Cinta Tak Harus Memiliki


Share

Cerpen Karangan:
Lolos moderasi pada: 8 August 2012

Putri adalah gadis 18 tahun, yang sebentar lagi akan menginjak bangku kuliah, Putri bersahabat dengan Gibran, dimana ada Putri pasti disitu ada Gibran. Putri temasuk anak yang kuper, dia gak punya banyak teman, teman yang paling dekat dengan dia Cuma Gibran, Putri juga punya sifat pelupa, bahkan saking pelupanya, teman- temannya menjuluki Putri Miss Pikun, kasihan Putri, tapi justru disaat- saat seperti itulah Gibran selalu ada disamping Putri, dan bagi Putri Gibran adalah malaikat pelindungnya.

Putri dan Gibran lulus sekolah, mereka berencana mengambil kampus dan jurusan yang sama, Gibran emang gak mau pisah dengan Putri, begitupun dengan Putri.Putri menjelma menjadi gadis dewasa yang cantik dengan rambut panjang yang indah, Gibran juga punya wajah yang lumayan, tapi karena Gibran hobi dan sering baca, gak heran kalau disaat masih muda Gibran sudah pakai kacamata.

Hari ini Putri dan Gibran mengikuti MOS (Masa Orintasi Kampus), Kegiatan ini berjalan 3 hari, Putri yang masih kuper, ketakutan saat hari pertama berangkat ke Kampus, “Ma.. Putri masuknya pas kuliah aja ya Ma, Please….”Ujar Putri ke Mama. “Kamu apa- apaan sich Put? Ingat kamu bukan anak- anak lagi.”Ujar Mama, “Iya Ma, Putri tahu, tapi Putri gak siap di kerjain sama senior kampus.”Ujar Putri, “Tapi Put, kamu gak boleh begitu, kamu itu harus….”disaat Mama ngomelin Putri, Tiba- tiba, “Tante, Putrinya ada?aku mau berangkat ke kampus bareng ma Putri boleh kan Tante?”Tanya Gibran, “Kebetulan kamu datang, tolong kamu bujuk tuch si Putri, masa dia takut di kerjain sama senior, kapan dewasanya tuch anak.”Ujar Mama. Gibran pun pergi ke kamar Putri, “Putri, ke kampus bareng yuk…”ajak Gibran, “Gak, kamu aja, aku masuk minggu depan aja.”Ujar Putri. “Koq gitu?kamu takut dikerjain sama senior ya?”Tanya Gibran,Putri mengangguk, “Kan ada aku, aku bakal jagain kamu, sahabatku.”Ujar Gibran, Putri yang semula malas- malasan langsung bangkit dari tempat tidur. “Bener nich? Kamu bakal jagain aku dari senior- senior?”Tanya Putri, “Iya, ketakutan kamu berlebihan, terlalu banyak nonton sinetron sich…”Ujar Gibran, “Ehmm.. oke dech, aku mandi dulu habis itu kita berangkat, ok?”ujar Putri bersemangat.”Siip…”Ujar Gibran.

Mereka pun sampai di Kampus, karena jam masuk kuhus anak MOS jam 9 pagi, jadi Putri dan Gibran pun makan di kantin, “Put, kamu gak bawa bekal?”Tanya Gibran, “Emang aku anak kecil apa?”ujar Putri, “Kamu kan emang anak kecil…”Ujar Gilang sambil menggoda Putri. tiba- tiba, “Heh.. anak baru,ngapain lo di kantin berduaan hah?”Tanya Rangga, “Siapa lo?jangan gangguin Putri, awas lo.”Ujar Gibran, “Siapa yang godain, mana ada sich cowok yang mau ma cewek dengan dandanan yang enggak banget gini, lo aja yang norak mau ma cewek kampung begini.”Ujar Rangga, “Apa lo bilang?gue cewek kampung?lo tuch cowok kampung gak tahu diri.”Ujar Putri sambil menyiram air ke wajah Rangga, “Dasar cewek kampungan lu, Awas lo.”Ujar Rangga sambil membersihkan wajahnya dengan sapu tangan.”Siapa sich tuch cewek, anak baru aja belagu, awas ntar ketemu gue.”Batin Rangga.

Sejak saat itu, Rangga dan Putri jadi musuh bebuyutan, Putri benci Rangga karena cowok itu sombong…. Banget, Rangga juga benci sama Putri hanya karena dia pernah di siram air sama Putri, “Lo benci sama Putri ya?”Tanya Devan sahabat Rangga, “Bukan hanya benci tapi gue sebel banget ma cewek kampung itu.”Ujar Rangga, “Jangan benci lo, ntar lo malah suka ma dia.”Ujar Devan, “Suka, ih…kalo lu suka ma tuch cewek kampung, untuk lo aja, gue ikhlas, ikhlas banget malah, Haha…”Ujar Rangga sambil tertawa.

Di taman kampus, “Put, lo benci ma Rangga ya?”Tanya Gibran, “Benci… banget malah, kenapa lo Tanya gitu sich?”Tanya Putri, “Ntar lo suka lagi ma dia.”Ujar Gibran, “Ih.. najis lah yauw…dia bukan tipe gue, tipe gue itu sebenarnya kan….”Ujar Putri, “Sebenarnya apa Put?”Tanya Gibran, “Ehmm.. enggak lupain aja.”Ujar Putri.

Di kamar Putri lagi asyik nulis Diary, “Salah gak sich kalo gue suka ma sahabat gue sendiri?”, tiba- tiba, “Put….Gibran tuch di teras nungguin kamu.”Ujar Mama, Putri pun berlari ke teras, “Gibran…ngapain lo disini?”tanya Putri, ‘‘Keluar yuk Put, ada yang mau aku omongin sama kamu.”Ujar Gibran, “Ok.Ma… Putri keluar sebentar ma Gibran ya…”Teriak Putri dari teras, “Iya..pulangnya jangan malam- malam ya..”Ujar Mama, “Ok ma…”Ujar Putri sambil menggandeng tangan Gibran, “Put, jangan gandeng- gandeng tangan ku lagi ah..’’ Ujar Gibran, “Loh, emang kenapa?lo kan sahabat gue.”Ujar Putri, “Iya gue tau, tapi kalo dilihat gebetan gue gimana?”Tanya Gibran, “Gebetan?siapa?”Tanya Putri, “Lo tenang aja, ini gue mau kenalin lo ma gebetan gue.”Ujar Gibran,”Koq, lo gak bilang sich?kan gue belom siap.”Ujar Putri, “Emang lo mesti siap ya, baru bisa gue kenalin ke gebetan gue?”Tanya Gibran, “Bukan gitu tapi…..”Ujar Putri.

Gibran dan Putri pun sampai di taman, “Nadia, kenalin nich sahabat gue, Putri.”Ujar Gibran, Putri dan Nadia pun berkenalan,Sejak saat itu Nadia dan Putri dekat, tapi enggak dengan Gibran.Malam ini, Putri lagi baca buku di kamarnya, tiba- tiba Gibran sms Putri, “Put, gimana lo udah kenal dengan Nadia kan? Dia cantik kan?tolong bantu gue ya Put, gue sayang ma dia, Please… ntar kalo gue dah jadian ma dia, kamu aku teraktir dech,kamu emang sahabat ku yang paling… baik.” Putri masih membaca isi sms Gibran, “Kenapa sich lo gak tahu isi hati gue?lo bilang lo sahabat gue, tapi kenapa lo gak bisa ngerasain apa yang gue rasain….”Teriak Putri, “Putri, kamu kenapa nak?’’Ujar Mama, “Enggak apa- apa ma, Putri lagi latihan drama.’’Ujar Putri berbohong, “Sejak kapan, anak jurusan ekonomi latihan drama, huft.. ada- ada aja tuch anak.”Ujar Mama.

Sejak saat itu, hari- hari Putri semakin kelabu, di tambah lagi ulah Rangga yang buat Putri sebel setengah mati, tuch cowok hobi… banget ngerjain Putri, setiap hari ada aja ulahnya, naruh kulit pisang di lorong kampus, hingga Putri kepeleset, belom lagi dia sering bilang Putri cewek kampung,pokoknya hari- hari Putri benar- benar stress di buat si Rangga itu.Belum lagi Gibran yang malah pindah jurusan mengikuti jurusan pacarnya, Putri benar- benar merasa kesepian.

Hari ini, Pulang kuliah Putri berjalan gontai, “Put… kenapa lo?jalan lo kayak orang yang kekurangan gizi gitu.”Ujar Rangga, “Bukan urusan lo.”ujar Putri, tiba- tiba Putri merasa matanya berkunang- kunang, dan Putri Pingsan, Rangga langsung membawa Putri ke Rumah sakit, “Gimana keadaan teman saya dokter?”Tanya Rangga, “Dia stress, mungkin dia banyak pikiran, kamu tahu penyebab dia stress?”Tanya Dokter, Rangga menggeleng. Gak lama Putri pun siuman, “Kamu, ku antar pulang ya.”Ujar Rangga, “Kenapa aku ada disini?”Tanya Putri, “Lo pingsan, tadi.”Ujar Rangga sambil memapah tubuh Putri untuk masuk ke mobil.
Di Mobil, “Lo banyak pikiran ya?apa sich yang lo pikirin?ulah gue?gue Cuma becanda aja koq.”Ujar Rangga, “Hmmm….bukan lo, gue gak perduli lo mau ganggu hidup gue terus atau enggak itu bukan urusan gue,gue Cuma mikirin perasaan gue sama seseorang.”Ujar Putri, Deg…” “Kenapa nich hati gue?”Batin Rangga, “Emang lo punya perasaan ma siapa sich? Ma gue ya…Hahaha….”Ujar Rangga mencoba menghibur dirinya, “Ama lo?ih.. amit- amit..”Ujar Putri, Dan entah kenapa hati Rangga semakin gak nyaman, Rangga menyetir dengan kecepatan tinggi, “Rangga, koq ngebut sich?lo mau bunuh diri ya? Kalo lo mau bunuh diri gue gak mau ikutan, turunin gue disini aja.”Ujar Putri, tapi Rangga gak perduli dia terus melaju dengan kecepatan tinggi, “Rangga….”teriak Putri.
Esoknya, Rangga gak datang ke kampus, teman- teman Rangga yang biasanya nongkrong di kantin, malah mencar entah kemana, Sementara itu Gibran putus dengan pacarnya, Gibran pun langsung pergi ke rumah Putri untuk curhat, “Tante, Putrinya ada?”Tanya Gibran, “Gibran, kamu kemana aja sich?kamu adah jarang main kesini.”Ujar Mama Putri, “Iya, Maafin Gibran ya Tante, Gibran lagi sibuk nich.”Ujar Gibran, “Oh.. gitu, saking sibuknya, kamu gak tahu kalau Putri kecelakaan.”Ujar Mama Putri, “Putri kecelakaan tante?”ujar Gibran, “Tuch Putri di kamar, oh ya Rangga masih di ICU, dia koma.”Ujar Mama Putri, “Rangga? Loh apa hubungannya Rangga dengan Putri tante?”Tanya Gibran, “Tante, juga gak tahu, yang pasti pas kecelakaan itu, Rangga mau nganter Putri pulang ke rumah, biasanya kan kalian pulang bareng, tapi karena kamu gak ada Rangga menawarkan Putri untuk di antar pulang, dan.. kamu bisa lihat sendiri keadaan putri.”Ujar Mama Putri.

Gibran pun menjenguk Putri di kamarnya, “Put…gimana kondisi kamu?”Tanya Gibran, “Untuk apa kamu kesini, aku pikir kamu lupa sama aku, aku pikir di pikiran mu Cuma ada Nadia, pacar baru kamu itu.”Ujar Putri, “Kamu cemburu ya?” Tanya Gibran, “Menurut kamu?”Tanya Putri, “Udah aku mau istirahat, kamu pulang aja.”Ujar Putri, “Put, emang aku salah jadian sama Nadia?”Tanya Gibran, Putri gak menjawab, “Aku mau istirahat, kamu pulang aja.”Ujar Putri, “Tapi Put, aku sama Nadia udah…”Ujar Gibran, “Gue lagi malas dengar curhat lo.”ujar Putri.Gibran pun keluar dari kamar Putri.

Di Rumah sakit, “Dokter, gimana keadaan anak saya?”Tanya Mamanya Rangga, “Anak ibu baik- baik saja, operasi lututnya berjalan lancar, dia Cuma butuh pakai tongkat selama satu bulan, setelah itu, Insya Allah kakinya akan kembali seperti semula.”Ujar Dokter.”Oh ya Bu, Putri itu siapa ya?”Tanya dokter, “Putri?gak tahu dokter, mungkin temannya Rangga.”Ujar Mama, “Ehm.. teman special mungkin, soalnya Rangga sering menyebut nama Putri selama dia koma 3 hari.”Ujar Dokter.

Sudah seminggu ini, Putri mengurung dirinya di kamar, “Aku harus melupakan Gibran, dia sahabat ku.Aku gak boleh memendam perasaan ini terlalu dalam untuknya, lagi pula cinta itu kan gak harus memiliki, mungkin Gibran hanya bisa jadi sahabat untukku.”Batin Putri.Tiba- tiba telepon di rumah Putri berbunyi, “Putri, ada telepon nak dari rumah sakit.”Ujar Mama, “Iya, Ma…”ujar Putri, “Halo….”ujar Putri, “Putri, ini Tante Tia Mamanya Rangga, kamu bisa ke rumah sakit?tante mau kamu menjenguk Rangga, dia menyebut- nyebut nama kamu terus, please nak… kamu jenguk Rangga ya.. sebentar lagi dia harus di operasi.”Ujar Mamanya Rangga, “Iya tante, Putri ke sana sekarang.”Ujar Putri.

Sesampainya di Rumah sakit, Putri pun melihat keadaan Rangga, “Maaf, Mas Rangga nya harus di bawa ke ruang operasi sekarang.”Ujar Suster, Putri dan Mamanya Rangga pun ikut mengantarkan Rangga ke ruangan operasi, “Makasih kamu udah mau datang ya.”Ujar Mamanya Rangga, “Maaf tante, kalau saya boleh bertanya, tante tahu saya dari mana ya?”Tanya Putri, “Rangga pernah cerita sama tante, kalau dia suka sama seorang gadis,namanya Putri.dan menurut Rangga, hidupnya berubah semenjak kenal sama kamu put.”Ujar Mamanya Rangga, “Apa tante?Rangga suka sama Putri?gak mungkin tante, Selama di kampus Rangga selalu gangguin Putri, dan putri tuch sebenarnya sebel sama Rangga, pas pulang kuliah, Putri lagi gak enak badan, dan entah kenapa gak ada angin gak ada hujan, Rangga menawarkan mobilnya untuk mengantar Putri, dan kecelakaan itu pun terjadi, dan yang pasti Rangga gak pernah mengungkapkan isi hatinya ke Putri, tante.”Ujar Putri mencoba menjelaskan panjang lebar sama Mamanya Rangga. “Tante tahu, siapa Rangga.Dia itu anak tunggal tante, memang begitu cara Rangga mencari perhatian orang yang dia sayang,maklum dia Cuma bisa curhat ke Tante, tapi khusus untuk kamu, dia selalu gambar wajah kamu di kanvas, Rangga pernah bilang dia akan melukis wajah 2 orang yang paling ia sayang, yaitu Tante, dan seseorang yang ia sayang, dan ternyata dia melukis wajah kamu, kalau kamu gak percaya, kamu ikut ke ruangan Rangga, kamu bisa lihat betapa banyak gambar kamu di kertas maupun di kanvas, ayo nak.”Ujar Mamanya Rangga.

Putri terkejut melihat lukisan- lukisan Rangga, Lukisan itu semuanya gambar dirinya.Setengah jam kemudian, operasi pun selesai,tapi nyawa Rangga gak bisa di selamatkan,Rangga pun meninggal.

Putri pergi ke pemakaman Rangga, dan kembali ke rumah Rangga untuk mengambil barangnya yang tertinggal di rumah Rangga, “Put, kesini sebentar nak.”Ujar Mamanya Rangga, Putri pun mengikuti Mamanya Rangga ke kamar Rangga, “Tante, dapat surat di laci nya Rangga, kamu baca ya Put, sepertinya surat ini untuk kamu.”Ujar Mamanya Rangga.Putri pun membaca surat dari Rangga,
“Put, mungkin sampai kapan pun kamu gak ‘kan pernah baca surat ini, ini surat pertama ku untuk seorang cewek, kamu tahu aku belum pernah merasakan jatuh cinta, tapi entah kenapa aku malah merasakannya sama kamu, cara ku menyampaikan rasa memang salah, aku selalu gangguin kamu, tapi memang Cuma itu cara yang bisa ku lakukan untuk menyampaikan rasa ke kamu. Put aku sayang sama kamu, walaupun aku tahu rasa yang kamu miliki hanya untuk Gibran, sebenarnya aku marah sama Gibran karena dia gak pernah perduli dengan perasaan kamu, tapi aku gak bisa marah ke dia karena aku gak mau kamu dan Gibran tahu perasaanku sama kamu, mungkin memang cinta gak harus memiliki ya Put. Semoga kamu bahagia dan bisa mendapat seseorang yang jauh lebih baik dari Gibran.”
Rangga
Putri menangis membaca surat dari Rangga, memang Putri gak pernah ada rasa sama Rangga, tapi Putri gak nyangka kalau Rangga paham akan perasaannya sama Gibran, “tapi kenapa Gibran….”Batin Putri.”Put… benar kata Rangga, cinta itu memang gak harus memiliki, kamu bisa memilki aku sebagai sahabat mu, aku rasa itu jauh lebih berharga dari rasa cinta kamu ke aku.”Ujar Gibran, “Gibran, kamu disini?”Putri terkejut melihat Gibran di belakangnya, “Lucu ya, kamu punya rasa terpendam buat aku, sementara Rangga juga punya rasa yang terpendam sama kamu.”Ujar Gibran, “Jadi, kamu gak ada rasa sama aku?”Tanya Putri, “Put… apa rasa yang aku punya ke kamu sebagai seorang sahabat masih kurang?”Tanya Gibran, Putri menggeleng, “Benar kata Rangga,Cinta emang gak harus memilki.”Ujar Putri”. Gibran mengangguk,”Dan aku gak mau mengorbankan perasaan kita sebagai sahabat, hanya karena ada rasa cinta, kamu tetap bisa memiliki aku sebagai seorang sahabat, begitu juga aku.”Ujar Gibran, “Iya, dan satu hal yang aku petik dari rasa yanga aku miliki, bahwa cinta itu gak harus memiliki.”Ujar Putri, “Ok, cukup sedih- sedihnya, Ehmm.. Put, bantuin aku balikan sama Nadia ya?”Ujar Gibran, Putri tersenyum, “Kamu harus janji sama aku, gak kan pernah ninggalin aku sebagai sahabatmu.”Ujar Putri, “Oke, aku janji, kita akan terus bersahabat selamanya.”Ujar Gibran, “Tunggu apalagi, ayo kita ke rumah Nadia sekarang.”Ujar Putri sambil menarik tangan Gibran, “Tunggu dulu Put, aku belom siap- siap nich….”Teriak Gibran, tapi Putri gak perduli dia tersenyum sambil terus menarik tangan sahabatnya itu, “Putri…………..”Teriak Gibran.

Nama Penulis: Ziah

Ini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya di: untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatan penulis, jangan lupa juga untuk menandai Penulis cerpen Favoritmu di Cerpenmu.com!
Cerpen ini masuk dalam kategori: Cerpen Cinta

Baca Juga Cerpen Lainnya!



“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Ribuan penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply