Cinta Tanpa Alasan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 15 June 2016

Desiran ombak pantai yang kini hanya bisa ku nikmati sendiri, yang dulunya kita bermain dan berlari di pinggiran pantai namun sekarang kamu telah pergi meninggalkan sejuta kenangan yang telah kita rajut bersama, 2 tahun kita jalani hubungan ini dan kini kamu memilih untuk bersama dia pilihan hatimu saat ini.

Dimas dan Dewi merupakan pasangan yang menjalani hubungan pacaran selama 2 tahun, namun akhirnya mereka berpisah karena hadirnya orang ketiga di antara mereka.

“Dim? sudahlah, jangan pernah kamu ingat lagi kenangan itu, dia sudah bahagia dengan kekasih barunya” ucap Dafa sambil menepuk pundak dimas.
Dafa merupakan sahabat terdekat dimas, mereka bersahabat sejak mereka menempuh pendidikan bersama di Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Dimas merasa tenang akan kesendiriannya, raut wajah sedihnya seakan tak bisa ditutupi dari sahabatnya itu, ia berusaha untuk tetap terlihat tegar di depan Dafa. “Aku baik-baik aja Daf, aku Cuma menyesal atas kebersamaanku bersamanya selama 2 tahun silam itu, dan aku sadar bila cinta itu bukan untukku” ucap Dimas dengan tak sanggup menahan air mata yang sudah menumpuk di kelopak matanya.
“Mungkin ini karena Allah masih menunjukkan rasa sayangnya terhadap kamu Dim” Ucap Dafa sambil menatap mata Dimas. “Percayalah, rencana tuhan telah disiapkan sebelumnya, dan akan membawamu ke tempat dimana kamu tidak pernah menyadarinya dan kamu tidak pernah memikirkannya, suatu tempat yang membuatmu nyaman,tenang dan damai bersama dia yang kamu butuhkan” Dafa mencoba menenangkan Dimas. “Kelak akan datang seseorang yang pantas menerima cinta dan ketulusanmu, Dim”.
“Makasih ya, Daf. Kamu memang sahabat terbaikku, hanya saja aku yang terlanjur cukup mencintainya, kini mungkin dia bukan yang terbaik untukku, hingga kami dipisahkan” Dimas memeluk Dafa.

1 Tahun kemudian…
Dimas disibukkan dengan banyak tugas nya di kampus, ia selalu berusaha mengejar deadline tugasnya, Sedangkan Dafa berpisah dengan Dimas karena harus melanjutkan kuliah yang berbeda dan letaknya di luar kota.
“Kring kring kring” handphone dimas berbunyi, suasana kesibukan dimas pun terhenti dengan berderingnya ponsel Dimas. Ternyata Dewi mengirim pesan, “Assalamualaikum, hai Dimas, Apa kabar?” seiring dari pesan pertamanya setelah setahun berpisah, disaat itulah Dimas dan Dewi kembali komunikasi layaknya sebagai sebatas teman.

Seminggu mereka berkomunikasi, akhirnya Dewi menceritakan tentang kekasih.
“Dim, boleh gak aku curhat sama kamu lagi?”
“Boleh saja, emangnya kamu kenapa?”
“Dia selingkuh, Dim. Aku gak tau ingin bercerita dengan siapa lagi, hatiku hancur Dim…” Dewi menangis.
“Apa kamu udah liat kalo dia beneran selingkuh? Mungkin itu cuman teman ataupun saudaranya”
“Mereka jalan di depanku, Dim. Aku menyesal udah khianatin kamu dulu”
“Aku udah maafin kamu kok, kamu gak perlu bahas itu lagi”
Dimas mencoba untuk membuat Dewi agar tenang dan bisa tersenyum lagi.

1 bulan kemudian
Dimas dan Dewi mulai dekat namun mereka jarang ketemu, Dewi pun merasa ia telah merasakan CLBK (Cinta Lama Bersemi Kembali).
“Dim, kamu ada waktu gak? Kapan kita bisa dinner bareng ataupun ngumpul lagi”
“Maaf ya Dewi, mungkin saat ini kita dekat hanya sebatas teman, dan aku terima kita dekat lagi itu bukan karena aku masih berharap sama kamu, tapi untuk silaturahmi, mungkin kisah kita tidak akan pernah sama lagi seperti dulu, kamu bisa melangkah dan memilih pasangan yang membuatmu lebih bahagia, tapi itu bukan lagi aku”
Hargailah setiap orang yang berada di sekitar kita, sebelum ia dan kenangannya pergi meninggalkan kita dan akhirnya penyesalan dan rasa kehilangan yang akan kita dapat.

Cerpen Karangan: Rianda Asy’ari
Facebook: Rianda Asy’ari

Cerpen Cinta Tanpa Alasan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Balik Sikap Aneh Si Ale

Oleh:
“Loe tahu nggak kenapa akhir-akhir ini jadi aneh?” tanyaku pada sahabatku Beno yang sedang duduk di samping gue. “Masak sih, kayaknya Ale biasa-biasa aja deh Ci” jawab Beno sambil

Coffee Time

Oleh:
Semua orang pasti menyukai yang nama nya “coffee”. Ya termasuk gue. Coffee bukan hal yang aneh lagi bagi gue. Malahan udah gue anggap separuh hidup gue seperti lagu noah

Cinta dan Penantian

Oleh:
Cinta. Aku tidak pernah tahu apa makna dari satu kata sederhana itu. Tapi yang aku tahu bahwa kita tidak bisa memilih dengan siapa hati kita akan berlabuh. Dengan Pria

Untuk Kamu

Oleh:
“Huuufffttt” desah Ryesa, hari benar-benar melelahkan untuknya. Gadis manis ini harus membiarkan kaki-kakinya beristirahat tenang. Tak biasanya supir pribadinya lupa menjemputnya sepulang kursus Bahasa Jepang. Walaupun sebenarnya jarak tempat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *