapi kamu gak datang. Kamu kemana?” “Ada temenku yang ngajak ngabuburit jadi aku gak nolak karena aku gak enak sama temenku itu.” “Lantas kamu kemana aja saat ngabuburit?” “jalan-jalan” “BOHONG!!!!” “Pake bohong segala sih Rev, aku gak bohong.” “Aku lihat kamu sama temen-temen kamu lagi buka kelapa muda dan meminumnya saat itu juga.” “Kamu tau dari mana Rev?” “Aku lihat pake mata kepalaku sendiri, bukan pake alat indra orang lain.” “Baiklah aku akui yang kamu lihat itu memang benar. Tapi itu hal biasa bagiku.” “Aku gak nyangka Putra, aku kecewa sama kamu. Selama ini kamu berjanji tidak akan nakal lagi. Tapi apa? Kamu ngingkari janji itu. Permisi aku mau pulang.” “Tunggu dulu Rev. Aku rasa kamu terlalu egois sama aku, cuma buka kelapa muda aja masalahnya dibesar-besarin.” “Apa! Sembarangan kamu bilang aku egois, yang ada kamu yang udah gak peduli lagi sama aku.” “Aku gak peduli gimana sih Rev. Kadang aku bingung sama kelakuan dan fikiran kamu.” “Alah, kamu itu banyak alesan Putra” “Rev! Ini hidup aku, aku rasa kita sudahi saja hubungan kita.” “Aku tadinya emang mau bilang itu ke kamu Putra.Tapi kamu udah bilang duluan. Sampai bertemu lagi Putra.”.

Pada malam itu mereka putus. Banyak orang yang tidak menyangka Revi dan Putra akan berpisah. Revi berencana akan membuka topeng Putra di depan Pak Ustad, Revi membutuhkan bantuan Intan. Saat Revi memberitahu Intan soal rencananya dari a-z, Intan sangat mendukung keputusan Revi. Revi dan Intan pun pergi ke rumah Pak Ustad karena mereka butuh bantuannya, sekalian ngabuburit juga.

Akhirnya mereka sampai di rumah Pak Ustad. Pak Ustad meminta mereka masuk kedalam rumah. Revi langsung bicara kepada Pak Ustad apa yang akan direncanakannya kepada Putra. Tidak disangka Pak Ustad mendukungnya. Revi lebih senang lagi nanti ketika Putra kepergok oleh Pak Ustad Putra akan kuliah sambil pesantren selama satu tahun. Revi rasa Putra paling anti sama yang namanya pasantren, tapi mau bagaimana lagi ini demi kebaikannya. Revi langsung memberitahu rencananya “Jadi rencananya gini. Intan kamu seperti biasa buntuti Putra sampai tempat tujuan terus kamu sms aku. Nanti aku sama Pak Ustad nyusul.”. Rencana Revi sudah dibilang sempurna tapi Revi takut ada orang yang menguping pembicaraan mereka sehingga rencana mereka gagal total. Mereka melakukan rencana ini esok hari setelah shalat Ashar.

Matahari sudah menjorok ke tepi barat. Intan sudah stay di tempat biasa dia membuntuti Putra. Tapi sayang saat Intan membuntuti Putra. Putra langsung berbalik badan. Terpaksa Intan harus berbelok arah agar Putra tidak curiga. Intan rasa Revi dan Pak Ustad harus bersama dengan Intan. Intan menghubungi Revi dia memberitahu tempat dia berada. Kebetulan Revi dan Pak Ustad tidak jauh dari tempat Intan. Revi dan Pak Ustad pergi ke tempat itu. Setelah bertemu dengan Intan,Intan langsung menunjukan tempat dimana Putra selalu berbuat dosa. Pak Ustad langsung berjalan menuju tempat itu. Revi dan Intan juga menuju tempat sama tapi dengan arah yang berbeda agar orang tidak curiga. Ketika Pak Ustad melewati tempat itu terdengar suara, kedengaranya di dalam sana banyak orang. Pak Ustad pun langsung masuk ke tempat itu. Saat pak ustad masuk ke tempat itu Revi dan Intan melihatnya dan bergegas pergi ke sana agar mereka tidak melewatkan kesempatan ini.

Pak Ustad pun langsung masuk ke tempat itu. Di dalam sana Pak Ustad melihat anak laki-laki sedang menikmati bakmi dan minuman dingin rasa jeruk. Saat Pak Ustad masuk semua orang yang ada di sana mendadak mempunyai penyakit jantung “Astagfirullah kalian ini pada gak puasa! Atau dari rumah puasa dateng ke sini buka gitu? Awas kalian ya! Akan saya pesantrenkan selama satu tahun. Tidak ada ampun bagi kalian! Sekarang juga kalian ikut saya ke Masjid sebagai hukuman pertama kalian.”. Nada Pak Ustad saat itu sangat lantang para lelaki itu termasuk Putra menyesali perbuatannya. Revi dan Intan tiba di tempat itu “Ada apa ini Pak?” tanya Revi “Ini para kaum Adam melakukan dosa saat puasa.” “Ya Allah kalian ini gak tahu malu ya jadi orang. Bertaubatlah dan meminta ampunan mumpung belum terlambat lagipula inikan masih bulan Ramadhan mungkin aja pertaubatan kalian akan di ijabah.” “Bapak setuju dengan perkataan Revi.” “Baik Pak kami akan bertaubat tapi tolong jangan pesantrenkan kami.” (Putra) “Saya tidak akan mengubah keputusan ini. Saya sengaja melakukan ini agar kalian jera. Sekarang kalian cepat ikut saya ke Masjid.” (Pak Ustad). Revi tidak menyangka rencananya akan berjalan semulus ini. Mungkin karena sedang bulan Ramadhan rencana demi kebaikan akan berhasil dilakukan.

Pak Ustad menyuruh Putra dan teman-temannya untuk membersihkan Masjid sampai bulan Ramadhan tahun ini berakhir. Seminggu setelah lebaran Putra dan teman-temannya dibawa ke salah satu pesantren. Tapi Putra beda pesantren karena disesuaikan dengan tempat kuliahnya.

Satu tahun sudah berlalu. Saat Revi sedang libur semester dia pulang ke desa. Seperti biasa jika Revi pulang pasti Intan selalu ke rumah Revi. Tapi hari ini Revi mendapatkan satu surat yang misterius. Di dalam surat itu terdapat peta dimana Revi harus pergi ke tempat itu. Di jalan juga terdapat petunjuk arah “Ini seperti teka-teki bagiku dari jam 9 sampai petang begini belum terpecahkan.” ucap Revi dalam hati. Petunjuk arah sudah sampai titik terakhir. Di perjalanan Revi bertemu dengan Intan. Saat bertemu dengan Intan, dia malah menutup mata Revi. Revi kebingungan, sebenarnya apa yang telah di rencanakan oleh Intan. Sambil berjalan menuju tempat terakhir di peta Intan terus memegang tangan Revi. Tiba-tiba “Aww!” Intan melepaskan genggamannya “Kamu kenapa Intan?” “Gak apa-apa ayo kita lanjutin perjalanannya. Oh iya nanti kita jangan ngobrol dulu ya aku mau ngehubungi dulu pacar aku. Aku takut nanti dia marah” “Baiklah.”. Saat itu Revi heran kenapa tangan Intan agak lebih besar padahal sebelumnya ukurannya sama dengan tangan Revi tapi Revi mengabaikannya mungkin itu hanya halusinasi.

Revi pun berhenti di tempat terakhir di peta. Saat penutup matanya dibuka Revi berada di tengah-tengah lilin berbentuk hati. “Subahanallah. Ini indah sekali siapa yang membuatkannya untukku?” “Aku yang membuatkannya untukmu Revi”. Saat mendengar itu Revi berbalik badan “Putra!” Revi terkejut “Ya, ini aku Rev. Apa kamu gak kangen ke aku sang mantan kekasihmu.” Putra ” Apa yang kamu lakukan di sini Putra? Bukankah kamu harusnya masih pesantren?” “Apa kamu lupa. Ini udah satu tahun lebih. Dan aku mau berterima kasih sama kamu.” “Terima kasih untuk apa?” “Coba aja kalo dulu kamu gak bikin rencana kaya gitu aku mungkin gak akan jera. Tapi sekarang aku jera aku kapok berbuat nakal.” “Syukurlah jika kamu sudah bertaubat. Tapi kamu tahu dari siapa kalo aku yang nyiapin rencana?” “Aku tahu dari Intan. Kemarin dia memberitahuku semuanya.” “Oh jadi Intan” “Kamu tahu di pesantren sana aku sangat merindukan mu.” “Aku bersyukur ternyata orang yang menyayangiku bertambah satu.” “Kenapa bertambah satu. Bukankah dari pertama kali bertemu pun aku sudah menyayangimu Rev.” “Oh ya!” “Tentu saja. Dan sekarang aku mau bilang kalo aku akan memperbaiki semua janjiku yang pernah aku ingkar. Dan aku pun akan berusaha jadi yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Revi kamu mau gak kasih kesempatan kedua buat aku.” “Apa kamu yakin dengan perkataanmu itu Putra?” “Tentu saja.” “Baiklah. Aku tidak akan menolaknya.” “Itu berarti kamu kasih kesempatan kedua buat aku Revi?” “Ya”.

Revi dan Putra balikan lagi. Banyak orang yang senang mendengarnya. Termasuk keluarga Revi. Sekarang keluarga Revi sudah menyetujui hubungan mereka. Keluarga kedua belah pihak meminta Revi segera menikah dengan Putra. Tapi Revi dan Putra menolaknya karena mereka masih kuliah dan Putra juga belum ada kerjaan tetap. Putra takut nanti dia tidak bisa jadi kepala keluarga yang baik. Orangtua dari kedua belah pihak menyetujui keputusan Revi dan Putra asalkan anak-anak mereka bahagia.

Cerpen Karangan: Srie Retna
Blog / Facebook: Srie Retna

Cerpen Cinta Si Kembang Desa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Friendship

Oleh:
Masa SMA? Banyak orang beranggapan dimana kita menemukan jati diri. Bukan, itu adalah masa dimana kita memulai untuk mencari jati diri. Dimana kita dihadapkan dengan berbagai masalah yang mengharuskan

Pada Sebuah Kafe

Oleh:
Jarum jam di pergelangan tanganku masih menunjukan angka setengah tujuh malam. Ini berarti masih tersisa waktu setengah jam lagi, waktu yang lebih dari cukup bagiku untuk mencapai tempat tujuan.

Di Hatiku Ada Namamu

Oleh:
Cuaca hari ini panas sekali, aku, rena, dan prita. Kami mulai sibuk menghilangkan keringat yang mengucur di dahi kami, udah 1 jam kami mengantri beli tiket untuk naik turnado,

Cintaku Bersemi Di Medsos

Oleh:
“Goldie… bangun sayang..” Teriak ibuku sambil mengetuk pintu kamarku. “Iya Bu, bentar..” Sahutku sambil mencari handphone berharap Hany tidak marah denganku karena semalam aku ketiduran saat kami sedang asyiknya

The Love at First Sight

Oleh:
Sang fajar mulai bersinar jam pun berdering “kring… kring.. kring..” aku bergegas untuk membantu ayah dan ibuku berjualan “nasi kotak”. Nama ku “karel adi pratama” biasa di panggil “Karel”,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *