Cinta Tak Terbaca

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 6 June 2018

Tiga tahun sudah Putri meninggalkan desanya. Dan setelah kepulangannya kembali ke lombok putri melihat sambutan hangat para sahabat berbalut kerinduan mereka masing-masing dan sekarang sudah setahun putri menetap di Lombok bersama keluarganya.

Ia merenung di tepi pantai dan membayangkan kembali apa yang sempat Ia lewati dalam cinta. Tama namanya, lelaki yang membuat putri merenung hari itu. perkenalannya dengan tama Ia ingat kembali

Berawal dari Chatingan yang mereka awali dari salah satu media sosial, tama dan putri menjadi dua insan yang akrab dan sangat dekat. Mereka saling mencintai namun ketika itu putri memiliki kekasih yang tidak bisa Ia abaikan. Di sisi lain putri menginginkan tama bersamanya walau itu sulit untuk digapai, salah satu kalimat tama yang selalu teringat oleh putri: “putri ingat, kebahagiaan itu kita yang ciptakan bukan mereka”.

Ketika sempat tama menghilang dari putri karena ingin perasaannya hilang seketika dan itu hanya berjalan beberapa bulan dan kemudian Tama kembali, putri bingung perasaan apa yang Ia miliki ke tama. Bukan menjanjikan sesuatu tetapi putri sempat berkata kepada tama: “Jodoh gak bakalan kemana Tam, begitupun dengan kita. sejauh mana aku dan kamu menjalin hubungan dengan orang lain tetapi yang abadi itu adalah seseorang yang siap menunggu dan mengijab kabulkan aku. dan semuanya akan terkalahkan oleh mahar yang ikhlas.”

Begitu cintanya putri terhadap tama walau Ia tau tak sepenuhnya mereka bebas dari ikatan lelaki yang saat ini selalu bersama putri.

Putri tertegun dan kembali menghancurkan lamunan yang sempat mengingatkannya kembali akan seseorang di seberang sana yang mungkin selalu menunggu.
“Aahh ini kah cinta yang tak bisa kubaca dan bahkan sulit untuk kupahami? cinta yang menjadikanku bimbang”

Hubungan yang mereka jalani sangat sederhana, antara tama dan putri. mereka tidak saling menuntut untuk sama-sama dicintai. karena bagi mereka yang terpenting bagaimana hari teguh akan hal yang allah swt rencanakan.

Terkadang putri bingung dengan tingkah tama yang menghilang dan kembali secara tiba-tiba. Namun ia mengerti bahwa tak sepenuhnya kehadirannya membuat tama bahagia.
Dan hingga kini tak ada yang menjadikan alasan mereka akan bersatu dan berpisah. Menjalani menjadi jalan salah satunya untuk putri.

Cerpen Karangan: Haedasun Sinsan Sriati
Blog / Facebook: Haedasun sinsan sriati

Cerpen Cinta Tak Terbaca merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cherry

Oleh:
Jantungku berdetak semakin tak menentu. Mulai kucoba pejamkan mata namun tak berhasil. Tik tok tik tok suara detak jam terus mengusik ketenanganku. Kringgg alarm handphone ku pun berbunyi. Tepat

Kamu Bintang di Hatiku (Part 1)

Oleh:
Ini adalah hari yang paling menyebalkan bagi Rey. Karena ia harus kembali ke sekolah setelah lebih dari seminggu membolos. Bukan karena malas belajar tapi ia tidak ingin bertemu Zia

Surat Pembawa Luka

Oleh:
Sepulang sekolah, Pandu dikagetkan oleh secarik kertas terlipat persegi dari dalam tasnya. Warnanya hijau muda cerah dengan sedikit hiasan samar seperti goresan tinta batik tipis berbentuk bunga. Dibolak-bolik kertas

Peka

Oleh:
Kehidupanku sebagai seorang siswa pelajar sungguh membuatku pusing dan membosankan. Ingin sekali rasanya aku lulus dari tahap SMP dan meneruskan ke SMA. Jika aku lihat di sepanjang jalan banyak

Ada Cinta Di OSPEK Itu

Oleh:
Malam ini hujan begitu derasnya seakan-akan menambah kesunyian di rumahku. Ya kedua orangtuaku sudah lama berpisah aku tinggal bersama ibuku sedangkan ayahku kini tinggal bersama istri barunya. “Non Kiki

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *