Cinta Suka-Suka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 6 April 2014

Sebagai gambaran, namaku Zama. Tubuhku proporsional jika berat badanku bisa ditambah 8 kg lagi. Dengan model rambut alakadarnya, aku begitu tampan jika dilihat dari ujung sedotan. Tahu pesepakbola tersohor Cristiano Ronaldo? Ya, aku jauh lebih tampan dari Didier Drogba. (hey, tunggu dulu!! Terus apa hubungannya dengan Cristiano Ronaldo?) tenang berada!! Aku tidak akan membandingkan ketampanannya denganku, karena aku cukup sadar diri kok.
Nah, kali ini aku akan menceritakan tentang pengalaman cinta pertamaku.

Waktu itu, aku duduk di bangku kelas 6 SD. Banyak cewek-cewek bilang aku mirip aktor Vino G. Bastian, tapi giginya saja. Haha dasar!!. Saat itu aku mulai bisa merasakan adanya getaran cinta dalam dadaku. Misalnya saat aku mulai suka dengan seorang cewek yang sekelas denganku. Sebut saja namanya Rina (tidak disamarkan). Cewek yang begitu cantik, manis, s*ksi dan putih. Bahkan jauh lebih putih dari seekor sapi. Sudah sangat lama aku mengamati gerak-geriknya. Mulai dari makanan yang disukainya sampai bedak yang dipakainya, serta kapan jadwal dia ngupil yang tidak luput dari kedektifanku.

Rina sangat menyukai pelajaran matematika. Saat kutanya apa cita citanya, dia menjawab:
“Aku ingin menjadi novelis”.
“Ha, lalu apa hubungannya dengan matematika?”.
“Ada?”.
“Apa?”.
“Ada apa tanya-tanya, ada masalah?”.
Jawaban dia sangat frontal. Setidaknya anda sudah bisa membayangkan bagaimana sifatnya.

Perasaanku semakin menjadi-jadi padanya, sama seperti kepompong yang menjadi seekor kupu-kupu. Saat pulang sekolah, aku mencoba mengajaknya balik bareng. Meski saat itu rumahku jauh lebih dekat dengan sekolahan daripada rumahnya. Saat itu juga dia pulang naik sepeda, sedangkan aku jalan kaki. Dan kebetulan juga, kalau dia pulang sekolah lewatnya depan rumahku. (Ha, berarti aku nebeng dong?, bisa anda fikirkan sendiri). Dia pun tidak menolaknya. Saat itu aku merasa senang sekali. Ada rasa bahagia bisa pulang barengan dia, sekaligus pulang nggak harus jalan kaki lagi.

Namun, saat aku mulai mencintainya, ternyata ada cowok lain yang juga naksir padanya. (sialan loe, ikut-ikutan aja). Saat itulah kami terlibat dalam “Cinta Segitiga”. Kami berlomba-lomba untuk mendapatkan rina. Bahkan kami sampai taruhan hanya untuk mendapatkannya, yaitu dengan balapan motor. Ini balapan yang sangat unik, bahkan hanya ada satu di Asia Tenggara. Saat itu aku berhasil memimpin start hingga jauh. Dia tidak bisa mengejarku yang sudah jauh di depannya. Namun, saat aku hampir mencapai garis finish, tiba-tiba jam main play station kami sudah habis. Setelah melalui perundingan yang cukup lama, bahkan sampai diadakan rapat, akhirnya juri (penjaga PS) memutuskan aku yang menang. Karrna saat itu aku memimpin balapan. Sesuai dengan kesepakan yang berlaku, maka dia harus mundur dari persaingan.

Suatu hari, aku memberanikan diri menembaknya. Eittss, bukan berarti aku membunuhnya. Rasanya seperti berdiri di tengah rel dan datang sebuah kereta yang sangat cepat memberi salam padaku. Takut dan gugup, itulah yang aku rasakan saat itu. Namun, dengan modal ketampananku, aku memberanikan diri mendekatinya.
“hey, lagi ngapain?”.kataku sambil gugup, sampai-sampai ada busa keluar dari mulutku.
“kamu nggak bisa lihat, ya?”.
“nggak…”
“oh, pantesan”.
“eh, maksudku nggak begitu”.
“lalu?”.
Dengan sedikit gugup, kaki bergetar hebat, dan tubuh menggigil, akhirnya aku memberanikan diri berkata.
“aku mau bilang, kalau aku… Suka sama kamu”.
“kamu yakin?”. tanya balik dia.
“aku yakin, kamu adalah wanita terbaik yang pernah aku temui”.

Nampaknya dia tidak marah saat aku ngomong begitu. Bahkan wajahnya yang judes banget itu, seakan manis melebihi manisnya madu tawon asli. Dengat sangat lembut, dia menjawab pertanyaanku.
“sebenarnya, aku juga kan suka sama kamu. Aku mau jadi pacarmu. Tapi sesaat saja ya?”.
“maksud kamu?”. tanyaku semakin bingung.
“sesaat setelah Allah mempertemukan kita dalam pelaminan, dan aku tidak lagi menjadi pacarmu, melainkan akan menjadi istrimu yang akan menemanimu selamanya”.
“cie, manis banget, kayak orangnya”.

“UDAH DULU YAK, ZAMA MAU PACARAN”. 🙂

Cerpen Karangan: Najib Zamroni
Facebook: Zam’s Hummels

Last Name: Najib Zamroni
Nick Name: Zama
Alamat: Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah.
E-Mail: zamarani567[-at-]gmail.com
Facebook: 1. Zam’s Hummels 2. Cerita Harian Zama. (di fb ini anda bisa melihat karya-karya sastraku, serta cerita hari-hariku. VISIT YA.)
Twitter : @NZR_MyAdventure

Cerpen Cinta Suka-Suka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


It’s Not Easy

Oleh:
Dulu, jauh sebelumnya kami begitu akrab. Kami sering membicarakan banyak hal. Dulu kami begitu ringan berdiskusi tentang hidup, cita-cita, dan mimpi-mimpi. Namun, kini tak lagi seperti itu. Tak ada

Sebuah Senyuman

Oleh:
Dia bernama Rangga, pemuda berusia 19 tahun. Dia menderita penyakit jantung yang sudah dia miliki sejak usia 15 tahun. Awalnya, dia seorang yang patuh, ramah, dan mudah bergaul dengan

Tentang Lo dan Gue

Oleh:
Seorang cewek menangis di tepi tempat tidurnya, entah apa rasanya hatinya saat ini, dia hanya bisa mengeluarkan air matanya. Seorang itu bernama gladis putri rahayu, keturunan orang indonesia asli.

Pesan Cinta Di Balik Kedai Manis

Oleh:
“Maaf, saya tidak mencintaimu. Saya hanya menganggapmu kakak, tidak lebih. Jadi jangan berharap banyak pada saya”. Pesan via BBM wanita berparas cantik itu pada lelaki di pojok kedai, kedai

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Suka-Suka”

  1. eka d'arnadal says:

    Ha3 gokil banget ni cerpen..

Leave a Reply to eka d'arnadal Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *