Cinta SMA

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 July 2017

Dari SD, aku selalu menyimpan perasaan ini. Dan kini, seseorang telah mengambilnya. Yaitu sahabatku sendiri.

Oh ya, namaku Nafia. Aku duduk di kelas 3 SMA. Aku salah satu anggota pengurus osis. Bintang adalah sahabatku. Ia pernah berkata bahwa ia menyukai orang yang sama. Tetapi, aku yakin ia hanya bercanda. Ternyata, ia serius.
Orang yang aku sukai namanya Adrian. Aku dan dia terpisah kelas, Tetapi, Adrian dan Bintang sama kelas. Begitulah mereka bisa jatuh cinta. Karena sibuk dengan Adrian, Bintang sampai lupa persahabatan kami.

“Bintang.” Panggilku, Bintang dengan semangat berdiri dari bangkunya.
“Nafia, tebak apa? Aku akan dilamar Adrian!” Serunya.
“Ah, iya. Selamat ya.” Kataku berusaha menyembunyikan wajah sedihku. “Dan, kapan kau akan dilamar?” Tanyaku.
“Dia tidak memberitahu. Katanya rahasia. Tapi, ia berkata kalau ia akan melamarku dalam waktu yang dekat!” Balas Bintang, aku hanya tersenyum.

Aku berjalan keliling sekolah karena tak ada yang bisa aku lakukan. Dulu saat SMP, Bintang dan aku sering berjalan bersama, dan lain lain. Sekarang, Bintang terlalu sibuk dengan Adrian.

Tiba tiba, aku menabrak seseorang.
“Adrian!” Kataku. Aku memungut buku buku yang jatuh, lalu memberinya pada Adrian yang telah berdiri.
Aku melihat wajah kaget di wajah Adrian. Tapi, aku tak terlalu peduli. “Maaf.” Aku beranjak pergi.

Setelah belajar, kelas dipulangkan.
“Nafia, tunggu. Tadi kata Adrian kamu menabraknya.” Kata Bintang.
“Y-ya, benar.” Kataku.
“Jangan berani menabraknya! Kalau dia sakit? Kau mau tanggung jawab?” Tanya Bintang tiba tiba marah, lalu mendorongku.
“Sekarang, Adrian, orang yang kamu sukai telah menjadi milikku!” Katanya, aku terjatuh. Lalu aku pingsan.

Saat terbangun, aku berada di Rumah Sakit. Bintang berada di sampingku. Terlihat matanya merah, seperti sedang menangis.
“Nafia? Kau siuman?” Tanya Bintang.
“Bintang? Kamu kenapa?” Tanyaku.
“A-aku minta maaf, Nafia. Aku tak tahu kalau kau tak sengaja. Dan saat aku bilang Adrian akan sakit, malah kamu yang sakit. Maafkan aku, Nafia. Aku terlalu berlebihan bersama Adrian. Sampai aku tak ingat kalau kau adalah sahabatku.” Kata Bintang panjang lebar.
“Iya, tak apa.” Kataku singkat.

Lalu, seseorang memasuki kamarku.
“Adrian.” Kata Bintang.
“Bintang, bagaimana Nafia?” Tanya Adrian.
“Dia sudah siuman.” Kata Bintang pendek.
“Apa kau sudah memberitahunya?” Tanya Adrian.
“Apa?” Tanyaku kaget.
“Nafia, sebenarnya, kepalamu menghantam tanah sangat keras, sehingga…” Bintang tak melanjutkan kata katanya. Ia menangis.
“Tadi kau mengalami gegar otak.” Sambung Bintang.
Walau aku kaget, aku tak apa.
“Apa aku sudah bisa ke luar rumah sakit?” Tanyaku.
“Belum. Bahaya, Nafia!” Seru Adrian.
“Baiklah.” Aku menetap di rumah sakit sampai dokter mengizinkanku pulang.

Bintang juga sudah putus dengan Adrian. Dan Adrian menjadi pacarku. Bintang berkata kalau itu tak apa. Ia memiliki seseorang yang lain.

TAMAT

Cerpen Karangan: Pearl Nafeesa
Facebook: Pearl Nafeesa

Cerpen Cinta SMA merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friend

Oleh:
“Aku melihat Mas Aldi menunggangi kuda putih. Ia datang menghampiriku, Fit. Mengajakku berkeliling. So sweet banget.” Dengan wajah sumringah Siska menceritakan mimpi indahnya semalam. Mimpi indah bersama sang pujaan

Misi Maggie

Oleh:
Gue Maggie Dianeza, biasa dipanggil Maggie. Bukan sombong, tapi kenyataannya gue memang anak orang kaya. Gue enggak punya sodara, alias anak tunggal. Umur? Jangan tanya masalah umur. Yang jelas,

Sahabat yang Nyata dan Setia

Oleh:
Namaku Zahra, aku mempunyai 2 sahabat yang bernama Lia dan Khana. aku lebih menganggap Khana sebagai sahabatku. Tapi entahlah, kenapa aku lebih sering bermain bersama Lia, aku juga heran.

Dia Istimewa

Oleh:
“Inara.. kamu tahu nggak? Dia tadi nyapa aku. Aaa…” ucap Aila. “La.. biasa aja ah. Orang baru sekali juga.” sahutku acuh tak acuh. “Memangnya, siapa yang kamu suka itu?”

Visionary

Oleh:
Seolah terpatri di area abiosfer. Terduduk, termangu bak sebuah manekin uzur yang lama tak terjamah. Aku tidak mendengar, aku mengabaikan bisingan-bisingan yang memekakan itu menyinggung gendang telingaku, mengabaikan teriakan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *