Cinta Takkan Terpisahkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 3 August 2016

Namaku dinda asyifah. Aku siswa kelas 3 SMA dan hari ini aku akan melihat hasil ujianku.

“dinda cepetan, ntar terlambat” teriak mama
Aku pun bergegas mandi dan segera berganti pakaian. Setelah selesai aku pun ke luar dari kamar dan segera berangkat.

Akhirnya aku sampai di sekolah dan aku lulus dengan nilai yang baik.

Aku memiliki seorang kekasih bernama rival suhanda dan biasa dipanggil rival. Dia berkuliah di jakarta.

Keesokan harinya ibu bertanya “kau akan kuliah dimana dinda?”
“aku belum tau ma” jawabku
Lalu aku terpikir untuk kuliah di jakarta dan ingin bertemu dengan rival karena sudah lima tahun kami tidak bertemu. Aku menghampiri mama dan berkata “ma aku ingin kuliah di jakarta”
“apa kamu yakin?” tanya mama
“ya, aku yakin” jawabku

Akhirnya aku masuk ke salah satu universitas yaitu UI (universitas indonesia). Aku sangat senang. Aku menjalani hari pertama ku kuliah, aku merasa kesepian karena tidak ada satu pun yang kukenal Pada saat jam kuliah selesai aku langsung bergegas ke kantin karena aku belum makan dari tadi pagi. Tiba tiba aku ada seseorang yang menabrakku
“gubrakkk!!”
Semua bukuku berserakan dan orang itu membantuku membereskan semua buku itu. Aku sangat terkejut saat kulihat wajahnya ternyata dia orang yang sangat aku rindukan selama ini
“kenapa kau memilih kuliah di jakarta?” tanyanya
“aku ingin bertemu denganmu” jawabku.
“apa selama ini kau merindukanku?” Tanyanya
“tentu saja aku merindukanmu” jawabku. Setelah merasa kenyang kami pun pulang

Keesokan harinya aku pergi sangat awal karena aku ingin bertemu dengan rival. Akhirnya aku sampai di kampusku. Aku ingin segera menemuinya tetapi langkahku terhenti melihat rival bergandengan dengan wanita lain. Hatiku hancur dan air mataku menetes.

Siang harinya, dia datang menemuiku, “hai, apa kau tidak lapar?” tanyanya. “tidak” jawabku dingin tanpa menoleh ke arahnya.
“apa kau sedang ada masalah?” tanyanya. “tidak, bisakah kau tinggalkan aku sendiri?” aku menjawabnya dengan nada yang kasar. “apa salahku dinda?” tanyanya. “sudah puas kau menyakitiku? Berjalan dengan wanita lain di belakangku” sentakku padanya. “jadi kau sudah tau?” tanyanya
“ya aku sudah tau” jawabku
“apa yang harus aku lakukan agar kau memaafkanku?”. “aku ingin kita mengakhiri semua ini” jawabku, lalu aku pergi meninggalkannya

Keesokan harinya aku mendengar dia masuk rumah sakit karena kecelakaan. Aku segera menjenguknya. Akhirnya aku sampai di rumah sakit dan aku masuk ke ruangannya
Aku menangis melihat dia terbaring tak berdaya. “jangan menangis, aku tidak akan pergi meninggalkanmu”. Aku terkejut karena aku melihat dia telah sadar. “apa kau menyelingkuhiku?” tanyaku padanya. “tidak, aku menjalin hubungan dengannya karena kami mempunyai hutang budi dengan keluarganya dan semalam aku memutuskan untuk berpisah dengannya karena dia berselingkuh” jelasnya. “apa kau mau kembali menjadi kekasihku” tanyanya lagi. “ya aku mau” jawabku
Akhirnya kami kembali menjadi kekasih dan menjalani hidup kami tanpa ada satu pun yang mengganggu.

Cerpen Karangan: Fauziah
Facebook: Fauziah Mawaddah Tambunan

Cerpen Cinta Takkan Terpisahkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The Legend of Bumiati

Oleh:
“Ning.. nong ning… gung..” Suara alunan gamelan terdengar syahdu mengiringi pementasan Tari Ronggeng Dukuh Klayang. Sumiati terus meliuk-liukkan badannya, mengikuti alunan suara gamelan. Sekilas dia mengkibaskan selendangnya, membuat tariannya

Hujan

Oleh:
Bulir bulir hujan yang turun dengan deras menemaniku sedari tadi. Aku mengeratkan selimut yang menutupi tubuhku. Dingin. Sorot mataku tak henti-hentinya menatap ke arah luar jendela. Hujan masih saja

Seminggu 1/2 Hari

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 7 pagi, aku bergegas ke kantor karena takut kesiangan, sarapan yang aku buat sedikitpun nggak sempet aku sentuh. Suamiku yang berdiri di cermin melihatku krasak krusuk

Presisi

Oleh:
Ku lihat Bang Arsyad duduk terpekur di beranda rumahnya, wajah bujang lapuk itu begitu durja, matanya menatap lurus menerawang, kosong. Hal apakah yang menggundah gulanakan hatinya, aku jadi nyinyir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *