Cinta Tanpa Restu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta
Lolos moderasi pada: 23 April 2016

Pada tanggal 27 Desember 2015, aku dijemput oleh teman gerejaku, sebenarnya aku belum terlalu kenal sih dia itu siapa, walau aku sering lihat dia. Nah karena ada ibadah di gerejaku mama aku meminta tolong kepadanya untuk menjemput ku, tanpa sepengetahuanku ternyata mamaku memberi nomor teleponku ke dia. Setelah dia menjemput dan membawaku ke gereja, malamnya dia sms aku.

“Hai Marcella, ini aku Edward salam kenal ya,” sms yang masuk ke hpku.
“Hai juga, oh iya salam kenal juga ya.” balasanku.

Dan dari situ akhirnya pun kami menjadi lebih dekat, walau kami tidak pacaran tetapi kita sama-sama mempunyai rasa sayang dan cinta. Sebenarnya aku memang belum boleh pacaran sama orangtuaku, dan aku dengan Edward pun tidak ada status pacaran, kami hanya mengikuti waktu yang terus berjalan sampai akhirnya pun mama dan ayahnya setuju dengan hubungan kita berdua. Keesokan harinya aku bermain di rumahnya, dengan dia dan adiknya, tiba-tiba mamanya pun memanggilku dan berbicara serius tentang hubungan aku dengan Edward.

“Cella, Tante mau ngomong sama kamu,” ucap mamanya.
“Iya Tante ada apa?” tanyaku.
“Cella serius sama Edward kan?” tanyanya.
“Iya Tante serius, emang ada apa ya?” tanyaku yang mulai penasaran.
“Gak apa-apa Tante cuma mau usulin gimana kalau bulan depan Cella dan Edward tunangan?” jawabnya.
“Hah.., bulan depan Tante?” aku pun menjadi kaget.

Karena ucapan mamanya yang bilang untuk aku dan Edward tunangan itu menjadi masalah besar untukku, karena aku belum boleh pacaran. Pacaran aja belum boleh apalagi tunangan? Aku pun bicara tentang masalah ini kepada orangtuaku, dan itu semua ditolak mentah-mentah oleh mamaku, karena aku anak satu-satunya mamaku tidak mau aku cepat-cepat untuk mengambil keputusan apalagi untuk masa depanku. Dan aku bercerita kepada Edward tentang tolakan yang mamaku lontarkan kepadaku, Edward pun bercerita kepada orangtuanya. Dan seketika orangtuannya pun berubah pikiran yang tadinya sangat setuju atas hubungan kami sekarang ikutan tidak setuju dan melarang kami berdekatan lagi. Semua hanya karena kehalang oleh restu dari orangtua kami, lalu kami mau berusaha sekuat apa pun kalau tidak diberi restu itu semua akan percuma dan sia-sia, kami pun memutuskan untuk menjalani hidup kami masing-masing seperti dulu.

Cerpen Karangan: Marcella Ardelia
Facebook: Chella Maldini Siregar
IG: marcella.ardelia
Nama aku Marcella Ardelia salam kenal ya semuanya, aku ingin mencoba bikin cerpen yang lebih baik lagi sekarang. Selamat membaca. Mungkin segini dulu ya cerpennya. Maaf kalau ada salah kata, tanda baca dan kalimatnya. Saya hanya ingin berbagi cerita dan terus belajar membuat cerpen. Terima kasih ya. Umurku 17 tahun, kelas 2 SMK di SMK PARIWISATA CITAYAM. Salam kenal semuanya 🙂

Cerpen Cinta Tanpa Restu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku dan Lukaku

Oleh:
Dulu, aku pernah begitu memperhatikannya! Dulu, aku pernah begitu mengaguminya! Dulu, aku pernah begitu menyayanginya! Dulu, aku pernah begitu mencintainya! Dulu, aku pernah begitu setia padanya! Dulu, aku pernah

Cinta Tak Terduga

Oleh:
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Namaku Dila, Adila Putri lengkapnya. Kini aku telah duduk di bangku SMA. Meninggalkan kenangan yang telah lalu. Kenangan yang mungkin menyakitkan, karena cintaku

Maafkan Aku

Oleh:
Ku buka jendela melihat sang rembulan dan bintang yang menyinari malam ini, mengingat sesosok lelaki yang selalu menemani ku dan mencintai ku dengan sepenuh hatinya. dia nafasku dia lah

Empat Kata Yang Terlambat

Oleh:
Seperti biasa, suara tertawa ibuku terdengar nyaring di telinga. Aku pun mulai tak nyaman disertai konsentrasi yang semakin memudar. Sejenak aku berpikir, “Apa sih serunya sebuah sinetron di televisi?

Sampai Sirna

Oleh:
Siapa yang menyangka kalau pagi ini adalah pagi yang terasa baru bagi Kristin. Rumah sebelah yang semula kosong sekarang sudah ada yang menempati. Rasa penasaran mendorong tubuh kecil Kristin

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *