Cinta Tak Sampai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Persahabatan, Cerpen Romantis
Lolos moderasi pada: 13 November 2013

Sudah lama ku mengenalnya. Kira kira 5 tahun yang lalu. Ketika aku duduk di bangku kelas 2 sekolah menengah pertama. Sampai saat ini kita satu kelas dan satu sekolahan. Pertemanan kita begitu baik, tak ada pertengkaran selama 5 tahun itu. Karena kami saling mengerti satu sama lain. Begitu dengan hal yang berkaitan dengan hati, dia selalu senantiasa mendengarkan kata kataku, tangisanku, ocehanku dengan sabar. Tak seperti pria yang dulu telah menghiasi hariku yang kini menghilang entah kemana.

Riyan sahabatku itu sampai saat ini belum merasakan bagaimana rasanya Jatuh Cinta. Dari cara ia berbicara, melihat, memegang wanita masih terlalu polos. Tapi kurasa ia sangat pandai dalam hal itu walau ia tak pernah merasakannya. Caranya menasihatiku seperti sudah sangat mahir dengan permasalahan di dalam hubungan. Tak kurasa juga sebentar lagi kita lulus dan akan melanjutkan hidup masing masing.

Tetapi jika Tuhan berkehendak pada kita. Kita akan tetap selalu bersama.

Pukul 20.00 suara motor berada di depan rumahku. Segera kubukakan pintu dan ternyata Riyan berkunjung ke rumah malam hari. Aku bingung, tak seperti biasanya Riyan datang ketika matahari menjadi bulan. Riyan memarkirkan motornya di halaman. Dan kulihat jelas wajahnya penuh senyuman.

“Hey..” sapanya
“Hey yan, ada apa? Tumben banget malem malem ke rumah..” tanyaku penuh keheranan
“Aku mau ajak kamu keluar, boleh?”
“Boleh aja sih, mau kemana?”
“Ehm ikut aku aja deh nanti kamu pasti juga bakalan tau. Nggak ada acara kan malem ini?”
“Ngga kok, bentar ya aku ganti baju dulu”

Setelah selesai. Aku ikut dengan Riyan. Entah ingin diajaknya kemana malem ini. Aku hanya bisa menuruti kemauannya karena ia teman baikku. Angin malam begitu dingin membuat bulu romaku berdiri. Riyan memberhentikan motornya di sebuah taman yang cukup indah, penuh dengan lampu warna warni dan terlihat begitu cantik. Riyan menggandeng tanganku ke kursi di tengah taman tersebut.

“Yan kamu mau ngapain sih?”
“Coba kamu lihat ke atas sana…”
Kulihat ke atas penuh bintang yang bergemerlap
“..indah bukan bintang itu” lanjutnya.
Aku menoleh dan tersenyum padanya. Kulihat ke arah atas lagi. Bintang semakin banyak menghiasi langit.
“Sumpah bintangnya bagus banget, yan”
“Kamu senang kan aku ajak kamu kesini?”
“Iya aku seneng banget. Makasih ya, yan”

Tak ada jawaban yang Riyan ucapkan. Seketika suasana hening sekejap. Riyan menaruh tangannya di belakang pundakku. Dirangkulnya aku dengan tangannya. Aku terdiam merasakannya.

“Put, aku boleh jujur ngga tentang perasaanku?”
“Boleh yan, jujur aja”
“Sudah 5 tahun kita bersama kan, Put”
“Iya emang kenapa?”
“Tapi belakangan ini hal yang mungkin wajar pertama kali kurasakan tiba juga. Aku mencintaimu..”
Aku terdiam.
“Aku mencintaimu bukan karena apapun. Menurutku kamu memang wanita yang sederhana, apa adanya, mengerti aku. Dan sampai sekarang tak ada pertengkaran di antara kita..”
Aku masih terdiam.
“Kenapa kamu diam? Apa aku salah mencintaimu lebih dari seorang teman? Bagiku kamu adalah wanita yang langka dicari pria untuk dijadikan kekasihnya. Aku tahu kita sudah lama berteman, dan aku sadar mungkin kamu tidak mempunyai perasaan yang sedang kurasakan saat ini. Maafkan aku, Put. Aku mengkhianati persahabatan ini”
Aku mencoba menjawab
“Untuk apa kamu meminta maaf. Sedangkan kamu tak salah. Menyukai lawan jenis itu wajar. Tak ada salahnya jika kamu mencintaiku. Di dalam persahabatan pasti ada percintaan. Begitu juga antara kamu dan aku”
“Jadi wajarkah aku memelihara rasa ini padamu? Bagaimana denganmu? Apakah kamu juga mencintaiku?”
“Wajar saja jika masih dalam batasannya. Aku? Bagaimana denganku? Mungkin kamu tahu, aku belum bisa melupakan dia yang pernah melukai hatiku. Jika aku paksakan cinta ini untukmu pasti akan berakhir dengan perasaan kecewa. Aku tak mau membuat hubungan pertemanan ini yang begitu indahnya menjadi suatu yang membuat antara kita menjadi terluka”

Kuakhiri kata kataku. Dari saat itulah Riyan dan aku berteman semakin akrab. Seperti dua sejoli. Namun kita tidak bisa bersama. Riyan mengerti perasaanku dan aku senang mendengarnya. Dan sampai saat ini tak ada permasalahan menerjang karena kita menjalaninya dengan sifat yang dewasa.

Cerpen Karangan: Feby Fitriyani Putri
Facebook: Feby Fitriyani Putri

Cerpen Cinta Tak Sampai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perasaan Yang Terbalas

Oleh:
Krysan menatap wajah lelaki yang berdiri di depan papan tulis, lelaki itu menjelaskan presentasinya ke depan kelas tanpa ia sadari ia tersenyum kagum ke lelaki itu. Nama lelaki itu

Surat Terakhir

Oleh:
Aku sangat senang ketika ibu memanggilku untuk mengambil surat dari pak pos. Apalagi saat kulihat ternyata dari sahabatku Nina. Aku langsung berlari ke kamar dan membuka surat itu. Untuk

Friend Forever

Oleh:
“Will you merry me?” Hatiku berdegup cepat mendengarnya, tubuhku membeku dalam sekejap dan ingin sekali aku jawab, “Yes. I do”. Namun, pertanyaan itu ditujukan bukan untukku, melainkan untuk wanita

Dia Yang Selalu Ada (Part 1)

Oleh:
Ia mulai meraih salah satu buku yang tersusun rapi di rak. Saat sedang asik membaca tiba-tiba tumpukan buku yang berada tepat di atas kepalanya menjatuhi hingga ia tak sadarkan

Cinta, Jangan Buru Buru (Part 1)

Oleh:
‘Dua Hal Yang Biasa’ “Malam belum saatnya tiba namun mendung datang gelapkan alam tak kuasa hujan pun berderai tak tertahan, tercurah dari ribuan sayatan pada tubuh-tubuh awan, bumi pun

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Cinta Tak Sampai”

  1. yuri says:

    cerita ini sama dengan apa yang aku alamii

  2. muhyi says:

    terbaik,. jadi. inget sama dia nieh

  3. princess ajeng says:

    kayak kenal sama yg ngarang wkwk .jaman2 smp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *