Cinta Tinta Biru

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 1 November 2017

Hay gussy…!!! Nama aku Losy aku baru kelas 2 sma program SAINS. Di sekolah aku dikenal sebagai anak yang paling pintar or smart biasalah kan selalu dapat juara umum. So, banyak cowok yang naksir sama aku tapi aku tidak menghiraukan mereka.

Ada seorang cowok yang sok keren ingin mendekati aku tapi aku tidak tertarik dengan gayanya yang sok cool, sok keren, tapi iya sih dia memang keren. Dan yang paling mengherankan dia itu adalah anak baru, anak baru saja sudah belagu. Jujur ya aku sangat muak melihat dia rasanya kepingin muntah-muntah. Aduuhh… ada antimo?, membicarakannya saja udah membuat aku jadi mau muntah apalagi kalau dia ngobrol sama aku.

Hari ini adalah hari pertama sahabat aku Ros masuk sekolah kembali setelah ia pulang berlibur dari paris dengan keluarganya. Ketika di kantin Ros melihat Arga alias anak baru yang sok keren, Ros menjadi naksir kepadanya. Dan tiba-tiba Arga pun mendekati aku dan Ros yang biasa duduk di pojokan ujung kantin. Ketika si cowok sok keren mendekat dan duduk tepat di hadapan aku “Hay Losy bidadariku!!”
“hahh… bidadari?”
Ros sangat panik dan syok ketika mendengar Arga memanggil aku.
“iya… losy adalah bidadari surgaku”
“ohhhh, kalian pacaran ya?”
“ehh Sy kenapa gak bilang sama gue kalau kamu udah punya pacar? GANTENGG BANGETT LOSY!!!”
“Benar banget.”
“oy, kenalin aku Ros sahabatnya Losy”
“HEYY… anak baru yang sok cool, sok belagu, sok keren, dengar ya!! gue itu sangat muak liat lo di sini mendingan lo pergi sekarang dari hadapan gue!!” Darah aku naik seperti 170 tekanannya, kepala aku terasa seperti direbus. Begitulah amarah aku naik dengan seketika
“Losy, jangan marah–marah begitu aku jadi takut ni.”
“Heyy cowok belagu sana pergi kenapa masih di sini.”
“aku gak mau pergi”
“ya udah kalau kamu gak mau pergi mendingan aku yang pergi”
“dan satu lagi Ros aku itu gak pacaran sama si cowok belagu seperti dia, tidak akan pernah hal itu terjadi”
Aku pun pergi meninggalkan Arga, dan Ros juga ikut susul aku pergi. Anak-anak di kantin pada tengang melihat teriakan dan amarah aku yang tidak seperti biasanya. Siswa-siswa di sekolah mengenal aku sebagai gadis yang ramah, baik hati dan tidak pernah berkata kasar. Tapi karena Arga aku menjadi orang yang sangat pemarah. Ros sangat kecewa denganku karena ros belum sempat tau siapa nama Arga.

Setiap hari Arga selalu mendekatiku, kemana pun aku pergi Arga selalu ada di belakangaku. Hari itu ada orang yang mau merampokku. Untung ada Arga yang melindungiku.

Ros sangat naksir sama Arga Dia memintaku untuk memuatnya dekat sama Arga. Awalnya aku ngak mau, tapi dia terus–terusan memohon kepadaku hingga akhirnya aku pun memutuskan untuk mendekatkan Ros dengan Arga. Ketika itu Ros memintaku untuk mengatur jadwal ngedatenya dengan Arga tapi Arga tidak akan mau kalau aku ngak ikut, ya apa boleh buat demi sahabat, aku rela buat apa saja. Beberapa kali Ros dan Arga sering aku atur jadwal ngedate tapi tetap saja Arga selalu kejar-kejar aku kayaknya cinta mati dia itu.

Di sekolah kami akan diadakan acara perpisahan kakak kelas 3 yang mau tamat. Aku sebagai pembawa acara dan sebagai pembaca naskah drama. Bisa dibilang aku adalah orang yang paling penting di acara tersebut. Ketika malam perpisahan itu aku pergi sendiri untuk menghadiri acara itu. Di perjalanan ada pemuda yang ingin menculikku tapi ada Arga yang menyelamatkanku. “thanks ya Ga. Kamu udah nyelamati aku.” Itu adalah pertama kali aku berterima kasih kepada arga karena dia sudah nyelamatin aku.

Ketika kami sampai di acara perpisahan semua siswa pada panik melihat aku dengan Arga pergi bersamaan. Ros juga jadi cemburu. Aku menjelaskan kepada semua siswa apa yang sudah terjadi. Lalu aku bersiap-siap untuk menjadi MC agar acara bisa berjalan.

Malam pun semakin larut acaranya pun sudah selesai semua siswa pada pulang ke rumahnya masing-masing begitu juga dengan aku. Pagi pun tiba aku ke sekolah seperti biasanya tapi hari itu benar-benar aneh banyak cowok-cowok yang mengirim surat kepadaku. Dari sekian banyaknya surat yang kuterima, aku sangat tertarik pada sepucuk surat yang ditulis dengan tinta biru. selain tulisannya yang begitu indah, rapi, kata-katanya pun begitu menarik aku jadi sangat baper membaca surat yang satu itu rasanya aku sangat ingin mengetahui siapa penulis surat yang begitu indah itu hatiku mulai jatuh hati kepada penulis surat itu tapi siapa dia? Aku jadi penasaran. Aku pun mencari tahu siapa penulis surat yang sangat indah itu.

Bel pulang sekolah pun berdering seperti biasanya sebelum pulang sekolah aku duduk di taman sekolah untuk menikmati indahnya sekolah. ketika itu Arga pun menyampiriku dia duduk di sampingaku dan ngobrol denganku, ketika itu aku baru sadar kalau Arga adalah pria yang sangat asyik buat diajak ngobrol. lalu dia megungakap isi hatinya kepadaku. Sebenarnya aku pun mulai punya rasa kepadanya namun sayang aku gak mau rasa itu menjadi besar karena di hatiku sudah ada sosok yang misterius pemilik surat tinta biru. aku mencoba menghalang rasa itu. “Ga, berapa kali harus aku bilang aku itu tidak suka sama kamu lebih baik kamu pergi jangan pernah menggangguku lagi, PERGI!!!”
“okeey jika itu keinginanmu aku akan pergi dari sisi hidupmu dan apapun yang akan terjadi nanti kamu jangan lagi mencari aku.” Lalu Arga pun pergi meninggalku sendiri aku tidak menduga hal itu akan terjadi tapi aku mencoba untuk tegar.

Keesokan harinya di sekolah aku mencoba untuk meminta maaf kepada Arga tapi aku sia-sia sepertinya Arga benar-benar marah sama aku. Dia bahkan tidak peduli kepada aku yang jatuh ketika aku ingin mengerjarnya. Ros pun menolong aku lalu Ros bertanya kepadaku kenapa aku menolak cintanya Arga. Aku menceritakan kepada Ros kalau hatiku itu sudah terpikat kepada penulis surat tinta biru itu. Lalu Ros bilang kalau penulis surat itu adalah Arga. Awalnya aku ngak percaya lalu Ros memberiku bukti sebuah buku catatannya Arga yang ditulis dengan tinta biru dan ternyata tulisanya itu benar-benar sama dengan tulisan yang ada di surat itu. Lalu aku pun percaya kepada Ros.

Ketika pulang sekolah aku ke kf dan melihat Arga sedang duduk dengan seorang cewek hatiku benar-benar hancur. Aku tidak tau bahwa yang duduk dengan Arga itu adalah Ros yang sedang menceritakan tentangaku kepada Arga. Aku pun pulang ke rumah aku sangat kecewa, hingga aku mengurung diri.

Sudah dua hari aku tidak sekolah tapi Arga sama sekali tidak menanyakan kabarku tapi tanpa sepengatahuanku diam-diam dia mencari tau tentang aku melalui Ros dan adikku. Hari pun semakin berlalu aku pun kembali masuk sekolah. Ketika di sekolah aku benar-benar syok dan tengang melihat spanduk yang tertulis ungakapan cintanya Arga kepadaku di sepanjang area sekolah yang tertulis dengan tinta biru. Lalu siswa-siswa pada menyambut kedantanganku dengan begitu meriahya. Ros menjelaskan semua kesalah pahaman antara aku dan Arga. Lalu Arga mendekatiku dan berkata:

“Losy aku sangat mencintaimu apa pun yang terjadi aku akan selalu mencintaimu meskipun kamu tidak peduli dengan aku. Hatiku ini hanyalah untukmu Losy!!”
“aku tidak bisa membohongi hatiku Ga aku pun sangat mencintaimu”

Akhirnya aku dan Arga pun menjalin hubungan yang penuh dengan kebahagiaan.

TAMAT

Cerpen Karangan: Ulfa Zuhra
Facebook: Ulfaa
tmpt, tgl lahir: Aceh 01 November 2000
Sekolah: SMAN 1 Muara Batu (Aceh Utara)

Cerpen Cinta Tinta Biru merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sebuah Harapan (Part 1)

Oleh:
Setelah kuliah biasanya kebanyakan orang mencari pekerjaan yang layak untuk kelangsungan hidupnya, begitu pula dengan Riki, setelah dia lulus kuliah dengan nilai yang pas pasan dia bisa diterima di

Drama Queen (Part 1)

Oleh:
Cinta itu indah, cinta itu kadang buta, cinta juga kadang menjadi misteri dan cinta pasti mempunyai akhir. Mungkin ada kalanya akan menjadi manis atau pahit. Tapi cinta itu ibarat

Semua Karena Cinta

Oleh:
Bagiku cinta hanyalah sebuah skenario yang diatur. Sebentar pacaran, dan tak lama kemudian putus. Itulah mengapa aku sampai sekarang masih jomblo. Lebih baik aku menulis sebuah buku. Itu lebih

Tuhan Kumohon Sekali Lagi (Part 1)

Oleh:
“Naaaahh….” Teriak Fatir. Melempari ular karet ke annisa “Aaaa.. ka Fatir” Jerit anisa kesal. “Hahaha…” Tawa fatir meledek annisa yang kaget. Annisa pun kesal melihat tingakah Fatir yang mentertawainya,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *